
Maura
Maura tiba di sebuah rumah di kawasan elit.. rumah yang begitu besar dengan penjagaan yang sangat ketat.ada dua bodyguard yang berjaga di pintu masuk.Maura melihat sekeliling tidak banyak mobil yang terparkir di sana.selayaknya ada sebuah pesta haruslah banyak mobil yang terparkir.
karena takut Maura yang akan kabur,Gauri menarik tangan Maura dengan kerasnya membuat Maura sedikit terhuyung menyetarakan langkah nya dengan Gauri.
"tunggu nyonya... ahh..Maura yang di banting hingga terjatuh di lantai meringis kesakitan.sambil memegangi tangan nya yang memerah Maura menatap ke sekeliling dalam rumah itu.tidak tampak ada sebuah pesta di dalam sana.hati Maura bergemuruh kini dirinya tau akan bahaya yang akan di hadapinya.Maura mencoba untuk bangkit dan membenarkan baju yang dia kenakan.dia ingin menghampiri sang ibu tiri namun tangannya di cekal oleh bodyguard yang ada di sana.
"lepaskan saya... apa yang kalian lakukan..? nyonya tolong saya.. teriak Maura meronta ronta
dari arah tangga muncul sosok pria bertubuh gemuk dengan janggut yang panjang berjalan menuruni tangga.. menatap Maura dengan tatapan laparnya.
"wahh... Gauri... kau memberiku mangsa yang indah seperti ini,, ck..ck..ck.. pria bernama Rob pun menghampiri Maura yang masih mencoba melepaskan dirinya. Rob mendekati Maura dan memegangi dagu wanita yang sedang ketakutan itu sambil tersenyum penuh gairah.. dengan lirikan pria itu kedua bodyguard itu pun melepaskan Maura.
Maura yang sudah tak di pegangi para bodyguard itu pun menghampiri Gauri beharap Gauri menyelamatkannya.
"nyonya tolong saya,, saya mohon ada apa ini kenapa seperti ini nyonya.. tolong saya.. saya salah apa nyonya.bawa saya pergi dari sini nyonya saya mohon..' Maura merapatkan kedua telapak tangannya guna memohon kepada Gauri.
namun Gauri malah tersenyum sinis.
Maura pun bersujud di kaki Gauri berharap dengan memelas seperti itu Gauri bisa menolongnya.Maura memegangi kaki Gauri dan meraung Raung meminta tolong.
"sudak terlambat... sudah aku peringatkan kamu agar menjauhi Rayyan tapi kamu tidak mengindahkan peringatanku Maura.. andai kamu mendengarkan aku,pasti aku tak akan melangkah sejauh ini.. inilah balasan karena kamu berani merebut Rayyan dari Cicilia.. '
Gauri yang marah mendorong tubuh Maura yang bersimpuh di kakinya.hingga Maura terjerambab ke lantai.kedua bodyguard pun langsung menghampiri Maura dan memeganginya kembali.tangisan dari Maura pun tak bisa di bendung lagi.. sementara Rob menghampiri Gauri dan memberinya cek sebagai imbalan dari menjual Maura untuknya.
"ini untuk mu.. terima kasih sudah membawakan ku barang yang bagus.. senang berbisnis dengan mu Gauri.' ucap Rob sambil mengayunkan tangannya hendak bersalaman.
'terima kasih juga tuan Rob... silahkan anda nikmati, servisnya tentu akan memuaskan karena dia masih perawan.' Gauri menjabat tangan Rob sambil berbisik.
'kalo gitu selamat bersenang senang tuan saya pamit.. bye Maura.. lambai Gauri dan pergi meninggalkan kediaman Rob.
...----------------...
Rayyan sudah berada di depan sebuah rumah yang sangat besar dengan dua bodyguard di halamannya. Rayyan nampak mengamati sekeliling melihat situasi yang ada di sekitar rumah itu.nampak seorang perempuan keluar dari rumah itu menuju sebuah mobil.Rayyan sangat mengenal perempuan itu yang tak lain adalah ibu dari Cicilia dan majikan dari Maura.
__ADS_1
selang mobil yang di tumpangi berlalu... Rayyan mencoba mendekati rumah itu karena Rayyan yakin Maura ada di dalam sana.
"maaf ada urusan apa anda di sini.. "seru salah satu bodyguard sambil merentangkan tangannya menghalau Rayyan supaya tidak bisa masuk.
"minggir kau sialan,, jangan halangi jalanku' teriak Rayyan. sehingga terjadilah perkelahian di sana. Rayyan yang memang memiliki keahlian bela diri dan tau titik saraf lawan tandingnya mengalahkan dua bodyguard dengan badan yang jauh lebih besar dari nya. Rayyan merangsak masuk sambil berteriak memanggil Maura.
...----------------...
di dalam kedua bodyguard yang memegangi Maura menyeret Maura ke sebuah ruangan di iringi Rob dari belakang dengan tawa yang menggelegar.. nampak dirinya sangat puas malam ini karena akan mendapatkan mangsa seorang perawan.
sampai di ruangan itu Maura di lempar ke ranjang dan para bodyguard pun meninggalkannya. tinggallah Rob dengan tawanya yang membuat Maura sangat ketakutan.Maura melemparkan barang bisa dia jangkau ke arah Rob untuk menghalanginya mendekati Maura. namun lemparan barang itu tak satu pun yang mengenai Rob
"pergi kau bajingan... aku gak Sudi jadi pemuasmu..' teriak Maura dengan melempar sembarangan barang yang bisa dia jangkau.hal itu membuat Rob marah dan mencekal lengan Maura yang mencoba
menghindar. di lemparnya tubuh Maura ke atas ranjang dan Rob langsung menindihnya..
"tenang lah cantik sebentar lagi kau akan ku buat melayang bersamaku karena kenikmatan.'seru Rob
'cuih... aku tak Sudi bajingan.. lepaskan aku tolooong...' sanggah Maura yang semakin ketakutan. sekuat tenaga Maura mencoba melawan.
Plakkk... suara tamparan yang begitu keras yang langsung membuat sudut bibir Maura sobek dan berdarah.
"brakkk... suara pintu di buka oleh Rayyan yang langsung berlari menghampiri Rob yang masih mengukung Maura.
''bajingan.... Bukk.. buk... Bukk... beraninya kau menyentuhnya.... mati kau iblis...' teriak Rayyan yang menarik kerah baju Rob dan memukul pria itu dengan membabi buta. Sunggung Rayyan tak terima kekasihnya di perlakukan seperti itu.
Maura menghampiri Rayyan yang masih memukul pria di bawahnya.Maura mencoba memeluk kekasihnya dari belakang supaya Rayyan menghentikan pukulannya. dengan terengah engah Rayyan berhenti dan terduduk di lantai mengatur nafasnya. dia berbalik ke belakang dan melihat kondisi sang pujaan hati yang menangis dengan kondisi yang sudah berantakan. Rayyan pun memeluk tubuh Maura yang masih gemetar. Rayyan membuka jaket yang dia pakai untuk Maura pakai keduanya bergegas untuk pergi dari tempat terkutuk itu.
Maura dan Rayyan sedikit berlari menuju motor yang terparkir tak jauh dari rumah itu..
dari dalam rumah Rob berjalan tertatih tatih.. mengejar Rayyan dan Maura.dirinya tak terima mangsa yang sudah dia beli menghilang begitu saja.
"ayo bangun bodoh... cepat kejar kedua orang itu. capaaat...' teriak Rob sangat marah saat ini.
''tak akan ku biarkan kalian lolos bedebah.. kalian akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari ini.'aaaaaakhhh' teriak Rob frustasi.
__ADS_1
para bodyguard yang masih merasa kesakitan pun berdiri dan mencoba lari ke halaman di susul oleh Rob. Rob tak akan membiarkan Maura dan Rayyan lolos darinya begitu saja.
dua bodyguard mencoba menyusul dengan menggunakan motor.. sambil menenteng senjata api sedang dua lainnya menaiki mobil bersama Rob.
"cepaaat.... bodoh jangan sampai kehilangan mereka. aku tak mau tau kalian harus dapatkan mereka hidup atau matiii....' teriak Rob sambil meninju ninju kursi depan.
Rayyan yang mengendarai motor dengan Maura yang memeluk nya dari belakang... merasa keadaan sudah aman. sesekali Rayyan melihat ke arah Maura yang masih meneteskan air matanya.
tak disangka dari arah belakang sebuah motor mengejar mereka dan mencoba menghentikan mereka. Rayyan yang menyadari itu Langsung mempercepat laju motornya. kejar kejaran pun tak bisa di hindari lagi.saat ini Rayyan tak bisa memberikan kabar kepada sahabatnya untuk mencari bantuan. karena dirinya sedang sibuk mengendarai motor, sedang Maura yang sangat ketakutan saat ini hanya mengencangkan pelukannya terhadap Rayyan.
"woyy... berhenti bajingan...." teriak Rob dari dalam mobil."mana senjatamu berikan padakuuu' teriak Rob karena frustasi. bodyguard pun memberikan senjatanya pada Rob.dan langsung dia todongkan kearah Rayyan dan juga Maura.
dorr .. dorr ... dorr ...
suara senjata yang mengarah pada Maura namun masih bisa mereka hindari.
Aaarhhh... sial kesal Rob.Rob kembali mengarahkan senjatanya namun kali ini dirinya mengarah kan senjatanya pada ban motor yang di kendarai Rayyan..
dorr.... ciiiit... brakkkk
motor Rayyan pun terjatuh.. sehingga keduanya pun terpental... Rayyan terluka di bagian kepalanya karena menabrak batu... membuatnya kesulitan untuk berdiri.sedang Maura pun terbaring di jalanan.namun lukanya tak separah Rayyan, sedikit sedikit Maura mengangkat kepala menghadap Rayyan yang sudah terbaring lemah.. mencoba menghampiri Rayyan.
''cepat pergi.. Maura.. kamu harus pergi... suara Rayyan yang melemah..
"tidak Rayyan.. bangun ayo pergi dari sini.. ayo Rayyan bangunnn.... teriak Maura.
"cepat pergi Maura mereka semakin mendekat... jangan sampai tertangkap....cepat..' lirih Rayyan..
"
tidak.... aku mohon Rayyan bangunnn.... ayo pergi bersamaku Rayyannnn.. teriak Maura. kemudian Maura melihat orang orang yang mengejarnya sudah mendekat..
"Maura cepat pergi selamatkan dirimu... jangan sampai tertangkap.. cepat pergi aku tak apa apa.. pergilah..maaf aku hanya bisa melindungi mu sampai sini.. aku mencintai mu Maura...
lirih Rayyan dengan menggerakkan tangannya mengusir Maura.
__ADS_1
Maura pun berdiri... dan mencoba berlari sekuat yang dia bisa... walau seluruh badannya kini kesakitan.karena banyak luka di badannya akibat terjatuh dari motor... sekuat tenaga Maura berlari dan mencoba bersembunyi di balik semak semak ..
bersambung....