
Maura dan ke lima temannya kemudian menyusun rencana balas dendam mereka.dan tokoh utamanya adalah Maura sendiri. walaupun Maura yang berperan penting dalam kasusnya sendiri kelima temannya tak akan membiarkan Maura mengotori tangannya sendiri. mereka akan menjadi garda terdepan untuk melindungi Maura.bukan hanya karena merasa iba,namun ke limanya sangat penasaran dengan apa yang selama ini Maura alami selama 20 tahun hidupnya.
"thanks ya bro... loe udah nyelametin Maura. andai waktu itu gue ikut dengan Rayyan mungkin kejadian ini gak akan pernah terjadi." sesal Harist
"santai aja bro... sekarang gue jadi ikut terlibat, loe semua gak masalah kan gue ikut rencana loe semua. tadi Maura udah minta gue buat ikutan.. ! sahut Ivan.
"gak masalah..!! selama loe bisa bela diri.. ! kita gak mungkin kan balas dendam dengan tangan kosong..! sahut Sauki yang memperagakan gerakan tinju.
"ya... gak bisa juga sih ..!! gue gak jago berantem tapi gue bisa cara lain. gue akan bantu buat meretas beberapa info yang kalian butuhin.. kasarnya gue bekerja di belakang layar lah..! sahut Ivan.
"okk kita juga butuh itu..!! timpah Adnan.
"temen temen... ! panggil Maura. dan kelimanya pun menoleh bersama.
"emm.. aku punya tabungan di rekening aku. tapi aku gak bisa ambil soalnya semuanya ada di rumah orang tuaku. saat ini aku gak punya pegangan sedikit pun. jawab Maura sambil menunduk
"loe tenang aja Maura.. soal biaya serahin sama kita. loe gak akan kekurangan biaya apapun kok... jawab Sauki
"bukan begitu.. tapi uang itu hasil aku bekerja dari dari kecil. aku simpan di buku tabungan ku. itu semua hasil jerih payah aku sendiri." jawab Maura.
"tapi kan loe gak bisa masuk rumah itu Maura,, kalo loe samperin ke sana mereka semua bakalan tau loe masih hidup.? tanya Emran
"iya Maura.. gak apa apa lah tabungan yang itu ada di sana.. soal uang kita akan bantu apapun. dan sekarang loe juga udah gak bisa kuliah lagi kan? tanya Harist
"terus loe mau lakuin apa..? tanya Sauki.
"aku akan bekerja.tapi aku gak akan tinggal di sini aku harus pergi dari kota ini.
"okk.. kalo gitu kita bantu loe buat pergi dari kota ini. tujuan loe kemana..? tanya Adnan.
"ke kota Semarang"sahut Maura dan kelima nya sepakat untuk mengantar Maura pergi ke kota Semarang
__ADS_1
tiba di kota Semarang.. Maura menyewa apartemen kecil untuk dirinya. kini Maura berencana untuk mencari pekerjaan di sana. sambil menyalurkan hobinya sejak lama menggambar berbagai macam desain baju.
sementara itu ke lima temannya yang berkuliah di kota Jakarta tidak bisa menemani Maura. karena jaraknya yang cukup jauh. namun Harist memerintahkan dua orang kepercayaannya yang akan selalu menjaga Maura dari kejauhan.
2 bulan lamanya Maura tinggal di sana, dirinya sudah mendapatkan pekerjaan paruh waktu guna mengumpulkan pundi pundi uang untuk tujuannya. di sela sela kesibukan nya Maura sempatkan untuk menggambar desain baju dan dia tawarkan di media sosialnya dengan nama baru.. karya yang Maura buat selalu laku keras. hal itu membuat nama brand dari karya Maura cepat populer dan banyak di minati dari seluruh penjuru negeri. bahkan pasarnya mulai merambah ke luar negeri.semua itu tak luput dari bantuan para sahabatnya yang ikut bekerja di belakang layar.
5 bulan berlalu Maura jalani hari harinya berada di kota Semarang. dirinya tinggal di kota itu sendirian tanpa ada yang menemani. walaupun sesekali sahabatnya selalu berkunjung ke tempat Maura,sisanya hari hari Maura habiskan selalu berada di tempat kerja sekaligus tempatnya menyalurkan hobi.
tepat hari ini Maura masih dalam ruangannya dengan berbagai macam kertas yang berserakan di mana mana. Maura tak akan memperdulikan seberapa berantakan ruangan itu ketika sebuah ide muncul dalam otaknya.dirinya akan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu setelah itu membereskan ruangnya.
Ting tong... Ting tong...
Maura yang sedang sibuk tak memperdulikan bunyi bel yang sedari tadi terus berbunyi..
TIt TIt TIt .. ceklek...!!
pintu pun terbuka kala suara bel yang sedari tadi dibunyikan tak kunjung di bukakan oleh sang pemilik rumah..
seseorang yang sangat tau jika sang pemilik rumah yang tak lain adalah Maura, yang tak akan mau membereskan rumah itu sebelum menyelesaikan pekerjaannya pun hanya menepuk jidat sendiri sambil menghela nafas panjang dengan satu tangannya yang menyeret koper besar. dirinya tersenyum miring memikirkan bagaimana mungkin sang pemilik rumah itu bisa tidur dalam keadaan rumah nya yang berantakan seperti habis di terjang badai.
dia adalah Harist...
sambil sesekali memunguti sampah dan membuangnya ke tempat sampah,, Harist menuju ruangan yang pastinya Maura berada di sana.
ceklek.. Harist pun membuka pintu ruangan itu tanpa di sadari oleh Maura.tak jauh berbeda dengan kondisi di ruangan depan, ruangan itu pun sama kacaunya.
"wahh... desainer kita sangat fokus yaa ketika bekerja..!!
mendengar suara seseorang berada di rumah nya tentu saja membuat Maura kaget hingga berdiri menghadap orang tersebut
"Harist... sejak kapan kamu ada di sini..?.. tanya Maura.
"belum lama.!!
__ADS_1
kenapa gak bilang dulu kalo mau Dateng kan aku bisa siap siap di rumah... !!
Maura pun beranjak dari tempat duduk nya untuk sekedar membereskan beberapa sampah yang berserakan.Maura merasa sangat malu karena selalu tertangkap basah oleh sahabatnya kala rumahnya berantakan. dengan berlari kecil sambil memungut sampahnya Maura menuju ruang tengah nya.
pandangan Maura teralih kala melihat koper besar yang terasa asing di lihatnya.
"itu.. koper kamu rits...? kamu mau kemana bawa koper besar gitu..? tanya Maura bingung.
"emmmm.... gue pindah kesini.tepatnya sebelah apartemen loe... jawab Harits
"Hahhh... gak salah denger aku...?? kenapa pindah kesini..? terus kuliah kamu gimana..? kamu kan kuliah hukum..? masa gak di lanjutin, kan sayang... ? cerocos Maura.
"gue nerusin kuliahnya di sini.. kayaknya desainer kita bakal kewalahan kalo gak ada yang bantuin nanti.lihat buktinya ada di depan mata." jawab Harist sambil menunjuk pada tumpukan sampah dan baju yang berserakan.
"kan kamu tau kalo aku lagi ngerjain sketsa pasti gak bakalan peduliin yang lain.. !! Maura yang beralasan.
"ya maka dari itu gue di sini biar ada yang bantuin kan hemat waktu juga.. loe bisa ngerjain pekerjaan loe tanpa peduliin yang lainnya kan...?
"ya gak harus sampe segitunya juga kali... ! timpal Maura.
"udahh lahh.. gak usah debat toh udah Dateng juga dan udah di proses semuanya pula. sana loe kerjain kerjaan loe aja gue yang beresin ini semua.nanti loe selesai kerja, ruangan ini juga udah bersih, sana masuk...!! Harist pun menuntun Maura kembali ke ruangannya dan Maura pun hanya pasrah.
sementara Maura kembali mengerjakan pekerjaannya.. Harist membersihkan rumah yang Maura tinggali. dengan telaten Harist memilah antara sampah dan baju baju milik Maura. bahkan Maura melempar sembarangan ********** di sembarang tempat dan hal itu membuat Harist tersenyum sambil menghela nafasnya..
"Hahhh.. kalo gue gak di sini.. mungkin ini rumah bakalan jadi sarang sampah..., Maura..Maura..!! kalo Rayyan tau gimana ya..? Harist yang bergumam sendiri sambil membersihkan rumah Maura.
6 buan sudah... kini Maura hanya fokus untuk menggambar desain dan membuat baju sebagai fashion designer pemula. kini dirinya sudah membuat butik nya sendiri dengan nama barunya.. !!
CLARA BOUTIQUE
itu adalah nama butik yang sekarang Maura kelola. bersama dengan Harist. Harist menjadi tangan kanan Maura dan yang mengelola tentang berbagai bisnis fashion nya dan keuangannya. karena kerja keras Harist kini CLARA BOUTIQUE menjadi fashion designer no 1 di negara itu.
bersambung...
__ADS_1