DEMON EMPEROR SYSTEM

DEMON EMPEROR SYSTEM
Bab 061 - Sampai Kota Hutan Merah.


__ADS_3

“Kenapa kalian berdua tiba-tiba disini? Memangnya apa urusan kalian dengan rencana kami semua?” hardik Qin Shi Huang tidak senang.


Ratu Nan Jia Li dan Putri Nan Bao Yu yang datang tiba-tiba serta sambil bertanya mengenai urusannya itu sangat tidak sopan.


“Maafkan aku dan kekaisaranku, kami berdua sekarang berniat untuk minta maaf atas apa yang terjadi di istana sebelumnya,” jawab Ratu Nan Jia Li.


“Aku sudah memaafkan kalian, tapi aku sama sekali tidak tertarik lagi dengan kekaisaran benua selatan ini!” bentak Qin Shi Huang.


“Jika tidak diingatkan oleh 4 kekasihku ini, maka aku bisa saja menyatakan perang dengan Kekaisaran Benua Selatan milikmu ini!” tegas Qin Shi Huang.


“Terima kasih sudah memaafkan kami, mengenai pembahasan kalian tadi, apakah aku boleh mendengarnya? Sepertinya kalian ingin menguasai sebuah kota di benua barat?” tebak Ratu Nan Jia Li.


“Ini tidak ada hubungannya denganmu, daripada kamu memikirkan urusan kami, lebih baik urus saja para bawahanmu yang sangat bodoh itu!”


“Jika di masa depan mereka membuatku marah lagi, bisa saja aku membunuh mereka sebelum kamu bertindak dan minta maaf lagi!”


“Ayo kita pergi…” Qin Shi Huang mengajak keempat wanitanya meninggalkan penginapan tersebut dan langsung menuju ke benua barat.


Sedangkan Ratu Nan Jia Li dan Putri Bao Yu hanya bisa terdiam disana.


“Kenapa laki-laki itu begitu menyebalkan, bukankah para bawahanku hanya mengeluarkan usul untuk menjadikannya sebagai Jenderal Besar saja?”


“Itu juga akan menjadikannya memiliki kekuasaan yang tinggi dan bisa mewujudkan keinginannya tadi dengan cepat, lalu kenapa dia menolaknya?”


Ratu Nan Jia Li menggerutu dan bisa didengar oleh putrinya.


“Untuk kali ini aku akan setuju dengan Tuan Qin Shi Huang, bagaimana bisa ibu berpikiran seperti itu setelah melihat karakter tuan?”


“Lihatlah bagaimana wajah tamak para petinggi kita yang ingin kekuatan Tuan Qin Shi Huang agar bisa digunakan untuk memperluas wilayah.”


“Sebagai seorang kultivator terhormat dan bebas sepertinya, itu sama saja dengan merantainya dalam sebuah sangkar dan sangat terikat.”


“Bayangkan saja jika Tuan Qin Shi Huang menerimanya, apakah Ibunda Ratu bisa menghalau sifat serakah yang ada dalam hati para petinggi itu?”

__ADS_1


Putri Nan Bao Yu memberikan pendapatnya, dia sudah banyak berubah semenjak Qin Shi Huang terus menasihatinya sejak pertama kali bertemu.


Sedangkan, entah kenapa ibunya yaitu Ratu Nan Jia Li semakin dia membenci Qin Shi Huang, semakin dia tidak bisa berkata-kata lagi.


Bahkan pikirannya kebanyakan tidak berfungsi dengan baik ketika dihadapkan dengan Qin Shi Huang. Padahal sebelumnya tidak seperti ini.


“Kamu benar putriku … mungkin selama ini aku terlalu egois saja … kalau begitu mari kita kembali ke istana, ibu akan melakukan pembersihan kedua.”


“Aku tidak ingin menyinggung laki-laki itu lagi di masa depan, karena aku merasakan bahwa dia akan menjadi sosok yang besar suatu hari nanti…”


Ratu Nan Jia Li dan Putri Nan Bao Yu sepakat akan menjadikan Kekaisaran Benua Selatan lebih baik lagi, serta akan minta maaf lagi setelah melakukan perubahan tersebut.


***


Di tempat lain, Qin Shi Huang dan 4 wanitanya sudah mulai perjalanan menuju ke Kota Hutan Merah yang merupakan awal dan titik pertama yang ada dalam rencana besar mereka berlima.


Selama perjalanan mereka berlima terus mengobrol dan membuat rencana untuk mendukung semua keinginan Qin Shi Huang.


“Oleh karena itu saudari kecilku, Tuan memikirkan untuk membuat sebuah kekaisaran yang bisa menampung banyak kekuatan melawan hegemoni Alam Immortal,” sambung Qin Nu Long.


“Saya setuju, tapi…” ucap Sun Diao Chan yang hendak mengatakan sesuai namun tak kunjung keluar dari mulutnya itu.


“Aku tahu maksudmu, kita akan melakukannya nanti setelah sampai di Kota Hutan Merah,” jawab Qin Shi Huang cepat, dia tahu keinginan Sun Diao Chan.


“Terima kasih Tuan,” ucap Sun Diao Chan sambil memeluk tangan kanan Qin Shi Huang dan menempelkannya ke tubuhnya.


Pemandangan ini membuat ketiga wanita lainnya cemburu dan ikut melakukan hal yang sama, namun karena merasa semakin sesak, Qin Shi Huang memiliki sebuah ide.


“Begini saja, daripada kalian berebut, lebih baik kita berlomba siapa yang bisa paling cepat menuju ke Kota Merah, siapa yang menang maka akan bisa bersamaku selama seharian penuh!” tawar Qin Shi Huang.


“Siapa yang takut, kalau begitu mari kita lakukan!” 4 Wanita itu sudah melesat cepat, mereka semua sangat terobsesi dengan janji Qin Shi Huang.


“Dasar, dari hari ke hari semakin sulit saja mengendalikan mereka berempat,” keluh Qin Shi Huang sambil mempercepat posisi terbangnya.

__ADS_1


***


Dalam waktu kurang dari 1 minggu penuh, akhirnya yang pertama kali sampai di Kota Hutan Merah adalah Qin Shi Huang dan Sun Diao Chan.


Dalam hal ini Qin Nu Long yang paling kuat diantara tiga wanita lainnya memang sengaja mengalah, karena memang sekarang adalah jatah Sun Diao Chan.


“Kita sudah sampai di Kota Hutan Merah, Tuan harus menepati janji untuk bersamaku selama seharian penuh, jangan coba menghindarinya lagi,” tutur Sun Diao Chan.


“Tentu saja, aku akan menemani dan mengabulkan segala permintaanmu, apapun itu,” ucap Qin Shi Huang tidak mau ambil pusing lagi.


“Sedangkan kalian bertiga, ingat mengenai rencana sebelumnya, cari semua informasi penting yang ada di kota ini,” ingat Qin Shi Huang.


“Baik Tuan. Kalau begitu kami melakukannya terlebih dulu, selamat menikmati waktu berdua bersama dengan saudari Sun Diao Chan.”


Ketiga wanita itu lebih dulu masuk ke dalam kota dan membayar sebagian uang, setelahnya mereka langsung bergegas berpencar ke seluruh kota.


“Sekarang mari kita mencari informasi sambil berjalan santai saja ke bagian tengah kota, sepertinya aku merasakan energi kuat dari sana,” ajak Qin Shi Huang.


“Kemanapun tuan pergi, aku akan selalu ikut di samping Anda,” jawab Sun Diao Chan senang, dia terus memeluk dan menempelkan tangan Qin Shi Huang pada tubuhnya.


Sesampainya di tengah kota, akhirnya Qin Shi Huang bisa tahu kenapa dia merasakan energi yang begitu kuat, karena disana ada budak iblis kuat yang sedang dilelang di tengah kota.


“Pedagang Bulan Perak, 1.000 keping emas…”


“Ketua Paviliun Emas, 1.200 keping emas…”


Banyak orang yang sudah mulai menawar dengan harga tinggi, mendengar hal itu, tentu saja Qin Shi Huang tidak mau kalah.


“Bukan siapa-siapa, 2.000 keping emas…”


Semua mata langsung memandang Qin Shi Huang dan Sun Diao Chan yang baru saja datang, namun langsung memberikan tawaran yang begitu tinggi.


“Sebutkan identitasmu jika ingin mengikuti lelang ini, jika tidak maka keluarlah dari barisan dan jangan pernah mengikuti lelang ini lagi!” bentak salah satu orang.

__ADS_1


__ADS_2