
Happy reading 🥰🥰🥰
Seminggu sudah berlalu semenjak dimana hari Alexa mencoba mengakhiri hidupnya, sekarang ia sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, dan begitupun dengan Reynaldi yang selalu menemani Alexa merasa lega karena kondisi Alexa yang sudah mulai membaik .
Reynaldi mengantar Alexa ke apartemen milik Alexa yang dulu, sebelum tinggal di rumah besar milik tunangannya, karena setelah kejadian perselingkuhan tunangannya terkuak mereka berdua memilih untuk berpisah . Selain Alexa yang sudah tidak ingin bersama, tunangannya pun di tuntut bertanggung jawab oleh wanita yang menjadi kekasih gelapnya karena sedang mengandung anak mereka.
Alexa sangat terpukul dengan kejadian itu, ia banyak diam dan menggantungkan harapannya hanya kepada Reynaldi yang selalu ada untuknya, mantan kekasih masa lalu yang tidak pernah meninggalkan dirinya .
Selama Alexa dalam perawatan Reynaldi membagi waktunya antara Alexa dan Rinjani, sungguh sikap Reynaldi yang tidak tegas membuat Rinjani banyak menangis dalam diam, karena setiap Rinjani meminta agar tidak berbagi waktunya dengan wanita lain, Reynaldi selalu meminta agar dirinya mengerti dengan keadaannya saat ini . Bukannya Rinjani tidak mau mengerti dengan posisi Reynaldi saat ini tapi Rinjani merasa suaminya menduakan perhatiannya dengan wanita lain , Rinjani sangat cemburu dengan kedekatan mereka, apalagi setidaknya Alexa pernah mengisi hati suaminya .
" Rey, kamu akan pergi lagi malam ini ? " tanya Rinjani , karena malam malam sebelumnya Reynaldi selalu mengunjungi Alexa dengan alasan Alexa selalu bermimpi buruk dan gelisah saat tidur
" Iya ,Rin, Alexa meminta agar aku menemaninya lagi, tapi jangan khawatir ini tidak akan lama , aku akan cepat pulang " jawab Reynaldi .
" Tapi, Rey, kenapa kamu tidak menolak saja, Alexa kan sudah sembuh, mana boleh minta terus ditemani suami orang, jujur saja Rey aku cemburu " lirih Rinjani menekuk wajahnya .
" Sayang, aku harap kamu mengerti , aku takut Alexa nekat melakukan hal yang gila lagi, sayang tolong mengerti aku " kata Reynaldi mencium punggung tangan Rinjani .
" Aku juga ingin kamu mengerti perasaanku, Rey . " kata Rinjani berharap suaminya menuruti apa yang ia inginkan .
" Maaf , sayang, aku harus segera pergi agar aku cepat kembali setelah itu aku akan menemanimu, lagian aku sudah sangat merindukanmu " Reynaldi mencoba merayu istrinya .
Dan mau tidak mau Rinjani mengikhlaskan kepergian suaminya menemui wanita lain, karena ia juga harus mempercayai suaminya .
__ADS_1
Reynaldi membawa mobilnya membelah jalanan ibu kota menuju apartemen Alexa, saat ini sungguh hatinya tidak menentu mengingat ucapan istrinya yang mulai protes dengan sikapnya, sungguh Reynaldi merasa berdosa tapi di sisi lain ia juga sangat khawatir akan keadaan psikologis Alexa yang tidak stabil dan ada kemungkinan akan melakukan hal yang sama .
Kedatangan Reynaldi ke apartemen Alexa malam ini disambut hangat Alexa, ia bertekad akan mengambil kembali cinta Reynaldi seutuhnya seperti saat sebelum bertemu dengan Rinjani . Alexa sangat meyakini kalau masih ada cinta untuknya di hati Reynaldi , terbukti dengan sikap Reynaldi sekarang yang masih mengutamakan dirinya di bandingkan Rinjani istri sah Reynaldi .
" Rey, kamu sudah datang ? aku sangat merindukanmu " Alexa memburu ke pelukan Reynaldi .
" Jangan seperti ini Al, ayo katanya mau ngomong sesuatu sama aku, ada apa Al ? " Reynaldi melerai pelukan Alexa .
" Kenapa sih kamu berubah sekarang Rey, apakah aku sudah tidak berarti lagi untuk kamu ? " Alexa mengeluarkan jurusnya dengan mengeluarkan air matanya .
" Maaf ,Al , aku sudah menikah sekarang " kata Reynaldi .
" Aku tahu, kamu tidak usah mengulang kata kata itu lagi" Alexa mengerucutkan bibirnya .
" Ya sudah kenapa kamu memanggilku, aku harus segera kembali " ucap Reynaldi .
" Rey, bisakah aku bekerja di kantormu ? jadi seketaris kamu misalnya ? " Alexa menggenggam tangan Reynaldi .
" Bisa saja kamu bekerja di kantorku, tapi Rinjani masih menjabat seketaris sekarang, kamu bisa bekerja di divisi lain, kebetulan divisi keuangan kurang orang saat ini, kamu bisa menjabat disana " ucap Reynaldi menatap intens Alexa .
" Rey, Rinjani sudah menikah denganmu kenapa dia masih harus bekerja, sebagai nyonya Givenchy apa sebaiknya dia menjadi istri saja yang menghabiskan uang suaminya tanpa bekerja " Alexa berbicara panjang lebar ada nada kecemburuan terselip disetiap kata katanya .
" Sebenarnya aku juga menginginkannya begitu, tapi Rinjani bilang dia akan bosan tanpa beraktifitas " kata Reynaldi .
__ADS_1
" Kenapa harus mengalah sama istrimu sih Rey, kamu kan kepala keluarganya " Alexa mencabikkan bibirnya ia merasa Reynaldi bisa dikendalikan oleh istrinya .
" Nanti aku bicarakan lagi sama Rinjani kalau misalnya Rinjani tetap mau bekerja , kamu bisa bekerja di divisi keuangan " kata Reynaldi .
" Ya sudah yang penting aku bisa bekerja, kamu sudah makan Rey ? aku sudah memasak untukmu ! " kata Alexa .
" Sepertinya aku harus pulang sekarang Al, Rinjani sudah menungguku " kata Reynaldi bangkit dari duduknya .
Melihat Reynaldi yang akan meninggalkan dirinya Alexa merasa sangat marah ia harus berusaha menahan Reynaldi agar tidak pulang kerumahnya . Ia harus berusaha sekeras tenaga bagaimanapun caranya agar Reynaldi kembali ke dalam pelukannya walupun dengan cara yang tidak baik, ia tidak peduli yang penting ia bisa memiliki Reynaldi kembali .
" Tunggu, Rey, temani aku sebentar lagi, aku akan buatkan kopi kesukaanmu " Alexa setengah berlari ke arah dapur .
Melihat sikap Alexa seperti itu Reynaldi merasa tidak tega, ia pun duduk kembali menunggu kopi buatan Alexa, ia berpikir untuk minum kopi sebentar agar Alexa tidak kecewa dan ia akan segera pulang kerumahnya .
Sedangkan di dapur Alexa membuatkan dua cangkir kopi ,dengan pemikiran jahatnya, tekadnya ingin memiliki kembali Reynaldi semakin menjadi melihat perubahan sikap Reynaldi tidak seperti dulu setelah menikah dengan Rinjani .
Satu cangkir kopi untuk Reynaldi ia campur dengan obat p********g , malam ini Alexa ingin Reynaldi harus berada dalam pelukannya walaupun dengan cara seperti ini .
Alexa segera membawa dua cangkir kopi dan memberikannya kepada Reynaldi, mereka meminum kopi bersama sama, Alexa berpamitan sebentar, dan Reynaldi pun menyetujuinya sambil menghabiskan kopi buatan Alexa .
Alexa segera pergi ke kamarnya dan mengganti baju yang ia pakai sekarang dengan lingeri merah yang sangat kontras dengan warna kulitnya, tubuh seksinya terpampang jelas dibalik lingeri tranparan yang dapat menggoda Reynaldi dalam keadaan setengah sadar karena obat yang sudah dicampur ke dalam kopi yang mungkin sekarang sudah habis di minum Reynaldi . Alexa sengaja menunggu beberapa menit agar obat itu mulai bereaksi, ia pun keluar kamar dengan lingeri merahnya .
Di ruang tamu setelah menghabiskan kopinya ,tadinya Reynaldi akan memanggil Alexa untuk berpamitan tapi Reynaldi merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, ia merasa kepanasan dan membuka kancing atas kemejanya , ia merasa hasratnya memuncak dan ingin segera menemui istrinya tapi saat ia berjalan tubuhnya limbung dengan cepat Alexa menangkap tubuh Reynaldi, melihat wanita yang sangat dekat dengan tubuhnya saat ini dan dengan penampilan yang sangat menggairahkan ,Reynaldi menelan salivanya kasar, mata yang berkabut dengan gairah yang sudah tidak tertahan lagi dengan segera ia ******* dalam bibir Alexa, dengan senyuman kemenangam Alexa melayani Reynaldi , gairah karena pengaruh obat yang Alexa berikan membuat Reynaldi menggila menggempur Alexa, akal sehatnya sudah tenggelam dengan keinginannya menuju puncak nirwana yang sangat luar biasa .Mereka pun menghabiskan malam panasnya dengan senyuman kemenangan Alexa, dan dengan kelicikan Alexa agar Reynaldi menjadi sepenuhnya miliknya kejadian panas itu ia rekam, agar suatu saat bisa dijadikan senjata yang menguntungkan untuknya.
__ADS_1
Setelah disakiti oleh tunangannya Alexa berpikir tidak boleh ada wanita yang bahagia di atas penderitaanya, karena melihat kebahagian Rinjani ia merasa iri karena ia merasa Reynaldi harus kembali menjadi miliknya .
bersambung