
Happy Reading 🥰🥰🥰
Pagi ini Rinjani menyiapkan semua keperluan suaminya, saat ini Reynaldi sedang membersihkan dirinya setelah sedikit berdebat dengan istrinya, setelah selesai dengan ritual mandinya Reynaldi melangkahkan kakinya keluar kamar menuju ruang makan karena saat ini Rinjani sedang menyiapkan sarapan untuk mereka .
" Hmmm, nasi goreng buatan istriku memang tiada duanya " kata Reynaldi dengan lahapnya makan masakan istrinya .
Yang dipuji tidak juga bergeming hanya menampilkan senyuman tipisnya saja, karena Rinjani masih kecewa dengan suaminya itu .
" Makanlah yang benar, aku sudah kenyang " Rinjani bangkit dari duduknya meninggalkan Reynaldi yang masih melahap sarapannya.
Melihat sikap istrinya yang tidak biasanya Reynaldi secepatnya menghabiskan sarapannya, ia segera menyusul istrinya .
" Rin, ada apa sayang ? " tanya Reynaldi .
" Menurutmu ? " ketus Rinjani .
" Bagaimana aku akan tahu masalahnya, kalau kamu tidak memberitahuku !?" kata Reynaldi.
" Kenapa kamu mengingkari janjimu, Rey . Semalaman aku menunggumu, aku tahu wanita itu lebih membutuhkanmu, tapi perlu kamu ketahui aku juga sangat membutuhkanmu , tidak bisakah kamu menghargai perasaanku " Rinjani terisak mengingat suaminya bermesraan dengan wanita lain di saat dirinya menunggunya pulang .
" Rin, sayang maafkan aku, tolong mengertilah ! " Reynaldi memeluk istrinya .
" Sampai di mana aku harus mengerti, aku wanita yang memiliki rasa seperti wanita lain jika suaminya banyak menghabiskan malam bersama wanita lain " ucap Rinjani melerai pelukan suaminya .
" Lalu apakah aku juga harus mengerti ketika mengetahui suaminya menghabiskan malam bersama wanita masa lalunya yang mungkin saja masih ada getaran cinta di antara mereka " Rinjani mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto suaminya bermesraan dengan Alexa .Sesak rasanya yang Rinjani rasakan bagaimanapun hatinya bukan terbuat dari batu .
" Ini,,, bagaimana ini,,, ? " ucapan Reynaldi terbata ia terkejut dengan apa yang dilihatnya .
__ADS_1
Rinjani mulai terisak ia menepis tangan Reynaldi yang akan menggenggamnya, melihat Reynaldi mematupkan mulutnya dan mematung Rinjani semakin terisak kekhawatirannya ternyata benar yang di harapkan dugaannya salah ternyata kejadian itu memang terjadi .
" Tolong jawab dengan jujur , Rey . Apakah kamu ingin kembali kepadanya ? " tanya Rinjani .
" Tidak, tidak , Rin sayang ia hanya masa laluku , kamu masa depanku, semua terjadi bukan kehendakku, aku setengah sadar melakukannya dan aku pun tidak mengerti dengan ku semalam, yang aku ingat saat bangun aku sudah berada disampingnya, sungguh , Rin, maafkan aku " kata Reynaldi mengatakan apa yang terjadi padanya, ia takut kehilangan Rinjani walaupun belum sepenuhnya mencintainya tapi Reynaldi tidak ingin berpisah dengan istrinya .
Mendengar penjelasan suaminya, Rinjani curiga mungkinkah suaminya dijebak oleh Alexa, apalagi sekarang Alexa sudah memutuskan pertunangannya, mungkin saja ia akan mengejar suaminya dan berusaha meraih cinta Reynaldi kembali.
Tidak, tidak boleh dibiarkan Rinjani harus sekuat tenaga mempertahankan rumah tangganya yang baru seumur jagung itu, walaupun merasa jijik mendapatkan pelukan suaminya yang telah dijamah wanita lain tapi ia harus menahannya berusaha untuk berdamai dengan keadaan saat ini .
" Baiklah, Rey . Aku memaafkanmu , aku minta kamu menjaga jarak darinya, karena aku sangat cemburu, dan aku tidak ingin mendengar atau melihat kamu mengulangi hal yang sama dengan wanita itu,aku jijik " tegas Rinjani membuang muka dan menjauh dari suaminya.
" Ya sayang aku berjanji, terima kasih sudah memaafkanku dan terima kasih tetap bertahan denganku " Reynaldi mendekat dan memeluk tubuh istrinya dengan erat, sungguh beruntungnya dirinya memiliki wanita yang dengan sabar menunggu cintanya dan memaafkan kesalahan yang sangat fatal dirinya .
Setelah kejadian itu Reynaldi sungguh menjaga jarak dari Alexa, walaupun Alexa bekerja di kantor yang sama , Alexa ditempatkan di divisi keuangan , karena Rinjani tidak mengizinkan Alexa lebih banyak berdekatan dengan suaminya menjadi seketaris seperti keinginan Alexa.
Kekesalan Alexa semakin menjadi tatkala melihat Reynaldi semakin mesra dengan Rinjani, ia berpikir keras untuk memisahkan mereka .
Satu bulan sudah berlalu keadaan Rinjani pagi ini sangat memprihatinkan Rinjani merasa mual mual yang disertai pusing dan sarapan pagi ini juga hanya sedikit yang masuk kedalam lambungnya karena selalu dimuntahkan kembali, melihat keadaan istrinya seperti itu, Reynaldi memanggil dokter Amalia yang merupakan dokter keluarga kerumahnya.
Setelah dokter Amalia datang Reynaldi mempersilahkan dokter Amalia memeriksa Rinjani , setelah selesai memeriksa pasien dokter Amalia malah tersenyum .
" Selamat Pak Reynaldi, anda akan menjadi seorang ayah, untuk lebih jelasnya lebih baik bapak periksakan lagi ke dokter kandungan !" kata dokter itu mengulurkan tangannya memberikan selamat , ia juga sebenarnya berpengalam menghadapi wanita hamil tapi ia lebih menyarankan ke dokter kandungan karena ia hanya dokter biasa, bukan ahli kandungan walaupun sedikit banyak ia mengetahuinya .
" Apa !!! aku akan menjadi ayah, terima kasih dok " Reynaldi menerima jabatan tangan dokter Amalia yang tengah tersenyum padanya , setelah itu Reynaldi mengantarkan dokter Amalia yang hendak pulang .
" Rin, sayang kita akan punya anak , terima kasih istriku " Reynaldi setengah berlari menghampiri istrinya yang masih berbaring .
__ADS_1
" Iya ,Rey . Aku sangat bahagia ada bayi kecil yang sedang tumbuh dirahimku , anak kita Rey , ini anak kita " Rinjani menangis terharu .
" Mulai sekarang kamu istirahat saja ,jangan sampai terjadi apa apa dengan bayi kita " kata Reynaldi .
Siang ini Reynaldi bersama istrinya berangkat menuju rumah sakit dimana dokter kandungan yang sudah direkomendasikan oleh dokter Amalia bertugas .
Dirumah sakit dan dokter yang sama nampak Alexa keluar dari ruangan dokter kandungan ia nampak kebingungan melihat hasil tesnya, tapi ia tersenyum kecut ketika melihat Reynadi dan Rinjani mendekat ke ruangan yang sama .
" Kenapa mereka kemari, apakah Rinjani sedang hamil ? " batin Alexa tersenyum penuh makna .
" Al, sedang apa kamu di sini ? " tanya Reynaldi .
" Aku mau bicara sama kamu , aku tunggu kamu di depan " kata Alexa sekilas melihat Rinjani dan melangkah menjauh dari mereka .
" Rin, kamu tunggu di sini sebentar, aku akan menemui Alexa sebentar sepertinya ada sesuatu, aku tidak ingin dia nekat lagi, aku mohon sebentar sayang dan jangan dulu masuk sebelum aku datang " kata Reynaldi dengan tatapan mengiba pada istrinya .
Setelah mendapatkan izin dari istrinya Reynaldi segera menemui Alexa, karena melihat raut wajah Alexa, ia takut Alexa melakukan hal gila lagi .
" Ada apa, Al ? " nafas Reynaldi terengah engah karena berlari .
" Aku hamil ! " Alexa memperlihatkan catatan hasil pemeriksaan " umur janinnya baru 4 minggu, itu anak kamu, Rey . Kamu pasti ingat kejadian malam itu " Alexa menampilkan wajah sedihnya berbeda dengan hatinya yang sedang bersorak saat ini .
Reynaldi menerima hasil pemeriksaan Alexa yang di sodorkan kepadanya, tangannya bergetar menerima selembar kertas yang dapat meruntuhkan pertahanan dirinya , di sisi lain ia sedang berbahagia karena kehamilan Rinjani, tapi saat ini dunianya serasa runtuh ,melihat hasil pemeriksaan Alexa yang tengah mengandung anaknya .
Apa yang harus ia lakukan mendapatkan kabar luar biasa dari dua wanita yang tengah mengandung bayinya .
bersambung
__ADS_1