
Yuna Yunita atau biasa di panggil dengan Yuna. Mengedipkan mata nya, karena cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah yang ada di kamar nya tepat mengenai matanya, sehingga membangunkan nya dari tidur nyenyak nya.
Dengan nyawa yang baru terkumpul setengah Yuna melirik kearah jam dindingnya, saat melihat jam yang menunjukkan pukul 07:30 pagi, Yuna spontan berdiri dengan kedua matanya yang membulat sempurna.
" Aduh kenapa bisa bangun kesiangan begini sih " Ucap Yuna kepada dirinya sendiri, sambil menggaruk-garuk rambutnya yang berantakan.
Tanpa membuang-buang waktu lagi Yuna langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Hanya membutuhkan waktu 10 menit, kini Yuna telah rapi dengan seragam kerjanya. Yuna bekerja di sebuah cafe yang letaknya tepat di tengah-tengah kota, dan sekarang sudah hampir 2 tahun ia bekerja di cafe itu.
Yuna hanya mengambil selembar roti tawar sebagai sarapan nya, karena tidak ada waktu untuk ia sarapan, yang ada hanya akan membuatnya semakin terlambat tiba di cafe
Ia berangkat dari rumah ketempat ia bekerja hanya berjalan kaki, karena tidak ada alat transportasi yang bisa Yuna gunakan.
***
Setelah kurang lebih 15 menit kini Yuna telah sampai di tempat dia bekerja, ia lirik jam di tangan nya yang sudah menunjukkan pukul 8 lebih, lalu ia mengerutkan alisnya bertanya-tanya di dalam hatinya mengapa cafe tempat dia bekerja masih belum buka, karena biasanya cafe akan buka pada saat jam 8 tepat
Tanpa ingin memikirkan yang aneh-aneh Yuna pun lalu masuk. sudah terlihat Ayu rekan kerjanya sekaligus sahabat nya tengah menunggunya dengan wajah gelisah
" Kamu kenapa, nggak biasanya kamu telat begini " Tanya Ayu yang langsung menghampiri Yuna.
" Iya maaf, tadi aku bangun nya kesiangan, karena tadi malam aku lupa pasang alarm " Jawab Yuna, sambil tersenyum kaku
Setelah mendengar itu Ayu pun bisa bernafas dengan lega. Ia sudah sangat khawatir dengan Yuna, karena selama 2 tahun mereka bekerja bersama, ini pertama kalinya Yuna datang terlambat, sehingga membuat pikirannya yang tidak-tidak bermunculan.
Ditambah dengan Yuna yang hanya tinggal sendiri di rumah nya, membuat Ayu takut jika sesuatu terjadi pada Yuna maka tidak ada yang dapat menolong nya.
__ADS_1
" Syukur lah kalau memang kamu baik-baik aja " Ucap Ayu sambil mengusap lengan Yuna.
" Ehmmm...Oh ya kenapa masih belum buka " Ucap Yuna.
" Kaya nya bukan hanya kamu yang bangun kesiangan, Bu bos juga " Jawab Ayu sambil tertawa renyah.
Bu bos adalah panggilan yang biasa para pegawai cafe pakai untuk meyebut nama majikan mereka. Sudah menjadi peraturan kalau cafe baru bisa buka di saat bu bos sudah datang, dengan alasan yang tentunya hanya diketahui oleh bu bos.
Jadi mau jam berapa pun kalau bu bos belum datang, maka cafe pun tidak boleh di buka.
" Saya tidak membayar kalian untuk mengobrol disini. Cepat sudah waktunya buka " Ujar Bu bos yang tiba-tiba saja masuk ke dalam cafe, yang entah kapan tibanya.
Mendengar itu Yuna mau pun Ayu sama-sama kaget, sehingga membuat mereka menjadi linglung sesaat. Setelah bu bos berlalu masuk ke dalam ruangan nya, Yuna dan Ayu langsung buru-buru membuka cafe.
***
" Bagaimana Ningsih apa sarapan nya sudah siap " Tanya Adriana.
Ningsih adalah ibu kandung Yuna yang bekerja sebagai pelayanan di kediaman keluarga mahendra.
Ia mulai bekerja sebagai pelayanan pada 16 tahun yang lalu, dimana setelah kepergian suaminya untuk selama-lamanya. Karena sudah tidak ada lagi yang menafkahi nya maka Ningsih harus mencari pekerjaan untuk membiayai kebutuhan nya dan juga Yuna, yang pada saat itu berusia 4 tahun
Dan kebetulan di kediaman keluarga Mahendra sedang mencari pekerja untuk menjadi pelayanan di rumah mereka. Ningsih pun mendaftarkan dirinya karena gajih yang di tawarkan cukup besar
Setelah penantian yang cukup lama akhirnya ia diterima untuk bekerja. Ia juga meminta izin untuk membawa Yuna ikut bersama nya tinggal di kediaman keluarga Mahendra, karena ia tidak mempunyai tempat untuk menitipkan Yuna. Ferdinan selaku kepala keluarga mengizinkan Ningsih untuk membawa anak nya yang masih kecil itu.
Namun di saat usia Yuna menginjak 14 tahun ia memutuskan untuk meninggalkan kediaman keluarga Mahendra, lalu tinggal di rumah peninggalan ayah nya.
__ADS_1
Dengan berat hati Ningsih melepas putrinya yang ingin tinggal di rumah lama mereka, karena dia tidak bisa meninggal kan pekerjaannya, Karena dari pekerjaan ini lah ia baru bisa membiayai sekolah Putri nya.____
***
Kini semua makanan yang telah dimasak oleh Ningsih tertata rapi di atas meja, siapa saja yang melihat nya pasti ingin langsung menyantap nya.
" Kamu pasti belum sarapan juga kan, sini kita sarapan bareng aja " Ucap Adriana yang kini ingin memulai sarapan nya.
" Tidak perlu nyonya, saya bisa sarapan dibelakang nanti " Jawab Ningsih.
Adriana mengerucut kan bibir nya sambil menggelengkan kepalanya, yang menandakan dia tidak ingin mendengarkan penolakan dengan alasan apa pun.
Melihat itu Ningsih sudah dapat mengerti, ia pun hanya bisa membuang nafasnya pelan lalu duduk di salah satu kursi.
Sarapan pagi ini Adriana dan Ningsih mengobrol dengan santai. Bekerja selama hampir 16 tahun pasti lah membuat Ningsih dan majikan nya yaitu Adriana sangat dekat, di tambah Adriana yang selalu ramah kepada semua pelayanan yang ada di rumah nya, tanpa pernah membanding-bandingkan dengan status yang dia punya
Namun di tengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba handphone Adriana berdering yang menandakan kalau ada orang yang menghubungi nya.
Adriana pun lalu menoleh kearah handphone nya yang ia letakkan di samping. Senyuman terukir di sudut bibirnya saat melihat nama "anak ku El" tertera dilayar handphone nya, tanpa berlama-lama ia pun langsung menerima panggilan itu.
" Halo El..." Sapa Adriana kepada Putra tunggal nya, yang kini tengah berada di luar negeri
" Iya Halo Mah. Bagaimana kabar Mamah sama Papah di sana " Tanya Arel dari seberang sana.
" Mamah baik-baik saja, kalau Papah kamu sekarang lagi keluar kota karena lagi mengurus cabang perusahaan yang ada di sana " Jawab Adriana.
" Kalau kamu bagaimana kabarnya sayang, terus kapan kamu pulang, apa masih belum selesai mengurus berkas-berkas kelulusan kamu di sana " Sambung nya.
__ADS_1
Keenan Arel Mahendra adalah putra tunggal dari pasangan Ferdinan Mahendra dan Adrian Mahendra.
Karena terlahir dari keluarga pembisnis yang memiliki perusahaan di mana-mana dalam berbagai bidang. Membuat Arel harus menguasai berbagai ilmu pendidikan, untuk mempersiapkan dirinya nanti dalam menerus kan bisnis keluarga nya