Dendam Maura

Dendam Maura
pulang


__ADS_3

Maura kini telah kembali ke RS. dan dirinya tengah berbaring di ranjangnya,tak berselang lama Ivan pun datang. dia pun langsung masuk ke ruangan Maura. nampak Maura yang terbaring sambil menutup mata dengan lengannya,Ivan yang melihatnya seperti Maura tengah menangis.. tentulah Ivan tau mengapa Maura sedih karena dia tak bisa bertemu dengan Rayyan untuk yang terakhir kalinya.


"Maura ... boleh kamu membuka matamu sebentar.. ada yang harus kamu lihat. cobalah duduk sebentar Maura. "


Maura pun langsung melihat siapa yang datang dan segera menghapus air matanya. dengan di bantu Ivan, Maura mencoba untuk duduk dan bersandar. Ivan pun langsung duduk di kursi dekat ranjang Maura. dia merogoh saku jaketnya dan mengambil hp. di bukanya layar hp itu dan di perlihatkannya pada Maura sebuah foto laki laki yang terbaring dalam peti mati. nampak laki laki itu sangat tampan dalam balutan jas hitamnya.


Maura hanya bisa menangis.. sungguh dia tak menyangka kekasihnya pergi untuk selama lamanya demi menyelamatkan nya. Maura mengingat Kata kata terakhir yang diucapkan Rayyan. ( aku mencintai mu ).


kata kata itu terus saja terngiang-ngiang di telinga Maura. terbersit rasa penyesalan pun muncul dalam batin Maura. kenapa dirinya harus melibatkan Rayyan. jikalau Rayyan tak datang saat itu pasti Rayyan masih hidup saat ini.


hari itu awan duka muncul dalam ruangan Maura pun


...----------------...


seminggu sudah Maura di rawat di RS. dan akhirnya Maura di izinkan untuk pulang karena kondisi Maura sudah membaik. sebelumnya Maura melakukan beberapa tes terlebih dahulu untuk mengetahui ada tidak nya luka dalam. dan untungnya tidak terdapat luka di dalam tubuh Maura.

__ADS_1


ajaib memang mengingat kejadian itu yang membuat Maura terjatuh dari Motor yang melaju dengan kecepatan tinggi. dan terombang ambing di sungai,terlebih dengan luka tembak yang di milikinya. namun saat ini yang tertinggal hanya beberapa luka lebam dan goresan saja Yang masih nampak.


pagi ini Maura sudah membersihkan dirinya dan sedang duduk di tepi ranjang.nampak dirinya tengah memikirkan sesuatu saat ini. dan datanglah para penyelamat keruangan dengan senyum yang mengembang. raut kebahagiaan terpampang jelas dari keduanya.


"kamu sudah membereskan barang barang kamu..? tanya dokter Vero


"sudah dok. tapi... saya tidak tau harus pergi ke mana... jawab Maura.


"kamu bisa tinggal di rumah saya saja gimana... ! kebetulan saya hanya berdua dengan suami saya. ucap dokter Vero.


"ahhh... tidak dok.. saya tidak bisa. saya tidak mau membebani dokter lagi... tolak Maura


kedua nya pun terdiam menatap Ivan. namun Ivan yang menyadari mereka salah paham akhirnya meluruskan nya.


"ahhh .. ini tidak seperti yang kalian bayangkan. kebetulan apartemen saya kosong dan saat ini saya tinggal dengan orang tua saya. jadi kalau Maura mau Maura bisa tinggal di sana sampai kapan pun Maura mau... begitu...?? Ivan yang berusaha menjelaskan.

__ADS_1


"gimana Maura.. tanya Ivan.


"terima kasih banyak semuanya.. saya gak tau kalau gak ada kalian yang menolong saya mungkin saya sudah gak ada saat ini.' ucap Maura sambil menggenggam tangan keduanya.


"tapi saya gak mau merepotkan kalian. saya gak mau jadi beban bagi kalian...!kalau boleh saya ada satu permintaan.. boleh kah saya meminta pertolongan..?


" memangnya apa Maura... kalau kamu bisa tentu kamu bantu kamu. imbuh dokter Vero


"saya ingin meminjam uang untuk sewa kos.. saya janji setelah saya dapat pekerjaan saya akan kembalikan uangnya.


"tidak Maura.. itu bahaya buat kamu... saat ini kan masih banyak yang mencari kamu...? kalau mereka menemukan kamu gimana?? tanya dokter Vero


"iya Maura lebih baik kamu di apartemen aku aja.di sana aman, kamu jangan khawatir Maura saya akan sering nengokin kamu. terlebih saat ini kamu harus tau apa yang kamu lakukan ke depannya.'kamu harus merencanakan sesuatu. jawab Ivan.


Maura memandang keduanya dan langsung membuat keputusan.

__ADS_1


"baiklah saya akan tinggi di apartemen Kamu aja. putus Maura..bukan tanpa alasan mengapa Maura memilih tinggal di apartemen dari pada ikut dokter Vero, karena dokter Vero yang sudah berkeluarga Maura takut nanti hubungan dengan suaminya bermasalah akibat dirinya


setelah sampai di apartemen Ivan. Maura melihat lihat dalam apartemen itu. nampak sebuah rumah yang elegan dengan khas laki laki di sana.karena tak banyak memiliki perabotan rumah tangga jadi meninggalkan kesan luas.Ivan menunjukan kamar yang akan di tempati Maura tepat samping kamar milik Ivan. namun selama Maura di sini Ivan akan tinggal di rumah orang tuanya..


__ADS_2