DENDAM ANJANI

DENDAM ANJANI
EPISODE 15 BULAN MADU PART 2


__ADS_3

Happy reading 🥰🥰🥰


Pagi ini setelah melaksanakan kewajiban batinnya kepada istrinya sekarang Reynaldi melaksanakan kewajiban lahir untuk sang istri, mengajaknya jalan jalan keliling kota Paris , Reynaldi memanjakan istrinya dengan berbelanja apa yang Rinjani inginkan dan juga memberikan hadiah hadiah berupa barang barang branded untuk istrinya , tidak lupa juga Reynaldi membelikan sepasang perhiasan berlian dari desainer terkenal untuk Rinjani .


Menjelang malam mereka baru tiba di kamar hotel setelah menyantap makan malam romantis di taman sekitar menara eifel, mereka segera membersihkan diri dan beristirahat karena kelelahan mereka pun langsung terlelap dalam tidurnya .


Rinjani sangat bahagia karena Reynaldi sangat memanjakannnya ,Rinjani sangat bersyukur karena kebahagiaannya yang dirasakannya saat ini, memiliki suami yang sangat menyayanginya . Walaupun awal dari pernikahan yang menyakitkan karena terenggut kesuciannya yang sangat dijaganya selama hidupnya .


Tidak terasa hari ini adalah hari terakhir mereka menikmati bulan madu di kota yang paling romantis di dunia, selama seminggu ini Reynaldi dan Rinjani menikmati kebersamaan mereka dengan suka cita dari mulai urusan ranjang, jalan jalan, shoping dan tentu saja berwisata kuliner .


" Sayang , apa kamu sudah siap ? " kata Reynaldi yang baru masuk ke dalam kamar hotel, karena hari ini mereka akan pulang ke tanah air .


" Iya, sayang, tunggu sebentar, aku lagi ganti baju " ucap Rinjani yang masih di dalam kamar mandi .


" Sayang , ini semua barang kita apa sudah di cek , tidak ada yang ketinggalan ? " kata Reynaldi sambil mengangkat koper satu persatu .


" Sudah tadi , aku, sudah cek ulang kok " kata Rinjani berjalan menghampiri dan mendekap tubuh suaminya .


Melihat kelakuan manja istrinya Reynaldi sangat menyukainya , tidak membuang waktu ia segera mengecup lembut bibir ranum sang istri dengan mesra semakin dalam dan mereka terhanyut dalam permainan lidah keduanya .


" Sayang, sudah kita harus berangkat sekarang, nanti ketinggalan pesawat " Rinjani melepaskan tautan bibir mereka , karena Reynaldi semakin menuntut .


" Oke, kalau saja kita masih punya waktu, rasanya ingin sekali memakanmu " kata Reynaldi tersenyum menggoda.


" issh, kamu, tuh nahan dikit kenapa , ayo kita berangkat sudah tidak sabar rasanya pulang kerumah ! " kata Rinjani .


Mereka berdua pun pergi meninggalkan hotel menuju bandara Charles de daulle paris .


Pesawat membawa terbang keduanya kembali ke tanah air, setelah menghabiskan waktu selama belasan jam akhirnya keduanya tiba di tanah air .


Mobil mewah milik Reynaldi sudah menanti saat keduanya keluar dari bandara, mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah besar milik Reynaldi, Reynadi memboyong istrinya ke rumah besar karena mereka akan tinggal disana.


Tiga purnama mereka hidup bersama , hidup bahagia layaknya pengantin baru yang saling mengidamkan .


pagi ini mereka bersiap pergi ke kantor karena Rinjani masih bekerja sebagai seketaris Reynaldi walaupun Reynaldi sudah melarangnya bekerja tapi Rinjani menolaknya karena ia merasa tidak ada kegiatan jika ia berhenti bekerja ia akan merasa bosan dan Reynaldi tidak mempermasalahkan selama itu tidak mengganggu kewajibannya sebagai seorang istri .

__ADS_1


" Sayang, kenapa sarapannya sedikit ?" tanya Reynaldi keheranan karena istrinya cuma makan beberapa suap saja .


" Entahlah , perasaan males banget liat makanan, mungkin kecapean kali " jawab Rinjani .


"Ya sudah lebih baik kamu jangan ke kantor dulu, istirahat saja dirumah " Reynaldi merasa cemas melihat kondisi Rinjani .


" Terus kamu gimana , siapa yang membantu pekerjaanmu ? " tanya Rinjani .


" Jangan mengkhawatirkan pekerjaan masih ada orang orangku yang membantuku, kalau saja hari ini tidak ada rapat penting aku akan menemanimu ke dokter " kata Reynaldi mengusap lembut pucuk rambut istrinya .


" Aku, tidak apa apa tidak perlu ke dokter segala nanti juga sembuh sendiri, cuma kelelahan ini, sayang ! " kata Rinjani .


" Oke kalau misal tidak ada perubahan kamu pergi kedokter ya , minta anter sama si mbok , maaf , sayang, aku harus berangkat sekarang " kata Reynaldi melirik jam ditangannya .


" Iya hati hati dijalan ya, dan jangan lupa makan siang !" kata Rinjani .


Reynaldi pun pergi menuju kantornya tanpa Rinjani hari ini, setelah tiba di kantor ia langsung menuju ruangannya untuk menyiapkan berkas berkas untuk rapat .


Saat membuka pintu ruangannnya ia dikejutkan dengan seseorang yang memburu langsung ke dalam pelukannya sambil menangis di dada bidang Reynaldi .


" Dia,,, hiks hiks ,, dia sudah berkhianat Rey, dia menyakiti hatiku " ucap Alexa masih dalam tangisnya .


" Maksud kamu siapa ? " tanya Reynaldi menguraikan pelukannya dan menuntun Alexa duduk di sofa panjang yang berada di dalam ruangannya .


" Kekasihku, tunanganku, dia sudah berselingkuh dibelakangku, Rey, aku, tidak tahu apa yang harus aku lakukan setelah pengorbananku yang aku lakukan untuknya, demi dia aku meninggalkanmu dan sekarang dia sangat mengecewakanku " kata Alexa semakin dalam tangisnya .


" Jangan dulu mengambil kesimpulan sepihak Al, selidiki dulu siapa tahu ,kamu itu cuma salah paham " kata Reynaldi.


" Bagaimana bisa salah paham , aku, melihatnya dengan mata kepalaku sendiri saat dia,,,, " Alexa tidak meneruskan bicaranya ia semakin menangis dalam pelukan Reynaldi.


" Sudah tenang dulu Al, kamu harus berpikir jernih sebelum mengambil keputusan " Reynaldi tidak tega melihat Alexa seperti ini, bagaimanapun masih ada sedikit jejak wanita itu dihatinya .


" Bisakah kamu menemaniku saat ini Rey, aku tidak kuat menerima kenyataan ini, aku rapuh " kata Alexa masih dalam tangisnya memeluk laki laki yang selalu ada untuknya .


" Entahlah, Al , aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri karena sekarang aku ada rapat penting dan lagi pula sekarang aku sudah memiliki istri, aku harus meminta pendapatnya " kata Reynaldi masih mengelus rambut panjang Alexa .

__ADS_1


Mendengar penolakan pertama kalinya dari laki laki yang selalu ada untuknya Alexa merasa kecewa dan sakit hatinya bertambah .


Sekarang Alexa merasa sendiri ketika kekasih hatinya mengkhianati cintanya dan laki laki yang selalu ada untuknya menolak keinginannya .


Alexa bangkit dari duduknya ia pun berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan Reynaldi dengan perasaan yang sulit diartikan , Reynaldi melepas kepergian Alexa dengan gelisah melihat punggung wanita itu bergetar masih dalam tangisnya namun apa daya hari ini Reynaldi ada janji meeting yang tidak mungkin di tinggalkan dan lagi pula ia juga harus minta izin istrinya .


Menjelang malam saat perjalanan pulang kerumahnya Reynaldi mendapat panggilan masuk dari salah satu rumah sakit mengabarkan keadaan Alexa yang hendak bunuh diri, Reynaldi segera memutar balik mobilnya menuju rumah sakit yang disebutkan dalam panggilannya tadi .


Setelah tiba di rumah sakit Reynaldi segera menghambur ke meja informasi menanyakan kabar Alexa, suster jaga menyebutkan ruangan tempat Alexa di rawat, dengan segera Reynaldi berlari menuju ruangan Alexa .


Setelah berada di ambang pintu hatinya merasa sakit melihat wanita yang selalu ceria berada diatas brangkar rumah sakit dalam keadaan pucat pasi karena sudah banyak kehabisan darah, ya Alexa berusaha mengakhiri hidupnya dengan menyayat pergelangan tangannya .


Andai saja tidak cepat dibawa kerumah sakit oleh asisten rumahnya mungkin nyawanya tidak tertolong , ungkapan dokter tersebut yang membuat Reynaldi merasa bersalah, andai saja ia tidak menolak keinginan Alexa mungkin saja hal mengerikan seperti ini tidak akan terjadi pada Alexa .


Saat merenungi kesalahannya dan menatap wajah Alexa yang pucat, gawai Reynaldi terus berdering tanda masuk dari Rinjani dengan segera Reynaldi mengangkatnya ia baru menyadari jika masih ada wanita lain yang menunggunya .


" [ Halo, sayang, kok belum pulang juga apa pekerjaanmu belum selesai, apa kamu sudah makan ?] " Suara lembut Rinjani terdengar diseberang sana .


Belum sempat Reynaldi menjawab Alexa siuman dan memanggil namanya .


" Rey, kamu di sini " tanya Alexa dengan suara yang lemah .


" Iya, aku di sini Al, kamu sudah sadar ? " jawab Reynaldi mendekati Alexa dan menggenggam tangannya .


" Tolong jangan tinggalkan aku, temani aku di sini,Rey " Alexa sambil menangis .


" Sudah jangan menangis lagi , aku akan menemanimu " kata Reynaldi .


" [ Halo, Rey, kamu lagi dimana, itu sama siapa ? ] " tanya Rinjani sedikit menekankan kata katanya karena merasa di abaikan .


" Halo, maaf, sayang, aku sedang berada dirumah sakit, sepertinya malam ini aku tidak pulang , aku harap kamu mengerti " kata Reynaldi merasa bersalah .


Dan Reynaldi pun menceritakan perihal Alexa yang mencoba mengakhiri hidupnya karena penghianatan tunangannya, dan Rinjani pun memahami keadaan Reynaldi ia pun memyingkirkan perasaan cemburunya walau bagaimanapun dihati suaminya masih tersimpan nama Alexa .


Rinjani memilih menangis dalam diam di kamarnya, ia tidak ingin membuat beban baru untuk suaminya walaupun ia berhak sepenuhnya atas Reynaldi tapi ia tidak ingin menjadi wanita yang egois dan tidak berperasaan untuk menolak keinginan Reynaldi bermalam menemani Alexa yang hampir sekarat .

__ADS_1


Kesalahan pertama Rinjani dan deritanya pun sudah dimulai


__ADS_2