DENDAM ANJANI

DENDAM ANJANI
EPISODE 4 INIKAH RASANYA


__ADS_3

Happy Reading 🥰🥰🥰


Waktu sudah menunjukkan saatnya pulang kantor satu persatu karyawan PT SG GRUOP meninggalkan gedung perkantoran . Diruangan presdir Reynaldi masih berkutat dengan laptop dan berkas berkasnya.


Rinjani menemani Reynaldi yang masih sibuk dengan pekerjaannya , Rinjani merasa lelah ia bersandar di sofa sambil memegang leher belakangnya sekali kali mengoyangkannya ke kanan dan ke kiri mengurangi rasa pegalnya .


Rinjani mengikat rambutnya yang jarang dilakukannya saat bekerja , sehingga leher jenjang putih miliknya terekspos, dengan tidak sengaja Reynaldi menatapnya baru tersadar akan pesona sahabat sekaligus seketarisnya .


Reynaldi menelan salivanya ia baru menyadari pesona sahabatnya itu


" Lepas ikatan rambutmu Rin !" perintah Reynaldi matanya kembali fokus dengan laptopnya setelah melirik Rinjani dengan sudut matanya


" Kenapa apa ada yang salah ? tanya Rinjani heran


" Sudah jangan banyak tanya , segera lepaskan ikatan rambutmu ?! " ucap Reynaldi sinis


" Oke, aku kan gerah Rey, lagian leherku pegal " ucap Rinjani melepas ikatan rambutnya


" Sudah kamu istirahat saja, kalau kamu lelah lebih baik kamu pulang saja, aku bisa mengerjakannya sendiri " kata Reynaldi


" Tidak apa apa, aku akan menemanimu lagian kalau dikerjakan bersama akan lebih cepat selesainya " kata Rinjani kembali ke laptopnya


" Terserah kamu, apa kamu lapar aku akan memesan makanan ?!" kata Reynaldi


" Yup boleh, kalau soal makanan jangan ditanya, ini perut sudah mulai keroncongan "kata Rinjani cengengesan


" Aku tahu !!! " kata Reynaldi menyunggingkan senyumannya " pantes saja sekarang kamu montok ternyata seneng makan " Reynaldi manggut manggut


" Maksud kamu ?? " Rinjani menyipitkan matanya " Aku gemuk ?? " Rinjani berdiri menghampiri meja kerja Reynaldi dan berputar putar memperlihatkan bentuk tubuhnya


" Apa yang kamu lakukan ? " Reynaldi menahan sesuatu saat melihat Rinjani memutar mutar dan melenggok lenggokan tubuhnya


" Apa aku gemuk ? " tanya Rinjani menatap tajam Reynaldi


" Ya kamu gemuk " ucap Reynaldi memalingkan wajahnya menyembunyikan salah tingkahnya


" Huuuh aku mesti diet dong , perasaan bentuk tubuhku proposional " ucap Rinjani mengerucutkan bibirnya


" Sudah kerja lagi, supaya cepat selesai " Reynaldi kembali fokus pada laptopnya padahal hatinya mulai tak menentu melihat tingkah sahabatnya, ia merasa gemas dengan sikap Rinjani dan sepertinya mulai tergoda dengan bibir merah delima itu .

__ADS_1


Sekuat apapun Reynaldi menyembunyikan perasaannya kepada Rinjani tetap saja tidak bisa dipungkirinya , mungkinkah Reynaldi mulai membuka hatinya yang tertutup selama ini karena sudah terkunci untuk Alexa sang pujaan hati, wanita cinta pertamanya .


Selama ini Reynaldi membuang waktu menguras pikirannya hanya untuk mencintai wanita yang telah pergi meninggalkannya untuk bersama laki laki lain, tanpa disadarinya hatinya mulai terkikis dengan kehadiran sahabat barunya yang telah menemaninya dan sedikit demi sedikit telah membuka celah dihatinya .


Berbeda dengan Rinjani perasaannya terhadap Reynaldi hanya sebatas sahabat , ia mengganggap semua perhatian dan perlakuan Reynaldi hanya karena sayangnya sebagai sahabat .


Walaupun Rinjani merasa sikap dan perhatian yang berbeda dari Reynaldi sepulang dari italy Rinjani menganggapnya sebagai rasa kangennya yang sudah lama tidak bertemu muka .


Perhatian berlebih Reynaldi kepada dirinya tidak serta merta membuka hatinya , mungkin Rinjani belum merasakan getaran getaran seperti yang Reynaldi rasakan saat ini .


" Sudah malam Rin, kamu pulang saja sepertinya aku akan menginap disini pekerjaanku masih banyak, aku harus menyelesaikan pekerjaan malam ini juga !" ucap Reynaldi setelah malam semakin larut


" Kamu tidak apa apa jika aku pulang dan kamu bekerja sendirian disini ? " ucap Rinjani khawatir


" Ya , jika aku lelah aku bisa tidur dikamar itu " kata Reynaldi sambil menunjuk ke salah satu pintu diruangannya .


" Baik lah aku pulang dulu aku lelah butuh istirahat " Rinjani tersenyum bangkit dari duduknya setelah membereskan berkas berkas dan laptonya


" Kamu tidak apa apa pulang sendiri Rin ? dan jangan mampir kemana mana ya langsung pulang, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu" kata Reynaldi merasa khawatir


" Tidak masalah lagian kan jarak dari kantor ke apartemen tidak jauh, lima belas menit juga nyampe " kata Rinjani tersenyum melambaikan tangannya berjalan keluar keruangan Reynaldi


" Oke bos " kata Rinjani


Setelah kepergian Rinjani sahabatnya merangkap seketarisnya Reynaldi kembali fokus bekerja tidak terasa waktu sudah menjelang dini hari Reynaldi baru selesai dengan pekerjaannya .


Dia baru teringat dengan ponselnya sedari Rinjani pulang tidak berbunyi sama sekali dan kenapa sahabatnya tidak memberi kabar setelah kepulangannya, Reynaldi merasa marah campur khawatir ia segera mengambil gawai yang tidak jauh dari jangkaunnya .


Deg


Ada beberapa panggilan tak terjawab dari Alexa satu jam yang lalu , tapi mengapa gawainya tidak berbunyi, setelah ia cek ternyata gawainya di mode silent .


𝑆𝑖𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑢 𝑙𝑢𝑝𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑝𝑜𝑛𝑠𝑒𝑙𝑘𝑢 𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑎𝑑𝑎 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐴𝑙𝑒𝑥𝑎 𝑘𝑒𝑛𝑎𝑝𝑎 𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑒𝑙𝑝𝑜𝑛𝑘𝑢 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑘𝑎𝑙𝑖 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠𝑘𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑢𝑏𝑢𝑛𝑔𝑖𝑛𝑦𝑎 ? 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑡𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ 𝑚𝑎𝑙𝑎𝑚 , 𝑎ℎ 𝑎𝑝𝑎𝑘𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑢 𝑘𝑖𝑟𝑖𝑚 𝑝𝑒𝑠𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑗𝑎 ? 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢 𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑖𝑎 𝑠𝑒𝑘𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑡𝑢𝑛𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 ,, 𝑎𝑟𝑟𝑔ℎ .𝐵𝑎𝑡𝑖𝑛 𝑅𝑒𝑦𝑛𝑎𝑙𝑑𝑖 𝑘𝑒𝑠𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖


Lalu ia membuka aplikasi chat berwarna hijau ia lihat kontak Alexa yang aktif satu jam yang lalu, matanya kembali beralih pada kontak Rinjani ada beberapa notif Reynaldi membukannya ia membaca pesan dari Rinjani memberitahukan kalau ia sudah sampai dirumah dengan selamat , Reynaldi membalasnya dengan emogi jempol karena ia lihat kontak Rinjani dilihat terakhir kali dua jam yang lalu .


Dan kemungkinan sahabatnya itu sudah berada di alam mimpi, Reynaldi menatap poto profil Rinjani tampak cantik dengan gaun merahnya yang kontras dengan kulitnya yang putih .


Tanpa disadari bibirnya menyunggingkan senyumannya di sudut bibirnya, Reynaldi merasa lelah dan matanya yang merasakan kantuk, ia beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamar yang ada didalam ruangan kerjanya .

__ADS_1


Reynaldi menghempaskan tubuhnya tak berapa lama ia tertidur dengan pulasnya ,saking lelahnya Reynaldi tidur tanpa berganti pakaian.


,,,@@@,,,


Menjelang pagi Rinjani sudah bersiap siap pergi ke kantor tempatnya bekerja ,ia membelah jalanan dengan mobil pentaris yang disiapkan kantornya .


Diwaktu bersamaan ditempat lain Alexa sudah sampai diruangan Reynaldi, setelah mendapatkan kabar dari satpam kalau Reynaldi tidak pulang dan kebetulan saat diparkiran ia melihat mobil Reynaldi masih terparkir rapih ditempatnya , maka ia bergegas menuju ruangan Reynaldi .


Tapi saat sampai diruangan Reynaldi , Alexa tidak melihat Reynaldi hanya berkas berkas yang bertebaran di meja kerja .


Alexa memanggil Reynaldi tapi yang dipanggil tidak ada menyahutnya, Alexa melihat pintu kamar Reynaldi terbuka sedikit ia penasaran lalu membukanya, dan nampak sosok pria jangkung blasteran yang pernah mengisi hati dan hari harinya masih terlelap .


Alexa menyunggingkan senyumnya dan menghampiri Reynaldi lalu membangunkannya . Sedangkan Reynaldi yang sayup sayup mendengar yang memanggilnya ia masih terbawa mimpi lalu membuka sedikit matanya tanpa aba aba ia menarik tangan Alexa hingga terjerembab menindih tubuhnya .


" Memimpikanmu terasa nyata Al, aku merasa kamu ad didekapku " gumam Reynaldi yang matanya masih tertutup dan ia pikir masih berada dalam mimpinya


" Bangun Rey , aku tidak bisa bernapas ! " kata Alexa memukul dada Reynaldi yang mendekapnya erat


Merasakan ada yang memukul dadanya Reynaldi membuka matanya dan melepaskan pelukannya


" Sedang apa kamu di sini Al ?! " tanya Reynaldi kaget, karena dikiranya ia masih bermimpi


" Aku membangunkanmu ! , kamu lembur tadi malam ? " tanya Alexa duduk dipinggir ranjang


" Iya, banyak pekerjaan yang harus segera aku tuntaskan " ucap Reynaldi membuka bajunya dan hendak membersihkan tubuhnya


" Oke kamu mandi dulu, aku tunggu diluar ada yang ingin aku bicarakan denganmu, tadi malam aku menelponmu tapi kamu tidak menjawabnya sepertinya semalam kamu benar benar sibuk " Alexa mendelik ke arah Reynldi melangkahkan kakinya keluar kamar pribadi bos PT SG GRUOP itu .


Sebelum Alexa membuka pintu untuk keluar kamar diwaktu bersamaan Rinjani yang hendak mengetuk pintu kaget dengan pintu yang sudah terbuka sambil mengacungkan jinjingan sarapan yang dibelinya sebelum ke kantor


" Aku membawa sarapan untuk kita " Ucap Rinjani riang sebelum menyadari siapa yang membuka pintu saat melihat siapa yang keluar yang diikuti Reynaldi tanpa baju dari belakang , Rinjani terhenyak kaget ,malu


Rinjani menutup mulutnya dengan kedua tangannya


" Maaf " Rinjani merasa bersalah dan segera berbalik badan


" Maaf Pak , aku keluar dulu " Rinjani segera keluar ruangan bosnya merasa geli dengan apa yang dilihatnya .


bersambung

__ADS_1


Mohon dukungannya semoga menghibur 🥰🥰🥰


__ADS_2