DENDAM ANJANI

DENDAM ANJANI
EPISODE 8 MALAM KELAM RINJANI


__ADS_3

Happy Reading 🥰🥰🥰


Seminggu sudah berlalu hari ini rencananya Reynaldi , Leo dan Rinjani akan meninjau lokasi untuk pembangunan resort di Bali.


Pagi pagi sekali mereka sudah bersiap karena mengambil penerbangan pukul 06.00 pagi , setelah menempuh waktu kurang lebih sekitar 2 jam mereka telah tiba dipulau dewata tempat wisata incararan turis mancanegara kebanggaan negara kita ini karena devisa yang masuk sangatlah besar .


Leo menyiapkan tempat menginap mereka disebuah resort yang memiliki pantai privasi ,Leo menyiapkan 3 kamar untuk Reynaldi, Rinjani dan dirinya, kamar Rinjani berada ditengah tengah .


Setelah beristirahat Rinjani segera bersiap karena perutnya merasa lapar ia menghubungi Reynaldi agar menemaninya mencari makanan dan sebenarnya ia juga ingin berjalan jalan, karena ini adalah yang pertama ia menginjakkan kakinya di pulau dewata .


Setelah menghubungi Reynaldi dan menyetujui keinginannya Rinjani segera keluar kamarnya dan menghampiri kamar Reynaldi .


Tok,,, tok,,, tok


Mendengar suara ketukan pintu Reynaldi cepat membukanya , setelah melihat siapa yang datang Reynaldi terkagum kagum dengan penampilan Rinjani yang sangat cantik dengan dres flower warna merah muda selutut tanpa lengan ,menggunakan topi pantai yang sempat dibelinya tadi saat perjalanannya menuju resort .


" Yeehh, malah bengong cepetan siap siap udah lapar tahu ! " ujar Rinjani


" Ma,, masuk dulu Rin,aku siap siap dulu " kata Reynaldi salah tingkah


Rinjani masuk ke kamar mengikuti Reynaldi, sebenarnya hari ini ia merasa kelelahan tadinya ia ingin mengistirahatkan tubuhnya sampai nanti sore kebetulan peninjauan lokasi akan dilakukannnya esok hari .


Reynaldi bersiap ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, lima belas menit sudah berlalu Reynaldi sudah selesai dengan ritual mandinya, ia keluar hanya dengan handuk yang dililitkan dipinggangnya tanpa sehelai benangpun menutupi dada bidang dan perut kotak kotaknya tubuh atletisnya terlihat dengan jelas oleh Rinjani apalagi tetesan air dari rambutnya yang membuat Reynaldi nampak jelas ketampanannya yang kebetulan Rinjani duduk menghadap pintu kamar mandi, melihat itu Rinjani menjerit kaget karena belum pernah melihat jelas tampilan seksi sahabatnya sepeti ini yang dapat menggairahkan kaum hawa yang melihatnya tidak terkecuali dengan Rinjani .


" Aaaaa " Rinjani berteriak menutup matanya


" Kenapa Rin, kok teriak teriak gitu ? " tanya Reynaldi merasa heran dengan tingkah sahabatnya .


" Kenapa gak langsung pake baju didalam saja !" teriak Rinjani masih menutup wajahnya " aku nunggu diluar saja ! " ucap Rinjani sambil bangkit dari duduknya hendak keluar kamar Reynaldi


" Tunggu, kamu tunggu disini saja Rin, aku akan berganti baju dikamar mandi " Reynaldi masuk kembali ke kamar mandi "Rin ,tolong ambilkan bajuku dikoper aku lupa ! " teriak Reynaldi di dalam kamar mandi


" Kamu tuh ya ngerjain saja " dengus Rinjani sambil memilihkan baju untuk Reynaldi dan menyodorkannya dibalik pintu

__ADS_1


Setelah selesai berpakaian Reynaldi keluar dari kamar mandi dan mengajak Rinjani mencari tempat paling indah untuk menikmati makan siang, saat membuka pintu dikejutkan Leo yang hendak mengetuk pintu Reynaldi .


Leo dengan pikiran kotornya mencurigai keduanya yang terlihat keluar dari dalam kamar .


" Kamu ngapain disini Rin ? " tanya Leo mengerutkan keningnya dan menatap curiga keduanya


" Habis bantuin gue mandi " Reynaldi yang menjawabnya asal


" Apa sih kamu seenaknya ! " Rinjani kesal dengan jawaban Reynaldi yang asal ucap sambil memukul lengan Reynaldi


" Aku nungguin dia , mau ngajak makan udah lapar banget ni perut sekalian mau jalan jalan gituh kak " jawab Rinjani nunjuk Reynaldi masih kesal


" Ayo katanya lapar " kata Reynaldi menggigit jari telunjuk Rinjani yang berada dekat dengan bibirnya


" Aaaaw " pekik Rinjani mengibaskan tangannya yang di gigit Reynaldi


" Kalian seperti kucing sama tikus saja , ayo gue tunjukan tempat bagus untuk kita makan ! " seloroh Leo merasa cemburu dengan kedekatan kedua manusia yang ada dihadapannya itu


Mereka menghabiskan waktu siang ini penuh dengan canda dan gurauan dan yang paling senang di sini adalah Rinjani merasa di manjakan oleh kedua lelaki yang mendampinginya ia banyak dibelikan barang oleh keduanya, Rinjani tidak bisa menolak karena kedua laki laki yang mengapitnya akan sangat memaksanya .


Waktu sudah menjelang malam mereka memutuskan untuk kembali ke resort dan beristirahat .


Pagi ini waktunya untuk meninjau lokasi mereka pergi bersama ke tempat yang sudah didapatnya dengan bantuan rekan bisnisnya Reynaldi, setelah merasa cocok dengan tekstur tanah dan keadaan strategis lingkungannya Reynaldi memutuskan untuk membangun resort Leo ditempat ini , dan secepatnya akan dilakukan prosesnya mulai dari pengukuran ,pencarian bahan dan pembuatannya Reynaldi akan memantau langsung dan yang pasti ia akan sering bolak balik ke Bali .


Leo mengajak Rinjani berjalan jalan ditepi pantai yang disambut dengan antusias oleh Rinjani, sedangkan Reynaldi hanya mendengus melihat keakraban keduanya.


Hatinya merasa sakit saat melihat kebahagian yang terpancar diwajah keduanya . Reynaldi berpamitan memilih menghindar dari pemandangan yang merusak suasana hatinya .


,,,,,,@@@@,,,,,


Reynaldi duduk disalah satu cafe milik Leo yang baru dibangunnya satu tahun lalu, dengan tangan dinginnya bangunan cafe yang dirancang oleh dirinya itu nampak elegan dengan konsep bangunan tradisional daerah tersebut sehingga banyak menarik pala pelanggan dari dalam negri maupun luar negri , Reynaldi memainkan gawainya dilihatnya sosmed miliknya nampak jelas yang pertama ia lihatnya adalah unggahan Alexa pemandangan Alexa mantan kekasihnya yang bergelayut manja dengan tunangannya, Reynaldi menatap nanar foto itu, lalu dia meng scroll lagi ke atas nampak potret Leo dan Rinjani dengan semyuman bahagia mereka yang baru saja diunggah oleh Leo , ia menatap memperhatikan wajah bahagia Rinjani hatinya sakit melihat potret mereka yang nampak lebih dekat dari sebelumnya .


Reynaldi menghabiskan waktunya di bar yang berada dilantai dua, ia memesan wine yang disiapkan oleh bartender secara langsung, karena sudah terlalu banyak minum bartender itu menolak untuk memberikan lagi permintaan Reynaldi .

__ADS_1


" Maaf tuan anda sudah terlalu banyak minum " ucap bartender sopan yang melayani Reynaldi karena melihat Reynaldi yang sudah mulai mabuk


" Beri satu sloki lagi dan aku akan berhenti " jawab Reynaldi


Menjelang tengah malam Reynaldi meninggalkan bar dengan setengah kesadarannya , bayangan Rinjani menari dalam pikirannya menemani langkahnya menuju resort tempatnya menginap kebetulan jarak dari cafe ke resort tidak terlalu jauh .


Reynaldi berjalan menuju kamarnya saat berada didepan kamar Rinjani ia menatap daun pintu itu dan mengetuknya tidak lama kemudian pintu terbuka, Reynaldi meringsek masuk dalam keadaan mabuk .


" Hei Rey kamu mabuk ? " tanya Rinjani kaget karena baru pertama kali melihat Reynaldi seperti ini .


Yang ditanya bukannya menjawab malah begitu saja tidur diranjang Rinjani, melihat itu Rinjani mendekati Reynaldi hendak membopong tubuh itu dan membawanya ke kamar Reynaldi .


Tapi saat Rinjani memutar tubuh Reynaldi yang bertelungkup dan meraih tangan kekar itu, malah Rinjani yang berada diatas tubuh Reynaldi karena Reynaldi menarik tangan Rinjani .


Reynaldi menatap sayu wajah cantik Rinjani perlahan tangannya membelai wajah cantik Rinjani dengan sangat lembut tubuhnya meremang tanpa sengaja melihat gunung kembar yang sedikit menyembul karena tertekan oleh tubuhnya .


Reynaldi menarik tengkuk Rinjani dan men***mnya dengan penuh gairah Rinjani yang diperlakukan seperti itu meronta ronta menyebutkan nama Reynaldi untuk berhenti, tapi bukanya berhenti pemberontakan dan penolakan Rinjani membuatnya semakin buas memangsa Rinjani pengaruh alkohol yang Reynaldi konsumsi menghilangkan akal sehatnya . Reynaldi terus memaksa membuka paksa kain yang menempel ditubuh Rinjani hingga tidak menyisakan sehelai benangpun, pemandangan indah didepan matanya membangunkan gairah yang bergejolak didalam tubuhnya, Reynaldi tidak mendengar jeritan dan tangisan Rinjani yang memohon iba padanya, Reynaldi terus menyalurkan hasratnya , merasa milik Rinjani yang masih sangat sempit menbuat Reynaldi memacu terus kenikmatan surga dunia itu hingga sesuatu menyemburkan lahar dari miliknya didalam milik Rinjani suara pelepasan milik Reynaldi membuat Rinjani semakin menjadi dalam tangisnya .


Setelah merasa puas dengan pergumulannya Reynaldi tertidur di atas tubuh Rinjani, Rinjani segera bangkit mengulingkan tubuh Reynaldi ke sampingnya, masih dalam tangisnya Rinjani berusaha bangkit dari kasur dengan segala rasa sakit yang ia rasakan pada tubuhnya dan juga hatinya , ia menuju kamar mandi terduduk bersimpuh dibawah guyuran shower membilas kasar seluruh tubuhnya yang sudah dijamah oleh Reynaldi tangisnya semakin pecah karena telah kehilangan kehormatannya yang dijaganya selama ini .


Rinjani masih dengan lilitan handuk ditubuhnya tertidur di bathup dikamar mandi sampai menjelang pagi hari , ia enggan keluar karena Reynaldi masih tertidur ranjangnya , ia memilih tertidur di bathup berselimutkan baju mandi yang sudah disiapkan didalam kamar mandi


Mentari pagi menelusup masuk ke kamar Rinjani melalui celah jendela kamarnya, Reynaldi mengerjapkan matanya


Reynaldi kaget saat terbangun dalam keadaan polos dan berada dikamar Rinjani, ia mengumpulkan semua ingatannya yang terjadi semalam, deg ia merasa cemas dengan Rinjani atas apa yang terjadi tadi malam karena Rinjani juga tidak ada dikamarnya, saat menyingkap selimutnya ia melihat tetesan darah diatas seprei Reynaldi menatap nanar darah itu , saat anteng dalam lamunannya ada ketukan pintu ia dengar segera memakai celananya dan beranjak dari duduknya membuka pintu.


Leo menatap garang Reynaldi yang berpenampilan acak acakan yang berada di dalam kamar Rinjani, Leo melihat sekeliling yang nampak seperti kapal pecah pikirannya sudah kacau melihat kejadian ini,saat Leo masih berdiri didepan pintu keluar Rinjani memakai baju mandi berjalan tertatih duduk dipinggir ranjang menutup wajahnya dan menangis .


Melihat pemandangan itu Leo menatap nanar keduanya wanita yang ia cintai berada dalam satu kamar dengan sepupunya dalam keadaan yang tidak enak dipandang mata .


bersambung


Mohon dukungannya reader, semoga terhibur 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2