DENDAM ANJANI

DENDAM ANJANI
EPISODE 14 BULAN MADU PART 1


__ADS_3

Happy reading🥰🥰🥰


Hari ini Reynaldi dan Rinjani bersiap pergi ke bandara karena jadwal keberangkatan ke paris akan terbang pagi ini dan tentunya sudah di atur oleh kedua orang tua Reynaldi . Orang tua Reynaldi sudah menyiapkan segalanya dari tiket , penginapan dan tentunya pasilitas untuk sepasang yang sedang berbulan madu .


Rinjani sangat antusias karena ia belum pernah pergi keluar negeri, mereka pun meninggalkan tanah air bertolak ke negara yang terkenal dengan tempat paling romantis di dunia .


Setelah menempuh jarak kurang lebih 16 jam, mereka sudah tiba di bandara charles De Daulle di kota paris perancis . Reynaldi dan Rinjani disambut hangat oleh orang suruhan tuan Salvio menuju hotel yang sudah dipesannya hotel untuk honeymoon putranya ke Four Seasons Hotel George V Paris .


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya mereka tiba di hotel, Rinjani lagi lagi berdecak kagum dengan interior hotel yang sangat mewah dan sudah pasti kamarnya pun sangat luas dan mewah saking senangnya Rinjani loncat kegirangan dan langsung naik ke atas ranjang king size yang dihiasi ratusan kelopak bunga mawar dan menari nari di sana .


Melihat kelakuan istrinya Reynaldi hanya mengeleng gelengkan kepalanya dan tersenyum, ia membereskan bawaannya dan menatanya di lemari karena tidak ingin mengganggu kesenangan istrinya sebisa bisa ia bebenah mengeluarkan isi kopernya dan menatanya .


" Rin ,sudah turun nanti kamu jatuh lagi " Reynaldi terkekeh melihat tingkah istrinya .


" Rey, aku senang sekali kamu sendiri kan tahu kalau aku ga pernah ke tempat beginian " seru Rinjani yang menepuk nepuk ranjang yang sekarang didudukinya, ia tak peduli dengan anggapan Reynaldi jika ia dibilang kampungan pikirnya .


" Kamu mau makan dimana malam ini ? di restoran bawah atau pesen saja ? " kata Reynaldi masih berkutat dengan kopernya .


" Sebaiknya kita pesan saja Rey, aku masih lelah " kata Rinjani turun dari ranjang dan membantu Reynaldi yang sedang memindahkan isi kopernnya ke dalam lemari .


" Sudah ,Rin, biar aku saja, kamu istirahat saja untuk persiapan melayaniku nanti malam ! " kata Reynaldi mengedipkan sebelah matanya .


" Issh,, kamu gombal melulu ah ! " Rinjani menepuk lengan Reynaldi salah tingkah wajahnya memerah menahan malu .


" Ga apa apa dong, gombal sama istri sendiri ! " ucap Reynaldi menggenggam tangan Rinjani .


Seketika mata mereka bertatapan ada kabut gairah diantara keduanya . Malam ini pun kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu menuntaskan hasrat keduanya , Reynaldi tidak bisa berlama lama karena merasa perutnya lapar ia pun menyudahi permainannya Reynaldi memesan makanan untuknya dan istrinya , tak berselang lama pesanan mereka tiba Rinjani menikmatinya dengan lahap karena memang sejak kedatangannya ke hotel belum mengisi perutnya ditambah lagi dengan kegiatan barusan yang membuang banyak energi.


Malam ini Reynaldi tidak membuang waktu sedikitpun untuk tidak menjamah tubuh molek istrinya, Reynaldi sangat menikmati milik Rinjani yang masih sangat sempit walaupun sudah berkali kali di masukinya, di setiap kesempatan ia terus menggempurnya Reynaldi menyempurnakan bulan madunya dengan menuntaskan hasratnya .


Menjelang pagi mereka mengakhiri permainannya , malam ini sudah beberapa kali Reynaldi terbang ke angkasa membawa Rinjani ke surga dunia, berharap segera tumbuh benih di rahim istrinya .


Gelapnya malam berganti siang, pagi ini sinar matahari memasuki kamar sepasang manusia yang sedang berpelukan karena sisa sisa lelah setelah aktipitas mereka tadi malam , Rinjani perlahan membuka matanya suasana pagi yang hangat memancing Rinjani saat melihat pemandangan langsung menuju menara eifel ,ia bangkit melangkahkan kakinya menuju jendela ,disesapnya perlahan kopi hangat yang baru saja di buatnya,menatap kagum pemandangan kota terindah didunia ,senyuman menghiasi wajah cantiknya aura kecantikan Rinjani semakin terpancar setelah menikahi Reynaldi , kebahagiaan yang selama ini tidak pernah ia dapatkan kini di dapatnya dari Reynaldi, kasih sayang perhatian suaminya membuat Rinjani yakin dengan keputusannya memilih Reynaldi untuk menjadi pendamping hidupnya .

__ADS_1


Rinjani berjanji dalam hatinya untuk selalu menjaga hati jiwa dan raganya hanya untuk suaminya apapun yang terjadi .


Reynaldi membuka matanya tepat didepannya saat Rinjani sedang berdiri menatap tersenyum keluar jendela entah apa yang sedang dipikirkannya, Reynaldi tersenyum melihat Rinjani ia baru benar benar menyadari kecantikan alami istrinya, Reynaldi mengagumi makhluk ciptaan tuhan yang sedang berada di depannya . Selain cantik, cerdas , pekerja keras dan baik hati itulah penilaian Reynaldi untuk Rinjani . Reynaldi turun perlahan dari ranjang dan mendekati istrinya .


" Kamu sedang apa , Rin.? " ucap Reynaldi memeluk dari belakang tubuh Rinjani dagunya bersandar di pundak istrinya .


" Kamu sudah bangun ? " kata Rinjani tersenyum menoleh ke arah Reynaldi dan di kecup lembut oleh Reynaldi saat bibir mereka berdekatan .


" Lihat itu, aku terpesona aku senang bisa melihatnya langsung ! " ucap Rinjani menunjuk ke arah menara eifel .


" Kamu ingin berkunjung kesana ? " ucap Reynaldi sambil menciumi pipi Rinjani .


" Iya, Rey . Aku mau kesana ! " Rinjani kegirangan karena selama ini ia hanya melihatnya di gambar ataupun di tv .


" Nanti malam kita kesana ya , sekalian kita dinner disana ! " ucap Reynaldi yang diangguki Rinjani yang mengembangkan senyumannya rona bahagia terpancar disana menambah kecantikan wanita yang sudah menjadi istrinya itu .


" Rin, kamu bahagia ? " ucap Reynaldi .


" Aku sangat bahagia suamiku " ucap Rinjani membalikkan tubuhnya dan mengecup bibir Reynaldi .


" Selama kamu tidak mengkhianati cintaku. Aku akan selalu bahagia berada disampingmu dan ya aku tidak menyesal menikah denganmu. Kamu adalah anugerah terindah dalam hidupku yang Tuhan berikan untukku !" ucap Rinjani memeluk erat Reynaldi .


" Walaupun awal kita menikah dengan cara yang salah ? karena aku sudah merenggut kesucianmu ! " lirih Reynaldi sangat merasa bersalah karena kebaikan hati Rinjani yang tidak mempermasalahkan lagi kejadian itu .


" Aku sudah menutup rapat kejadian lalu , dan untuk kedepannya aku ingin kamu membuktikan keseriusan kamu akan tanggung jawab itu ! " ucap Rinjani menatap manik Reynaldi .


" Dengan cara ? " ucap Reynaldi .


" Dengan cara kamu selalu setia kepadaku walupun mungkin tidak ada cinta untukku ! " lirih Rinjani karena ia tahu cinta untuknya masih terhalang oleh cinta lamanya Reynaldi .


" Aku akan berusaha mencintaimu dan aku akan bertahan untuk setia melangkah bersamamu ! " ucap Reynaldi dengan nada tertahan merasa sangat bersalah karena sampai detik ini cintanya belum seutuhnya milik Rinjani maka Reynaldi harus rajin menanam benih dirahim Rinjani agar segera memiliki momongan yang pastinya akan membuka seluruh hatinya untuk Rinjani . Reynaldi mengeratkan pelukannya sambil menciumi pucuk kepala Rinjani.


" Terima kasih sudah membawaku kedalam keluargamu yang hangat ,aku bahagia mendapatkan pengganti kedua orang tuaku, papa Salvio dan mama Ana sangat menyayangiku. " ucap Rinjani menelungkupkan wajahnya ke dada Reynaldi .

__ADS_1


" Terima kasih sudah mencintaiku dan bersedia menjadi teman hidupku . " ucap Reynaldi mengurai pelukannya dan menatap manik hitam istrinya .


" Kita jalan jalan, Rey. Mumpung masih pagi jadi kita bisa berkeliling sampai puas " ucap Rinjani .


" Jangan khawatir nyonya Reynaldi Givenchy kita akan berada satu minggu di sini, masih banyak waktu " ucap Reynaldi mencubit hidung Rinjani .


" Baiklah tuan ,Reynaldi Givenchy .Kalau begitu aku mau mandi dulu ya " ucap Rinjani melangkahkan kakinya ke kamar mandi yang berada didalam ruangan yang hanya dibatasi dinding kaca sebagai pemisah .


" Mandi bareng yu ? " ucap Reynaldi mengikuti langkah Rinjani .


" Stop , enggak ,, kita gantian saja, kalau mandi bareng bisa satu jam bahkan lebih kita di dalam " ucap Rinjani menghentikan langkahnya berbalik badan menatap tajam dan menunjukan jari telujuknya ke arah Reynaldi .


" Yaelah, Rin . Galak amat sih, toh aku nunggu kamu mandi juga aku masih bisa lihat kamu lagi mandi di sini " ucap Reynaldi menunjuk dinding kaca pembatas kamar dan kamar mandi .


" Biarkan saja kamu kan hanya melihat tidak menyentuh dan itu akan mempercepat aktipitasku ! " ucap Rinjani melanjutkan langkahnya ke kamar mandi.


" Tapi, Rin . Itu akan sangat menyiksaku ! " lirih Reynaldi masih mengekor Rinjani .


" Makanya jangan liatin orang yang lagi mandi " sungut Rinjani menutup dan mengunci pintu kamar mandi .


" Rin. Tega banget sih kamu sama suamimu ! " ucap Reynaldi tergelak .


" Sudah sabar dulu ya , hari ini aku ingin puas berkeliling aku kan baru sekarang ini berada di kota Paris ! " ucap Rinjani .


Selama aktipitas mandinya mata Rinjani sekali kali melirik Reynaldi yang sedang memperhatikannya tanpa kedip, ia merasa risi dengan Reynaldi .


Tapi saat ia akan berteriak memarahi Reynaldi ia melihat Reynaldi menegang menahan hasratnya , Rinjani merasa kasihan melihat Reynaldi ia pun luluh mempersilahkan Reynaldi masuk ke kamar mandi .


" Rey, tolong gosokan punggungku ya " ucap Rinjani membuka pintu kamar mandi mendongakan wajahnya.


" Siap, Nyonya ! " ucap Reynaldi bangkit dari duduknya beranjak ke kamar mandi tidak ingin membuang waktunya karena sebenarnya dari tadi Reynaldi sudah menahan gairahnya melihat kemolekan tubuh polos dan basah istrinya yang berada di bawah guyuran shower.


Pagi ini pun diawali dengan aktipitas panas keduanya , satu jam sudah mereka berada dikamar mandi menyalurkan setiap gairah demi gairah sampai berada di puncak untuk kesekian kalinya .

__ADS_1


bersambung


Mohon dukungannya reader 🥰🥰🥰


__ADS_2