
Happy Reading 🥰🥰🥰
Seminggu sudah berlalu Leo dan Rinjani sering berjalan bersama , Reynaldi merasa cemburu melihat kedekatan mereka tetapi Reynaldi tidak menyadari perasaan yang sesungguhnya terhadap Rinjani ia menepis semua yang ia rasakan terhadap Rinjani .
Leo selalu menyempatkan datang ke kantor Reynaldi hanya sekedar melihat wanita yang sudah memikat hatinya . Selama pertemuan dengan Rinjani dengan alasan menemaninya berjalan berjalan dikota yang asing baginya , selama itu pula ia memendam rasa yang tumbuh dalam hatinya secara perlahan , padahal pada awalnya Leo mendekati Rinjani hanya untuk bersenang senang tapi pada akhirnya ia sendiri yang tenggelam dalam permainannya sendiri .
Rinjani wanita yang memiliki rasa yang lembut, ketika seorang pria mendekatinya dengan segala perhatian dan kelembutannya hatinya pun mulai luluh , Rinjani merasakan hal sama yang Leo rasakan .
Mereka jatuh cinta tanpa ada yang mengatakannya, Leo merasa gengsi untuk mengungkapkan rasanya, dan Rinjani pun menunggu Leo yang mengungkapkan isi hatinya, dan akhirnya tidak ada ungkapan kata cinta yang mereka utarakan .
Siang ini Leo sengaja datang ke kantor Reynaldi untuk menjemput Rinjani karena mereka ada janji untuk mengunjungi panti asuhan tempat Rinjani dibesarkan dan melalui masa kecilnya yang sudah seperti hidup dengan keluarganya sendiri Rinjani tidak pernah menyesali hidupnya walaupun tidak pernah merasakan belaian dan kasih sayang dari orang tua kandungnya , Rinjani menjalani hidupnya dengan penuh syukur .
Padahal sebelum kedatangan Leo kegiatan rutin mengunjungi panti asuhan dilakukannya bersama Reynaldi .
" Mau apa lho akhir akhir ini rajin banget ngunjungi kantor gue, kan udah gue bilang kalau proyek resort yang lho minta tinggal cek lokasi saja ?! bukannya segera pergi ke Bali malah lama lama tinggal disini, emang lho udah gak niat lagi tinggal di Bali ? " 4tanya Reynaldi yang mulai kesal kedatangan sepupunya akan berujung dengan kepergiannya dengan Rinjani dan ia merasa diabaikan oleh sahabatnya itu .
" Yaah ,,, lho sewot melulu kan gue mau ngunjungi sepupu gue ,, apa gak boleh ? " seloroh Leo merasa kesal melihat keketusan sepupunya
" Gak boleh " ketus Reynaldi
" Kenapa sih lho,kaya yang mainan lho gue rebut aja, gue jadi inget kelakuan lho waktu masih kecil kalau gue ambil bola lho, nih kaya gini nih ketusnya sama gue " seloroh Leo sambil mendudukan bokongnya di sofa
" Nah itu lho tahu ! " ketus Reynaldi
" Kelakuan lho udah persis bocah bro , udah ah gue pergi dulu " kata Leo
" Eh lho mau kemana ? " Reynaldi setengah berteriak
" Katanya tadi lho ngusir gue, sekarang lho kaya yang ga mau gue tinggalin dasar orang aneh lho ! " kata Leo sambil menutup pintu ruangan Reynaldi
" Tunggu lho mau kemana ? " tanya Reynaldi dan mengikuti langkah Leo yang berhenti di depan meja Rinjani
" Terserah gue mau kemana mana juga kenapa lho yang sewot ?! " kata Leo melihat wajah Reynaldi yang merah memendam emosi melihat itu malah Leo senang ngusilin sepupunya .
" Rinjani ga bisa diganggu saat ini, dia harus lembur kerjaan dia tuh banyak banget ! " Tegas Reynaldi
" Tega benget sih lho ini kan akhir pekan sudah jadwalnya pulang setengah hari , karyawan lho yang lain juga udh pada pulang tuh " kata Leo mulai kesal dan merasa aneh dengan sikap Reynaldi
__ADS_1
" Terserah gue, kan gue bos nya ! " ketus Reynaldi
" Bos sengklek lho " seloroh Leo
Rinjani yang baru kembali dari toilet dan bersiap untuk pulang merasa heran dengan dua laki laki yang sedang berdebat di depan mejanya,ia pun dengan langkah cepat menghampiri kedua suadara yang sedang saling ejek itu .
" Ada apa ini Rey ? dan kamu kak sudah lama datangnya kok ga ngasih kabar dulu ? " tanya Rinjani
" Kak ?? " tanya Reynaldi menatap Rinjani bergantian menatap Leo
" Iya kakak ! emangnya kenapa ga boleh ? " tanya Leo
" Sejak kapan Rin kalian seakrab itu " seloroh Reynaldi mulai tidak nyaman mendengar panggilan yang sangat akrab dari sahabatnya untuk sepupunya
" Setelah pertemuan ketiga kita, gue yang minta biar akrab saja ! " Leo yang menjawab
" Rey boleh kan sekarang aku pulang ? lagian kerjaan aku udah beres , " tanya Rinjani
" Emangnya kamu mau kemana sama dia ? " kata Reynaldi menunujuk Leo dengan lirikan matanya penuh selidik
Kata kata itu memancing gemuruh dalam dada dan hati Reynaldi merasa terbakar dan marah tapi tidak dengan hati Rinjani mendengar ucapan Leo barusan membuat jantungnya berdebar dan Rona pipinya memerah saat itu juga
" Ah itu Rey aku mau ke panti asuhan kunjungan rutin setiap bulannya, kamu sendiri kan tahu " ucap Rinjani
" Kenapa aku gak kamu ajak ? kamu udah ga peduli lagi sama aku Rin , dulu sebelum ada dia setiap kunjungan ke panti kamu minta aku yang temenin " kata Reynaldi merajuk
" Maaf Rey sebenarnya aku gak mau ganggu kamu waktu bulan kemarin kamu kan sedang sibuk dengan Alexa , jadi aku pergi sendiri dan sekarang kebetulan Leo mau nganter aku , jadi itu aku tidak keberatan karena katanya dia juga mau sekalian bersedekah, itu kan kabar baik " kata Rinjani
" Ya setidaknya kamu bilang , jadi aku nyempetin waktu nemenin kamu ke panti , nanti nanti sesibuk apapun jika kamu akan ke panti aku akan mememanimu " Tegas Reynaldi " Sekarang aku ikut kalian ,aku sudah kangen sama anak anak panti " Kata Reynaldi
" Ayo nanti keburu sore,malah ngobrol di sini " kata Leo sambil berjalan mendahului mereka, merasa jengkel dengan rajukan Reynaldi, ia heran sebenarnya ada apa dengan Reynaldi dengan sikapnya yang posesif kepada Rinjani, padahal sudah jelas jelas ia selalu menghabiskan waktu dengan Alexa dengan dalih kerjasama pekerjaan yang terjalin antara kedua perusahaan .
" Pake mobil gue saja ! " kata Reynaldi
Mereka pun meninggalkan gedung PT SG GROUP menuju panti asuhan tempat Rinjani dibesarkan, setelah memakan waktu satu jam setengah mereka sudah sampai dirumah panti
Mereka disambut dengan antusias oleh pengurus panti dan anak anak panti . Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda bersama anak panti dan tidak lupa pula mereka bertiga memberi santunan , waktu tidak terasa sudah malam mereka bertiga berpamitan hendak pulang ke ibukota
__ADS_1
,,,@@@@@,,,,,
Menjelang tengah malam mereka telah sampai di ibu kota Reynaldi mengantar Rinjani ke apartemennya, setelah mengantar Rinjani kedua saudara itu kembali memacu kendaraannya menuju apartemen Reynaldi .
" Bro boleh gue bertanya soal Rinjani ? " tanya Leo berdiri dibelakang Reynaldi yang sedang membuka kode sandi pintu apartemennya
" Tentang apa ? lho sendiri kan udah tahu kalau Rinjani wanita baik baik " jawab Reynaldi,ia tahu dari cara tidak biasa Leo memperlakukan wanita yang yang biasa didekatinya karena yang ia tahu Leo tidak pernah menyentuh Rinjani walaupun hanya sebatas memegang tangannya, berbeda dengan dirinya terkadang Reynaldi masih bisa memeluk sahabatnya itu dalam candanya .
" Bukan itu maksud gue apa lho menyukai Rinjani ? " tanya Leo dengan tatapan menyelidik
" Gue ? yang bener aja dia tuh sahabat gue, gue nyaman sama dia ,itu aja yang gue rasakan terhadap Rinjani ! " tegas Reynaldi
" Yang bener ? terus kenapa gue rasa lho terlalu posesif sama dia ?! " tanya Leo menatap erat lawan bicaranya
" Gue cuma gak ingin ada yang melukainya , gue cuma mau lindungi dia sebagai sahabatnya, lho tahu sendirikan kalau Rinjani itu anak yatim piatu, dia hidup tanpa saudara dia hanya menganggap orang orang panti itu saudaranya, tapi kan sebenarnya hubungan mereka berbeda bro setidaknya juga mereka itu tidak ada ikatan darah " tegas Reynaldi matanya menerawang membayangkan kehidupan Rinjani sejak dulu tanpa orang tua dan saudara hidup mandiri seorang diri ada rasa bangga dalam hatinya kepada Rinjani karena bisa menuntaskan pendidikan yang tinggi sampai mempunyai gelar sarjana dengan bekerja keras seorang diri .
" Ya gue salut sama tuh anak , jarang jaman sekarang cewek pekerja keras macam dia, dan yang pasti dia tuh sangat menjaga etika adab budaya timur , apa dia juga masih menjaga virginnya ? " otak Leo mulai konslet
" Nah lho datang juga otak mesum lho " timpal Reynaldi melempar bantal kursi didepannya
" Tenang bro gue cuma penasaran ajah sama tuh anak, tapi anehnya gue gak berani nyentuh dia walaupun hanya sekedar memegang tangannya, padahal kalau gue udah nargetin ngedeketin cewek paling lama tiga hari udah bisa gue kuasai hati dan tubuhnya, hahaha " ucap Leo sekenanya Reynaldi menggelengkan kepalanya mengerti sekali akan kebiasaan sepupunya yang suka icip icip wanita cantik yang sudah menjadi targetnya .
" Apa lho menyukai Rinjani ? " Reynaldi balik bertanya kepada sepupunya
" Mmm gue gak tahu apa ini yang dinamai menyukai dalam hal berbeda ,gue selalu merindukannya, gue selalu nyaman bila dekat dengannya " kata Leo menghirup nafasnya panjang lalu membuangnya secara kasar
" Bro lho jatuh cinta sama Rinjani ? " tanya Reynaldi
" Sepertinya ya gue jatuh cinta sama Rinjani " jawab Leo duduk bersandar menengadahkan wajahnya sambil menutup matanya
Reynaldi menarik nafasnya berat saat mendengar pengakuan sepupunya , ada rasa sesak dalam dadanya apakah ia juga merasakan hal yang sama dengan sepupunya ?
Dua insan yang sedang memikirkan satu wanita yang sama itu pun tenggelam dalam lamunan masing masing ditemani oleh keheningan malam .
bersambung
Mohon dukungannya reader , semoga terhibur 🥰🥰🥰
__ADS_1