Dendam Maura

Dendam Maura
kisah pilu


__ADS_3

malam hari pun tiba... Maura yang sedari tadi sore sudah tertidur akhirnya terbangun. dilihatnya ke samping masih ada Ivan yang menemaninya. Ivan yang belum menyadari Maura terbangun masih sibuk dengan handphone nya.


"boleh saya pinjam hp kamu.. 'tanya Maura. dan Ivan pun langsung menoleh setengah kaget melihat Maura yang sudah bangun.


"Ohh.. kamu sudah bangun rupanya... ini..'!! Ivan Pun memberikan hp nya pada Maura. dan Maura pun langsung menerimanya. Maura bermaksud untuk mencari tau bagaimana keadaan Rayyan saat ini. dirinya masih mengingat kejadian naas yang menimpa Rayyan malam itu dan Maura berharap Rayyan pun akan selamat seperti dirinya.


Maura memasukkan nama Rayyan dalam kolom pencarian. dan berita tentang kematian Rayyan pun langsung mengisi layar hp itu... kematian Rayyan sendiri bisa masuk ke pemberitaan karena Rayyan bukanlah orang sembarangan. kedua orang tua Rayyan yang menetap di Turki adalah seorang pengusaha yang cukup berpengaruh.


Maura yang melihat gambar peti mati dan foto Rayyan di dalam berita itu pun sampai menjatuhkan hp nya. hal itu tak luput dari perhatian Ivan. Maura tak bisa membendung lagi air matanya. dadanya sangat sakit melihat itu dan itu membuat Maura hanya meraung Raung dengan tangisannya yang menggelegar ke seluruh ruangannya.


ahhhhhhh.... Rayyan.. hiks... hiks... Rayyan aku mohon jangan tinggalin aku Ray... hiks... hiks..


melihat Maura yang histeris sambil memukul mukul dadanya sendiri, ?Ivan pun memencet tombol untuk meminta bantuan. tak berselang lama para perawat pun datang dan mencoba menenangkan Maura. Maura yang histeris pun akhirnya di beri suntikan penenang dan perlahan mulai bisa mengontrol emosinya hal itu membuat Maura kembali tertidur.


sedangkan Ivan yang masih bingung dengan keadaan Maura pun hanya terdiam di luar ruangan. Ivan pun mengalihkan pandangannya terhadap hp yang di pinjam oleh Maura tadi. dan di lihatnya berita kematian seseorang di hari yang sama saat dia menemukan Maura. Ivan terus menerus melihat isi dari berita itu. guna ingin mencari tau siapa laki laki itu dan apa hubungannya dengan Maura namun tak ada satu pun berita tentang siapa Maura di sana.


 


sementara di sebuah gedung saat ini masih di adakan upacara kematian.. terdapat banyak papan karangan bunga bela sungkawa. dan orang orang yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa.


di dalam sebuah peti mati yang masih terbuka. nampak wajah Rayyan yang tampan memakai setelan jas hitam dan terdapat perban di dahinya. saat ini adalah malam ketiga dan besok Rayyan akan di makamkan. sebelumnya keluarga telah melakukan otopsi pada jenazah Rayyan guna mengetahui penyebab kematiannya. dan hasil nya akan di umumkan besok setelah pemakaman Rayyan.


terlihat para sahabat mendampingi Rayyan di malam terakhirnya. nampak raut wajah ke empat sahabatnya yang pucat pasi. tentu tak menyangka sahabatnya sudah meninggalkan mereka.


padahal beberapa hari yang lalu mereka masih bersama. dan malam terakhir mereka bertemu ketika Rayyan pamit untuk mencari Maura. kerena Maura mengirim pesan sedang dalam bahaya. dan sekarang tinggal Maura lah yang menjadi saksi kunci tentang kematian Rayyan. sahabatnya tak akan mudah percaya bahwa kematian Rayyan karena pembegalan. karena mereka tau sendiri kalau Rayyan sangat jago berkelahi.

__ADS_1


 


kini di rumah sakit pun dokter Vero sudah datang.dan Maura masih memejamkan matanya. tepat jam 03.00 dini hari.. perlahan Maura membuka matanya.. di lihatnya dokter Vero dan Ivan sedang menunggui nya. dokter Vero yang menyadari Muara sudah bangun pun mendekatkan dirinya ke tepi ranjang. di genggamnya tangan Maura saat ini.


"dokter.. bisakah saya keluar rumah sakit hari ini... pinta Maura.


"tidak bisa Maura... kamu belum bisa pulang. kondisi kamu masih belum stabil.luka kamu pun belum sepenuhnya sembuh. jawab dokter Vero.


"tapi dokter saat ini saya ingin menemui seseorang... saya ingin bertemu untuk yang terakhir kalinya dok... pinta Maura sambil menangis.


dokter Vero tau siapa yang di maksud karena sebelum nya Ivan sudah menceritakannya.


"bisa saya tau apa yang sebenarnya terjadi pada kamu Maura.jika kamu menceritakannya mungkin saya bisa membantu kamu Maura..'


dengan sedikit bujuk rayu akhirnya Maura pun menceritakan semua kisah yang terjadi pada dirinya. hal itu membuat Dokter Vero dan Ivan yang mendengar nya begitu tak percaya. dan dokter Vero pun hanya bisa memeluk Maura sambil menitikkan air matanya.


bagaimana mungkin seseorang dengan tega melakukan perbuatan sekeji itu.dan hal itu membuat satu nyawa sampai melayang.


"dokter apa ada orang yang mencari keberadaan saya? tanya Maura


"saya rasa tidak Maura... jawab dokter Vero


"bisa kah rahasiakan keberadaan saya dari siapa pun.? pinta Maura


"kenapa Maura... mungkin saat ini keluarga mu telah mengkhawatirkan mu.. kamu beberapa hari ini menghilang.

__ADS_1


"tidak mungkin dokter... karena.... orang yang menjual saya adalah ibu tiri saya dok...??tolong rahasiakan keberadaan saya sekalipun ada yang mengaku ayah saya jangan biarkan orang itu tau saya masih hidup."


dokter Vero dan Ivan pun hanya menganga mendengar perkataan Maura barusan.mana mungkin seorang ibu bisa Setega itu.akhirnya dengan mendengar seluruh cerita Maura dokter Vero pun memutuskan untuk membantu Maura. keberadaannya akan dokter Vero rahasiakan. dari siapa pun,dan hal itu sangat mudah Bagi dokter Vero karena dia adalah salah satu pemegang saham terbesar di RS itu.dan untuk menyembunyikan identitas Maura bukan hal yang sulit baginya.


karena dokter Vero sudah mengetahui semuanya, akhirnya dia pun memboleh kan Maura untuk keluar dari RS dengan di dampingi oleh dirinya dan Ivan. Maura kini ingin menemui sang kekasih yang sudah bertaruh nyawa demi dirinya sebelum di kebumikan. dan pagi ini Maura sudah siap di kursi rodanya dengan di dampingi oleh dokter Vero dan Ivan menuju ke rumah duka.


saat sampai di rumah duka itu. dari kejauhan Maura menangkap sosok yang dia takutkan berada di sana. dua bodyguard Rob telah mengawasi rumah duka itu. untuk mengetahui apa yang terjadi di sana.


Maura langsung membalikan arah kursi rodanya menghindari pandangan orang orang itu.


"dokter... ayo cepat pergi dari sini dok. aku mohon..' pinta Maura.


"ada apa Maura... tanya dokter Vero sambil sedikit menundukkan wajahnya.


"dokter di sana ada orang yang mencelakai saya dok.. saya tidak mau mereka tau keberadaan saya dok.. ayo pergi.' pinta Maura. dan setelah nya Maura dan dokter Vero pun pergi dari rumah duka itu,, walaupun Maura sangat ingin kesana tapi dengan melihat bayangan orang itu nyali Maura pun menciut.


dan mereka pun mengurungkan niatnya karena takut Maura dalam bahaya.


sementara Ivan memutuskan tetap masuk ke rumah duka itu karena sangat penasaran. dengan memakai kacamata hitam Ivan memasuki ruangan itu dengan bebas tanpa ada yang menyadari siapa dirinya. dia mendekati peti jenazah Rayyan dan diam diam memotret nya.setelahnya dia pun langsung pergi dari sana.


...----------------...


dan sekarang tibalah acara pemakaman Rayyan. dengan suasana yang berkabut duka peti jenazah Rayyan di masukan ke dalam tanah. tampak semua yang mengantarkan Rayyan ke peristirahatan terakhirnya menunduk sedih dan menangis, namun walaupun begitu acara pemakaman tetap berjalan lancar..


dan sekarang keluarga Rayyan dan para sahabatnya tengah menunggu hasil otopsi dari kematian Rayyan. dan hasilnya di luar dari prediksi mereka. dari hasil otopsi Rayyan terluka karena terjatuh dari motor dan terlibat perkelahian sebelum satu peluru menembus kepalanya. orang tua Rayyan yang mendengar tidak bisa berbuat banyak. dan memutuskan untuk segera kembali ke Turki.

__ADS_1


Berbeda dengan para sahabatnya yang merasa ada yang janggal dari hasilnya. karena mereka tau pasti sebelum hari kejadian. bahwa Rayyan akan menemui Maura untuk menyelamatkan nya. sehingga membuat sahabat Rayyan menyimpan banyak kecurigaan.dan saat ini hanya Maura lah yang mereka harapkan bisa mengatakan yang sebenarnya terjadi.


bersambung..


__ADS_2