Defying Heaven

Defying Heaven
Huang Rong


__ADS_3

"Berhenti! serahkan semua barangmu dan kami akan biarkan mayatmu utuh!" ucap seorang bandit


Sang pemimpin banding berbicara dengan nada mengejek, karna pemimpin bandit tersebut bisa melihat kultivasi Li Xuan yang hanya berada di tahap awal Pembentukan Jiwa.


"Cepat serah kan semua barangmu, jangan membuat pemimpin menunggu!" ucap anggota bandit


Wajah Li Xuan menjadi pucat setelah mendengarkan ucapan bandit tersebut.


"Aku tidak akan memberikan barangku, dan juga aku tidak mempunyai barang berharga." jawab Li Xuan dengan ketakutan


Wajah para bandit menjadi sangat menakutkan dan tidak enak di pandang setelah mendengar jawaban dari Li Xuan.


"Nak, jangan uji kesabaran kami, pemimpin sudah berbaik untuk membiarkan mayatmu utuh." ucap anggota bandit


"Beraninya kau menolak pemimpin Kera Merah kami" ucap anggota bandit lainya


Li Xuan yang mendengar nama Kera Merah tersebut tersentak kaget, karna mereka cukup terkenal di kaisaran Ling. Mereka terkenal sadis saat melakukan kejahatan nya.


"Kenapa kau diam nak, apa kau takut setelah mengetahui pemimpin kami." ucap anggota bandit


Rata rata kutivasi para anggota bandit kera merah berada di tahap menengah Pemurnian Jiwa, sedangkan pemimpin berada di tahap Akhir Pemurnian Jiwa.


Setelah selesai berbicara para anggota bandit tersebut menyerang Li Xuan. Li Xuan yang tingkat kultivasinya hanya berada di tahap awal Pembentukan Jiwa hanya bisa pasrah dengan keadaan.


'Mungkin kah aku akan mati disini?, adik Sui maafkan aku mungkin tidak bisa menepati janjiku. Ibu, ayah, Xuan'er akan segera menemuimu' gumam nya dalam hati dengan pasrah


Tetapi saat sebelum pedang para bandit tersebut menyentuh Li Xuan, terlihat seorang paruh baya mengenakan baju merah hitam menangkis serangan tersebut.


Tranggg...


Tranggg...


Trangg....


Para bandit tersebut terdorong mundur beberapa meter.


"Nak, apa kau terluka?" tanya pria paruh baya tersebut


Li Xuan yang masih terkejut hanya mengangguk


"diam lah disini dulu, saya masih punya beberapa urusan dengan mereka." ucap nya sebelum pergi menuju para bandit


"Jadi kalian yang di sebut Bandit Kera Merah?" tanya pria paruh baya dengan santai


"iyaa, kami adalah Kera Merah! apa kau takut setelah mengetahui itu!" jawab angota bandit tersebut dengan arogan


"Hahahahaaa... Takut? sudah lama aku mencari kalian untuk membalaskan dendam, kau membunuh muridku." wajah pria paruh baya tersebut berubah menjadi sangat menakutkan


Tebasan Pembelah Bulan


Wuushh.....


Dalam sekejap pria paruh baya tersebut menghilang dari hadapan mereka, para bandit seketika menjadi panik.


Sringgg....


Para anggota bandit masih belum bisa bereaksi tetapi kepala mereka sudah tidak pada tempatnya.


Pemimpin bandit yang melihat semua anggotanya mati hanya dengan satu tebasan langsung berlutut di hadapan pria paruh baya tersebut.


"Maafkan aku senior, aku punya mata tapi tidak bisa melihat." ucap pemimpin bandit dengan nada ketakutan

__ADS_1


Pria paruh baya tersebut tidak mendengarkan pemimpin bandit tersebut dan langsung menebas kepala nya menggunakan pedang nya.


'Semoga kau tenang disana, karna kini dendammu sudah guru balaskan.' gumam nya pria paruh baya tersebut


*


Li Xuan masih tidak percaya dengan apa yang barusaja dia lihat.


'Tebasan Pembelah Bulan? bukankan itu jurus pedang dari Sekte Bulan Hitam? Mungkinkah pria paruh baya tersebut dari Sekte menengah tersebut?' pikiran Li Xuan sekarang di penuhi dengan pertanyaan itu


*


Setelah selesai mengurus para bandit, pria paruh baya tersebut menghampiri Li Xuan.


"terima kasih senior telah menolongku." ucap Li Xuan dengan hormat


"Tak usah sungkan, siapa namamu nak?" tanya pria paruh baya tersebut


"Nama junior Li Xuan." jawab Li Xuan


"Li Xuan, nama cukup bagus. Nama saya Huang Rong, Kau bisa memanggilku paman Huang." ucap Huang Rong


"Terima kasih Paman Huang." ucap Li Xuan


"Nak Xuan, mau kemana kamu keluar malam malam begini?" tanya Huang Rong


"Paman Huang, saya ingin ke desa terdekat untuk mencari penginapan." jawab Li Xuan


"Kebetulan sekali saya juga sedang mencari penginapan, bagaimana jika kita bersama saja ke desa terdekat mencari penginapan?" usul Huang Rong


"maka saya ucapkan terima kasih, karna mungkin akan merepotkan paman Huang." ucap Li Xuan


*


Di tempat lain terlihat seorang gadis sedang membaca surat sambil menangis.


"Kak Xuan bodoh, mengapa harus pergi dari Sekte, mengapa kak Xuan tidak mengajak Sui." ucap gadis tersebut dengan menangis


"Sui'er, Sudah jangan menangis lagi, mungkin Li Xuan pergi untuk mencari pengalaman diluar, mungkin suatu saat kau akan bertemunya lagi." ucap Feng Hui


'saya harap di masa depan akan bertemu lagi dengan mu yang berbeda dari yang sekarang Li Xuan' gumam Feng Hui


*


Setelah hampir 2 jam berjalan akhirnya Li Xuan dan Huang Rong sampai di desa Seribu Bambu.


Mereka segera mencari penginapan si desa Seribu Bambu, tak lama akhirnya mereka menemukan penginapan yang memiliki dua lantai mereka segera memasuki nya.


"Selamat datang tuan, apa ada yang bisa saya bantu." tanya seorang pelayan dengan sopan


Karna di tempat tersebut terdapat dua lantai, lantai satu sebagai tempat makan para pengunjung sedangkan di lantai dua sebagai penginapan.


"Kami ingin menyewa untuk dua kamar untuk satu malam." ucap Huang Rong


"Total nya 2 koin perak tuan." ucap pelayan


Setelah membayar, mereka segera menuju ke kamar yang di tunjukan pelayan tersebut.


"Nak Xuan, setelah membersih kan diri segera kebawah untuk makan bersama." ucap Huang Rong


Mendengarkan ucapan Huang Rong, Li Xuan hanya mengangguk.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri Li Xuan turun ke lantai satu dan segera menuju Huang Rong di salah satu meja.


"Nak Xuan kau sudah datang, kemari duduk disini." ucap Huang Rong sambil menunjuman salah satu kursi


Li Xuan segera menuju kursi yang di tunjukan Huang Rong.


"Terima kasih paman Huang." jawab Li Xuan


Huang Rong tersenyum melihat sikap pemuda tersebut dan memesan segera beberapa makanan.


"Nak Xuan, dari mana kau berasal? sepertinya ini pertama kalinya kau ke penginapan." tanya Huang Rong


Huang Rong bertanya karena melihat sikap Li Xuan yang sangat kaku kepada orang lain.


Karna ini pertama kalinya Li Xuan di perlakukan dengan baik orang lain selain Feng Sui dan Feng Hui.


"Saya dulu tinggal di Sekte Pedang Penghancur, tetapi saya sudah keluar dari sekte tersebut." jawab Li Xuan


Huang Rong tersentak kaget mengetahui bahwa pemuda berpakaian biru tersebut berasal dari Sekte tinggi dan sedikit tidak percaya karna melihat tingkat kultivasi nya yang berada di tahap awal pembentukan jiwa.


Biasanya Sekte Sekte tinggi hanya menerima seorang jenius adapun pengecualian untuk anak atau kerabat dari petinggi di sekte tersebut.


'mungkin kah Li Xuan ini anak atau kerabat dari petinggi di Sekte prdang penghancur? dan mengapa dia keluar?' gumam Huang Rong dalam hati


melihat ekspresi Huang Rong yang berubah Li Xuan mencritakan apa yang terjadi.


Setelah mendengarkan crita dari Li Xuan wajah Huang Rong menjadi sangat suram dan geram. Li Xuan tidak mencoba menutup nutupi karna Li Xuan percaya pada Huang Rong setelah melihat ketulusan Huang Rong saat menolongnya.


"Nak Xuan, kemana tujuan mu sekarang?" tanya Huang Rong


"Untuk sementara saya tidak tau mau kemana paman Huang." jawab Li Xuan


"Kalo kamu mau, kamu bisa ke Sekte Bulan Hitam, Sekte Bulan Hitam akan menyambutmu dengan tulus." usul Huang Rong


"Maaf paman Huang, kalo saya boleh tau apa hubungan paman Huang dengan Sekte Bulan Hitam?" tanya Li Xuan


"Kebetulan saya Patriak di Sekte Bulan Hitam." jawab Huang Rong


Sekarang giliran Li Xuan yang tersentak kaget, setelah mengetahui identitas Huang Rong.


'Pantas saja paman Huang menguasai jurus dari Sekte Bulan Hitam ternyata paman Huan seorang patriak Bulan Hitam.' gumamnya dalam hati


Setelah selesai berbincang makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Mereka pun menyantap hidangan yang mereka pesan.


" Saya dengar di hutan kematian ada harta karun yang sangat besar." ucap seorang pria di meja lain


"yah saya juga mendengar nya dari para senior, apa kau mau pergi mencari kesana juga seperti para senior." balas temannya


"apa kau sudah gila, hutan kematian itu hutan yang di tempati hewan hewan iblis, jarang ada yang bisa keluar dari hutan itu." ucap pria tersebut


Di meja lain Li Xuan yang sedang memakan hidangan nya mendengar apa yang sedang di bicarakan dua pemuda di meja tersebut.


'Hutan kematian? mungkin aku bisa mencoba keberuntungan ku disana.' gumam Li Xuan dalam hati dan terlihat dimatanya penuh dengan semangat


setelah selesai makanereka kembali ke kamar masing masing, sebelum masuk kekamar nya Huang Rong memberikan token ke Li Xuan.


"jika di masa depan ada waktu, mampir lah dan berikan token ini ke Sekte Bulan Hitam, mereka akan menyambut mu dengan ramah." ucap Huang Rong


"Saya juga mempunyai putri seumuran dengan mu, mungkin kau cocok dengan nya." lanjut nya sebelum berjalan masuk ke kamarnya


Setelah mendengarkan Huang Rong, Li Xuan juga segera masuk kekamarnya.

__ADS_1


__ADS_2