
Maura gadis manis nan cantik bermata coklat, berkulit putih bersih,dengan hidung yg mancung khas orang Chinese..harusnya gadis itu tumbuh menjadi gadis yang manis nan riang.namun sekarang dia tumbuh menjadi gadis bermata sayu yang pendiam karena banyak menyimpan kesedihan yang tiada usai
tak seorang pun yang menginginkan kehadiran Maura di dunia ini kecuali sang ibu tercinta yang sudah lama meninggal.bahkan dia di benci oleh ayah kandung nya sendiri (Sagara bramastio). ayahnya sangat membenci Maura sedari dia dilahirkan.
bukan tanpa alasan ayah nya sangat membenci Maura. karena kehadiran Maura di didunia.ia harus kehilangan sang istri yang begitu dia cintai.
Ayana Liem,ibu Maura yang meninggal setelah melahirkan Maura.yang membuat sang ayah merasakan kehilangan yang begitu dalam.setiap memandang Maura dirinya akan selalu mengingat sang istri tercinta yang membuatnya kian membenci Maura.
POV Maura usia 7 tahun
di balik daun pintu yang sedikit terbuka nampak seorang anak perempuan yang kurus tak terurus dengan pakaian lusuh nya mengintip acara ulang tahun yang di gelar dengan sangat mewah.dia adalah Maura.
berbagai balon berwarna warni menghiasi setiap sudut ruangan tak lupa terlihat kue ulang tahun menjulang tinggi dengan bertabur hiasan bergambar princess.
pesta itu adalah pesta ulang tahun saudara tirinya yang digelar sangat mewah oleh ayah dan ibu tirinya.nampak seorang gadis kecil di apit oleh kedua orang tua yang sangat bahagia sedang meniup lilin.riuh suara dalam ruangan dengan tepuk tangan membuat pesta kian meriah.
__ADS_1
namun Maura yang mengintip tersenyum getir... berharap dirinya pun ada diantara kedua orang tuanya.
kruuuuk...
suara dalam perut Maura berbunyi tanda dia sedang kelaparan.
"aduh... laparnya.seru Maura Sambil memegangi perut kurusnya.Maura kembali melihat ruangan pesta berharap pesta segera usai.karena ia ingin sekali mencicipi hidangan yang di pesta.lama ia menanti pesta usai hingga dia tertidur guna meredam rasa lapar.hingga malam pun tiba dan pesta pun telah usai.
Maura terbangun dan memberanikan diri untuk masuk ruangan... dia menghampiri saudaranya yang sedang membuka satu persatu kado dengan sangat antusias...
"mau apa kau kemari hah... membuat ku ingin muntah saja ckk... ucap Cicilia yang memandang kearah Maura dengan tatapan jijiknya.
"Cicilia boleh aku minta sepotong kue ulang tahun mu.. aku sangat lapar dari pagi belum makan apapun.seru Maura
"tidak boleh.. enak saja kau meminta kue ku... hmm sana pergi aku tidak mau melihat muka mu yang jelek itu.. kau selalu saja mengganggu kebahagiaan ku.. sana.ucap Cicilia yang tergambar kebencian.
__ADS_1
Maura perlahan menjauh dari Cicilia berjalan gontai tertunduk.dia melihat kearah sang ayah yang sedari tadi memperhatikan dirinya dan saudara tirinya.saat ini Maura berharap ayahnya akan membela nya.. namun sang ayah menatapnya dengan sorot kebencian terhadap Maura.membuat hati maura semakin sakit teriris.
sang ayah melangkah melewati tempat Maura berdiri tanpa melihat kearah Maura.malajukan langkahnya menuju tempat saudaranya yang sedang membuka kado dengan bahagia. Sagara menghampiri anaknya dengan berjongkok dan mencium kening Cicilia penuh cinta.
sedang Maura yang menyaksikan adegan itu sangat teriris hatinya.. melangkah pergi dari ruangan itu menuju dapur dengan air mata yang tak bisa ia bendung lagi.
"ayah aku pun ingin kau peluk dan cium.. kapan ayah akan menerima kehadiranku... hiks.... hiks..
"sabar Maura suatu saat ayah akan menyayangimu juga.cukup menjadi anak yang baik sampai hari itu tiba Maura.. batin Maura
itu lah sepenggal kisah Maura kecil..
Maura tumbuh dengan begitu banyak kepahitan dalam hidupnya.jelas Maura sangat tidak di inginkan walau Maura tinggal di rumah yang mewah Maura tak pernah di anggap ada.Status Maura di rumah itu pun tak jauh berbeda dengan status Art di sana.berbeda dengan Cicilia yang mempunya kamar mewah.Maura tidur di samping kamar mandi di dekat dapur bersama para art lain nya.terkadang para art sangat bingung dengan keberadaan Maura yang selalu menyebut sang tuan rumah dengan kata ayah.namun perlakuannya tidak seperti seorang ayah kepada anaknya.
perbedaan kasih sayang pun terlihat semakin jelas kala Maura yg di sekolahkan di sekolah biasa yang jauh dari rumah nya.Maura harus berjalan kaki ke tempat sekolahnya..sedang Cicilia bersekolah di sekolah kalangan elit.. dengan di antar jemput oleh supir pribadi.di dalam rumah sering kali Maura mendapat siksaan kala dia tidak mengerjakan tugas rumah dengan benar namun tak pernah sekalipun sang Ayah membelanya.semua art yang sering menyaksikan Maura di siksa pun tak bisa berbuat apa apa..
__ADS_1
namun Maura harus selalu bertahan karena Maura masih menggantungkan harapan suatu saat nanti dirinya akan menerima cinta dari sang ayah.Maura yakin hari itu pasti ada.