Defying Heaven

Defying Heaven
Keluar dari Sekte


__ADS_3

Di kediaman Li Xuan.


Setelah membeli beberapa obat herbal, Li Xuan langsung masuk keruangan nya untuk menggunakan obat herbal tersebut.


Tidak kerasa hari sudah larut malam, Li Xuan membutuhkan hampir seharian untuk mengedarkan energi dari obat herbal tersebut.


Setelah selesai mengedarkan energi dari obat herbal tersebut, Li Xuan langsung bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk istirahat.


Pada saat Li Xuan hendak beristirahat, Li Xuan melihat bayangan hitam lewat di jendelanya, Li Xuan berjalan kearah jendela untuk memastikan bayangan tersebut. Namun tiba-tiba seseorang berdiri di belakang Li Xuan dan menyerangnya dengan pukulan tepat mengenai punggung Li Xuan.


Aaargghh....


Li Xuan mengerang kesakitan, darah mengalir dari mulutnya dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya, karena pukulan tersebut mengandung tenaga dalam yang kuat.


"Ini hanya peringatan kecil karna kau berani menyakiti anaku!" ucap seorang berpakaian hitam tersebut.


Li Xuan terus mengerang kesakitan dan mendengarkan pria tersebut berbicara, setelah pria berpakaian hitam tersebut hilang dari pandangan Li Xuan, akhirnya Li Xuan pingsan karna tidak bisa menahan rasa sakit tersebut.


Keesokan harinya saat mentari mulai menyinari daratan di Benua Tengah, terlihat seorang gadis kecil sedang berjalan, gadis itu adalah Feng Sui, ia sedang menuju kediaman Li Xuan untuk menanyakan keadaannya setelah menggunakan obat herbal kemarin.


Namun saat setelah sampai kediaman Li Xuan, Feng Sui memanggil Li Xuan tetapi tidak ada jawaban, Feng Sui yang panik langsung masuk ke kediaman Li Xuan dan melihat Li Xuan tergletak pingsan dan penuh dengan darah.


"kak Xuan!" ucap Feng Sui dengan cemas


Setelah melihat keadaan Li Xuan, Feng Sui tidak bisa menahan air matanya melihat Li Xuan tergletak mengenaskan, saat memeriksa tubuh Li Xuan ternyata masih hidup dan langsung membawanya menemui kakeknya.


Di kediaman Patriak Sekte Pedang Penghancur, terlihat orang tua sedang menikmati secangkir teh hangatnya.


Tiba tiba terdengar sebuah teriakan.


"kek.. Kakek... Tolong selamatkan kak Xuan!" ucap Feng Sui dengan menangis


"Sui'er apa yang terjadi?" ucap orang tua tersebut dengan cemas.


Orang tua tersebuat adalah Feng Hui, Patriak Pedang Penghancur dan juga kakek dari Feng Sui.


"Sui'er tidak tau kek, pagi ini Sui'er ingin menemui kak Xuan tetapi saat sui'er sampai disana semua sudah begini." jawab Feng Sui dengan menangis terisak isak


"Sui'er cepat bawa Li Xuan ke ruangan kakek." ucap Feng Hui

__ADS_1


*


Di tempat lain, terlihat seorang pemuda yang terbaring di tempat tidur dan di temani pria paruh baya.


"Yu'er, tenang saja si SAMPAH Xuan itu sudah ayah kasih plajaran, setelah ini tidak akan ada lagi yang berani melawanmu." ucap Tetua Xiao


Setelah mendengarkan apa yang ayahnya ucapkan, wajah pemuda tersebut terlihat sangat senang sekaligus puas.


"Terima kasih ayah." balas Xiao Yu dengan senyuman puas


'Li Xuan itulah balasan karna kau berani melawanku.' gumam nya dalam hati


*


Kembali ke kediaman Patriak.


Setelah di dalam ruangan Patriak Feng Hui tersebut, Patriak Feng hui langsung memeriksa keadaan Li Xuan.


Wajahnya langsung terlihat sangat tidak sedap dipandang. Feng Sui yang melihat ekspresi kakeknya berubah Feng Sui tidak bisa menahan untuk tidak bertanya.


"kakek, apa yang terjadi pada kak Xuan?" tanya Feng Sui dengan cemas


"Sui'er luka pada tubuh Li Xuan sangat parah, beberapa tulangnya patah bahkah hampir hancur dan dia juga kehilangan sangat banyak darah." jawab Feng Hui


Mendengarkan jawaban kakek nya, Feng Sui langsung menangis dan memohon kepada kakek nya.


"kek..., tolong selamat kan kak Xuan." ucap Feng Sui dengan menangis


"kakek akan membuatkan beberapa pill untuk menyembuh Li Xuan." jawab Feng Hui dengan nada yang sangat lembut sambil menatap cucu nya yang menangis


Sebelum Patriak Feng Hui membuatkan pill untuk Li Xuan, Patriak Feng Hui memasukan pill ke mulut Li Xuan dan membantu mengedarkan energinya, agar Li Xuan bisa bertahan untuk beberapa jam.


Selain sebagai Patriak, Feng Hui juga seorang Alkemis tingkat 8, Alkemis tingkat 8 mampu membuat pill tingkat 8 dan yang lebih rendah dari tingkat 8 yaitu tingkat 9.


Setelah beberapa jam, Patriak Feng Hui selesai membuat beberapa pill tingkat 8 kelas tinggi dan langsung memasukannya ke dalam mulut Li Xuan dan membantunya mengedarkan energi tersebut keseluruh lukanya.


"Sui'er istirahatlah dulu Li Xuan akan dirawat sini, mungkin membutuhkan beberapa hari untuk sadarkan diri." ucap Patriak Feng Hui menatap gadis kecil tersebut.


Feng Hui tidak mempermasalahkan mengapa cucunya sangat khawatir, karna ia tahu karna kalau bukan karna Li Xuan dulu mungkin cucunya sudah tidak ada.

__ADS_1


Feng Sui hanya mengangguk dan segera membersihkan diri karna banyak darah di pakaiannya setelah membawa Li Xuan.


Setelah 5 hari akhir nya Li Xuan sudah sadarkan diri namun masih sangat lemah, ia merasakan sakit diseluruh tubuhnya.


"kak Xuan, kau sudah sadar istirahat lah dulu biar Feng Sui buatkan bubur buat kak Xuan." ucap Feng Sui sambil meninggalkan ruangan tersebut


Li Xuan hanya mengangguk tak berdaya


Tak lama kemudian Feng Sui kembali bersama Patriak dan membawa bubur.


"Li Xuan kau sudah sadar, sebenarnya apa yang terjadi padamu?" tanya Patriak Feng Hui


Mendengarkan pertanyaan dari Patriak, Li Xuan berusaha mengingat apa yang terjadi, saat Li Xuan mengingat apa yang terjadi malam itu wajah nya langsung berubah menjadi sangat suram.


Ia mengingat dengan jelas apa yang di ucapkan pria berbaju hitam tersebut.


'mungkin kah anak yang dimaksud pria tersebut Xiao Yu? jika benar yang dimaksud anak adalah Xiao Yu brarti yang menyerang ku.... Tetua Xiao!' gumamnya dalam hati


Feng Sui yang mendengarkan petanyaan kakeknya dan melihat perubahan ekspresi Li Xuan, ia langsung mengubah topik bembicaraan tersebut.


"kakek..... Kak Xuan baru saja sadar, jangan banyak bertanya padanya!" ucap Feng Sui dengan nada kesal


"Hahahaha... Benar juga apa yang di katakan Sui'er, kau baru saja sadar lebih baik istirahat dulu." ucap patriak Feng Hui dengan terburu buru karna mendengar nada bicara cucu nya yang kesal


"Kak Xuan ini buburnya, kakak makan dulu nanti lanjut istirahat." ucap Feng Sui dengan lembut


Setelah berkata demikian, Feng Sui dan Patriak Feng Hui meninggalkan ruangan tersebut. Karna tidak mau mengganggu istirahat Li Xuan.


Li Xuan memakan bubur yang di bawakan Feng Sui, sebelum melanjutkan istirahatnya. Tetapi ia masih memikirkan ucapan pria berbaju hitam.


'jika benar yang menyerangku adalah Tetua Xiao bukankah keberadaanku di Sekte sudah tidak aman disini.' gumamnya dalam hati


Ia terus berfikir sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dari sekte.


Saat hari mulai petang Li Xuan meninggal kan Sekte dengan susah payah karna keadaan tubuh nya yang masih lemah. Li Xuan juga meninggalkan surat untuk Feng Sui di ruangan patriak sebagai tanda terima kasih dan ucapan selamat tinggal untuknya.


Li Xuan berjalan menuju desa terdekat dari Sekte Pedang penghancur, tetapi sialnya saat menuju desa tersebut Li Xuan di hadang beberapa Bandit.


Hai para readers, terima kasih sudah membaca novel ini. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan nya karna ini karya pertama author. Jadi jika masih banyak kekurangan mohon di maklumi.

__ADS_1


jika kalian suka dengan novel ini jangan lupa kasih Like, Comen & rate 5 Bintang yah :) .


__ADS_2