
Maura telah sampai di apartemen milik Ivan, di sana terdapat dua kamar yang satu kamar Ivan dan yang satu lagi Ivan sediakan untuk Maura.selama Maura berada di sana Ivan akan pindah ke rumah orang tuanya.Ivan melakukannya supaya Maura merasa nyaman tinggal di sana serta Ivan gak mau Maura berpikiran buruk tentang dirinya.
selesai membereskan barang barangnya Maura menghampiri Ivan yang sedang menghangatkan makanan yang sebelumnya sudah dia beli sebelum pulang ke apartemennya."
"kamu udah selesai beres beresnya..? tanya Ivan yang melihat Maura menghampirinya.
"yaa... udah Van, ada yang bisa aku bantu?.... tanya Maura sambil mendekati Ivan yang masih berkutat dengan penggorengannya
"udah beres kok... ini aku mau siapin. kamu duduk aja Maura. sekarang kita makan siang dulu,habis itu kamu minum obatnya dan bisa langsung istirahat..." seru Ivan
"makasih banyak Ivan.. kamu udah baik banget sama aku. aku gak tau harus balas semua kebaikanmu pake cara apa. maaf ya aku ngerepotin kamu terus.'' Maura masih sangat sungkan dengan kebaikan Ivan padanya.
"gak masalah Maura.. selagi aku bisa bantu pasti aku bantu kamu. kamu tenang aja sekarang tinggal kamu pikirin langkah apa yang kamu ambil selanjutnya.."
"nahh,,,tapi.. sebelumnya mending kita makan dulu ya...!! ucap Ivan.dan Maura pun hanya balas dengan anggukan. keduanya pun langsung menyantap makan siang bersama saat itu.
tak ada obrolan apa pun di meja makan itu hingga keduanya telah menyelesaikan makan siang mereka bersama.setelah selesai Ivan bergegas untuk membereskan meja makannya dan duduk di hadapan Maura.
"Maura selesai ini aku mau pulang dulu ke rumah orang tuaku.kebetulan aku belum beresin kamar aku di sana.sekalian aku mau ambil beberapa barang yang aku butuhkan buat di sana. kamu gak apa apa aku tinggal sendirian...?"
"gak apa apa kok.. silahkan aja..!! tapi nanti malem aku mau ke suatu tempat. apa kamu bisa anter aku Van?..."
" emangnya mau pergi ke mana kok harus malam... sekarang aja gimana..??
"orang yang aku mau temuin adanya nanti malem Van.. kalo sekarang aku takut nya gak ada siapapun di sana." tapi kalo kamu gak bisa anter,, aku bisa pergi sendiri kok.. nanti aku naik taksi aja Van..??
jangan... jangan... Maura,saat ini masih terlalu bahaya kalo kamu berangkat sendirian.kita kan gak tau orang orang itu masih nyari kamu atau nggak... !! Gak papa biar aku anterin kamu nanti okk.. !! sekarang aku mau ke kamar dulu mau beresin keperluan aku, stelah nya aku mau ke rumah orang tuaku." gak apa apakan aku tinggal kamu sendiri.??
"gak apa apa.. !! silahkan aja Van.??
"emmm... Van tunggu dulu..!! Maura mencegat Ivan yang hendak pergi ke kamarnya.
"ya... !! Ivan yang sudah berdiri pun kembali untuk duduk.Ivan melihat Maura yang tertunduk sambil memainkan buku jari nya.
"ada apa Maura..?? tanya Ivan. dan Maura pun membuka kembali obrolannya dengan Ivan.dirinya sempat menahan untuk tidak memberitahukan Ivan, namun Maura tidak punya pilihan lain.
"aku.. aku.., ingin nge balas semua perbuatan mereka sama aku dan juga Rayyan... Van!!
"aku ingin mereka semuanya merasakan apa yang aku rasain..!! maka dari itu aku butuh bantuan kamu, apa kamu bisa bantuin aku Van..!! terlihat Muara yang menahan tangisnya.
"hmm... oke Maura..!! aku janji apapun itu pasti aku akan bantu kamu. kalo kamu mau laporin mereka semua pun aku akan dampingi kamu. aku punya beberapa kenalan pengacara.. pasti aku bantu kamu.
"gak Van.. ! bukan itu yang aku maksud. aku akan balas mereka dengan caraku sendiri. maka dari itu aku butuh bantuan kamu untuk ada di sampingku,aku janji hal ini gak akan buat kamu jadi seorang kriminal kok. kamu gak akan bersangkutan dengan hukum. akan aku tanggung semua konsekuensinya." bujuk Maura.
Saat Maura berkata seperti itu sangat terlihat dari raut wajahnya kalau Maura memendam begitu banyak kebencian terhadap orang yang telah menyakitinya. Ivan bingung dengan rencana apa yang akan Maura lakukan.dirinya akan mendukung Maura sepenuhnya namun tidak dengan membuat Maura dalam bahaya.
"apapun yang kamu mau lakuin, lakuin aja Maura.tapi aku berharap kamu jangan sampai terluka ya...!! kamu bisa janji kalo ini gak ngebahayain kamu.??
__ADS_1
"aku janji Ivan.. !! nanti di sana aku bakalan ceritain semuanya sama kamu yaa..!! bujuk Maura
"okk.. !! ya udah kalo gitu aku ke kamar dulu ya... Ivan pun beranjak dari meja makan menuju ke kamarnya.
sementara di sana Maura kembali melihat sekeliling ruangan tengah di apartemen itu.. sambil melihat pemandangan di atas gedung pencakar langit.. pemandangan yang terlihat indah dari atas gedung itu pun tak membuat hati Maura senang saat ini.
Maura kembali meratapi kehidupannya yang begitu dramatis dan menyedihkan... dirinya sampai saat ini tidak pernah menyangka akan melalui banyak hal buruk dalam hidupnya. namun kini Maura bertekad untuk membalaskan sakit hatinya kepada semua orang yang telah menghancurkan hidupnya.Maura tak akan membiarkan semua orang bahagia di atas penderitaan yang dia alami.
"aku bersumpah.. demi apapun aku akan membuat mereka menderita seperti yang aku rasakan saat ini.. !! " batin Maura.
setelah Ivan dan Maura makan siang bersama. Ivan pun langsung pulang ke rumah orang tuanya.Ivan membawa beberapa baju ganti dan barang barang dari apartemennya.
...----------------...
Malam hari pun tiba,, waktu menunjukan pukul 9 malam,, saat ini Ivan telah berada di apartemen bersama dengan Maura.keduanya berencana akan menemui seseorang yang Ivan sendiri pun tidak tau siapa yang akan mereka temui dan keduanya pun berangkat bersama malam itu.
Maura pergi menggunakan jaket Hoodie dan topi hitam juga memakai masker mulut.dirinya tak ingin ada seseorang yang mengenalinya untuk saat ini.
keduanya tiba di sebuah club malam yang cukup besar dan lumayan terkenal di kota itu. setibanya di parkiran,Ivan merasa aneh kenapa Muara mengajaknya ke tempat seperti itu, sungguh bukan seperti Maura yang Ivan kenal jika mengingat Maura yang selalu berprilaku baik dan pendiam.
"tunggu Maura,, kenapa kita ke tempat seperti ini...?? tanya Ivan sebelum mereka keluar dari mobil.
"nanti kamu juga akan tau..!! kemudian Maura pun turun dari mobilnya menuju ke dalam club malam itu. di susul dengan Ivan yang berada di belakangnya.
keduanya masuk ke dalam gedung itu. di dalamnya nampak cahaya yang gemerlap menghiasi ruangan.dengan alunan musik yang sangat keras dan orang orang yang meliuk liukan tubuhnya menari mengikuti irama musik.
Maura menyusuri ruangan itu dan menuju tangga yang mengarah ke ruang bawah tanah disana.sementara Ivan yang masih nampak kebingungan dengan Maura hanya mengikuti Maura akan pergi kemana.
...----------------...
di markas saat ini ke empat sahabat Rayyan sedang berkumpul. jika biasanya mereka akan di temani beberapa perempuan yang **** namun kali ini mereka hanya berkumpul berempat saja. nampak suasana di sana berbeda dengan ketika ada Rayyan. biasanya mereka selalu tertawa dan sedikit bersanda gurau.namun kali ini tampak raut wajah mereka yang dingin dan tatapannya yang kosong bergelut dengan pikiran mereka masing masing.
brakkk..
keempat nya menatap pintu yang tiba tiba saja terbuka.terlihat seseorang yang masuk ke dalam markas mereka.yang membuat mereka semua berdiri menatap siapa yang datang saat ini.
...----------------...
Maura menghembuskan nafasnya guna menetralkan rasa gugupnya.dan kemudian membuka pintu sebuah ruang bawah tanah. dan masuk ke dalam ruangan itu dengan membuka masker mulut dan topi yang dia gunakan.
"Maura... suara Harits yang melihat kedatangan Maura.
"Maura... emran pun ikut menghampiri Maura.
"ya... aku.. Maura!! seru Maura. nampak matanya nya yang berkaca-kaca menahan tangis.
"loe kemana aja Maura.. kita semua cari loe kemana mana.. !! tanya Sauki yang langsung memeluk Maura.
__ADS_1
" Maaf aku baru bisa datang saat ini. seru Maura.
"kita semua sangat mengkhawatirkan keadaan loe Maura.. !! apa loe tau yang terjadi sama Rayyan?? tanya Adnan. yang di angguki oleh Maura tanda dirinya tau kematian Rayyan.
keempatnya pun langsung berpandangan.dan mendudukkan Maura di sofa yang berada di ruangan itu.mereka benar benar penasaran dengan apa yang terjadi antara Maura dan Rayyan. saat ini ke empatnya butuh penjelasan dari Maura.karena hanya Maura lah saksi kunci kematian Rayyan.
"maaf aku kesini sama seseorang,sebelumnya kenalin ini Ivan.. dia yang udah selamatkan aku. Muara pun memperkenalkan Ivan terlebih dahulu.dan di angguki oleh ke empatnya. saat ini bukan lah waktu yang tepat untuk berkenalan pikir mereka.
Maura pun duduk di sofa dan ke empatnya pun ikut duduk untuk mendengarkan penjelasan Maura.
"okk.. sekarang apa loe bisa jelasin semuanya Maura..!! tanya Harits
sambil kembali berlinang air mata Maura pun menjelaskan semua yang terjadi pada dirinya sampai pada kematian Rayyan yang di saksikan oleh diri nya sendiri. ke empat nya sungguh tak menyangka Rayyan dan Maura akan mengalami hal mengerikan malam itu.
"kita harus balas perbuatan mereka... !! seru Adnan yang penuh amarah.
"yaa... kita gak bisa diem seperti ini.. kita harus balas mereka." sahut emran.
"mata harus di bayar mata.. nyawa pun harus di bayar nyawa.. ' Sauki pun tak kalah bengisnya.kini ke empatnya di penuhi dengan amarah.
"kita gak bisa gegabah guys... !! kita harus punya rencana terlebih dulu. sahut Harist
"aku yang akan balas semua perbuatan mereka... !! tiba tiba Maura pun bersuara.
"apa maksud loe Maura?? tanya Adnan.
"ini gak segampang yang kalian pikir. orang yang terlibat disini sangat berkuasa. !! lanjut Maura.
"gue gak peduli Muara... !! mereka harus merasakan apa yang loe dan juga Rayyan rasakan.timpal Emran
"aku tau.. kalo soal kekuasaan kalian juga mempunyai kekuasaan.terlebih Rayyan.. tapi bukan hanya kekuasaan saja tapi ini juga menyangkut keluarga ku. Maura pun tertunduk lesu.
"coba loe jelasin biar kita bisa tau..!!
"orang yang jual aku adalah ibu tiri aku.. bukan majikan aku yang selama ini Rayyan dan kalian tau.. ! ayah dan ibu tiri aku gak pernah menginginkan aku hidup.. dari aku dilahirkan sampai saat ini tak satu pun yang menginginkan aku hidup. ayah ku menganggap kalo aku yang sudah membuat ibu ku meninggal. mereka memperlakukan aku sama kayak budak.. !! hiks.... hiks...
"makanya aku ingin membalas mereka semua.bukan karena kematian Rayyan aja.. !! tapi aku juga udah sangat sakit hati. sekarang aku benar benar gak ada tempat untuk kembali. makanya aku menginginkan keluarga ku pun merasakan apa yang aku rasain... !!
"aku butuh kalian dukung aku buat jalanin rencana aku.. aku minta kalian sedikit bersabar... ! setidaknya sampai aku pun punya kekuasaan. tolong kalian bantu aku..!! pinta Maura.
"jadi maksud loe selama ini loe tinggal dengan orang tua kandung loe yang menganggap loe cuma budak aja..!! Maura pun hanya mengangguk.
"anjirr.. bangsat.. ?? gue gak habis pikir masih ada orang tua kayak gitu..?? seru Adnan.
"okk kita susun rencana nya..!! gue bakal dukung loe Maura..? sahut Emran dan di angguki oleh ke tiganya. tak lupa Ivan yang menyaksikan pun ikut mengangguk tanda setuju.. !
kelima nya kini menatap nanar penuh rasa iba terhadap Maura. entah sudah semenderita apa yang Maura rasakan hingga kini Maura membenci keluarganya bahkan ayah kandungnya.
__ADS_1
"bersambung..