Dia Anakku

Dia Anakku
Pertemuan pertama dan tatapan cinta pertama (Dia Anakku)


__ADS_3

didalam perjalanan menuju kebandara


Adhy sedang berbincang-bincang dengan Tony masalah orang yang telah membakar rumah Adhy.


dan Tony menjelaskannya dengan detail


sehingga Adhy merasa puas dengan hasil kerja Tony.


dan menanyakan masalah seorang kontraktor terbaik dinegara ini apakah Tony sudah menemukannya.


dan Tonypun menjelaskannya dengan detailnya..


ok..kak


besok saya tunggu kedatangannya..


sebentar kak saya menghubungi pengacara saya dulu yang kakak perkenalkannya kepada saya...


ucap Adhy sambil melakukan panggilan telepon...


kriing....kriing..


suara panggilan telepon Adhy.


Hallo pak..


suara pengacara Daniel dari dalam ponsel Adhy..


ya pak Daniel..


bagaimana mengenai seorang arsitekturnya..


apa sudah menemukan orang yang saya maksud..


oh iya pak..


kebetulan saja orangnya bersama saya pak.


apa bapak ingin berbicara dengannya.


baik berikan ponselnya.


hallo..


ya dengan siapa saya berbicara..


saya supratman pak


seorang arsitek ternama dikota ini..


ok.


apa bapak biasa membuat desain struktur sebuah Villa executif..


iya pak..


baik kalau begitu.


apa sudah melihat lokasi saya.


kami sementara berada dilokasi bapak.


oh gitu ya.


berapa lama bapak bisa membuat gambarnya..


bapak maunya kapan..


saya butuh secepat mungkin,


dan kalau bisa hari ini juga sudah ada.


karena besok seorang kontraktor akan menemui saya.


baik pak..


nanti malam saya sudah bisa menyerahkan gambarnya kepada bapak.


ok..


hubungi saya apabila gambar sudah beres..


siap pak..


Adhypun mengakhiri panggilannya.


kak...


hari sabtu pagi tolong pesankan tiket buat tiga orang.


penerbangan jam 5 sore


dan ini adalah identitas orang tersebut dan tolong diantarkan kebase camp tempat biasa dulu saya ngumpul..


kata Adhy sambil menyerahkan amplop yang berisi fotocopi KTP ketiga sahabatnya dan meletakkan dibelakang stir mobil..


siap bro..


jawab Tony yang sedang memasukkan mobilnya kedalam bandara internasional hasanuddin..


dan setelah sampai dipintu gerbang masuk


Adhy menyalami Tony untuk berpamitan...


saya berangkat dulu ya kak


makasih atas tumpangannya..


sama-sama bro..


Adhy turun dari mobil dan melanjutkan langkahnya masuk kedalam bandara dan menuju keloket untuk memesan tiket..


sedangkan Tony melanjutkan perjalanannya pulang kerumah Ayahnya...


berselang beberapa menit Tony sampai dirumah Ayahnya dan melihat Ayahnya yang sedang berdiri dipintu.


sepertinya ada yang ingin disampaikan kepada Tony..


melihat gerak-gerik Ayahnya


Tonypun mengerti maksud Ayahnya..


bagaimana adikmu apa sudah berangkat..


mungkin masih menunggu tiketnya Ayah..


terus pantau adikmu dibitung


Ayah tidak ingin sesuatu terjadi lagi pada adikmu.


kalau ada yang membahayakan adikmu segera perintahkan orang-orang kepercayaan Ayah untuk menyingkirkannya..


baik Ayah.


ternyata Ayah Adhy sudah mengetahui keberadaan Adhy dibitung.


karena Tony telah menyampaikannya kepada Ayahnya karena Tony tidak ingin Ayahnya larut dalam kesedihan dan Tony juga tidak ingin adiknya sendirian disana.


Tony menceritakan semua perihal Adhy yang belum ingin diketahui keberadaannya dan Adhypun kerja dengan siapa oleh Ayah dan Ibunya.


karena Adhy tidak ingin Ayahnya datang dan menjemput paksa dirinya untuk pulang.


Tapi beda lagi dengan Tony,


Tony adalah asisten pribadi Ayahnya


tidak boleh ada rahasia antara atasan dan bawahan.


sehingga Tony mengingkari janjinya kepada adiknya untuk tidak menyampaikannya kepada Ayahnya.


Tapi Tony memberitahukan


semua kepada Ayahnya


dan memohon kepada Ayahnya


agar tidak ikut campur dalam urusan Adhy


agar Adhy tidak manambahkan kebenciannya kepada mereka..


dan Ayahnya menerima saran Tony


dan menyuruh Tony agar tidak memberitahukan semua ini kepada Ibunya.


dan memenuhi semua apa yang diinginkan dan diperintahkan oleh adiknya.


sedangkan dibandara


nampaklah Adhy yang sedang bersandar disebuah dinding..


sambil menggeser-geser layar ponselnya


dan menunggu panggilan


oprator bandara yang akan


menyebut nomor pesawatnya..


karena kaki Adhy agak sedikit kedepan


sehingga membuat seseorang yang sedang berjalan didepannya terjatuh karena asik bersenda gurau dengan teman jalannya sehingga tidak memerhatikan langkahnya.


waaaw...


teriak seorang gadis cantik yang hendak terjatuh.


membuat Adhy jadi kaget dan hendak menolongnya.


dikarenakan gadis tersebut yang menendang kakinya..


sehingga membuat keseimbangan badannya untuk berdiri jadi hilang dan oleng kekiri


dan akhirnya mereka jatuh bersamaan dan saling bertumpukan..


Adhy jatuh terbaring dilantai sedangkan gadis itu jatuh tepat diatas adhy dan kebetulan mereka saling bertatapan


dan jarak wajah mereka hanya sejengkal saja.


mereka berdua bertatapan sambil diam mematung beberapa menit lamanya sehingga suasana ditempat itu seketika menjadi hening melihat suasana romantis antara Adhy dan gadis cantik yang ada diatas Adhy itu tidak lain adalah seorang pramugari...


karena melihat temannya hanya diam saja diatas tubuh seorang pria.


teman sesama pramugari itu mendehem untuk menyadarkan kemannya.


karena dia melihat semua pandangan orang yang ada ditempat itu mengarah ketemannya...


heem...heem..


mendengar suara deheman,


sang pramugari itu tersentak


dan sadar dari lamunannya


dan langsung bangkit berdiri.


dan meminta maaf kepada Adhy


dengan wajah yang salah tingkah membuatnya semakin canti saja.


dan pramugrari langsung menarik


teman seprofesinya bergegas melangkah


dari tempat itu dengan tergesa-gesa..


saat itu juga


salah satu dari pengunjung bandara


yang ada dilokasi tersebut.


tidak sadar bertepuk-tepuk tangan


dan diikuti oleh semua orang

__ADS_1


yang melihat kejadian tersebut.


sehingga membuat pramugari itu tersipu malu dan berlari-lari kecil meninggalkan tempat itu


sambil menutup wajahnya yang merah merona...


Adhypun tersadar dari lamunannya dan langsung bangkit mengambil ponselnya..


dan saat itu juga terdengar suara operator bandara menyebut nomor pesawat yang akan ditumpanginya.


Adhypun melangkahkan kakinya kepemeriksaan tiket dan melanjutkan naik kepesawat...


setelah mendapatkan tempat duduknya berkat bimbingan dari salah satu pramugari pesawat tersebut.


Adhypun duduk santai sambil bersandar dikursinya dan menutup matanya.


berusaha mengingat kejadian yang barusan dialaminya.


dengan cukup berusaha akhirnya Adhy dapat mengingat wajah gadis itu


dan senyum-senyum sendiri...


saat itu penumpang lagi sepi


dan banyak kursi yang kosong.


sehingga membuat Adhy bisa lebih leluasa untuk beristirahat dipesawat tersebut.


setelah mematikan ponselnya


Adhy berusaha untuk tidur sejenak.


namun disisi lain ada sepasang mata yang yang memperhatikannya.


orang itu tidak lain adalah pramugari yang tadi yang yang jatuh bersama Adhy.


setelah mengudara tibalah waktunya pihak petugas pesawat memanjakan penumpangnya dengan mengantarkan berbagai makanan dan minuman buat penumpangnya..


setelah tiba saatnya giliran Adhy


untuk mendapatkan


makanan dan minuman.


pramugari itu jadi bingung dikarenakan


Adhy sedang tertidur sangat pulas.


tapi karena sudah tugasnya


petugas pesawat itupun membangunkan


Adhy dengan sipan dengan


panggilan suara yang pelan dan lembut.


permisi pak,


makanan dan minuman telah tiba..


Adhy terjaga dari tidurnya


karena merasa ada yang menegurnya..


dan segera memperbaiki duduknya


dan melihat siapa yang menyapanya..


begitu melihat orang yang menyapanya


Adhy jadi kaget


dan menggosok-gosokkan


kedua bola matanya


dengan kedua tangannya


sambil berbisik dalam hatinya


apakah aku sedang bermimpi..


dan ditempuk-tepuk kedua pipinya


dengan sedikit keras


sehingga membuatnya


meringis kesakitan.


dan barulah Adhy


menyadarinya kalau itu adalah nyata


dan bukan mimpi.


sedangkan pramugari yang


sedari tadi memerhatikan tingkah Adhy


menjadi salah tingkah dan mukanya langsung berubah jadi merah merona.


Adhypun jadi canggung melihat


tingkahnya sendiri.


bapak mau makan dan minum apa..


tanya pramugari itu sedikit


malu-malu kepada Adhy.


oh iya...


apa aja yang ada...


mendengar penjelasan


penumpangnya,


untuk bertanya lagi..


apa bapak ingin minum kopi


dan seiris roti bakar..


kata pramugari itu sambil berpikir


untuk menawarkan


yang cocok buat penumpangnya.


oh..iya...aja mbak..


panggil saja Naomi pak


gadis itu sambil memperlihatkan papan nama yang ada didadanya..


oh nama kamu


Naomi ya..


perkenalkan,


nama saya Adhy..


ucap Adhy sambil mengulurkan tangannya kepada gadis yang bernama melati itu.


dan dibalas oleh gadis itu..


dan gadis itupun segera berlalu dari hadapan Adhy tanpa permisi.


melihat sikap gadis itu yang salah tingkah kepadanya.


membuat Adhy tertawa kecil dan senyum-senyum sendiri.


tidak lama kemudian pesawat itu sudah berada diatas kota manado


dan siap-siap untuk mendarat.


dan pesawatpun mendarat dengan baik


dan para penumpang segera mengambil barang bawaannya


dan bergegas berjalan kepintu pesat


untuk meninggalkan pesawat tersebut..


Adhypun melangkahkan kakinya


menuruni anak tangga pesawat itu.


dan terus berjalan keparkiran


yang dimana telah diparkirkannya dari pagi.


setelah sampai dimobil Adhypun


melajukan mobilnya menuju kerumah sakit


diperjalanan Adhy menelpon adiknya Nobi..


kriing...kriing..


suara nada panggilan Adhy dari ponselnya.


hallo kak..


suara Novi dari dalam ponsel Adhy.


hallo juga Vi..


gimana kabar mama..


baik kak...


syukurlah kalau begitu.


oh iya apa kamu sudah makan..


sudah kak


syukurlah..


ok sebentar lagi kakak kesitu


ok kak..


oke


kakak tutup teleponya ya...


siap kak..


setelah mendengar suara adiknya


Adhypun mengakiri panggilannya.


dan fokus kejalanan..


tit...tit...tit..


pesan via WA masuk


Adhy menepikan mobilnya


dan membaca via WA tersebut


tetnyata nomor rekening perusahaan perumahan executif,


rumah yang akan dibelinya.


Adhypun melihat-lihat disekitarnya untuk mencari sebuah ATM..


dan Adhy melihat didepan jalan ada sebuah papan reklame ATM

__ADS_1


menandakan kalau disitu ada sebuah ATM


Adhypun memajukan mobilnya perlahan-lahan keATM tersebut


dan benar disitu terlihat sebuah ATM.


Adhypun turun dari mobil


dan melangkahkan kakinya


menuju sala satu ATM yang kosong


dan masuk kedalam bilik ATM tersebut


dan mentranfer uang kenomor rekening


yang barusan diterimahnya.


dan tidak lupa juga mentransfer uang kerekening kakaknya yang dipinjamnya kemarin...


setelah mentransfer uang


Adhy keluar dari bilik ATM tersebut dan menuju kemobilnya.


setelah berada didalam mobil


Adhy menghubungi pihak perumahan untuk meminta kunci dan dokumen rumah yang baru saja dibeli dan dibayarnya.


kriing...kriing


suara nada panggilan dari ponsel Adhy


slamat siang pak..


suara petugas perumahan dari dalam ponsel Adhy.


siang pak.


apa uangnya sudah diterimah pak


dan apa bisa saya mengambil kunci dan dokumen rumah tersebut.


sebentar pak


saya hubungi pimpinan saya dulu


beberapa menit kedepan


akan saya hubungi bapak.


oke...


jawab Adhy sambil menutup panggilannya..


dan menghidupkan mobilnya dan mamasukkannya kejalan raya untuk melanjutkan perjalanannya kekota bitung..


berselang beberapa menit ponsel Adhy berdering..


kriing...kring..


suara nada panggilan masuk diponsel Adhy..


Adhy segera menepikan mobilnya


dan menerima panggilan telepon tersebut


dan ternyata yang menghubungi


Adhy adalah petugas perumahan tersebut.


dan memberitahukan kalau kunci dan dokumen rumah yang sudah dibayar oleh Adhy sudah bisa diambil sekarang juga.


dan Adhypun mengakhri panggilan telepon tersebut.


dan langsung melakukan panggilan kepada kakaknya...


kriing...kriing..


suara nada panggilan Adhy..


hai bro.


apa sudah tiba dibitung..


suara Tony dari dalam ponsel Adhy..


iya kak...


kakak..


tolong carikan orang buat saya..


yang bisa dipercaya mengisi perabot rumah baru saya..


dan juga seorang koky dan pembantu rumah tangga yang masih muda dua orang.


siap bro


akan saya hubungi orang disana untuk mencarinya.


makasih kak..


kata Adhy sambil mengakhiri panggilannya


sambil melanjutkan perjalan kekota bitung


dan bermaksud merubah rutenya kelokasi perumahan yang akan ditinggalinya..


setelah menempuh perjalanan panjang


maka tibalah Adhy dilokasi perumahan tersebut..


kriing...kriing..


suara nada panggilan masuk dari ponsel Adhy.


ya hallo..


jawab Adhy..


iya pak


saya orang yang dihubungi pak Tony


disuruh beliau untuk menghubungi bapak.


katanya bapak berminat mengisi perabot rumah baru bapak..


iya..


bisa bapak datang sekarang dilokasi..


bisa pak


kirim saja alamat lokasinya nanti saya survey lokasinya..


baik..


saya tutup teleponnya ya..


siap pak...


Adhypun membuka aplikasi gprs dan mengirim kenomor panggilan masuk yang barusan saja menghubunginya..


setelah itu Adhy turun dari mobilnya dan masuk kedalam kantor perumahan tersebut untuk mengambil kunci rumah dan sebuah dokumen rumah yang barusan dibelinya...


setelah mendapatkan apa yang sudah menjadi miliknya Adhypun keluar dari ruangan tersebut dan kembali masuk kedalam mobil


dan tiba-tiba ponsel Adhy berdering.


kriing...kriing..


suara nada panggilan masuk dari ponsel Adhy.


ya hallo..


maaf pak


apa saya sedang berbicara dengan bapak Adhy...


ya...saya sendiri.


barusan pak Tony telepon saya


katanya bapak sedang membutuhkan seorang koky perempuan dan dua orang pembantu rumah tangga yang masih muda.


iya benar sekali..


kapan saya mengantar mereka..


sekarang juga..


baik pak..


bisa kirimkan alamat bapak,


agar saya bisa mengantarkannya kerumah bapak sekarang juga.


oke..


saya tutup panggilannya


dan segera mengirimkan lokasinya..


setelah menutup panggilan tersebut


Adhypun mengirimkan lokasi rumahnya.


Adhy memajukan mobil kerumahnya yang baru..


setelah berada didepan gerbang yang lumayan besar


Adhy turun dari mobil dan membuka pintu gerbang rumah itu dan melangkah masuk kedalam rumah.


dan tidak lama datanglah beberapa orang dan salah satunya memperkenalkan


diri kepada Adhy


dan memperkenalkan orang-orang yang diantarnya.


setelah memperkenalkan orang yang diantarnya


diapun mohon pamit...


ok tetimakasih..


kata Adhy kepada orang tersebut..


sama-sama pak saya mohom pamit dulu..


baik lah..


orang itu lalu kembali kemobilnya dan pergi meninggalkan rumah Adhy.


oh iya mari saya antar kalian kekamar kalian untuk menyimpang barang-barang bawaan kalian..


baik tuan..


jawab ketiga perempuan itu kepada Adhy.


ini kamar kalian berdua..


sambil mempersilahkan masuk kedua perempuan itu untuk menaruh barangnya dilantai sebentar karena belum ada perabot dirumah itu..


maaf ya perabotnya masih sementara dipesan jadi barang bawaannya ditaruh dilantai dulu...


kata Adhy sambil tersenyum.


dan didepan ini kamar bibi..


bibi saya jadikan sebagai kepala pengurus rumah tangga dirumah ini.


baik tuan..


jawab ibu pengurus rumah tangga baru Adhy.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2