
flash back
pasca kejadian mengerikan yang menimpa Maura... tak sehari pun Maura bisa melupakannya.bayangan akan hari penembakan Rayyan di depan matanya selalu saja menghantui Maura.bahkan hingga kepergiannya ke Semarang pun,trauma akan kejadian itu masih tetap menghantuinya.
Maura sering mengalami mimpi buruk setiap malamnya, hal itu membuat Maura harus mengkonsumsi obat tidur supaya dirinya bisa beristirahat di malam hari.terkadang Maura selalu mengalami mual dan muntah jika melihat sebuah adegan kekerasan di depan matanya. bahkan suatu ketika Maura pernah mengalami kejang hingga tak sadarkan diri,itu adalah kejadian terparah yang pernah Maura alami. karena hal itulah yang membuat ke 5 sahabat nya sangat mengkhawatirkan keadaan Maura.
Harist memutuskan menetap di Semarang untuk menjaga Maura, hal itu sudah terlebih dahulu iya dan ke empat sahabatnya pikirkan sebelum keberangkatannya ke Semarang. karena masing masing dari sahabatnya mempunyai tujuan dan pekerjaan masing masing, akhirnya Harist lah yang pergi ke Semarang dan menetap di sana bersama Maura.
Emran dan Adnan tidak bisa meninggalkan Jakarta karena status nya sebagai mahasiswa di Jakarta dan mempunyai pekerjaan masing masing yang tidak bisa mereka tinggalkan. terlebih keduanya memiliki misi untuk mendekati Cicilia guna mencari tau tentang keluarganya
sementara Sauki dan Ivan juga yang masih menjadi Mahasiswa,dan sangat pandai dalam urusan komputer dan meretas data tentunya tidak bisa meninggalkan Jakarta. terlebih Ivan yang mempunyai bengkel milik dirinya sendiri di sana. sedangkan Sauki yang masih merajai balapan liar dan mencari informasi tentang sosok Rob.
akhirnya Harist lah yang bisa pindah ke Semarang karena Harist yang membantu Maura dalam mengelola bisnis fashion nya. terlebih Harist yang mengejang pendidikan di pakultas hukum kurang lebih mengetahui cara pengelolaan bisnis,
...----------------...
5 bulan di Semarang
kedatangan Harist di Semarang membuat Maura menjadi lebih tenang,,setidak nya dirinya kini tidak sendiri di kota yang masih terasa asing baginya. karena kejadian yang masih menjadi traumanya sampai saat ini Maura menjadi pribadi yang introvert, Maura lebih suka berdiam diri di apartemen nya dari pada menghabiskan waktu di luar rumah.setidaknya dengan adanya Harist Maura mempunyai teman bicara.
seperti biasa karena di kejar deadline Maura kembali fokus pada sketsanya... berbeda dengan sebelumnya dengan kondisi rumah yang berantakan kali ini apartemen Maura terlihat lebih bersih karena keberadaan Harist yang selalu membantu Maura di apartemen nya.
dari pagi hingga sore hari Maura sedikit pun tidak keluar dari ruang kerjanya, sementara Harist harus ke kampusnya terlebih dulu sebelum ke apartemen Maura. dan baru di malam harinya Harist baru bisa datang untuk melihat Maura. Harist pun datang ke apartemen Maura dengan membawa beberapa makanan untuk Maura. karena dia sudah tau pasti Maura akan melewatkan jam makan nya dan hanya fokus terhadap pekerjaannya.
Ting tong... Ting tong...
beberapa kali Harist membunyikan bel namun Maura tak kunjung membukakan pintu untuknya.akhirnya Harist pun masuk ke apartemen itu dengan sandi yang sudah dia ketahui.
"Maura...!!!
beberapa kali Harist memanggil si pemilik rumah. namun Maura tak kunjung menjawab panggilan nya.akhirnya Harist pun mencari ke beberapa ruangan di sana. mulai dari ruang tengah kemudian ke arah dapur, dan mengetuk pintu kamar Maura, terakhir Harist langsung Masuk ke ruang kerja Maura. ternyata Maura memang berada di ruang kerjanya. dia terlihat sedang bekerja di depan laptop nya dengan earphone yang terpakai di telinga.
"emm... pantes gak menyahut.. batin Harist
tok tok tok... Harist mengetuk ngetuk meja kerja Maura supaya Maura menyadari keberadaannya.
"Hah... Harist...!! ihh, bikin kaget aja..!! Maura yang kaget dengan kedatangan Harist langsung melepaskan earphone dari telinganya. namun Harist hanya tersenyum.
"serius amat kerjanya... sampe gue datang aja gak nyadar...! seru Harist
"maaf.. soalnya kalo gak pake earphone gak bisa fokus..!! kilah Maura
"masih banyak kerjaannya..? tanya Harits
"lumayan... !! jawab Maura
__ADS_1
"ada yang bisa gue bantu gak..? tanya Harist lagi.
"gak usah... emangnya kamu bisa gambar..?? seru Maura sambil tersenyum.
"gak sih..., ya udah kalo gitu di tunda dulu kerjaannya bisa kan..? itu gue udah bawain makanan, mending makan dulu. keburu dingin.." tawar Harist
"boleh,, kebetulan banget belum makan. hehe...!!
"udah gue duga.." Harist pun beranjak keluar ruangan.di susul dengan Maura di belakangnya.
kemudian keduanya pun menyantap makan malam di ruang tengah.
"Ra.. sebentar lagi temen temen mau pada datang ke sini..!! mereka mau ngajak loe buat liburan ke Bali. soalnya kan mereka udah pada beres kuliahnya.. tinggal nunggu sidang aja.. ! gimana mau gak...?
tanya Harist di sela sela makannya.
"gak usah Rist...! aku gak mau ke mana mana.lagian sekarang kan lagi banyak banget yang pesen,, aku mau fokus aja sama kerjaan aku Rist...?? tolak Maura.
"kalian kalo mau pada liburan silahkan aja Rist.. lagian udah beberapa hari aku gak ke butik. aku mau liat perkembangan di sana...,!
"bukan gitu Ra... dokter Vero nyaranin kita buat ngajak loe ngeluangin waktu sebentar. seenggaknya loe harus punya waktu buat diri loe sendiri. kebanyakan kerja juga gak baik buat kesehatan loe Ra.. !! liat,, sekarang loe tambah kurus tuh...!!
"maaf Rist tapi bagi aku waktu aku ini bener bener berharga banget. aku pengen cepet cepet sampe sama tujuan ku Rist.. !! kamu tau kan seharipun aku gak bisa lupa sama kejadian itu..!! rasanya dadaku ini sesak kalo terus ingat itu..!!
tiba tiba,, saat mereka berdua tengah asik menyantap makanan nya, lampu di apartemen itu pun mati. hal itu membuat Maura mengalami serangan panik secara tiba tiba.. Maura berteriak sekencang kencangnya karena pada saat itu dirinya melihat kembali beberapa bayangan kejadian yang menimpanya dan Rayyan. bahkan suara Rayyan terus saja berputar di telinga Maura.("aku mencintai mu Maura..")
"ahhhh.... tolong aku...!! Rayyan... jangaaan... gak.. tolong pergi.... kumohon berhenti...!!! teriak Maura dalam kondisi gelap gulita.
Harist yang tau keadaan Maura saat itu mencoba untuk menenangkan Maura. namun Maura tidak bisa mendengarkan Harist karena yang ada di kepalanya hanya suara suara kejadian Malam itu. dan adegan demi adegan pada saat itu seperti melintas di mata Maura. Hal itu membuat Maura berteriak teriak histeris sambil menutupi kedua telinga dengan tangannya.
"tolooong... pergi.. aku mohon selamatkan aku...!! teriak Maura.
Harist pun menghampiri Maura yang masih meronta-ronta.Harist memegangi kedua lengan Maura dan menggoyangkannya.berharap Maura bisa segera tersadar.
"Maura... tenang jangan panik gini.. loe tenang ya.. di sini ada gue Maura..!!
"tolong aku.. aku takut Rist...!! suara Maura yang mulai melemah. kemudian Lampu pun kembali menyala. Maura yang melihat Harist berada di hadapannya langsung memeluk Harist dengan eratnya. seluruh badan nya bergetar hebat.. dadanya pun bergemuruh dengan cepat. membuat Maura langsung pingsan di pelukan Harist.
Harist pun langsung membawa Maura ke kamarnya dan membaringkannya. hanya kalut dan cemas yang saat ini Harist rasakan.dirinya tak tau harus berbuat apa dalam keadaan Maura seperti ini.akhirnya Harist pun menelepon dokter Vero untuk menanyakan cara menangani Maura.
setelah menghubungi dokter Vero,, Harist kembali menghampiri Maura yang masih terpejam. Harist duduk di sisi kasur Maura dan sesekali menyeka keringat di dahi Maura.ini bukan yang pertama kali Harist melihat serangan panik Maura.namun tetap saja Harist sangat cemas saat ini.
mata Maura masih terpejam namun bibir nya terus saja mengigau meminta tolong.. ,,,,! dengan telaten Harist menyeka wajah Maura yang penuh dengan keringat, dirinya hendak beranjak untuk mengambil air ke dapur, namun Maura memegang tangannya.
"jangan pergi... tolong aku takut... !! racau Maura.
__ADS_1
"gue gak ke mana mana Maura...!!
Harist pun kembali duduk di tepi kasur.namun Maura lebih mengeratkan pegangan tangannya seperti tidak ingin di tinggalkan.
cukup lama Harist membiarkan Maura menggenggam tangannya dan pandangan Harist pun tak lepas dari wajah Maura.
"ternyata Maura emang sangat cantik,," batin Harist sambil tersenyum memandang Maura
Harist pun beralih menyandarkan badannya ke kepala ranjang karena merasa pegal. dia membenarkan posisi tidur Maura supaya lebih nyaman. Ketika dia hendak beranjak Maura malah merangkul leher Harist yang membuat keduanya saling berpandangan dengan tak ada jarak barang sedikit pun,di saat seperti itu jantung Harist berdetak lebih cepat dari biasanya.
Harist tak ingin lama lama dalam posisi sedekat ini dengan Maura. dirinya masih menjaga kewarasannya. jika terus seperti ini dirinya takut tak bisa mengendalikan diri dan malah berbuat buruk pada Maura. Harist mencoba melepaskan rangkulan Maura, namun Maura tidak ingin melepaskannya.
dengan nafas berat akhirnya Harist pun pasrah. perlahan Harist ikut membaringkan dirinya di samping Maura.akhirnya keduanya pun berbaring bersama dengan Maura yang menyandarkan kepalanya pada dada bidang Harist dan melingkarkan pelukan pada Harist. sungguh Harist harus tetap tersadar dalam keadaan seperti ini.
...----------------...
pagi hari pun tiba, Maura merasa tidur nya kali ini bener bener sangat nyaman. sudah cukup lama Maura tidak bisa tidur senyaman ini. jika pun bisa tidur, dirinya harus mengkonsumsi obat tidur terlebih dahulu. kali ini Maura merasa seperti dirinya yang dulu yang tak mempunyai beban besar.
dengan keadaan mata nya yang masih terpejam dan senyum indahnya Maura meraba raba guling yang di peluknya sejak semalam.
"sangat nyaman memeluk guling nya ini..!! racau Maura.
guling nya kali ini terasa hangat dan besar. tak hanya ingin melingkarkan tangannya saja Maura Pun melingkarkan kakinya pada guling hangatnya.
sudah cukup lama Maura memeluk guling nya... perlahan lahan Maura mengumpulkan kesadarannya. hal ini sangat tidak benar, apakah dirinya masih bermimpi...! batinnya?
Maura mencoba membuka matanya.. sedikit demi sedikit melihat pemandangan di depannya. betapa terkejutnya dia melihat yang dia peluk saat ini bukalah guling namun seorang pria yang tengah memandangnya pula dengan senyum terukir di bibirnya yang indah.
"ooh.... aaahhhh.... !! Maura yang kaget langsung memundurkan badannya dari pelukan pria itu.
"a.. a.. apa yang kamu lakukan di kamar ku Rist...!!
teriak Maura sambil membungkus badannya dengan selimut. saat ini pikiran Maura sangatlah tidak sehat,
"Hahhh... loe gak inget yaa,, ck.. ckk..?? tanya Harist sambil memijat mijat keningnya.nampak terlihat mata panda di wajah Harist saat itu. sepertinya Harist tak tidur barang sedetikpun sejak semalam. kemudian Harist pun beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.
bukan nya menjawab pertanyaan Maura Harist malah pergi seolah tidak ada beban di dirinya. sementara Maura dengan pikirannya yang belum terkumpul hanya memandang kepergian Harist.jantungnya berdetak cepat seperti akan loncat dari tempatnya. ini adalah hal pertama kali yang Maura lakukan, tidur dengan seorang laki laki di kasur yang sama.
sepeninggal Harist Maura mencoba mengingat kembali yang terjadi semalam. dirinya mengusap kasar wajahnya supaya bisa ingat kejadian semalam sampai dia dan Harist bisa tidur bersama. kemudian ingatannya pun kembali. ternyata dirinya lah yang menggoda Harist dengan racauannya yang tak ingin di tinggalkan.Maura pun hanya bisa memukul mukul kepalanya.
"Bodoh... kenapa bisa...!! aahh Maura... kamu bodoh banget...!!! racau Maura sambil memukul mukul kepalanya.
"duhh... gimana ini, pasti canggung banget ketemu sama Harist. aahh Maura,, kenapa bisa sihh..??
bersambung...!
__ADS_1