DENDAM ANJANI

DENDAM ANJANI
EPISODE 5 SALAH FAHAM


__ADS_3

Happy Reading πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Setelah melihat penampakan bos nya yang bertelanjang dada ditemani wanita yang dicintai bos nya itu di dalam kamar Rinjani geleng geleng kepala dan ia merasa geli sendiri karena pikiran kotornya mulai menjalar ke sel sel otaknya .


Rinjani kembali ke meja kerjanya sarapan nasi soto yang di belinya di pinggir jalan tadi, setelah selesai dengan sarapannya Rinjani berkutat dengan pekerjaannya.


Diruangan Reynaldi , Alexa menunggu duduk manis sambil memainkan gawainya, sedangkan dikamar setelah Reynaldi selesai dengan ritual mandinya ia bersiap siap menggunakan pakaian setelan kerjanya yang tergantung dilemari pakaian yang sudah disiapkan sebelumnya .


Perasaan Reynaldi saat kepergok Rinjani yang sedang berduaan dikamarnya tadi merasa tidak enak hati , pikirannya mencoba mencari alasan agar seketarisnya itu percaya tidak terjadi apa apa dengannya dan Alexa.


Tapi kenapa ia harus berpikir keras menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Rinjani seperti yang ketahuan sedang selingkuh ? pikir Reynaldi .


Reynaldi membuang nafas kasar dan melangkah mendekati Alexa yang sedang duduk disofa .


Alexa tersenyum menatap lembut pria yang pernah mengisi hari hari nya beberapa tahun silam, yang nampak selalu tampan bagaimana pun dandanannya .


" Ada apa memandangku seperti itu ? masih adakah cinta untukku Al ? tanya Reynaldi mendudukan dirinya disebelah Alexa


" Bagaimana jika masih ada cinta itu walaupun porsinya tidak sebesar dulu ? " ucap Alexa


" Aku bersyukur , tapi aku juga kecewa " Reynaldi sedih


" Kecewa ?? " Alexa memiringkan wajahnya menatap lekat pria dihadapannya


" Ya karena kamu bukan lagi milikku dan ya cintamu tidak sepenuhnya lagi untukku " lirih Reynaldi menatap wanita yang selalu di cintainya itu


" Maaf , Aku juga mencintai dia, aku merasa nyaman bersamanya, mungkin aku sudah memantapkan jiwa dan ragaku untuknya " Alexa menatap Reynaldi sendu


" Tidak masalah untukku, asalkan aku bisa bersamamu walaupun hanya sebatas teman sudah cukup untukku " Reynaldi menatap lawan bicaranya .


" Ah ya aku sampai lupa , kamu sudah sarapan ? " kata Reynaldi lagi


" Sudah , tidak usah repot repot Rey " ucap Alexa


" Kalau gituh kamu mau minum apa ? " tanya Reynaldi


" mocachino saja " jawab Alexa tersenyum lembut


" oke tunggu sebentar aku akan ke pantry " ucap Reynadi bangkit dari duduknya


" Tunggu, kenapa kamu yang pergi , suruh saja seketarismu Rey ?! " kata Alexa bingung karena biasanya seketaris yang memenuhi kebutuhan bos nya .


" Tidak apa apa kebetulan aku mau ambil beberapa cemilan " ucap Reynaldi " Aku lapar belum sarapan " Reynaldi berbisik membungkukan badannya tepat disamping telinga Alexa berlalu dan mengedipkan sebelah matanya


Alexa menggelengkan kepalanya sambil senyum senyum sendiri melihat tingkah konyol Reynaldi .


Sedangkan Reynaldi tidak merasa enak hati jika ia harus menyuruh Rinjani membuatkan minuman setelah insiden salah faham yang terjadi pagi ini .

__ADS_1


Reynaldi membuka pintu ruangan kerjanya , ia menatap Rinjani yang sedang fokus dengan laptopnya, derap langkah Reynaldi membuat Rinjani terusik dan menatap pria yang sedang berjalan menghampirinya .


Rinjani tersenyum semanis mungkin , ia menggelengkan kepalanya saat pikiran kotornya kembali memenuhi otaknya saat melihat Reynaldi yang sudah berdiri di hadapannya .


" Kenapan kamu Rin ? " Reynaldi merasa heran dengan tingkah aneh seketarisnya


" Ga ,, ga apa apa " Rinjani mengayun ngayunkan kedua tangannya


" Kamu aneh ! " Reynaldi mengerutkan dahinya


" Ada yang bisa saya bantu Rey ? " tanya Rinjani


" Ga ada, aku mau ke pantry mau bikin minuman , kamu mau ? sekalian aku buatkan ! " tanya Reynaldi


" Ya Tuhan mimpi apa aku semalam seorang Reynaldi sang bos kantor sebesar ini membuatkan minuman untuk seketarisnya " Rinjani tertawa lepas segera menutup mulutnya tidak ingin membuat kegaduhan


" Kamu tuh orang niat baik malah di ejek " Reynaldi mendengus kesal melihat tingkah seketarisnya, ia pun berlalu meninggalkan seketarisnya menuju pantry


" Oke pak aku mau capuchino ya ! " Rinjani mengacungkan jempolnya saat melihat Reynaldi membalikan badannya dan melirik kepadanya .


Setelah Reynaldi sampai di pantry ia memanggil OB dan meminta dibuatkan minuman pesanan kedua wanita itu serta untuk dirinya ia juga meminta dibawakan cemilan dan minta di antarkan keruangannya dan meja Rinjani .


Setelah selesai urusannya di pantry ia kembali menuju ruangannya, saat sampai dimeja seketarisnya Rinjani memanggilnya


" Pak bos mana minumanku ?! " tanya Rinjani heran tadi katanya mau dibuatkan minum tapi datang dengan tangan kosong


" Nanti di antar OB " seloroh Reynaldi


"Kan sayang Pak bos Wanita cantik di dalam ruangan sono ditinggal jalan jalan " Ucap Reina menutup mulutnya menahan tawa


" Aku butuh olah Raga makanya aku ingin jalan jalan " ketus Reynaldi melangkah meninggalkan seketarisnya ia sedikit kesal dengan candaan Rinjani


" Dasar tidak peka !! " gumam Reynaldi sesaat setelah masuk ke dalam ruangannya


" Siapa ?? " tanya Alexa heran melihat Reynaldi seperti sedang kesal


" Apa ?? " Tanya Reynaldi kaget ternyata omongannya bisa didengar Alexa padahal tadi ia bergumam pelan sekali


" Itu orang pantry " mengalihkan perhatiannya


Tak berselang lama OB yang membawakan minuman mengetuk pintu Reynaldi mempersilahkan masuk setelah menyimpan minumannya OB tersebut berpamitan tapi sebelum pergi Reynaldi berbicara lantang


" Kamu harus lebih peka lagi ya kalau nanti saya datang ke pantry ! " jelas Reynaldi yang sama sekali tidak dimengerti oleh orang yang di ajaknya bicara sekarang ini


" Maksud bapak ? " OB itu mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan ucapan bosnya padahal saat di pantry tadi baik baik saja


" Sudah,, sudah kamu kerja lagi sana ! " titah Reynaldi yang takut rahasianya terbongkar , padahal ia bersikap seperti itu untuk menutupi kebohongannya .

__ADS_1


" Baik Pak saya permisi " melangkah meninggalkan ruangan bosnya dengan menggeleng gelengkan kepalanya heran yang tidak sengaja dilihat oleh Rinjani


" Ada apa Bay , kenapa kamu seperti orang kebingungan begitu ? " tanya Rinjani kepada OB itu yang bernama Bayu


" Itu loh mbak Pak bos tadi bilang minta saya lebih peka kalau beliau datang ke pantry, padahal saat di pantry tadi baik baik saja dan pesanan yang beliau minta juga sudah sesuai " Bayu masih menggeleng gelengkan kepalanya tidak mengerti


" Sudah jangan dipikirkan, bos mu sedang sensi " ucap Rinjani dan Bayu pun meninggalkankan Rinjani kembali ke pantry


Pasti Bayu mengganggu mereka saat datang tidak tepat waktu , pikir Rinjani dengan begitu ia tidak ingin dulu mengganggu mereka yang sedang asik asik di dalam, karena Rinjani tahu kalau Reynaldi sangat menginginkan wanita itu .


Hingga menjelang waktu makan siang tanpa berpamitan kepada Reynaldi ia pergi makan siang sendiri karena takut menggangu aktivitas mereka berdua, padahal selama ini Rinjani selalu makan siang bersama Reynaldi .


Ya otak Rinjani sudah terkontaminasi oleh pikiran pikiran kotor tentang bos nya karena melihat langsung Reynaldi yang bertelanjang dada berduaan di kamar di dalam ruangan kerja presdir nya itu


Didalam ruangan Presdir Reynaldi sedang membahas ajakan kerjasama yang ditawarkan Alexa , Reynaldi tanpa berpikir panjang menerima tawaran kerjasama dengan Alexa setelah membaca proposal yang dapat memberi keuntungan banyak bagi perusahaan.


Setelah tanda sepakat Alexa berpamitan , ia berlalu meninggalkan gedung perusahaan yang dipimpin Reynaldi .


Karena perutnya mulai berdemo meminta isi Reynaldi hendak mengajak Rinjani bersantap siang, tapi yang hendak diajaknya tidak ada di mejanya, ia pun mengambil gawainya dari saku celananya dan menghubungi Rinjani


" Halo Rin kamu dimana ? aku menunggu di mejamu !" ucap Reynaldi


" π΄π‘‘π‘Ž π‘Žπ‘π‘Ž ? " π‘—π‘Žπ‘€π‘Žπ‘ π‘…π‘–π‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘– π‘‘π‘–π‘ π‘’π‘π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘Žπ‘›π‘Ž


" Kamu itu bagaimana masih juga bertanya, ini kan waktunya makan siang " ketus Reynaldi


" π‘€π‘Žπ‘Žπ‘“ 𝑅𝑒𝑦 , π‘Žπ‘˜π‘’ π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘› 𝑖𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘™π‘Ž " π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘…π‘–π‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘–


" Apa ,,,, ? kamu meninggalkanku Rin , tega kamu ya tunggu aku jangan dulu makan ! " kesal Reynaldi


" π΄π‘˜π‘’ π‘π‘–π‘˜π‘–π‘Ÿ π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘”β„Žπ‘Žπ‘π‘–π‘ π‘˜π‘Žπ‘› π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘ π‘Žπ‘šπ‘Ž 𝐴𝑙𝑒π‘₯π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘› π‘Žπ‘˜π‘’ π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘”π‘Žπ‘›π‘”π‘”π‘’ π‘˜π‘Žπ‘™π‘–π‘Žπ‘› π‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘’ π‘π‘’π‘Ÿπ‘”π‘– π‘ π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘Ÿπ‘– 𝑅𝑒𝑦 " π‘—π‘Žπ‘€π‘Žπ‘ π‘…π‘’π‘–π‘›π‘Ž


" Jangan banyak alasan pokonya jangan makan dulu ,tunggu aku ! " tegas Reynaldi


" πΌπ‘¦π‘Ž π‘–π‘¦π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘’ 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑔𝑒 , π‘π‘’π‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘› π‘Žπ‘˜π‘’ π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘™π‘Žπ‘π‘Žπ‘Ÿ " π‘…π‘–π‘›π‘—π‘Žπ‘›π‘– π‘˜π‘’π‘ π‘Žπ‘™ π‘‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘› π‘π‘œπ‘  π‘›π‘¦π‘Ž 𝑖𝑑𝑒


" Aku kesana sekarang ! " ucap Reynaldi berjalan cepat menuju kantin


Reynaldi sudah tiba dikantin matanya berkeliling mencari Rinjani dan terlihat wanita yang sedang dicarinya itu sedang duduk mengaduk ngaduk makanannya . Reynaldi segera mendekati Rinjani setelah ia mengambil makanannya .


Walaupun merupakan orang nomor satu diperusahaan Reynaldi tidak segan untuk sekedar menikmati makan siang di kantin menemani Rinjani .


Mereka pun menghabiskan makanannya dengan pemikiran masing masing sedangkan Reynaldi terlihat mencuri pandang kepada Rinjani sedangkan Rinjani tidak menyadarinya . ia tetap, fokus dengan makanannya .


" Rin ke kantorku sekarang " ucap Reynaldi saat sudah berada didepan ruangannya


" Ada apa Rey ? " Rinjani menciut tidak ingin bertanya lagi saat melihat Reynaldi menatapnya dingin tandanya sedang tidak ingin dibantah dan Rinjani mengerti ia mengikuti langkah mengekor dibelakang Reynaldi

__ADS_1


bersambung


Mohon dukungannya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯° semoga menghibur


__ADS_2