
di sebuah rumah sakit, tepat di ruang UGD rumah sakit itu, nampak seorang dokter dan beberapa petugas medis lainnya yang sedang berjibaku guna menyelamatkan seorang pasien yang sedang mempertaruhkan nyawanya..
keadaanya begitu menegangkan dan sangat mencekam.. mungkin jika seorang pria dan seorang dokter itu terlambat membawanya pastilah wanita itu tinggalkan jasad.hampir satu jam lamanya para dokter mencoba menyelamatkan pasien itu dan akhirnya kondisi pasien itu sudah melewati masa kritisnya. semua dokter pun akhirnya bisa bernafas lega..
Maura
di tengah derasnya sungai yang gelap di malam hari.. dan dalam keadaan terombang ambing, sekuat tenaga yang tersisa Maura bertahan dengan terus berdoa dalam hati berharap sebuah keajaiban akan menghampirinya.
"tuhan.. tolong aku...! mah.. tolong aku... ! batin Maura.
jauh dari tempat kejadian malam itu tubuh Maura di temukan oleh seorang pria yang hendak mengambil air sungai di pagi harinya. tubuh Maura di temukan dalam keadaan telungkup dengan mengenaskan.
"ma.... ma... mayaaaat... ada mayat tolong....??? seru pria yang berprofesi sebagai supir angkutan umum itu.
"tolong .. mayat.. .?? seketika orang orang pun berhamburan menuju tempat itu.tak jauh dari sana seorang dokter yang kebetulan melintas dan seorang mahasiswa yang hendak berangkat ke universitasnya pun merasa penasaran dan menghampirinya.
Dokter Veronica dan Ivan Mahardika.
dokter itu pun mendekat kearah yang di duga mayat perempuan dalam kondisi telungkup. yang di duga mayat perempuan itu adalah Maura. karena dari pakaian yang ia pakai, adalah gaun yang sama yang ia pakai malam itu. gaun berwarna merah marun dalam keadaan sudah banyak terkoyak akibat goresan saat Maura terseret derasnya air sungai.
dokter Vero pun menghampiri dan menyibakkan rambut yang menghalangi wajah nya. keadaannya yang sangat tragis bertabur luka di mana mana. dan penuh dengan lumpur sampai wajahnya pun tak bisa di kenali lagi. dia memegang leher wanita itu guna mencari urat nadinya. dan betapa terkejutnya dokter Vero merasakan nadi wanita itu masih ada. kemudian dia meraih pergelangan tangan nya dan memeriksanya kembali. dan ternyata benar wanita itu masih hidup walau keadaan nya sangat lemah.
dokter Vero pun berdiri dan menelentangkan tubuh Maura, dan ternyata baju bagian depannya sudah tak menutupi tubuh Maura. secepatnya Ivan yang menyaksikan peristiwa itu pun langsung membuka jaketnya untuk menutupi bagian atas tubuh Maura.
"Dia masih hidup.. ayo tolong bawa dia ke rumah sakit.. ayo cepat... dia masih bisa di selamatkan.! bawa dia ke mobil saya.. itu di sana...?? pungkas dokter Vero yang setengah berteriak pada orang orang di sana.
mendengar perkataan dokter Vero,, Ivan pun langsung mengangkat tubuh Maura yang sudah tak sadarkan diri dan setengah berlari menuju mobil yang terparkir tak jauh dari lokasi kejadian.
sebelumnya Ivan hanya ingin menolong Maura sampai masuk ke dalam mobil selebihnya ia tak ingin terlibat lebih jauh lagi. namun malah di cegat oleh dokter Vero.
"kamu mau kemana.. ayo masuk bantu aku.. aku tak bisa membawanya sendiri. cegat dokter Vero.
"tapi saya mau berangkat kuliah. saya sudah hampir telat pungkas Ivan.
"gak mau tau ayo masuk bantu aku.. kalo mau bantu orang Jangan setengah setengah..' seru dokter Vero sambil mendorong Ivan masuk ke dalam mobil. dan mobil pun melaju ke sebuah rumah sakit tempat dokter Vero bekerja.
Di ruang intensif rumah sakit kini Maura terbaring lemah hampir seluruh tubuhnya begitu banyak luka sobekan.ada beberapa yang di jahit saat itu tak terkecuali luka akibat tembakan peluru di bahu kirinya.mata kanan Maura yang bengkak berwarna keunguan dan pelipis yang sobek serta luka di bibir sehingga bibir Maura yang sangat bengkak.sungguh mengenaskan melihat kondisi Maura saat ini. Maura sungguh beruntung karena masih diberikan nafas oleh tuhan saat ini.mengkin ini adalah doa dari orang yang sangat putus asa saat itu.
sementara di sebuah ruangan lainya para Dokter sedang berbincang tentang kondisi Maura.mereka begitu iba atas kejadian ini.mereka berharap Maura cepat sadar supaya cepat mengetahui hal itu.
__ADS_1
sedang di luar ruang rawat Ivan masih terduduk menutup wajahnya dengan kedua tangan. sungguh ini adalah hari sialnya batin Ivan. dirinya masih menunggu pasien wanita yang tak di kenalnya sama sekali karena takut dengan Dokter tadi yang juga membantu menyelamatkan wanita itu.
"terima kasih sudah membantu saya... seru dokter Vero sambil tersenyum.. dokter Vero yang telah melihat pria penolong yang membantu nya itu. kemudian menghampirinya. dia pikir pria itu benar benar baik. terbukti saat ini pria itu masih setia menunggui pasien.
"iya Dok.. gimana keadaanya..?? tanya Ivan.
"saat ini udah baik... dia berhasil melewati masa kritisnya.. beruntung sekali dia yang masih di berikan kesempatan untuk hidup..'
ohh iya.. nama kamu siapa..!! balas dokter Vero.
"saya Ivan dok.tadi saya mau berangkat kuliah he.. he,'
"saya Veronica.. saya dokter bedah di RS ini.' timpal Vero.
"karena kondisinya sudah membaik.. kamu bisa pulang Ivan.. biar saya yang menjaganya malam ini.saya akan tidur di sini..' lanjut Dokter Vero.
"ohh begitu .. ya sudah dok saya akan pulang.tapi tolong kabari saya kalau wanita itu sudah sadar ya dok.. timpal Ivan.
"okk... saya minta nomor telepon mu... nanti kalau wanita itu sudah sadar saya kabari." lanjut Dokter Vero.
"iya... silahkan dok.. !! jawab Ivan.
dan setelah percakapan nya dengan dokter,Ivan pun memutuskan untuk pulang karena sedari pagi dirinya sudah berada di rumah sakit.
dokter Vero pun memutuskan untuk beristirahat di ruang kerjanya terlebih dahulu. namun baru beberapa langkah... dokter Vero pun merasakan ada tangan yang memegang ujung bajunya. ditengok lah kearah ranjang yang terdapat Maura di sana.ternyata Maura sedang berusaha untuk membuka matanya.. sepertinya sangat berat hanya membuka matanya saja.
Dokter Vero pun kembali ke sisi ranjang dan memeriksa kondisi Maura. setelah beberapa saat Maura pun bisa membuka matanya dan menatap ke arah langit langit ruangan itu.
Maura saat ini sudah tersadar.. namun dirinya belum bisa berbicara. hanya terdiam dengan tatapan kosong dan terus berurai air mata. dokter Vero yang masih mendampingi pun hanya bisa membantu mengusap air matanya dengan tisu.saat ini dokter Vero mengerti dengan terguncangnya pasien yang ada dihadapannya. seakan tau pasti banyak sekali yang di pikirkan oleh pasien itu.dokter Vero hanya mampu membuat ruang agar Maura bisa menumpahkan semuanya dalam tangisan.
cukup lama Maura terisak dalam tangisan hingga dirinya pun kembali terlelap setelah beberapa perawat memeriksa keadaanya.waktu menunjukan dini hari,dokter Vero yang melihat pasien itu tertidur pun langsung beranjak pergi untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Pagi hari pun tiba.. Dokter Vero yang sudah bangun pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. hari ini dirinya harus melakukan aktifitasnya sebagai seorang dokter.setelah rapi dengan setelan jas dokter nya... dokter Vero pun kembali mengunjungi pasiennya.di lihatnya ada seorang laki laki yang sedang duduk di kursi dekat ranjang Maura berada.dokter Vero pun menghampirinya. dan seperti dugaannya dia adalah Ivan.
"Ivan.. seru dokter Vero.Ivan pun menoleh ke arah suara dan tersenyum.
"selamat pagi dokter.... sapanya. kemudian beranjak berdiri dan di sambut dengan anggukan dari dokter Vero. kemudian dokter Vero pun melihat kondisi Maura yang masih terlelap.
"semalam dia sudah sadar.. namun hanya menangis.. dan kembali tertidur. jelas dokter Vero.
"syukurlah. jawab Ivan.
"hari ini kamu kuliah.. ? tanya dokter.
__ADS_1
"iya Dok.. sebentar lagi saya harus pergi kuliah,soalnya kemarin saya bolos... hehehe... lanjut Ivan.
"ya sudah silahkan.. biar saya yang jaga dia. ucap Dokter Vero. kemudian Ivan pun berpamitan pada dokter Vero dan tinggallah dokter Vero saat ini yang berada di sisi ranjang Maura.tak lama Maura pun terbangun dari tidur nya.Maura menatap ke sekeliling dan masih dengan suasana yang sama.
dokter Vero yang tau pun langsung mendekati Maura
"kamu sudah bangun... gimana kondisimu..apa kamu haus..? tanya dokter Vero.dan Maura pun mengangguk setelah beberapa saat,kembali dokter Vero bertanya pada Maura.
"baiklah.. bisa saya bertanya siapa namamu?? tanya dokter Vero.
"Maura ... lirih nya.
"boleh saya tau keluarga mu di mana,, biar saya bisa menghubungi mereka.' dan Maura pun hanya menggelengkan kepalanya sambil terisak menangis kembali.
"baiklah... jangan menangis lagi... saya tidak akan bertanya apapun saat ini.jika kamu sudah siap kamu boleh cerita pada saya... ohh iya kenalkan saya dokter Vero, saya yang menemukan mu dan membawamu rumah sakit ini.jadi saya adalah wali mu saat ini okk...!! jelas dokter Vero melihat respon dari Maura yang masih dengan isakan dokter Vero pun menyudahi percakapan nya karena saat ini dirinya sudah harus bertugas kembali sebagai dokter.
dan berpamitan pada Maura.
beberapa perawat datang dan mulai melakukan tugasnya.
tepat pukul 2 sore hari... dokter Vero kembali untuk menemui Maura.di lihatnya Maura yang nampak sudah tenang saat ini.
Maura melihat dokter Vero menghampirinya,, sedikit senyum nampak dari bibirnya.terlihat Maura nampak sudah bisa tegar dan menerima kenyataanya.
sampai di sisi ranjang,, dokter Vero menanyakan kembali bagaimana keadaanya saat ini.dan Maura sudah mulai bisa menjawabnya.terlihat beberapa percakapan kecil yang membahas dirinya sebagai dokter pada Maura.itu sengaja dia lakukan agar Maura bisa lebih mengontrol emosi nya.
"sudah berapa lama dok saya disini..' tanya Maura.
"ini sudah hari ke dua.' jawab dokter. kemudian Maura Pun kembali terdiam.saat ini diri menyadari tentang Rayyan.
"dokter.. apakah saat menemukan saya dokter menemukan orang lain dengan kondisi yang sama dengan saya... ? tanya Maura.
"tidak.. saya hanya menemukanmu saja Maura.apa ada orang lain saat itu yang sama denganmu? tanya dokter Vero.namun Maura pun kembali terdiam. pada saat itu muncul lah Ivan.yang sudah selesai dengan jam kuliahnya.rasanya sangat senang melihat wanita yang dia tolong sudah sadar.Ivan pun menghampirinya.
"Hai dokter .! sapa Ivan. dan di sambut dengan senyuman oleh dokter Vero.
"Maura ini Ivan... dia yang membantu saya waktu nolong kamu.. jelas Dokter Vero.
"hai... gimana kondisi mu saat ini... ? tanya Ivan.
"baik.. terima kasih sudah nolong saya. ucap Maura.
"baiklah.. karena sudah ada Ivan.. saya mau pamit untuk pulang terlebih dahulu.dari kemarin saya belum sempat untuk pulang ke rumah.jelas dokter Vero.
__ADS_1
"silahkan dok.. biar malam ini saya yang temani dia. jawab Ivan.dan dokter Vero pun berlalu dari Kamar rawat Maura.yang menyisakan Maura dan Ivan.tak banyak yang mereka bicara kan menyisakan pikiran keduanya masing masing.