Dendam Maura

Dendam Maura
kematian Rayyan


__ADS_3

Maura mencoba berlari sekuat yang dia bisa,dia mencoba bersembunyi di balik semak yang cukup rimbun sambil menatap kearah Rayyan yang saat ini sudah terbaring lemah di tengah jalan. dengan tangis yang dia tahan dia melihat Rayyan yang sudah dalam keadaan sekarat. Maura ingin sekali mencari pertolongan namun kondisinya saat ini sudah tengah malam dan jalanan itu pun sangat sunyi. hal itu membuat Rayyan ataupun Maura tak bisa meminta pertolongan pada siapa pun.


walaupun seluruh tubuh Maura begitu kesakitan saat ini dengan air mata yang tak berhenti mengalir segenap doa dia panjatkan untuk keselamatan mereka berdua.


di sisi lain Rob dan para bodyguard nya turun dari kendaraan masing masing menghampiri Rayyan yang sudah tergeletak dengan luka di kepala yang mengeluarkan cukup banyak darah. Rob menghampirinya dan dan menendang tubuh Rayyan sekuat tenaga. hal itu membuat Rayyan terbatuk batuk saking kerasnya tendangan itu. Rayyan yang kesakitan hanya bisa meringis menahan sekuat nya. saat ini Rayyan sudah tau nyawanya akan segera berakhir dan di sisa tenaganya Rayyan tersenyum sinis pada Rob.


"kau.. tak... akan bisa... mendapatkannya.... Suara Rayyan terbata bata.


"masih bisa bicara ternyata bajingan tengik ini, sudah sekarat pun kau masih angkuh hah...


Door....' Rob menodongkan pistol yang ada di tangannya pada telapak tangan Rayyan dan melepaskan satu amunisi sehingga tangan Rayyan kembali mengeluarkan darah.

__ADS_1


"ini semua salahmu yang menghancurkan hari ku... pergilah ke neraka... ' sahut Rayyan yang sudah di ambang kematiannya


Dorr.... kembali Rob yang sangat marah menembuskan satu tembakan tepat di kening Rayyan sehingga Rayyan pun tewas seketika.


ahhhhhh.... aku jadi mengotori tanganku ini gara gara bajingan tengik ini.. sialaaan....!! bentak Rob.


bukkk... bukk... !! Rob yang masih di liputi amarah menendang nendang tubuh Rayyan yang sudah tak bernyawa.


Maura yang melihat kejadian itu hanya bisa membekap mulutnya sendiri,, tubuhnya bergetar hebat rasa takut sudah menjalar ke seluruh tubuhnya. tak pernah terbayangkan dirinya melihat hal yang mengenaskan di hadapannya. terlebih orang yang dia cintai yang menjadi korban kebrutalan iblis itu.


Maura perlahan mundur... walau langkah kaki nya seperti tak bisa di gerakan, sekuat yang dia mampu dia ingin pergi dari situ... Maura menyeret satu kakinya yang tak bisa di gerakan akibat syok terus melangkah tertatih tatih dan berteriak meminta pertolongan dengan tangisan, berharap seseorang yang akan menolongnya..

__ADS_1


tiba di sebuah jembatan dirinya sudah tidak bisa kemana mana lagi karena para bodyguard sudah menghalau langkahnya. sadar diri sudah terperangkap Maura menepikan dirinya ke sisi jembatan dan menaiki bibir jembatan. di bawahnya terdapat sungai dengan arus yang lumayan deras. Maura melihat ke bawah sungai dan memandang Rob dan Bodyguard nya. saat ini dirinya sadar sudah tak bisa selamat.Maura memilih mati dari pada harus menjadi budak nafsu sang iblis.


tanpa pikir panjang Maura melompat ke sungai... namun sebelumnya Rob melepaskan satu tembakan yang mengenai bahu Maura.


"tuhan... selamatkan aku... aku ingin hidup...' lirih Maura dalam hatinya.


byurrrr....'


tubuh Maura pun masuk ke dalam sungai dan terombang ambing di sungai yang cukup deras. sementara Rob hanya mampu teriak frustasi. dan memerintahkan bodyguard nya untuk menyusuri sungai Guna mencari keberadaan Maura.


"maaf bos kami tidak menemukannya.. seru salah satu bodyguard.

__ADS_1


""arrrgh... sial... ? ayo kembali.. kau bereskan motor itu. dan buat seolah olah terjadi pembegalan. biarkan mayatnya di sana. aku akan menghubungi kenalanku untuk membereskan kekacauan ini. titah teriak Rob pada salah satu bodyguard nya.


__ADS_2