
dengan wajah yang tak bersahabat Maura menghampiri Harist yang berada di dapur. sementara Harist saat itu sedang melakukan pesanan melalui telepon. Maura menghampirinya dan menatap Harist dari dekat. sedang Harist pun sama sambil menerima telepon dirinya melihat ke arah Maura yang memandanginya. postur tubuh Harist yang jauh lebih tinggi membuat Maura sedikit mendongakkan kepalanya kala menatap Harist. keduanya saat itu saling beradu pandangan beberapa saat.
"( ya... itu saja. nanti alamatnya saya chat ya...!! emm terima kasih.) Harist pun mengakhiri obrolannya di telepon.
"apa... tanya Harist tanpa basa-basi sambil menutup panggilan.
"kita perlu bicara." jawab Maura tegas dan langsung menarik tangan Harist untuk mengikutinya. keduanya pun keluar dari apartemen untuk menyelesaikan permasalahan mereka tanpa di ketahui oleh sahabatnya.
melihat Maura dan Harist keluar semua sahabatnya hanya menatap mereka dengan tatapan heran dan penasaran.
"loe mau kemana...?? tanya Adnan pada Sauki yang beranjak dari duduknya untuk menyusul Harist dan Maura.
"mo ngintip lah...!! balas Sauki entengnya
"diem loe gak usah ikut campur Ki..! kita tunggu aja mereka selesain masalahnya. Emran yang menarik Sauki agar duduk kembali.
"tapi gue penasaran bro...!! jawab Sauki
"ck... udah lah ..biarin dulu..!! mending loe mandi sana.. bau loe..! ledek Emran.
"enak aja.. gak lah..!! mana ada gue bau.yang ada gue mah wangi, buktinya Maura ngedeketin gue terus.. ' jawab Sauki dengan pede nya.
"eeuuhh.... itu mah loe nya Nya.. yang Terus nempelin Maura.gak tau diri loe...! balas Adnan sambil menoyor kepala Sauki.
"gila gilanya loe.... ahhh..!!! balas Sauki. sambil memukul mukul Adnan dengan di iringi candaan
sementara Ivan merasakan ada yang berbeda darinya.sekarang Ivan merasa di buat panas oleh tingkah Maura yang memegang tangan Harist seperti sepasang kekasih.
__ADS_1
...----------------...
di taman dekat apartemen Harist kedua nya saat ini berada.
"kamu kenapa sih Rist...? dari tadi kamu ngediemin aku gitu..? tanya Maura
"menurut loe...? jawab Harist
"kamu marah.. !
"nah itu tau..? sekarang gue tanya sama loe, enak gak di diemin kayak gitu. segala pake buang muka gitu...! sekarang gue tanya sama loe kenapa tadi pagi loe ngehindarin gue...?jawab Harist.
"hah.... kok ini cowok gak peka banget ya.. apa maksudnya coba..? batin Maura
"kenapa diem..? tanya Harist
"ya... karena loe pikir gue manfaatin keadaan kan.?loe pikir gue mencari kesempatan dalam kesempitan kan kan...? Maura.... kalo loe gak megang tangan gue terus terusan dan rangmmm..! obrolan Harist ya terpotong akibat Maura membekap mulutnya sambil mendekat ke wajah Harist dengan sedikit menjinjitkan kakinya.
keduanya pun beradu tatapan seketika.dan Maura pun langsung melepaskan tangannya dari mulut Harist. keduanya pun jadi salah tingkah dan saling membuang mukanya.
"Hah... yaa tuhan,,, gak gitu Rist... kamu salah paham. mana ada aku kepikiran sampe jauh itu. aku tau kamu gak akan sejahat itu sama aku,, maaf Rist aku ngehindar itu karena aku malu...!!
aku yang goda kamu. untung kamu baik,, coba kalo orang lain..! jelas Maura
Harist yang mendengar penjelasan Maura pun jadi kikuk sendiri
"jadi loe gak marah tadi pagi. dan loe malu..!! tanya Harist.sambil sedikit menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"emm... ! jawab Maura sambil menunduk. jangan di tanya soal raut wajahnya yang memerah menahan malu.
"ya udah lah.. kita ke atas lagi. kasian mereka nungguin lama." jawab Harist sambil menahan tawa.
"tunggu... kamu udah gak marah Rist..?
"ck... gue gak bisa marah lama lama. dan loe gak usah malu lagi. kita rahasiakan yang terjadi semalam ok…! udah ayo...! ajak Harist. keduanya pun sudah berbaikan semudah itu dan tak ada lagi beban.
...----------------...
Maura dan Harist tiba di dalam apartemen. keduanya langsung menghampiri yang lainnya yang sedang menunggu mereka.tepatnya mereka masih penasaran dengan apa yang terjadi pada keduanya.
"makanannya belum Dateng.." tanya Harist
"belum jawab Adnan.
"loe berdua kenapa..? tanya Emran
"hehe.... gak kenapa kenapa kok Em.. !! jawab Maura kikuk.
"tadi ada kesalahpahaman dikit, tapi udah beres kok..? jawab Harist
Ivan yang sedari tadi memperhatikan Maura dan Harist tentunya dia tau ada yang mereka sembunyikan.tepatnya Ivan menaruh curiga terhadap Harist.
setelah menyelesaikan makan bersama nya Maura kembali ke apartemennya dan tinggallah kelima sahabatnya. dari perbincangan mereka semua lebih banyak mereka membicarakan tentang perkembangan dari penyelidikan orang orang yang terlibat kasus terbunuhnya Rayyan.
sedikit demi sedikit mereka sudah mulai mengumpulkan puzzle tentang kebusukan orang orang yang sudah membuat Rayyan dan Maura menderita.tinggal sedikit lagi mereka akan sampai pada tujuan akhir balas dendam mereka.
__ADS_1
sambil menunggu rencana yang mereka susun berjalan lancar mereka pun membahas masalah kesehatan mental yang Maura alami.rencana nya mereka ingin membuat Maura keluar dari rasa traumanya terlebih dahulu. baru bisa membalaskan dendamnya.