
" Sebaik nya aku lap tubuh ibu pakai air panas, mungkin itu bisa memberikan respon agar ibu bisa cepat sadar " Gumam Yuna, ia tersenyum karena bisa memikirkan hal sebrilian itu
***
Yuna bangkit dari sofa, lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, Yuna masih tetap menggunakan baju nya yang kemarin, karena ia belum pulang untuk mengambil baju ganti nya, jadi dia mau tidak mau harus kembali menggunakan baju nya, yang sudah bau keringat itu
Setelah selesai membersihkan dirinya, yuna pun kemudian keluar dari ruangan ibu nya, untuk mencari air hangat untuk ibu nya.
Tidak lupa ia pun membeli sarapan untuk ia santap, karena Yuna memiliki penyakit maag, yang apa bila terlambat sedikit saja makan, maka perutnya terasa bagaikan diiris-iris
" Bu. Yuna permisi ya, Yuna bersihin badan ibu " Ucap Yuna, sebelum ia memulai membersihkan tubuh Ningsih, menggunakan air hangat yang sudah ia dapatkan tadi
Di saat Yuna sampai di titik membersihkan bagian wajah ibu nya. Ningsih terlihat seperti mengerutkan alisnya, seakan merasakan sentuhan yang diberikan oleh Yuna
" Ibu...Apa ibu sudah sadar " Tanya Yuna. Ia terlihat sangat senang karena mengira kalau Ningsih telah sadar, karena ia menggerakkan alisnya
Namun Ningsih sama sekali tidak memberikan respon apa-apa, yang membuat Yuna menjadi cemberut. Padahal tadi dia sudah sangat senang
" Sepertinya ibu merasakan hangat, saat handuk ini mengenai wajah nya " Gumam Yuna.
Yuna pun meneruskan untuk membersihkan wajah ibu nya, dan benar saja saat handuk itu kembali mengenai wajah Ningsih, ia kembali mengerutkan alisnya
Namun nampaknya ia masih tetap enggan untuk membuka mata nya.
Di saat Yuna fokus membersihkan setiap sudut tubuh ibu nya. Tiba-tiba pintu ruangan di ketuk.
Dengan cepat Yuna kembali merapikan baju ibu nya, lalu berjalan menuju pintu untuk membukakan nya.
" Yuna. Apa kabar " Ucap Adriana, ia langsung memeluk tubuh Yuna
" Yuna baik tante " Jawab Yuna
" Silahkan masuk " sambung Yuna.
Yuna mengerutkan alisnya di saat melihat laki-laki paruh baya yang berdiri di samping Adriana itu. Namun ia tidak berani bertanya, ia pun langsung mempersilahkan para tamu nya itu untuk masuk
" Apa ibu kamu masih belum sadar " Tanya Adriana, yang berjalan mendekat kearah Ningsih
__ADS_1
" Iya tante.Dokter bilang kondisi ibu sudah stabil, hanya saja membutuhkan waktu untuk ibu bisa sadar " Kata Yuna
Adriana pun hanya bisa menghembuskan nafas nya pelan, sambil terus menatap wajah Ningsih yang nampak pucat.
Kemudian ia duduk di sofa di samping sang suami.
" Saya tidak menyangka, kalau kamu sudah sebesar ini ya " Ucap Ferdinan, sambil tersenyum ramah kearah Yuna yang duduk diseberang nya
Mendengar itu baru lah Yuna yakin kalau laki-laki yang memang nampak tidak asing di mata nya itu, adalah majikan ibu nya yaitu Ferdinan
Yuna pun hanya tersenyum mendengar apa yang Ferdinan katakan. Sebenarnya ia juga tidak menyangka kalau waktu berjalan begitu cepat, hingga sekarang usia nya sudah menginjak 20 tahun
" Ehm....Om sama tante mau minum apa, biar Yuna belikan " Kata Yuna. Karena ia tidak bisa menyeduh kan minuman, karena sekarang ruangan ibu nya masih kosong
" Tidak perlu Yuna, kita udah sarapan tadi sebelum berangkat kesini " Sahut Adriana.
Mendengar itu Yuna menganggukkan Kepala nya sambil tersenyum.
***
Yuna berniat untuk pulang sebentar ke rumah nya untuk mengambil baju ganti.
Di saat dia sudah berada diluar rumah sakit, dia tidak sengaja melihat Arel yang baru saja keluar dari mobil nya. Membuat Yuna yang melihat itu pun menjadi kaget bercampur gugup
" Yuna.... " Sapa Arel, sesaat setelah ia keluar dari mobil nya, dan melihat kalau ada Yuna yang berada tidak jauh dari posisi nya
Yuna menjawabnya dengan senyuman tipis sambil sedikit menganggukkan kepala nya.
" Apa orang tua aku masih di ruangan ibu kamu " Tanya Arel.
Yuna menggelengkan kepalanya._ " Baru saja pergi " Jawab Yuna
Arel terlihat membuang nafas nya panjang, setelah mendengar kalau orang tua nya sudah pergi dari rumah sakit
" Memang nya ada apa " Tanya Yuna spontan.
Yuna langsung menutup mulut nya, setelah kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut nya. Yang hanya membuat nya menjadi malu
__ADS_1
Melihat tingkah Yuna, yang terlihat malu-malu. Membuat Arel tersenyum. Namun senyuman nya hanya bertahan beberapa detik saja, karena Arel harus tetap mempertahankan citra nya sebagai cowok coll, yang tidak sembarang orang bisa melihat senyuman nya
" Ada barang orang tua aku yang ketinggalan, jadi aku datang kesini untuk anterin. Tapi ternyata mereka udah pergi " Ucap Arel
" O...ohh..." Sahut Yuna, sambil salah tingkah
" Kamu mau kemana?. Apa ibu kamu sudah sadar " Tanya Arel
" Ibu masih belum sadar. Saya mau pulang sebentar, mau ambil baju ganti " Jawab Yuna.
Semakin kesini Yuna tidak lagi merasa takut dan gugup yang berlebihan saat berada di dekat Arel dan saling berbicara, tidak seperti pertemuan kemaren, Yuna benar-benar tidak berani bertatapan sedikit pun dengan Arel
Bahkan kini entah mengapa, Yuna merasa nyaman dan tenang saat mendengar suara berat Arel.
Namun sesaat setelah Yuna terbuai akan kenyamanan saat berada di dekat Arel. Yuna kembali teringat akan kejadian pada malam itu, dimana Yuna dilabrak oleh kekasih Arel
Mengingat kejadian itu, entah mengapa membuat hati Yuna sakit. Ia juga tidak tahu alasan nya, apakah karena dibuat malu didepan umum oleh kekasih arel?, atau sedih karena Arel sudah menjadi milik orang lain?.
" Apa mau aku anter " Ucap Arel
" Nggak!!! " Jawab Yuna langsung.
Arel pun mengerutkan alisnya, mendengar penolakan spontan dari Yuna. Apakah sebegitu tidak ingin nya Yuna diantar kan oleh nya, begitulah pikir Arel
"Aahh...Maaf maksud saya, bukan nya kamu mau nganterin barang orang tua kamu yang ketinggalan " Ucap Yuna
Mendengar itu Arel tersenyum, ternyata itu alasan Yuna langsung menolak tawaran nya.
" Udah nggak apa-apa, aku bisa nganterin nya nanti, lagian barang nya juga nggak terlalu penting " Jawab Arel.
" Tidak perlu saya bisa naik taksi " Ucap Yuna lagi.
Setelah mengatakan itu Yuna langsung pergi tanpa menghiraukan Arel lagi.
Mengingat kalau Arel sudah memiliki kekasih, membuat Yuna takut menerima tawaran dari Arel yang ingin mengantarkan nya pulang ke rumah untuk mengambil baju ganti
Yuna tidak dapat membayangkan bagaimana marah nya kekasih Arel saat mengetahui akan hal itu, jika ia menerima tawaran dari Arel
__ADS_1