Di Nikahi Ceo Tampan

Di Nikahi Ceo Tampan
Eps2_Kejutan


__ADS_3

Keenan Arel Mahendra adalah putra tunggal dari pasangan Ferdinan Mahendra dan Adriana Mahendra.


Karena terlahir dari keluarga pembisnis yang memiliki perusahaan di mana-mana dalam berbagai bidang. Membuat Arel harus menguasai berbagai ilmu pendidikan, untuk mempersiapkan dirinya nanti dalam menerus kan bisnis keluarga nya


***


Bahkan di saat ia memasuki sekolah menengah pertama ia sudah tinggal terpisah dengan orang tuanya, karena diharuskan tinggal di asrama sekolah. Dengan maksud agar Arel hanya fokus dengan pelajaran nya, dan terhindar dari pergaulan dan lingkungan yang hanya akan membawa nampak negatif untuk nya.


Dari semua itu terkadang Arel termenung, apakah ia harus bersyukur atau sebaliknya dengan kehidupan yang ia jalani.


Dia memang mempunyai segalanya, bahkan dari kecil dia tidak pernah merasakan sedikit pun kekurangan. Akan tetapi semua kenyamanan yang ia Terima sejak dia kecil, harus di bayar dengan masa-masa kecil dan remajanya, yang tidak dapat dia rasakan seperti anak-anak lain nya


Karena setiap harinya hanya dipenuhi dengan materi-materi pelajaran, yang terkadang membuat Kepalanya pusing.


Tahun demi tahun ia lalui dan sekarang semua penderitaan nya telah berakhir. Sepekan yang lalu ia sudah menyelesaikan pendidikan nya di salah satu universitas terkenal di dunia


Dan dia akhirnya bisa pulang ke rumah dan menemui orang tuanya yang sudah sangat dia rindukan, akan tetapi kepulangan nya selalu tertunda karena harus mengurus kelulusannya ini dan itu.


***


" Kabar aku juga baik kok Mah. Ehmmmm.... sebelumnya aku minta maaf ya karena sudah membuat Mamah menunggu lama, tapi sekarang semua berkas sudah aku selesaikan. Dan besok aku akan pulang " Jawab Arel.


Mendengar itu tentu saja Adriana sangat kegirangan, penantian yang sudah sangat lama ia tunggu-tunggu, akhirnya akan berakhir.


Besok putra kecilnya yang sekarang sudah berubah menjadi laki-laki dewasa akan kembali. Tentu saja tidak ada hal yang lebih membahagiakan dibandingkan itu.


" Baik. Mamah sangat senang mendengar nya. Pokoknya besok Mamah akan siapkan semua makanan kesukaan kamu " Ucap Adriana tentu saja dengan senyuman yang sangat sumringah


" Iya Mah tapi jangan terlalu berlebihan banget juga. kalau begitu aku tutup ya telpon nya "


" Iya Sayang, sampai ketemu besok " Sahut Adriana.


Ningsih yang melihat itu hanya bisa tersenyum, ia juga ikut bahagia disaat Adriana terlihat sangat bahagia karena anak kesayangan nya akan segera pulang, dan mereka bisa berkumpul kembali.

__ADS_1


Karena bagi seorang perempuan yang telah memiliki anak, pasti lah merasakan kalau tidak ada hal yang lebih penting dibanding anaknya. Dan tinggal terpisah dengan seorang anak bukan lah hal yang mudah bagi seorang ibu. Karena sekarang Ningsih merasakan nya, jadi dia sangat paham perasaan Adriana saat ini.


" Ningsih besok kamu bantuin saya ya masak makan kesukaan El " Ucap Adriana. Sambungan telepon nya dengan Arel memang sudah terputus, tapi senyuman nya masih tetap sumringah.


" Baik Nyonya " Jawab Ningsih.


Mereka pun meneruskan sarapan mereka dengan sambil mengobrol...


***


Pukul 19:20 malam~~~


Ningsih yang tengah mencuci piring sisa makan malam, mendengar kalau bel rumah berbunyi, yang menandakan kalau ada tamu yang datang.


Dengan cepat dia membersihkan tangan nya dari busa sabun cuci piring, untuk segera membukakan pintu.


Sambil berlari kecil Ningsih menuju pintu utama, dan di saat dia membuka pintu Ningsih membulatkan matanya bahkan mulutnya juga ikut sedikit terbuka.


" Nak Arel " Ucap Ningsih spontan


" Iya bi saya Arel. Mamah nya ada di rumah kan " Jawab Arel, sambil tersenyum ramah kearah Ningsih


" Iya nyonya ada di rumah, silahkan masuk nak Arel, saya panggil kan nyonya Adriana dulu "


Setelah mengatakan itu Ningsih langsung berlari menuju kamar Adriana yang berada di lantai dua, untuk memberitahukan kalau Arel kini sudah sampai di rumah.


" Suasana nya sama sekali tidak berubah " Gumam Arel sambil mendudukkan dirinya di sofa.


Matanya terus mengitari setiap sudut rumah nya, yang sudah bertahun-tahun ia tinggalkan, akan tetapi suasana nya masih seperti saat ia kecil sama sekali tidak ada yang berubah


" El...." Teriak Adriana dari lantai 2 rumah nya


" Mah hati-hati jangan lari-lari " Teriak Arel, saat ia melihat ibunya yang berlari seperti anak kecil menuruni anak tangga.

__ADS_1


Adriana langsung memeluk tubuh putranya yang sudah sangat ia rindu kan, bahkan kini air mata nya sudah membasahi pipinya, seakan meluapkan semua rasa yang Mengganjal dihatinya selama ini.


Arel yang tak kalah merindukan ibu nya pun membalas pelukan dari ibu nya.


" Kamu kenapa bohongin Mamah sih, bilangnya besok baru pulang, sekarang kan Mamah belum siapin apa-apa buat kamu " Ujar Adriana sambil memukul lengan putranya, dan melepaskan pelukan mereka.


Arel hanya tersenyum melihat wajah kesal ibunya yang sudah sangat lama tidak dia lihat.


" Maaf ya Mah. Aku cuman pengen bikin kejutan buat Mamah sama Papah, tapi sekarang Papah nya malah nggak ada " Jawab Arel, sambil menyeka air mata ibu nya, lalu kembali memeluk Adriana yang sudah sangat ia rindu kan.


Ningsih yang melihat itu dari kejauhan meneteskan air matanya, ia ikut bahagia, akan tetapi jauh di lubuk hatinya ia juga sangat merindukan putri nya Yuna yang sudah 3 bulan tidak bertemu dengan nya.


Namun Ningsih tidak ingin terlalu larut dari kesedihan nya, ia pun melanjutkan mencuci piring yang tadi sempat tertunda.


Suasana rumah pun kini menjadi sangat hangat Adriana dan Arel saling bertukar cerita mereka, melepaskan rasa rindu yang selama ini Sama-sama mereka tahan.


***


Kini Ningsih sudah berada di dalam kamarnya bersiap untuk istirahat karena semua pekerjaan nya sudah selesai.


" Anak itu sekarang lagi ngapain ya, apa sudah tidur apa belum. Apa aku mengganggu kalau aku telpon sekarang " Gumam Ningsih sambil menggenggam handphone nya


Ia sangat takut kalau jika ia menghubungi Yuna sekarang ia malah hanya akan mengganggu istirahat Yuna, akan tetapi rasa rindu di hatinya sekarang sangat menggebu-gebu, mungkin karena tadi ia melihat Adriana dan Arel, sehingga membuat hatinya sekarang sangat ingin bahkan hanya sekedar mendengar suara putri nya


" Sebentar saja nggak apa-apa lah " Ucap Ningsih, lalu menghubungi Yuna.


" Halo bu ada apa, ibu kenapa belum tidur " Ucap Yuna, setelah kini sambungan telpon mereka tersambung


" Aahh...tidak apa-apa ini ibu juga mau tidur, tapi pengen telpon kamu dulu. Kamu juga kenapa belum tidur "


" Ini Yuna lagi nonton drama, sebentar lagi selesai kok " Jawab Yuna.


" Kamu masih ingat tidak sama nak Arel " Tanya Ningsih.

__ADS_1


__ADS_2