Defying Heaven

Defying Heaven
Sekte Pedang Penghancur


__ADS_3

Sementara itu didalam Aula Sekte Pedang Penghancur, terlihat 5 Tetua Sekte Pedang Penghancur sedang melakukan rapat.


"Patriak Feng sekarang sedang sakit parah, sekarang Patriak Feng tidak mempunyai kemampuan untuk melindungi Sekte. Sebaiknya kita memilih patriak baru untuk menggantikanya."ucap seorang Tetua yang tak lain adalah Tetua Xiao


"Aku setuju dengan apa yang dikatakan Tetua Xiao, kita harus segera memilih patriak yang baru, agar bisa memimpin Sekte. Apalagi akhir-akhir ini, entah mengapa ada banyak serangan dari Hewan Iblis."ujar Tetua Shen


"Bicara apa kalian! Aku tidak setuju! kita tidak bisa seenaknya mengganti patriak dengan sepihak, apalagi patriak sekarang juga sedang sakit parah."bantah Tetua Hong


"Benar apa yang di katakan Tetua Hong! Kita tidak bisa seenaknya mengganti posisi patriak, dan seharusnya kita juga membicarakan ini dengan Patriak!"balas Tetua jun


"Emang apa yang bisa dilakukan patriak tua itu saat ini! Sedangkan para Hewan Iblis sedang memb*bi buta melakukan serangan, aku sarankan kita segera memilih patriak baru untuk memimpin dan menghadapi masalah ini."ucap Tetua Shen


"Jika aku disuruh untuk memilih, aku sarankan Tetua Xiao yang menggantikan posisi patriak, karna tingkat kultivasi Tetua Xiao lebih tinggi diantara kita."ujar Tetua Shen


"Aku tidak setuju! dengan apa yang dikatakan Tetua Shen."


"Aku juga tidak setuju!"


Tolak Tetua Hong dan Tetua Jun, wajah Tetua Xiao dan Tetua Shen berubah menjadi sangat tidak sedap dipandang.


"Alasan Hewan Iblis mengamuk akhir-akhir ini pasti ada sebabnya, masalah Hewan Iblis ini adalah tanggung jawab kita semua. Jadi untuk Tetua Xiao dan Tetua Shen jangan memperkeruh masalah ini, untuk Tetua Hong dan jun jangan terlalu mudah emosi pada saat situasi seperti ini. Lebih baik kita sudahi rapat ini, besok kita rapatkan kembali bersama Patriak Feng."ucap Tetua Zhang


Para Tetua segera membubarkan diri dan kembali ke kediaman masing-masing.


*


Di tempat lain terlihat tiga orang berada di hutan sedang memanggang sebuah hewan.


"Tian Long, bakar dengan benar jangan sampai hangus."ucap Li Xuan


"Baik Tuan."


"Kak Xuan, orang seperti apa yang akan kita temui?"tanya Huang Fei


"Seorang gadis."jawab Li Xuan


"Apa dia cantik?"tanya Huang Fei dengan penasaran


"Yah dia sangat can...."ucapan Li Xuan terhenti sebelum akhirnya menggoda Huang Fei


"Waaah adik Fei, apa kau cemburu dengan gadis yang akan kita temui?"ucap Li Xuan menggoda Huang Fei


Wajah Huang Fei memerah karna malu, sebelum akhirnya meninggalkan Huang Fei dan menuju Tian Long.


"Gadis yang menarik."ucap Li Xuan


"Tuan, dagingnya sudah matang."


"Baiklah ayo kita makan."ajak Li Xuan


*

__ADS_1


Saat hari mulai malam, di sebuah ruangan terlihat seorang gadis sedang menemani seorang kakek tua sedang terbaring lemah.


"kakek, apa sakitmu sudah mendingan?"tanya Feng Sui


"Uhukk... Kakek tidak apa, Sui'er tidak perlu khawatir."jawab Feng Hui


"Kek, siang tadi para tetua mengadakan rapat tanpamu, besok mereka akan mengadakan rapat lagi dan mengajak kakek untuk mengikuti rapat itu."ucap Feng Sui


'Mmm... Ternyata mereka lebih cepat dari yang kuduga.'Feng Hui sudah menebak ini akan terjadi karna keadaanya sekarang, tetapi Feng Hui tidak menyangka akan secepat ini


"Baiklah Sui'er, lebih baik kamu kembali dan beristirahat, besok temani kakek mengikuti rapat."ujar Feng Hui


"Baik kek."Jawab Feng Sui


Sedangkan di tempat lain terlihat dua orang orang pria paruh baya sedang duduk.


"Kak Xiao, bagaimana jika besok patriak tidak memberikan jabatan patriaknya padamu?"


"Tenang saja adik Shen, jika mereka tidak mau menuruti kita, kita tinggal habisi mereka saja! Patriak juga sedang mengalami sakit parah, maka tidak akan ada yang bisa menghalangi kita!"


*


Keesokan harinya, terlihat para Tetua Sekte Pedang Penghancur sudah berada di Aula rapat. Tak lama kenudua terlihat seorang kakek tua berjalan masuk di dampingi seorang gadis berusia 15 tahun.


"Salam Patriak Sekte." ucap semua Tetua bersama


Patriak Feng Hanya mengangguk dan langsung duduk dikursi yang sudah di siapkan.


"Baik Patriak Feng."


Akhirnya Tetua Zhang menjelaskan tujuan dan permasalahan dalam rapat tersebut.


Patriak Feng hanya mengangguk mendengarkan penjelasan dari Tetua Zhang.


"Jadi kalian ingin mencari Patriak baru untuk menggantikanku? Jika memang begitu maka aku akan percayakan posisi patriak ini pada Tetua Zhang. Apa ada yang keberatan?"ucap Patriak Feng


Patriak Feng memang sudah berniat untuk memberikan posisi patriak pada Tetua Zhang.


"Aku tidak setuju! Kenapa harus Tetua Zhang? bukankah diantara para Tetua aku adalah yang terkuat setelah Patriak Feng."ujar Tetua Xiao


"Benar yang dikatakan Tetua Xiao, yang kita butuhkan adalah Patriak yang kuat."ucap Tetua Shen


Patriak Feng hanya menggelengkan kepala melihat perilaku Tetua Xiao dan Tetua Shen.


"Untuk menjadi patriak bukan hanya harus Kuat, tetapi juga harus bijak dalam mengambil keputusan saat menghadapi situasi darurat."ucap Patriak Feng


"Mungkin Tetua Zhang lebih lemah darimu, tapi dalam menghadapi situasi darurat Tetua Zhang lebih bijak dari pada yang lain."


Tetua Jun dan Tetua Hong tidak keberatan dengan keputusan Pantriak Feng, karna memang diantara para Tetua, Tetua Zhang adalah orang yang paling bijak dalam mengambil keputusan.


Tetapi untuk Tetua Xiao dan Tetua Shen merasa tidak senang karna dari awal mereka memang bertujuan ingin menjadi Patriak menggantikan posisi Patriak Feng.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan Patriak Feng benar, Selain kuat kita juga butuh patriak yang bijak. Jadi jika patriak Feng ingin memberikan posisi Patriak pada Tetua Zhang aku tidak keberatan."ujar Tetua Hong


"Aku juga tidak keberatan."ucap Tetua Jun


"Tidak! aku tetap tidak setuju dengan Patriak Feng!"bentak Tetua Xiao


"Jaga sopan santunmu Tetua Xiao!"bentak Tetua Zhang


"Kenapa? apa kau tidak terima Tetua Zang!?"


"Kalo begitu kita buktikan, siapa yang lebih pantas menjadi patriak yang baru!"ucap Tetua Xiao sebelum akhirnya langsung menyerang Tetua Zhang


Tetua Zhang yang tidak siap dengan serangan Tetua Xiao langsung terpental mundur terkena serangan dari Tetua Xiao.


"Tetua Zang!"ucap semua orang selain Tetua Xiao dan Shen


"Kau sudah kelewatan Tetua Xiao!"bentak Patriak Feng


"Bicara apa kau kakek tua! Sekarang kau sedang sakit parah dan tidak bisa menghentikanku!"ucap Tetua Xiao sembari menyerang Patriak Feng


Tetua jun dan Hong mencoba menghentikan serangan Tetua Xiao. Tetapi Tetua Xiao lebih kuat dari Tetua Jun dan Hong, tidak ada kesulitan bagi Tetua Xiao untuk mengalahkan Tetua jun dan Hong.


Tetua Zhang, jun dan Hong sekarang hanya tergletak tak berdaya.


Patriak Feng mencoba untuk melawan Tetua Xiao, tetapi karna keadaan Patriak yang sedang sakit parah, membuat Patriak Feng tidak bisa mengalahkan Tetua Xiao.


Tapak penghancur!


Tinju pemusnah!


Patriak Feng dan Tetua Xiao menggunakan kekuatan penuhnya untuk bertarung.


Arrrggh....


Feng Hui mengerang kesakitan karna terkena serangan dari Tetua Xiao.


"Kakek!"teriak Feng Sui sembari menuju kearah Patriak Feng


"Kau juga akan kuhabisi gadis kecil! Jika aku membunuh kalian semua maka sudah di pastikan aku akan menjadi Patriak! Hahaha...."ucap Tetua Xiao


Setelah selesai Tetua Xiao berkata, tiba-tiba terdengar keras suara dari pintu.


Bruukk....


Terlihat tiga orang memasuki ruangan tersebut.


"Sepertinya aku datang tepat waktu."ucap pemuda mengenakan pakaian berwarna biru


"Kak Xuan!"ucap Feng Sui


Hai para readers, terima kasih sudah membaca novel ini. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan nya karna ini karya pertama Author. Jadi jika masih banyak kekurangan mohon di maklumi.

__ADS_1


jika kalian suka dengan novel ini jangan lupa kasih Like, Comen & rate 5 Bintang yah :) .


__ADS_2