Di Nikahi Ceo Tampan

Di Nikahi Ceo Tampan
Eps8_Dia mengenali ku


__ADS_3

Namun setelah masuk nya Yuna kekediaman keluarga Mahendra, sedikit mengobati luka hati Adriana. Yang membuat dia bisa merasakan mempunyai anak perempuan


Walau pun tidak pernah dia cerita kan kepada siapa pun tentang isi hatinya.


***


Setelah itu Adriana pun meminta Yuna untuk makan malam bersama nya, Awal nya Yuna menolak karena dia tidak memiliki sedikit pun selera untuk makan


Akan tetapi Adriana terus memaksa nya, sehingga membuat Yuna tidak bisa lagi menolak nya.


30 Menit berlalu~~~


Adriana menawarkan dirinya untuk menginap di rumah sakit agar Yuna mempunyai teman.


Tetapi Yuna menolak nya, karena dia sudah menyita banyak waktu Adriana, dan menyuruh Adriana untuk beristirahat saja di rumah nya. Biar dia saja yang menjaga ibu nya.


Yuna pun mengantarkan mereka sampai ke parkiran.


" Mamah masuk saja duluan. Ada yang ingin aku bicarakan sama Yuna " Kata Arel, menyuruh ibu nya untuk masuk lebih dulu ke dalam mobil.


Adriana pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil meninggalkan Arel dan Yuna berdua di luar.


" Aku minta maaf atas kejadian malam itu di bioskop. Jasmine sudah membuat kamu tidak nyaman, karena kesalahpahaman nya " Ucap Arel.


Yuna sedikit kaget mendengar nya. Ia pikir Arel tidak ingat atau pun tidak mengenali kalau dia lah perempuan malam itu, karena di dalam ruangan tadi, ia hanya diam terlihat seperti tidak mengenali nya sama sekali.


" Iya. Tidak apa-apa " Jawab Yuna, dengan terus menundukkan Kepalanya, seperti terus menghindari bertatapan dengan lawan bicara nya


Melihat Yuna yang nampak enggan menatap nya, membuat Arel hanya bisa menghembuskan nafas nya pelan


" Ya sudah kalau begitu. Kamu masuk duluan saja " Kata Arel


Lagi-lagi Yuna hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya, sambil terus menunduk. Kemudian ia pun pergi dari hadapan Arel, untuk kembali keruangan ibu nya.

__ADS_1


Setelah memastikan Yuna telah benar-benar menghilang dari pandangannya, baru lah Arel masuk kedalam mobil nya untuk menyusul Adriana yang sudah lebih dulu masuk.


" Kalian ngomong apa, Mamah liat kayanya serius banget " Tanya Adriana, setelah Arel masuk kedalam mobil


" Bukan apa-apa kok Mah " Jawab Arel, sambil tetap fokus dengan kemudi nya.


Setelah itu suasana di dalam mobil pun menjadi hening. Membuat pikiran Adriana menjadi melayang kemana-mana


" El...Mungkin kalau kamu sama Yuna, pasti Papah kamu akan langsung kasih restu " Ucap Adriana tiba-tiba.


Arel yang awal nya sangat fokus dengan kemudi nya, tiba-tiba batuk mendengar apa yang ibu nya katakan


" Mah itu nggak akan mungkin terjadi. Mamah juga taukan kalau aku sudah sangat lama berpacaran dengan jasmine, dan sampai kapan pun aku nggak akan melepas nya " Jawab Arel. Terdengar nada bicara nya sangat serius


Mendengar itu membuat Adriana hanya bisa memegang kepala nya, mungkin kalau Ferdinan mendengar Arel mengatakan itu, pasti sudah terjadi baku hantam, yang sering terjadi waktu dulu


Akan tetapi untung lah, tidak ada Ferdinan di sini sekarang.


***


Sambil terus berdoa dan berharap agar Ningsih segera tersadar dan membuka mata nya.


" Bu. Ibu yang kuat ya, ibu harus bertahan demi Yuna, Ibu selalu bilang sama Yuna, kalau ibu akan tetap sehat sampai nanti Yuna jadi orang sukses, dan buat ibu bangga " Gumam Yuna, sambil mengelus punggung telapak tangan ibu nya


Namun Ningsih tetap tidak memberikan respon apa-apa, membuat Yuna kembali meneteskan air mata nya.


Tidak lama setelah itu, perawat masuk kedalam ruangan Ningsih untuk memeriksa kondisi nya. Perawatan itu lalu melakukan beberapa pemeriksaan di tubuh Ningsih, yang tidak dapat dimengerti oleh Yuna


" Kondisi pasien sudah sangat stabil, jadi anda tidak perlu terlalu khawatir " Ucap perawatan perempuan itu kepada Yuna.


Mendengar itu akhirnya membuat Yuna bisa tenang, ia pun tersenyum kearah perawatan perempuan itu sambil menganggukkan kepalanya


" Tapi Dokter, kenapa ibu saya belum sadar " Tanya Yuna.

__ADS_1


" Kita sudah melakukan penangan yang terbaik untuk pasien. Nanti pasien akan sadar dengan sendirinya, hanya saja membutuhkan waktu " Jawab perawatan itu.


Setelah Pemeriksaan nya telah selesai, perawatan itu pun pamit kepada Yuna untuk keluar.


Yuna kembali duduk di samping ibu nya, sambil kembali menggenggam tangan Ningsih. Ia harus mempercayai apa pun yang tadi perawatan itu katakan, kalau sekarang ibu nya sudah baik-baik aja, hanya saja membutuhkan waktu untuk ibu nya bisa sadar kembali


Dan ia sebagai anak, hanya bisa terus berdoa dan tetap memberikan dukungan kepada ibu nya. Dan Yuna pun bertekad kalau ia akan terus berada di samping ibu nya, menemani setiap pengobatan yang dijalani Ningsih, hingga nanti ia sembuh, dan bisa beraktivitas seperti sediakala.


Namun tiba-tiba ia teringat akan tanggung jawab nya yang lain, yaitu bekerja sebagai pelayanan di cafe. Bagaimana dia bisa terus menemani ibu nya, jika waktu nya setiap hari selalu ia habiskan untuk bekerja


" Aku harus bagaimana. Aku tetap harus kerja untuk membayar biaya rumah sakit ibu, tapi bagaimana cara nya, ibu pasti butuh teman kalau aku nggak ada ibu sama siapa " Gumam Yuna


Yuna pun nampak memegangi kepala nya yang kini terasa pusing, akibat banyak nya hal yang harus dia pikirkan


" Kalau untuk sekarang, aku harus tetap ada di rumah sakit untuk menemani ibu "


" Mungkin aku harus minta izin cuti beberapa hari sama bu bos, sampai nanti kondisi ibu sudah kembali membaik " Sambung Yuna.


Setelah merasa keputusan nya sudah tepat. Yuna pun mengirimkan pesan kepada bu bos, untuk meminta izin cuti agar ia bisa terus menemani ibu nya.


Tidak lama setelah itu, bu bos membalas pesan yang dikirimkan oleh Yuna. Ia mengizinkan Yuna untuk cuti beberapa hari.


***


Yuna Terbangun dari tidur nya, dan saat ia melirik kearah jam menunjukkan pukul 7 pagi


Sebenarnya dia tidak sadar kapan ia mulai tertidur, seingat nya tadi malam ia hanya menyandarkan kepala nya di sofa karena merasa sedikit pusing, dan tanpa dia duga ia malah tertidur sangat nyenyak sampai pagi hari


Mungkin itu semua faktor karena ia kelelahan, lelah karena seharian sibuk melayani pelanggan di cafe, belum lagi ia berlari dari tempat dia bekerja menuju rumah sakit, yang jarak nya beberapa kilo meter


Andai kalau orang itu bukan Yuna, pasti lah sudah dilarikan ke rumah sakit akibat terlalu kelelahan. Akan tetapi Yuna nampak nya sudah terbiasa akan hal itu.


" Sebaik nya aku lap tubuh ibu pakai air panas, mungkin itu bisa memberikan respon agar ibu bisa cepat sadar " Gumam Yuna, ia tersenyum karena bisa memikirkan hal seberilian itu

__ADS_1


__ADS_2