
Happy Reading 🥰🥰🥰
Rinjani mengikuti Reynaldi masuk kedalam ruangannya karena Rinjani tahu kalau saat ini Reynaldi tidak bisa di bantah , persahabatan yang kuat membuat mereka saling memahami satu sama yang lainnya .
Saat ini Reynaldi merasa Rinjani mengabaikannya maka dari itu ia merasa kesal , padahal baru hari ini saja Rinjani tidak menunggunya untuk makan bersama tapi bagi Reynaldi ini bentuk pengabaian untuk dirinya , memang lebay tuh Reynaldi jadi salah tingkah sendiri karena pemikirannya sendiri .
" Ada apa Rey ? " Rinjani menatap kesal bos nya sekaligus sahabatnya
" Kenapa kamu mengabaikanku ? " Reynaldi menghempaskan bokongnya di sofa dalam ruangan kerjanya
" Maksud kamu ? " Rinjani mengerutkan dahinya menapat lekat lawan bicaranya
" Kenapa kamu meninggalkanku ? enak aja kamu makan sendiri, sedangkan aku menunggumu di sini kelaparan " ketus Reynaldi mengerucutkan bibirnya
" Maaf Rey, aku ga mau ganggu kamu , dan aku pikir kalian pasti makan bareng jadi aku duluan makan soalnya perutku udah keroncongan " jawab Rinjani jengah menghadapi tingkah Reynaldi yang seperti anak kecil saat ini mendudukan dirinya disamping Reynaldi
Saat mereka tengah berbincang ada seseorang mengetuk pintu ruangan Reynaldi ,Rinjani membukakan pintu melihat siapa yang datang sedangkan Reynaldi bangkit dari duduknya menuju meja kerjanya
" Maaf ada yang bisa saya bantu ? " Rinjani masih berdiri depan pintu karena orang yang sedang berdiri di hadapannya ini tidak dikenal Rinjani .
" Apa Reynaldi ada di dalam ? " tanya orang itu terpana dengan kecantikan Rinjani
" Ada , maaf bapak dengan siapa ? " tanya Rinjani kembali
" Saya Leo sepupunya ! maaf kalau boleh tahu anda siapa ya ? " Leo mengerutkan keningnya karena ia pikir kalau wanita ini banyak bertanya
" Maaf saya seketarisnya silahkan masuk " Rinjani mempersilahkan tamunya masuk
" Siapa Rin ? malah ngobrol didepan pintu " Reynaldi menghampiri Rinjani dan tamunya
Saat pintu terbuka dua lelaki itu saling menghampiri dan berpelukan
" Hai bro apa kabar ? " Tanya Reynaldi sama saudara sepupunya
" Baik Rey , apa kabarnya lho , aku baru saja mendarat langsung kesini sudah kangen sama cewek indonesia pastinya lho punya stok dong " ucap Leo memeluk Reynaldi sambil menatap nakal sama Rinjani
" Enak aja emangnya Gue cowok apaan ?!! " jawab Reynaldi menepuk pundak Leo " mengajak Leo duduk di sofa
" Rin tolong buatkan kopi , sekalian camilannya " titah Reynaldi
" Baik Pak saya permisi " Reina melangkahkan kakinya keluar ruangan Presdir
" Tunggu cantik , kamu belum bilang saya mau kopi apa , apa kamu tahu saya suka kopi apa hitam atau kopsu ? " Leo tersenyum genit sambil mengedipkan matanya
" Maaf Pak , mau kopi apa ? " Rinjani tersenyum kecut
" Kopi hitam saja ! " ucap Leo menampilkan senyuman smirk nya
__ADS_1
" Baik Pak , saya permisi " ucap Rinjani berlalu menuju pantry
" Awas jangan ganggu dia !!! " ketus Reynaldi
" Maksud lho ?? " Leo mengerutkan keningnya
" Jangan ganggu Rinjani dia sahabat gue !! " tegas Reynaldi
" Oh dia Rinjani namanya ,, cantik,, gue suka " Leo manggut manggut
" Kalau lho macam macam sama dia lho berhadapan sama gue " Kesal Reynaldi
" Apa lho suka sama dia ? bukannya lho cinta mati sama Alexa !? kaya ga ada cewek lain saja udah di khianatin masih juga lho berharap sama tu cewek" Leo menggelengkan kepalanya
" Gue melindunginya sebagai sahabat dari cowok playboy macam lho " kata Reynaldi sambil menoyor kepala Leo
" Heh lho jangan kurang ajar gue kakak sepupu lho, ga sopan banget nih anak " Leo kesal
tok,, tok,, tok
Rinjani masuk setelah Reynaldi mempersilahkannya, Rinjani menyuguhkan kopi dan camilan menyimpannya di atas meja lalu berpamitan .
Bola mata Leo terus menari ke kanan dan ke kiri memperhatikan gerak tubuh Rinjani , menatap kagum pada gadis ayu asli indonesia itu . Leo menelan salivanya melihat tubuh Rinjani yang bohay dan aduhai sangat menggoda pria semacam Leo
Reynaldi mendengus kesal dan merasa gerah melihat tingkah genit saudara sepupunya itu,Reynaldi tidak suka Leo menatap seperti itu pada sahabatnya itu
" Apa ? " jangan main main dengannya dia gadis baik baik ! " Reynaldi kesal ia mengerti sekali dengan pertanyaan saudara sepupunya itu
" Hmmm sepertinya gue harus bekerja keras ! " ucap Leo tidak perduli dengan ancaman sepupunya
" Lho mau mati ? udah,, ngapain lho ke sini ? cepetan pulang sana gue banyak kerjaan ! " hardik Reynaldi
" Sabar napa bro ga usah marah marah nanti darah lho naik , kan repot nanti perusahaan lho ga ada yang pimpin" Leo terkekeh
Leo mengutarakan maksudnya kedatangannya ke indonesia ia ingin membangun resort di bali dan meminta bantuan Reynaldi karena Reynaldi sangat berpengalaman urusan beginian Reynaldi jagonya
" Oke bro gue balik dulu, setelah lho udah siap dengan cetak birunya hubungi gue, besok lusa gue berangkat ke Bali sementara gue tinggal disana " ucap Leo berpamitan
" sip bro nanti gue kabarin , hati hati lho jangan banyak maen sama perempuan nanti lho kena penyakit kelamin ,,iiih " Reynaldi bergidik ngeri
" Lah lho , kalau ngedoain itu yang baik baik , yang gituan lho kasih ke gue " ketus Leo
" Bukan ngedoain bro, gue beri lho peringatan ! " ucap Reynaldi
" Sudah ,,, sudah gue pulang dulu lama lama di sini bisa bisa gue ketularan gila sama lho " kata Leo
" Yang gila itu lho sering ngelakuin one stay night gonta ganti ,, iih senjata punya lho udah celap celup sana sini ngeri gue " Reynaldi ga mau kalah
__ADS_1
" Dari pada lho sia siain masa muda lho nungguin cewe ga jelas tujuannya, mendingan gue lah cewe cantik seluruh dunia udh gue coba ,, hahahaha " kata Leo tertawa membanggakan dirinya yang menjadi casanova " Eh tunggu ,,,tunggu jangan jangan punya lho letoy lagi soalnya ga pernah lagi diuji udah lama banget tuh " kata Leo lagi sambil mengerutkan dahinya
" Jangan sembarangan ngomong lho senjata punya gue berdiri tegak dan pastinya tahan lama ! " Reynaldi memukul tangan Leo
" Eiits jangan kdrt dong nanti gue laporin bisa panjang tuh urusan, eeh emangnya udah pernah dicoba kalau senjata keramat punya lho itu tahan lama ? " Ucap Leo memancing emosi Reynaldi
" Sudah sana pulang ngomong mulu ga pergi pergi ! Reynaldi mendorong tubuh Leo menjauh dari ruangannya
Mereka tidak menyadarinya kalau obrolan mereka di ambang pintu itu di dengar sangat jelas oleh Rinjani , Rinjani bukan anak kemarin sore, ia sangat faham apa yang dimaksud dengan percakapan pria kedua saudara mesum itu.
Wajah Rinjani memerah malu sendiri ia salah tingkah mau pergi takut jika ia dibutuhkan , ga pergi merasa risih dengan obrolan ke dua laki laki dihadapannya itu .
" Hai cantik kenapa pipi kamu merah , apa kamu sedang demam ? " tanya Leo tanpa aba aba menempelkan punggung tangannya di dahi Rinjani
" Ti,, tidak Pak ,, saya baik baik saja !" ucap Rinjani memundurkan wajahnya mencoba menghindar sentuhan Leo
Reynaldi melihat pemandangan itu dengan cepat menghampiri keduanya, mendorong punggung sepupunya sampai ke depan pintu lift
" Sudah, sudah jangan banyak alasan lho cepetan pulang sana ! " ucap Reynaldi kesal melihat sepupunya yang pandai melihat peluang mencari kesempatan didalam kesempitan
" Oke,, oke, gue balik sewot amat sih lho jadi orang " ketus Leo mengangkat kedua tangannya
" Ya hati hati dijalan , nanti gue secepatnya bikin cetak birunya " ucap Reynaldi menepuk pundak sepupunya
Saat pintu lift terbuka Leo berpamitan tidak lupa ia berteriak berpamitan pada Rinjani melambaikan tangannya sambil mengedipkan sebelah matanya .
Setelah kepergian Leo, Reynaldi menghampiri Rinjani karena ia juga penasaran dengan apa yang dikatakan Leo
" Rin, apa benar kamu lagi demam ? " tanya Reynaldi dengan tatapan yang menyelidik , emang ia melihat Rona merah di pipi Rinjani yang membuat Reynaldi gemas sama sababatnya itu yang semakin hari semakin cantik di mata Reynaldi , ia tidak menyadarinya kalau perasaannya terhadap Alexa mulai terkikis dengan kehadiran Rinjani didekatnya
" Aku baik baik saja, sebenarnya aku risih dengan obrolan kalian berdua , senjata keramat diomongin di sembarang tempat ,, iih " Rinjani menggidikan bahunya
" Hahhahaha,,, kamu dengar itu , apa kamu percaya kalau senjata keramat aku tidak bisa memuntahkan laharnya dengan perkasa ? " canda Reynaldi
" Mana aku tahu, apa sih ngomongnya ga bermutu sekali tuh otak musti sekali kali dicuci biar ga mesum " Rinjani kesal
" Kamu mau tahu ? dan ya harus dicuci dengan laharnya ! hahaha " Reynaldi semakin menjadi jadi senang melihat wajah Rinjani yang ditekuk karena keusilannya
" Au ah gelap " Rinjani beranjak dari duduknya meninggalkan Reynaldi kesal
" Eeh malah pergi, mau kemana kamu ? aku belum selesai ! " ucap Reynaldi terkekeh
" Mau ke pantry , males dengerin ocehan mesum kamu " Rinjani berlalu dari pandangan Reynaldi
Reynaldi menatap punggung Rinjani yang menjauh darinya, sambil tersenyum penuh arti
bersambung
__ADS_1
Mohon dukungannnya reader 🥰🥰🥰