Dia Anakku

Dia Anakku
Duka sedang melanda keluarga kecil Adhy(Dia Anakku)


__ADS_3

Tony mematung melihat Adhy yang sedang memperkenalkan dirinya..


dalam benaknya


hanya ada rasa rindu,kagum dan kesal


yang bercampur aduk didalam tubuhnya sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali...


sial pantas saja dia menyuruhku untuk tutup mulut


agar rahasianya tidak terbongkar.


dia dari dulu sampai sekarang tidak berubah sedikitpun.


tidak mengutamakan pormalitas dalam kesehariannya


dan rasa sosialnya cukup tinggi.


pantas saja dia sangat disenangi orang banyak.


dia mewarisi karakter Ayah


yang tampan dan jenis dan mempunya karisma kepemimpinan.


bisik Tony didalam hatinya


yang memerhatikan Adhy yang sedang memperkenalkan dirinya..


Hay..


bro kok diam saja kayak patung..


tegur seseorang dari belakang yang tidak lain adalah pimpinan cabang dimanado punya perusahaan pamannya yaitu Ayah Adhy.


dia bernama Jimmi..


ah..


kamu bikin kaget aja Jim..


kamu kok sedari tadi diam mematung menatap anak itu terus tanpa bergerak sedikitpun.


apakah kamu juga terpesona dengan penampilan dan kejeniusannya....


ya..


mungkin bisa juga dikatakan begitu..


Ayo kenalan saja dengan dia


kalau perlu bungkus dan bawa pulang...


memangnya dia itu barang yang bisa dibungkus lalu dibawa pulang...


hahahahaaaa


apa yang tidak bisa dilakukan oleh keluarga besar Rizal Grup..


keluarga kami mempunya aturan yang disiplin dan berakhlak.


kami tidak bisa hanya memikirkan kepentingan sendiri tanpa mengabaikan kepentingan orang lain...


maaf bro


tadi saya hanya bercanda saja..


tidak apa jim


saya juga mengerti kok..


oh iya mari kita memperkenalkan diri


dengan anak itu..


saya lihat uara kepemimpinannya sangat besar.


kalau Ayahmu ada disini


pasti sudah menyusun rencana buat anak itu dan ujung-ujungnya juga menjadi salah satu pimpinan cabang diperusahaannya....


kalau menurut saya


dia itu cocok menjadi direktur utama diperusaan Rizal Grup.


apa kamu tidak sedang bermimpi


direktur utama itukan pemilik perusahaan


masa dia cocok menjadi direktur utama.


kalau masalah ini


Ayah saya bisa mengabulkannya.


lihat saja nanti


suatu saat kata-kata saya ini akan menjadi kenyataan.


Andaikan Ayahku ada saat ini


maka saat ini juga dia akan dilantik sebagai direktur utama diperusahaan miliknya.


bukan dilantik sebagai asisten pribadi yang saat ini sedang berlangsung.


kamu ini mungkin sedang mabok bro


atau mungkin sedang bermimpi..


hahahahaaaa


ayo jim


kita merapat dengan anak itu..


kata Tony kepada Jimmi sambil berjalan mengarah kepada Adhy yang sedang sibuk membalas jabat tangan para tamu undangan...


Hay Jim...


hay pak Tony


makasih sudah datang jauh-jauh untuk menghadiri acara syukuran ini..


iya maaf pak Hartoyo


Ayah saya tidak bisa hadir diacara syukuran bapak ini.


berhubung jadwal pertemuan rapatnya sangat padat.


kata Tony sambul bersalaman dengan pak Hartoyo..


oh tidak


apa kok pak Tony


lagian kan bapak sudah menggantikan kehadiran beliau...


iya pak sekali lagi


maaf ya pak...


ya udah


mari saya perkenalkan dengan asisten pribadi saya...


kata pak Hartoyo sambil memanggil Adhy


agar datang kepadanya...


maaf saya tinggal sebentar


bos saya memanggil..


kata Adhy kepada para tamu undangan asik ngobol dengannya.


oh iya.silahkan dhy..


kata tamu undangan yang mempersilahkan Adhy untuk memenuhi panggilan bosnya..


ada apa pak..


kata Adhy yang sudah berada dihadapan bosnya..


oh iya dhy


perkenalkan ini adalah pak Jimmi pimpinan cabang dimanadi milik Rizal Grup..


Nama saya Adhy pak..


Adhy mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada Jimmi


dan dibalas juga oleh Jimmi..


saya Jimmi..


dan ini adalah Anak dari direktur utama Muhammad Misbah Rizal Grup.


Nama saya Adhy pak

__ADS_1


sambil mengulurkan tangannya kepada Tony


dan mengkedipkan mata kirinya kepada Tony..


saya Tony..


oh iya pak Hartoyo


apa bisa saya pinjam saudara Adhy sebentar


saja.


soalnya ada yang ingin saya sampaikan kepadanya..


kata Tony kepada pak Hartoyo..


silahkan pak Tony


jangan sungkan-sungkan...


baik..


terimakasih..


ayo Adhy kamu ikut saya sebentar


ajak Tony kepada Adhy


sambil berjalan keluar meninggalkan


keruman tersebut..


setelah sampai diluar rumah pak Hartoyo


merekapun saling berpelukan melepaskan kerinduannya...


maaf aku kak..


tidak apa bro


semua sudah terjadi dan tidak bisa diulang lagi.


oh iya


sampai kapan kamu disini


dan apa Ayah dan Ibu sudah mengetahuimu berada disini.


belum kak...


tadi saya menghubungi mama


dan mama memberitahukan bahwa kakak ada dikota ini


jadi saya minta dikirimkan nomor kakak.


untung saja saya bisa menghubungi kakak terlebih dulu.


andaikan tidak


mungkin kedok saya yang sedang menyamar akan terbongkar malam ini.


oh iya


mengenai pinjaman uang itu untuk apa bro


itu untuk keperluan saya dan keluarga kecil saya selama disini..


busyiiit...


apa kamu sudah menikah....?.


maki Tony yang sedikit heran..


tidak kak


maksud saya mama dan adik angkat saya..


oh kirain kamu sudah menikah tanpa memberitahukan semua keluarga dikampung.


tidak kak..


mengenai nomor rekening saya


ini silahkan kakak menyalinnya..


kata Adhy sambil memperlihatkan tulisan yang ada diponselnya.


ok beres..


belum belum kak


nanti aja saya balik kemakassar.


dan tolong bantuan kakak


selama saya disini...


tenang saja bro


kamu itu sudah seperti adik kandungku sendiri.


hubungi saja saya kalau kamu butuh bantuan


didaerah ini juga banyak orang-orang setia Ayah yang bisa dikerahkan.


ok


saya akan menghubungi kakak apabila waktunya tiba.


satu lagi kak tolong rahasiakan pertemuan kita terhadap Ayah dan Ibu dan juga papa dan mama.


baiklah bila itu yang kamu inginkan..


oke apa masih ada yang kakak ingin tanyaka


kalau sudah tidak ada lagi.


sebaiknya kita masuk kedalam agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada mereka.


ok bro..


jawab Tony sambil melahkah masuk dan diikuti oleh Adhy...


kriing....kriing...


pinsel Adhy berdering..


Adhy mengambil ponselnya


dari dalam sakunya dan melihat siapa yang memanggilnya...


Novi......?.


ya hallo Vi...


kaaakaaaakkk...


suara teriakan Novi dari dalam ponsel Adhy..


Novi ada apa Viii..


tolong bicara baik-baik ada apa...


kaakaak...


rumah kita kak...


kenapa dengan rumah kita Vi..


tolong bicara dengan jelas


ada apa dengan rumah kita dan mama


bagaimana dengan mama Vi..


rumah kita dibakar orang kak..


mama ada disini sangat seding mencari kakak...


aapaaa....


geram Adhy yang tidak bisa menahan amarahnya..


kurang ajar orang itu..


mama dan kamu sekarang ada dimana Vi.


Dirumah Ibu Aminah kak..


ok


sekarang juga kakak kesitu..


baik kak..


berani menyakiti hati dan perasaan orang-orang yang kucintai maka kematianlah balasannya...

__ADS_1


Ada apa bro


kok kamu kelihatan marah sekali.


ada orang yang membakar rumah tempat tinggal saya..


Aku pamit lebih dulu kak nanti saya hubungi kak.


apa kakak ingnap dikota ini atau dimanado...


sebenarnya saya ingin langsung terbang kemakassar tapi melihat keadaanmu saat ini


yang sedang dalam masalah


tidak mungkin saya membiarkanmu mengatasinya dengan seorang diri..


oke kak tolong sampaikan kepada bos saya karena ada urusan mendesak sampai tidak bisa pamit kepadanya.


oke


kalau butuh bantuan segera hubungi saya..


baik kak..


saya pamit dulu..


ok bro


hati-hati..


oke...


jawab Adhy sambil berlari menuju mobilnya dan langsung menancapkan gas pulang kerumahnya...


sedangkan Tony berjalan menemui pak Hartoyo untuk memberitahukan berita duka tentang terbakarnya rumah Adhy..


astaga...


kasihan sekali..


ucap pak Hartoyo..


iya pak


saya juga turut prihatin..


didalam perjalanan pulang dirumah


pikiran Adhy sedang kalut.


pastas saja tadi saya begitu khawatir meninggalkan mama


ternyata ini yang bakal terjadi..


bisik Adhy dalam hatinya..


setelah sampai dirumah ibu Aminah


Adhy lansung berhamburan masuk kedalam rumah itu sambil mencari mama dan Adiknya..


mamaaa...Noviii


teriak Adhy sambil memanggil mama dan adiknya..


kakak..


mama kak..


tangis Vovi sambil menunjuk mamanya yang tidak sadarkan diri disofa ibu Aminah..


mamaaa...


teriak Adhy memanggil mamanya..


maa..banguuun...maaaa


Adhy sudah pulang maaa


tangis Adhy sejadi-jadinya..


Melihat mamanya tak kunjung juga bangun


maka Adhy minta permisi kepada Ibu Aminah untuk membawa mamanya kerumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan..


setelah meminta isin dan diiyakan oleh ibu Aminah..


Adhypun menggendong mamanya


kemobil dan membaringkannya dikursi belakang dan Novi masuk memangku kepala mamanya...


saya permisi dulu ibu Aminah..


iya Nak hati-hati


smoga mama kalian cepat siuman dan baik-baik saja.


makasi bu


saya pamit dulu..


kata Adhy sambil melajukan mobilnya


dan menuju kerumah sakit terdekat dikota itu.


betselang beberapa menit


tibalah mereka didalam parkiran rumah sakit ternama dikota itu.


dan Adhy langsung menggendong mamanya keruang UGD agar mendapatkan pemeriksaan.


dan Adhy berjalan menuju ruang dokter rumah sakit tersebut..


permisi dok...


tolong periksa mama saya yang berada diruang UGD..


baik pak


saya akan segera kesana..


makasi dok..


Adhypun kembali keruang UGD untuk melihat keadaan mamanya.


dan tidak lama Dokterpun sudah datang dan langsung memeriksa kondisi kesehatan pasiennya yaitu mamanya Adhy...


setelah memeriksa berulang-ulang


maka dokterpun mengambil kesimpulan


bahwa mamany tidak apa-apa


hanya sedang mengalami sock ringan saja


dan hanya butuh istirahat..


kalau mau membawa pulang ibu anda


sekarang juga bisa dibawa pulang..


kata dokter yang memeriksa mama Adhy.


tidak dok


biar mama saya nginab disini


agar kalau kalau terjadi sesuatu hal-hal yang tidak diinginkan kami sudah tidak begitu khawatir lagi karena disini selalu ada dokter yang standby...


baiklah


kalau itu mau bapak..


ibu ini mau dimasukkan ruangan mana..


masukkan saja diruangan kelas satu.


agar selalu mendapatkan perhatian dari para perawat dan dokter.


baik pak


silahkan kekasir untuk


menyelesaikan Administrasinya..


ok..


Novi.....


kamu ikut sama mama ya


kakak mau kekasir dulu..


Adhypun melangkahkan kakinya keruangan kasir rumah sakit tersebut.


dan setelah menyelesaikan urusannya dengan kasir Adhypun berjalan menuju ruangan kelas satu....


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2