
didalam perjalanan menuju kebandara
Adhy sedang berbincang-bincang dengan Tony masalah orang yang telah membakar rumah Adhy.
dan Tony menjelaskannya dengan detail
sehingga Adhy merasa puas dengan hasil kerja Tony.
dan menanyakan masalah seorang kontraktor terbaik dinegara ini apakah Tony sudah menemukannya.
dan Tonypun menjelaskannya dengan detailnya..
ok..kak
besok saya tunggu kedatangannya..
sebentar kak saya menghubungi pengacara saya dulu yang kakak perkenalkannya kepada saya...
ucap Adhy sambil melakukan panggilan telepon...
kriing....kriing..
suara panggilan telepon Adhy.
Hallo pak..
suara pengacara Daniel dari dalam ponsel Adhy..
ya pak Daniel..
bagaimana mengenai seorang arsitekturnya..
apa sudah menemukan orang yang saya maksud..
oh iya pak..
kebetulan saja orangnya bersama saya pak.
apa bapak ingin berbicara dengannya.
baik berikan ponselnya.
hallo..
ya dengan siapa saya berbicara..
saya supratman pak
seorang arsitek ternama dikota ini..
ok.
apa bapak biasa membuat desain struktur sebuah Villa executif..
iya pak..
baik kalau begitu.
apa sudah melihat lokasi saya.
kami sementara berada dilokasi bapak.
oh gitu ya.
berapa lama bapak bisa membuat gambarnya..
bapak maunya kapan..
saya butuh secepat mungkin,
dan kalau bisa hari ini juga sudah ada.
karena besok seorang kontraktor akan menemui saya.
baik pak..
nanti malam saya sudah bisa menyerahkan gambarnya kepada bapak.
ok..
hubungi saya apabila gambar sudah beres..
siap pak..
Adhypun mengakhiri panggilannya.
kak...
hari sabtu pagi tolong pesankan tiket buat tiga orang.
penerbangan jam 5 sore
dan ini adalah identitas orang tersebut dan tolong diantarkan kebase camp tempat biasa dulu saya ngumpul..
kata Adhy sambil menyerahkan amplop yang berisi fotocopi KTP ketiga sahabatnya dan meletakkan dibelakang stir mobil..
siap bro..
jawab Tony yang sedang memasukkan mobilnya kedalam bandara internasional hasanuddin..
dan setelah sampai dipintu gerbang masuk
Adhy menyalami Tony untuk berpamitan...
saya berangkat dulu ya kak
makasih atas tumpangannya..
sama-sama bro..
Adhy turun dari mobil dan melanjutkan langkahnya masuk kedalam bandara dan menuju keloket untuk memesan tiket..
sedangkan Tony melanjutkan perjalanannya pulang kerumah Ayahnya...
berselang beberapa menit Tony sampai dirumah Ayahnya dan melihat Ayahnya yang sedang berdiri dipintu.
sepertinya ada yang ingin disampaikan kepada Tony..
melihat gerak-gerik Ayahnya
Tonypun mengerti maksud Ayahnya..
bagaimana adikmu apa sudah berangkat..
mungkin masih menunggu tiketnya Ayah..
terus pantau adikmu dibitung
Ayah tidak ingin sesuatu terjadi lagi pada adikmu.
kalau ada yang membahayakan adikmu segera perintahkan orang-orang kepercayaan Ayah untuk menyingkirkannya..
baik Ayah.
ternyata Ayah Adhy sudah mengetahui keberadaan Adhy dibitung.
karena Tony telah menyampaikannya kepada Ayahnya karena Tony tidak ingin Ayahnya larut dalam kesedihan dan Tony juga tidak ingin adiknya sendirian disana.
Tony menceritakan semua perihal Adhy yang belum ingin diketahui keberadaannya dan Adhypun kerja dengan siapa oleh Ayah dan Ibunya.
karena Adhy tidak ingin Ayahnya datang dan menjemput paksa dirinya untuk pulang.
Tapi beda lagi dengan Tony,
Tony adalah asisten pribadi Ayahnya
tidak boleh ada rahasia antara atasan dan bawahan.
sehingga Tony mengingkari janjinya kepada adiknya untuk tidak menyampaikannya kepada Ayahnya.
Tapi Tony memberitahukan
semua kepada Ayahnya
dan memohon kepada Ayahnya
agar tidak ikut campur dalam urusan Adhy
agar Adhy tidak manambahkan kebenciannya kepada mereka..
dan Ayahnya menerima saran Tony
dan menyuruh Tony agar tidak memberitahukan semua ini kepada Ibunya.
dan memenuhi semua apa yang diinginkan dan diperintahkan oleh adiknya.
sedangkan dibandara
nampaklah Adhy yang sedang bersandar disebuah dinding..
sambil menggeser-geser layar ponselnya
dan menunggu panggilan
oprator bandara yang akan
menyebut nomor pesawatnya..
karena kaki Adhy agak sedikit kedepan
sehingga membuat seseorang yang sedang berjalan didepannya terjatuh karena asik bersenda gurau dengan teman jalannya sehingga tidak memerhatikan langkahnya.
waaaw...
teriak seorang gadis cantik yang hendak terjatuh.
membuat Adhy jadi kaget dan hendak menolongnya.
dikarenakan gadis tersebut yang menendang kakinya..
sehingga membuat keseimbangan badannya untuk berdiri jadi hilang dan oleng kekiri
dan akhirnya mereka jatuh bersamaan dan saling bertumpukan..
Adhy jatuh terbaring dilantai sedangkan gadis itu jatuh tepat diatas adhy dan kebetulan mereka saling bertatapan
dan jarak wajah mereka hanya sejengkal saja.
mereka berdua bertatapan sambil diam mematung beberapa menit lamanya sehingga suasana ditempat itu seketika menjadi hening melihat suasana romantis antara Adhy dan gadis cantik yang ada diatas Adhy itu tidak lain adalah seorang pramugari...
karena melihat temannya hanya diam saja diatas tubuh seorang pria.
teman sesama pramugari itu mendehem untuk menyadarkan kemannya.
karena dia melihat semua pandangan orang yang ada ditempat itu mengarah ketemannya...
heem...heem..
mendengar suara deheman,
sang pramugari itu tersentak
dan sadar dari lamunannya
dan langsung bangkit berdiri.
dan meminta maaf kepada Adhy
dengan wajah yang salah tingkah membuatnya semakin canti saja.
dan pramugrari langsung menarik
teman seprofesinya bergegas melangkah
dari tempat itu dengan tergesa-gesa..
saat itu juga
salah satu dari pengunjung bandara
yang ada dilokasi tersebut.
tidak sadar bertepuk-tepuk tangan
dan diikuti oleh semua orang
__ADS_1
yang melihat kejadian tersebut.
sehingga membuat pramugari itu tersipu malu dan berlari-lari kecil meninggalkan tempat itu
sambil menutup wajahnya yang merah merona...
Adhypun tersadar dari lamunannya dan langsung bangkit mengambil ponselnya..
dan saat itu juga terdengar suara operator bandara menyebut nomor pesawat yang akan ditumpanginya.
Adhypun melangkahkan kakinya kepemeriksaan tiket dan melanjutkan naik kepesawat...
setelah mendapatkan tempat duduknya berkat bimbingan dari salah satu pramugari pesawat tersebut.
Adhypun duduk santai sambil bersandar dikursinya dan menutup matanya.
berusaha mengingat kejadian yang barusan dialaminya.
dengan cukup berusaha akhirnya Adhy dapat mengingat wajah gadis itu
dan senyum-senyum sendiri...
saat itu penumpang lagi sepi
dan banyak kursi yang kosong.
sehingga membuat Adhy bisa lebih leluasa untuk beristirahat dipesawat tersebut.
setelah mematikan ponselnya
Adhy berusaha untuk tidur sejenak.
namun disisi lain ada sepasang mata yang yang memperhatikannya.
orang itu tidak lain adalah pramugari yang tadi yang yang jatuh bersama Adhy.
setelah mengudara tibalah waktunya pihak petugas pesawat memanjakan penumpangnya dengan mengantarkan berbagai makanan dan minuman buat penumpangnya..
setelah tiba saatnya giliran Adhy
untuk mendapatkan
makanan dan minuman.
pramugari itu jadi bingung dikarenakan
Adhy sedang tertidur sangat pulas.
tapi karena sudah tugasnya
petugas pesawat itupun membangunkan
Adhy dengan sipan dengan
panggilan suara yang pelan dan lembut.
permisi pak,
makanan dan minuman telah tiba..
Adhy terjaga dari tidurnya
karena merasa ada yang menegurnya..
dan segera memperbaiki duduknya
dan melihat siapa yang menyapanya..
begitu melihat orang yang menyapanya
Adhy jadi kaget
dan menggosok-gosokkan
kedua bola matanya
dengan kedua tangannya
sambil berbisik dalam hatinya
apakah aku sedang bermimpi..
dan ditempuk-tepuk kedua pipinya
dengan sedikit keras
sehingga membuatnya
meringis kesakitan.
dan barulah Adhy
menyadarinya kalau itu adalah nyata
dan bukan mimpi.
sedangkan pramugari yang
sedari tadi memerhatikan tingkah Adhy
menjadi salah tingkah dan mukanya langsung berubah jadi merah merona.
Adhypun jadi canggung melihat
tingkahnya sendiri.
bapak mau makan dan minum apa..
tanya pramugari itu sedikit
malu-malu kepada Adhy.
oh iya...
apa aja yang ada...
mendengar penjelasan
penumpangnya,
untuk bertanya lagi..
apa bapak ingin minum kopi
dan seiris roti bakar..
kata pramugari itu sambil berpikir
untuk menawarkan
yang cocok buat penumpangnya.
oh..iya...aja mbak..
panggil saja Naomi pak
gadis itu sambil memperlihatkan papan nama yang ada didadanya..
oh nama kamu
Naomi ya..
perkenalkan,
nama saya Adhy..
ucap Adhy sambil mengulurkan tangannya kepada gadis yang bernama melati itu.
dan dibalas oleh gadis itu..
dan gadis itupun segera berlalu dari hadapan Adhy tanpa permisi.
melihat sikap gadis itu yang salah tingkah kepadanya.
membuat Adhy tertawa kecil dan senyum-senyum sendiri.
tidak lama kemudian pesawat itu sudah berada diatas kota manado
dan siap-siap untuk mendarat.
dan pesawatpun mendarat dengan baik
dan para penumpang segera mengambil barang bawaannya
dan bergegas berjalan kepintu pesat
untuk meninggalkan pesawat tersebut..
Adhypun melangkahkan kakinya
menuruni anak tangga pesawat itu.
dan terus berjalan keparkiran
yang dimana telah diparkirkannya dari pagi.
setelah sampai dimobil Adhypun
melajukan mobilnya menuju kerumah sakit
diperjalanan Adhy menelpon adiknya Nobi..
kriing...kriing..
suara nada panggilan Adhy dari ponselnya.
hallo kak..
suara Novi dari dalam ponsel Adhy.
hallo juga Vi..
gimana kabar mama..
baik kak...
syukurlah kalau begitu.
oh iya apa kamu sudah makan..
sudah kak
syukurlah..
ok sebentar lagi kakak kesitu
ok kak..
oke
kakak tutup teleponya ya...
siap kak..
setelah mendengar suara adiknya
Adhypun mengakiri panggilannya.
dan fokus kejalanan..
tit...tit...tit..
pesan via WA masuk
Adhy menepikan mobilnya
dan membaca via WA tersebut
tetnyata nomor rekening perusahaan perumahan executif,
rumah yang akan dibelinya.
Adhypun melihat-lihat disekitarnya untuk mencari sebuah ATM..
dan Adhy melihat didepan jalan ada sebuah papan reklame ATM
__ADS_1
menandakan kalau disitu ada sebuah ATM
Adhypun memajukan mobilnya perlahan-lahan keATM tersebut
dan benar disitu terlihat sebuah ATM.
Adhypun turun dari mobil
dan melangkahkan kakinya
menuju sala satu ATM yang kosong
dan masuk kedalam bilik ATM tersebut
dan mentranfer uang kenomor rekening
yang barusan diterimahnya.
dan tidak lupa juga mentransfer uang kerekening kakaknya yang dipinjamnya kemarin...
setelah mentransfer uang
Adhy keluar dari bilik ATM tersebut dan menuju kemobilnya.
setelah berada didalam mobil
Adhy menghubungi pihak perumahan untuk meminta kunci dan dokumen rumah yang baru saja dibeli dan dibayarnya.
kriing...kriing
suara nada panggilan dari ponsel Adhy
slamat siang pak..
suara petugas perumahan dari dalam ponsel Adhy.
siang pak.
apa uangnya sudah diterimah pak
dan apa bisa saya mengambil kunci dan dokumen rumah tersebut.
sebentar pak
saya hubungi pimpinan saya dulu
beberapa menit kedepan
akan saya hubungi bapak.
oke...
jawab Adhy sambil menutup panggilannya..
dan menghidupkan mobilnya dan mamasukkannya kejalan raya untuk melanjutkan perjalanannya kekota bitung..
berselang beberapa menit ponsel Adhy berdering..
kriing...kring..
suara nada panggilan masuk diponsel Adhy..
Adhy segera menepikan mobilnya
dan menerima panggilan telepon tersebut
dan ternyata yang menghubungi
Adhy adalah petugas perumahan tersebut.
dan memberitahukan kalau kunci dan dokumen rumah yang sudah dibayar oleh Adhy sudah bisa diambil sekarang juga.
dan Adhypun mengakhri panggilan telepon tersebut.
dan langsung melakukan panggilan kepada kakaknya...
kriing...kriing..
suara nada panggilan Adhy..
hai bro.
apa sudah tiba dibitung..
suara Tony dari dalam ponsel Adhy..
iya kak...
kakak..
tolong carikan orang buat saya..
yang bisa dipercaya mengisi perabot rumah baru saya..
dan juga seorang koky dan pembantu rumah tangga yang masih muda dua orang.
siap bro
akan saya hubungi orang disana untuk mencarinya.
makasih kak..
kata Adhy sambil mengakhiri panggilannya
sambil melanjutkan perjalan kekota bitung
dan bermaksud merubah rutenya kelokasi perumahan yang akan ditinggalinya..
setelah menempuh perjalanan panjang
maka tibalah Adhy dilokasi perumahan tersebut..
kriing...kriing..
suara nada panggilan masuk dari ponsel Adhy.
ya hallo..
jawab Adhy..
iya pak
saya orang yang dihubungi pak Tony
disuruh beliau untuk menghubungi bapak.
katanya bapak berminat mengisi perabot rumah baru bapak..
iya..
bisa bapak datang sekarang dilokasi..
bisa pak
kirim saja alamat lokasinya nanti saya survey lokasinya..
baik..
saya tutup teleponnya ya..
siap pak...
Adhypun membuka aplikasi gprs dan mengirim kenomor panggilan masuk yang barusan saja menghubunginya..
setelah itu Adhy turun dari mobilnya dan masuk kedalam kantor perumahan tersebut untuk mengambil kunci rumah dan sebuah dokumen rumah yang barusan dibelinya...
setelah mendapatkan apa yang sudah menjadi miliknya Adhypun keluar dari ruangan tersebut dan kembali masuk kedalam mobil
dan tiba-tiba ponsel Adhy berdering.
kriing...kriing..
suara nada panggilan masuk dari ponsel Adhy.
ya hallo..
maaf pak
apa saya sedang berbicara dengan bapak Adhy...
ya...saya sendiri.
barusan pak Tony telepon saya
katanya bapak sedang membutuhkan seorang koky perempuan dan dua orang pembantu rumah tangga yang masih muda.
iya benar sekali..
kapan saya mengantar mereka..
sekarang juga..
baik pak..
bisa kirimkan alamat bapak,
agar saya bisa mengantarkannya kerumah bapak sekarang juga.
oke..
saya tutup panggilannya
dan segera mengirimkan lokasinya..
setelah menutup panggilan tersebut
Adhypun mengirimkan lokasi rumahnya.
Adhy memajukan mobil kerumahnya yang baru..
setelah berada didepan gerbang yang lumayan besar
Adhy turun dari mobil dan membuka pintu gerbang rumah itu dan melangkah masuk kedalam rumah.
dan tidak lama datanglah beberapa orang dan salah satunya memperkenalkan
diri kepada Adhy
dan memperkenalkan orang-orang yang diantarnya.
setelah memperkenalkan orang yang diantarnya
diapun mohon pamit...
ok tetimakasih..
kata Adhy kepada orang tersebut..
sama-sama pak saya mohom pamit dulu..
baik lah..
orang itu lalu kembali kemobilnya dan pergi meninggalkan rumah Adhy.
oh iya mari saya antar kalian kekamar kalian untuk menyimpang barang-barang bawaan kalian..
baik tuan..
jawab ketiga perempuan itu kepada Adhy.
ini kamar kalian berdua..
sambil mempersilahkan masuk kedua perempuan itu untuk menaruh barangnya dilantai sebentar karena belum ada perabot dirumah itu..
maaf ya perabotnya masih sementara dipesan jadi barang bawaannya ditaruh dilantai dulu...
kata Adhy sambil tersenyum.
dan didepan ini kamar bibi..
bibi saya jadikan sebagai kepala pengurus rumah tangga dirumah ini.
baik tuan..
jawab ibu pengurus rumah tangga baru Adhy.
__ADS_1
bersambung...