
Happy reading 🥰🥰🥰
Malam ini Rinjani menunggu suaminya pulang ke rumah mereka, Rinjani memasak untuk makan malam mereka, ia menyiapkan segalanya dengan sempurna untuk menyambut kedatangan suaminya ia akan memberikan kejutan dan melayani suaminya sebaik mungkin.
Hari semakin malam yang ditunggu tidak kunjung datang, dengan segera ia mengambil gawainya dan menghubungi suaminya, tapi sudah berkali kali dihubungi tidak kunjung ada jawaban. Rinjani semakin gelisah tidak enak hati takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap suaminya.
Menjelang tengah malam Reynaldi belum kembali, Rinjani mengambil kembali gawainya dan mencoba menghubungi suaminya tapi belum juga ada jawaban, alangkah terkejutnya saat melihat ada pesan masuk melalui aplikasi hijau miliknya yang memperlihatkan sebuah foto suaminya sedang memeluk seorang wanita yang tidak lain adalah wanita yang selalu mengisi hati suaminya yaitu Alexa dalam keadaan bertelanjang dada .
Setelah menerima pesan itu Rinjani menghirup nafas dalam terasa sesak dadanya seperti terhimpit batu besar,sakit rasanya seperti tertusuk belati tepat dijantungnya merasa sangat kecewa dengan suaminya, janji nya hanya tinggal janji,ia merasa tertipu dengan perbuatan suaminya yang sangat lembut dan penuh kasih sayang selama ini Rinjani berharap suatu saat ada namanya di hati suaminya, tapi ternyata semuanya hanya sebuah bentuk pertanggung jawaban Reynaldi saja terhadap dirinya karena telah merenggut kesuciannya . Rinjani tidak bisa menyalahkan sepenuhnya suaminya karena ia sendiri mengetahui untuk siapa hati suaminya, ia hanya berharap untuk hal yang tidak mungkin .
Setelah kejadian tragis dengan Alexa, Rinjani selalu menangis dalam diam karena Reynaldi lebih mementingkan perasaan Alexa dibandingkan perasaannya sebagai istrinya, Rinjani banyak mengalah agar ia tidak kehilangan suaminya selama ada batasan batasan yang bisa di jaga oleh Reynaldi dan Alexa . Tapi setelah melihat apa yang dilihatnya malam ini ia pun berniat untuk menyerah .
@@@@@
Ditempat Alexa setelah malam yang panas dilalui oleh Alexa dan Reynaldi karena jebakannya, karena obsesi Alexa yang ingin kembali meraih cinta lamanya dan ingin kembali memiliki laki laki yang sedang terlelap di sampingnya karena kelelahan , Alexa membelai wajah tampan mantan kekasihnya yang selalu bersedia berkorban untuknya walaupun ia sudah menyakitinya karena memilih pria yang kini sudah menyakitinya , pria brengsek yang menjadi pilihan hidupnya , ya dulu Alexa memilih mantan tunangannya karena menurutnya laki laki itu memiliki segalanya yang bisa memberikan kenyamanan untuk dirinya, karena saat itu Reynaldi belum semapan sekarang .
Alexa sangat menyesali pilihannya , andai saja ia tetap berada di sisi Reynaldi mungkin saat ini yang menjadi nyonya Givenchy adalah dirinya bukan wanita lain yang bernama Rinjani, ketika menatap dan membelai wajah Reynaldi , Alexa merasa terganggu dengan gawai Reynaldi yang terus berdering, Alexa mengambil gawai Reynaldi karena tidak mau merasa terganggu ia pun men silent gawai milik Reynaldi dan menyimpannya di nakas disampingnya .
Alexa terus terjaga walaupun merasa lelah dan kantuk karena ia tidak ingin melepaskan kesempatan malam ini ia terus memandangi dan membelai wajah tampan Reynaldi, ia sangat menyesali semua yang telah terjadi dulu sekali karena memilih melepaskan laki laki yang setia mencintai tulus dirinya, ketika akan mengambil air minum sekilas ia melihat gawai Reynaldi berkedip tanda ada panggilan masuk, dan benar saja Rinjani terus menghubunginya ia pun merasa kesal ia mengambil gawainya dan mengirimkan foto foto miliknya saat bersama Reynaldi, ia mengambil gambar semesra mungkin seakan Reynaldi dalam keadaan sadar, setelah gambar terkirim dan centang biru, ia merasa puas dan tersenyum licik .
Sinar matahari pagi memenuhi kamar Alexa membuat Reynaldi mengerjapakan matanya berkali kali rasa pusing efek dari obat membuat pandangannya sedikit kabur . Dan alangkah terkejutnya matanya terbuka sempurna saat melihat Alexa terlelap dalam pelukannya dalam keadaan polos, ia pun segera menyingkap selimut dan melihat tubuh keduanya dalam keadaan polos, ia berpikir dan memijat pelipisnya mengingat apa yang sudah terjadi diantara mereka .
Reynaldi hendak bangkit dari tidurnya tapi Alexa kembali memeluknya dengan erat, mau tidak mau ia membangunkan Alexa dan bertanya pada wanita di sampingnya itu .
__ADS_1
" Al, Al, bangun ? " Reynaldi menepuk bahu Alexa .
" Hmmm " Alexa menjawab seperlunya karena masih mengantuk, Alexa tertidur menjelang pagi .
" Al, aku harus pulang " Tegas Reynadi melepas paksa pelukan Alexa karena teringat akan istrinya .
" Rey, kenapa buru buru hari ini kan kamu libur " ucap Alexa ikut bangkit mengikuti Reynaldi, mendengar ia akan pulang rasa kantuk Alexa menghilang .
"Al, apa yang terjadi ? kenapa kita bisa dalam keadaan seperti ini " tanya Reynaldi memungut pakaiannya dan segera memakainya ia harus segera pulang karena merasa tidak enak hati pada istrinya .
" Kamu tidak ingat ? " tanya Alexa menunduk sedih berpura pura menjadi korban dengan kejadian semalam .
Sebenarnya Reynaldi teringat sekilas sekilas tapi ia bertanya pada Alexa untuk meyakinkan kejadian yang seharusnya tidak terjadi antara dirinya dan Alexa.
" Maaf , tapi itu dulu, Al, sekarang keadaannya sudah berbeda aku sudah menikah " Reynaldi mengusap kasar wajahnya, ia merasa bersalah kepada dua wanita sekaligus jika benar apa yang dikatakan Alexa ia merasa menjadi laki laki brengsek yang juga telah menghianati istrinya .
Mendengar pengakuan Reynaldi seperti itu seakan Reynaldi menyesali yang sudah terjadi semalam, Alexa merasa sakit hati dan cemburu kepada sosok wanita yang sudah merebut Reynaldi dari dirinya .
Alexa memilih membiarkan Reynaldi pergi dari apartemennya tanpa menghalanginya toh rencana tahap pertamanya sudah berhasil untuk menghancurkan pernikahan mereka tinggal menunggu waktunya saja dimana ia akan menggunakan setiap kesempatan .
Reynadi sudah berada didepan pintu rumahnya, ia merasa bingung untuk memberikan penjelasan yang akan diberikan kepada istrinya, apalagi semalam ia sudah mengingkari janjinya .
Reynaldi membuka pintu rumahnya yang kebetulan tidak terkunci, saat ia akan melangkahkan kakinya ke kamar ia melihat Rinjani sedang duduk manis menonton acara gosip yang tayang di salah satu acara televisi .
__ADS_1
"Rin, maaf semalam aku ketiduran di rumah Alexa, aku sudah mengingkari janjiku padamu " Reynaldi duduk disamping istrinya menggengam tangannya dan menciumi punggung tangan Rinjani .
" Tidak apa apa, Rey, toh aku tidak penting untukmu, aku menyadari jika perbuatanmu selama ini kepadaku hanya sebatas rasa tanggung jawabmu padaku, maaf selama ini aku selalu berharap lebih padamu, ternyata ketulusan cintaku tidak ada artinya untukmu, sekali lagi maafkan hatiku yang sudah mencintaimu " Rinjani mengusap cepat bulir bening yang meluncur dari sudut matanya serta melepaskan genggaman tangan suaminya dan berlalu pergi ke kamar mereka .
" Rin, tolong jangan berbicara seperti itu, bukan maksudku seperti itu, aku selalu mencoba menerimamu di hatiku, dan perlu kamu ketahui dirimu sudah mulai memasuki hatiku " Reynaldi mengikuti istrinya dan mencoba menarik tangan Rinjani .
" Sudahlah Rey, lebih baik kamu bersihkan dirimu , aku mencium aroma wanita lain ditubuhmu " Rinjani berbicara sarkasme dan menghempaskan tangan Reynaldi .
" Maksudmu ? " Reynaldi mematung mendengar perkataan istrinya dadanya mulai terasa sesak apakah dia tahu apa yang terjadi semalam dengan Alexa, lalu tahu darimana .
" Rin, tolong dengarkan aku , semua salah paham " kata Reynaldi kembali mencoba meraih tangan Rinjani .
"Sudah aku bilang bersihkan badanmu terlebih dahulu ,aku tidak ingin berbicara denganmu sebelum kamu membersihkan dirimu " tegas Rinjani meninggalkan Reynaldi yang terpaku mematung .
Setelah selesai membersihkan diri Reynaldi segera menghampiri istrinya di meja makan kebetulan ia melihat Rinjani sedang menata makanan .
" Makanlah dulu pasti tenagamu sudah terkuras habis " sindir Rinjani .
" Rin, apa yang kamu katakan aku tidak mengerti ? " Reynaldi berpura pura tidak mengerti karena mungkin maksudnya dan Rinjani berbeda ia tidak ingin mengira ngira yang akan membuat situasi sekarang semakin keruh .
Mendengar penolakan penolakan suami yang dituduhkan oleh dirinya Rinjani mendengus kesal, padahal ia sangat ingin marah, tetapi Rinjani memilih menahan diri, ia ingin suaminya berkata jujur dan mengakuinya jika itu kesalahan ia ingin suaminya meminta maaf dan berharap menjauh dari mantan kekasih masa lalunya itu .Rinjani akan memberikan kesempatan kepada Reynaldi kalau Reynaldi memproritaskan rumah tangganya dan perasaannya, walaupun dengan kejadian saat ini sangat menyakiti perasaannya dan menyakiti harga dirinya sebagai seorang istrinya.
bersambung
__ADS_1
.