DENDAM ANJANI

DENDAM ANJANI
EPISODE 2 BERTEMU MANTAN KEKASIH


__ADS_3

Happy Reading 🥰🥰🥰


Hari ini Reynaldi hendak pulang ke Indonesia menunggu keberangkatannya ia duduk sambil menikmati kopi hangat khas negara tersebut.


Saat ia menatap gawainya mengecek email masuk dan menyeruputi kopinya, bahunya di tepuk pelan oleh seseorang ia menatap ke arah seseorang yang menepuk bahunya .


" Kamu ??!" senyum senang Reynaldi mendapati wanita dihadapannya yang tersenyum manis


" Hai , apa kabarnya ? lama tak bertemu " ucap wanita itu mengulurkan tangannya


Reynaldi terkejut melihat wanita yang masih sangat cantik dimatanya, ya dia Alexa mantan kekasih Reynaldi .


Alexa merupakan cinta pertamanya , bahkan sampai detik ini Reynaldi masih sangat mencintainya .


Setelah Alexa memutuskan untuk berpisah karena suatu alasan , Reynaldi menerimanya karena tidak ingin wanita yang dicintainya merasa terbebani, Reynaldi merasa bahagia jika wanita yang dicintainya bahagia, walaupun keadaan hatinya sedang tidak baik, ia akan menerimanya karena cinta tak harus saling memiliki .


Tahun pertama perpisahan Reynaldi masih berkomunikasi dengan wanitanya, tapi ia kehilangan kontak setelah tiga tahun setelahnya . Semenjak itu ia tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun ia masih berharap dan menunggu wanitanya kembali .


Saat ini hatinya kembali bersinar karena sudah ratusan purnama dilaluinya dengan membawa kerinduan terhadap wanitanya kini terobati sudah karena wanita pujaan hatinya sedang berdiri dihadapannya .


" Aku baik baik saja , bagaimana kabar kamu ? " Reynaldi berdiri dan menerima uluran tangan wanita itu sambil tersenyum bahagia " Sedang apa kamu di negara ini, terakhir kali aku dengar kamu berada di Jerman ? " ucap Reynaldi mengajak teman wanitanya duduk


" Aku ada keperluan perusahaan disini, kebetulan aku dapat job bertandang kesini " ucap Alexa


" Sekarang kamu tinggal dimana ? kenapa sulit sekali aku menghubungi kamu ? kau tahu aku mencarimu dan sangat merindukanmu ?! " ucap Reynaldi menatap sendu wanita yang dirindukannya


" Maaf ,, waktu itu aku kehilangan tasku , hp ku ada di dalamnya , dan aku tidak bisa mengabarimu karena aku tidak ingat nomor kontakmu " lirih Alexa merasa bersalah


Ya walaupun mereka sudah tidak menjalin hubungan sebagai kekasih tapi mereka masih saling mengabari sebagai teman , sangat menenangkan untuk Reynaldi karena masih bisa melepaskan kerinduannya walaupun hanya sekedar bertukar kabar .


" Tidak apa apa semua sudah berlalu, kamu tidak usah bersedih seperti itu , aku tidak ingin melihat wajah cantikmu seperti ini " ucap Reynaldi sambil merapikan anak rambut diwajah Alexa


" Kamu selalu yang terbaik Rey, terima kasih sudah mencintaiku sampai detik ini , aku merasa tidak enak hati karena kamu tahu sendiri aku hanya menganggapmu sebagai teman " gumam Alexa


" Tidak masalah , bagiku selalu bisa mendengar suaramu dan melihat wajahmu itu sudah cukup bagiku " Reynaldi tersenyum hangat " Sekarang tujuanmu kemana ? aku akan kembali ke indonesia, karena sudah hampir satu tahun setengah aku berada di sini mengurus perusahaan papa " ucap Reynaldi

__ADS_1


" Aku akan kembali ke Indonesia dan menetap disana karena bosku membuka perusahaan cabang baru disana dan aku dipercaya menjadi pimpinannya " ucap Alexa


" Lalu yang mengurus perusahaan kamu siapa ? " tanya Alexa lagi


" Woow kabar bagus untukku ! " senyum senang Reynaldi " kebetulan ada seketarisku yang meng handle pekerjaanku disana dia luar biasa " ucap Reynaldi bangga memiliki seketaris yang bisa diandalkan saat dibutuhkan


" Sudah waktunya pesawatku akan berangkat sekarang , apa kita satu tujuan ? " ucap Alexa setelah mendengar pemberitahuan yang diumumkan barusan


" Ya ayo kita berangkat kita satu tujuan " ucap Reynaldi melirik Alexa dan beranjak dari kursinya


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 16 jam 45 menit, akhirnya Reynaldi dan Alexa tiba di Indonesia


Mereka keluar dari bandara dan dijemput oleh sopir Reynaldi kebetulan saat tiba hari sudah gelap


" Tunjukan tempat tujuanmu aku akan mengantarnya " Ucap Reynaldi melirik Alexa yang duduk disampingnya


" Antar aku ke apartemen xxx , dan ya ini nomorku yang baru kamu bisa menghubungiku lagi sekarang " Alexa tergelak sambil menepuk paha Reynaldi


" Baiklah , aku akan menghubungimu setelah sampai nanti " ucap Reynaldi penuh semangat


" Mau mampir dulu? " ucap Alexa saat menekan kode kunci apartemen


" Tidak terima kasih, sudah malam istirahatlah ! " ucap Reynaldi " Dan jangan lupa mengundangku kemari " Reynaldi mengusap pucuk kepala Alexa


" oke, pulanglah jika tidak akan mampir dulu " kata Alexa


Reynaldi pun berpamitan dan beranjak dari tempat Alexa sepanjang jalan keluar gedung apartemen Reynaldi tersenyum bahagia . Mobil yang ditumpangi Reynaldi sudah sampai di depan gedung apartemen . Reynaldi turun dan melangkahkan kaki panjangnya masuk ke dalam apartemen miliknya .


Reynaldi langsung membersihkan dirinya dan berganti pakaian dengan piyama dan membaringkan tubuhnya di ranjang king size yang berada dikamarnya , duduk bersandar sambil memandangi foto dirinya dan Alexa saat mereka masih menjadi pasangan kekasih .


Rasa cintanya yang besar mampu membutakan hatinya walaupun ia tahu kalau Alexa sudah tidak mencintainya lagi, dan ia sangat tahu kalau Alexa memilih berpisah dengannya untuk bersama laki laki yang sekarang menjadi tunangannya sekaligus merangkap bosnya Alexa.


Tidak masalah baginya Alexa memilih laki laki lain asalkan melihatnya bahagia, Reynaldi merasa tenang walaupun rasa cemburu yang bergejolak ia harus menahannya dan bersikap seperti biasa agar tidak kehilangan Alexa .


Hatinya yang teriris saat melihat wanitanya bermesraan dengan laki laki lain ia abaikan , asalkan ia dan Alexa masih bisa berhubungan baik walaupun hanya sebatas teman .

__ADS_1


Alexa wanita yang pertama mengisi hatinya, sampai detik ini tidak ada yang mampu menggantikan posisi Alexa di hati Reynaldi, baginya Alexa wanita satu satunya yang mampu menggetarkan hatinya, hatinya sudah terkunci untuk wanita lain .


,,,,@@@@,,,


Pagi harinya Reynaldi sudah bersiap ke kantor karena banyak pekerjaan yang tertunda yang harus segera dituntaskannya setelah kepergiannya yang cukup lama, walaupun sudah sebagian pekerjaannya dituntaskan Rinjani tetap saja ada hal hal yang harus Reynaldi tangani sendiri .


Saat sudah tiba di kantornya Reynaldi masuk ke ruangannya ia melihat sosok wanita yang ia kenali sedang memunggunginya membereskan meja kerjanya


Tubuh wanita itu nampak berisi dari sebelumnya , rambut indah terurai panjang dan nampak sangat cantik karena perawatan yang ia lakukan .


" Rinjani ??! " Ucap Reynaldi mengerutkan keningnya


Mendengar ada yang memanggil Rinjani membalikkan tubuhnya spontan ia bersorak dan memeluk sahabat sekaligus bosnya itu .


Sedangkan yang dipeluk secara mendadak mematung dan dengan spontan menelan salivanya , perasaannya berbeda dari sebelumnya ,Reynaldi menepis perasaan itu mungkin ini hanya kerinduannya kepada sahabatnya yang sudah lama tidak berjumpa .


" Kapan kamu kembali kesini, kenapa ga kabarin aku ? " ucap Rinjani melepaskan pelukannya


Sedangkan yang ditanya masih bengong mematung memandangi Rinjani tanpa berkedip .


" Hey , kamu kenapa Rey ? apa kamu sakit ? atau masih cape ? kenapa masuk kantor dulu ? biar aku yang handle untuk hari ini ! " ucap Rinjani melambaikan tangannya didepan wajah Reynaldi


" Ah ,, tidak ,, aa,, ku baik baik saja " kata Reynaldi terbata karena sedikit kaget dan entah apa yang yang dirasakannya sekarang ,mengapa ia mendadak gugup saat menatap Rinjani .


Saat ini Reynaldi dan Rinjani duduk bersebelahan karena Rinjani menunjukkan beberapa berkas yang harus ditandatangani langsung oleh bosnya . Perasaan Reynaldi tidak menentu sekarang ia sedang mendengarkan penjelasan Rinjani tentang perusahaan saat dirinya tidak ada , tapi ia tidak menyimak dengan baik .


Matanya menatap tajam Rinjani mengartikan perasaannya yang sekarang dirasakannya , tanpa disadarinya Rinjani sudah menyodorkan berkas untuk ditandatanganinya,


" Bos , ini berkasnya " Ucap Rinjani heran dengan sikap bosnya yang banyak melamun menurutnya


" Ah ya simpan saja dimejaku , sepertinya aku masih kelelahan Rin " Reynaldi mengusap kasar wajahnya dan bangkit dari duduknya menuju kursi kebesarannya .


" Oke, kalau kamu membutuhkan sesuatu panggil aku saja, aku kembali ke mejaku ! " kata Rinjani menyimpan berkas dimeja Reynaldi dan melangkahkan kaki keluar ruangan menuju meja kerjanya .


bersambung

__ADS_1


Mohon dukungannya reader , semoga menghibur


__ADS_2