
Tony mematung melihat Adhy yang sedang memperkenalkan dirinya..
dalam benaknya
hanya ada rasa rindu,kagum dan kesal
yang bercampur aduk didalam tubuhnya sehingga tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali...
sial pantas saja dia menyuruhku untuk tutup mulut
agar rahasianya tidak terbongkar.
dia dari dulu sampai sekarang tidak berubah sedikitpun.
tidak mengutamakan pormalitas dalam kesehariannya
dan rasa sosialnya cukup tinggi.
pantas saja dia sangat disenangi orang banyak.
dia mewarisi karakter Ayah
yang tampan dan jenis dan mempunya karisma kepemimpinan.
bisik Tony didalam hatinya
yang memerhatikan Adhy yang sedang memperkenalkan dirinya..
Hay..
bro kok diam saja kayak patung..
tegur seseorang dari belakang yang tidak lain adalah pimpinan cabang dimanado punya perusahaan pamannya yaitu Ayah Adhy.
dia bernama Jimmi..
ah..
kamu bikin kaget aja Jim..
kamu kok sedari tadi diam mematung menatap anak itu terus tanpa bergerak sedikitpun.
apakah kamu juga terpesona dengan penampilan dan kejeniusannya....
ya..
mungkin bisa juga dikatakan begitu..
Ayo kenalan saja dengan dia
kalau perlu bungkus dan bawa pulang...
memangnya dia itu barang yang bisa dibungkus lalu dibawa pulang...
hahahahaaaa
apa yang tidak bisa dilakukan oleh keluarga besar Rizal Grup..
keluarga kami mempunya aturan yang disiplin dan berakhlak.
kami tidak bisa hanya memikirkan kepentingan sendiri tanpa mengabaikan kepentingan orang lain...
maaf bro
tadi saya hanya bercanda saja..
tidak apa jim
saya juga mengerti kok..
oh iya mari kita memperkenalkan diri
dengan anak itu..
saya lihat uara kepemimpinannya sangat besar.
kalau Ayahmu ada disini
pasti sudah menyusun rencana buat anak itu dan ujung-ujungnya juga menjadi salah satu pimpinan cabang diperusahaannya....
kalau menurut saya
dia itu cocok menjadi direktur utama diperusaan Rizal Grup.
apa kamu tidak sedang bermimpi
direktur utama itukan pemilik perusahaan
masa dia cocok menjadi direktur utama.
kalau masalah ini
Ayah saya bisa mengabulkannya.
lihat saja nanti
suatu saat kata-kata saya ini akan menjadi kenyataan.
Andaikan Ayahku ada saat ini
maka saat ini juga dia akan dilantik sebagai direktur utama diperusahaan miliknya.
bukan dilantik sebagai asisten pribadi yang saat ini sedang berlangsung.
kamu ini mungkin sedang mabok bro
atau mungkin sedang bermimpi..
hahahahaaaa
ayo jim
kita merapat dengan anak itu..
kata Tony kepada Jimmi sambil berjalan mengarah kepada Adhy yang sedang sibuk membalas jabat tangan para tamu undangan...
Hay Jim...
hay pak Tony
makasih sudah datang jauh-jauh untuk menghadiri acara syukuran ini..
iya maaf pak Hartoyo
Ayah saya tidak bisa hadir diacara syukuran bapak ini.
berhubung jadwal pertemuan rapatnya sangat padat.
kata Tony sambul bersalaman dengan pak Hartoyo..
oh tidak
apa kok pak Tony
lagian kan bapak sudah menggantikan kehadiran beliau...
iya pak sekali lagi
maaf ya pak...
ya udah
mari saya perkenalkan dengan asisten pribadi saya...
kata pak Hartoyo sambil memanggil Adhy
agar datang kepadanya...
maaf saya tinggal sebentar
bos saya memanggil..
kata Adhy kepada para tamu undangan asik ngobol dengannya.
oh iya.silahkan dhy..
kata tamu undangan yang mempersilahkan Adhy untuk memenuhi panggilan bosnya..
ada apa pak..
kata Adhy yang sudah berada dihadapan bosnya..
oh iya dhy
perkenalkan ini adalah pak Jimmi pimpinan cabang dimanadi milik Rizal Grup..
Nama saya Adhy pak..
Adhy mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada Jimmi
dan dibalas juga oleh Jimmi..
saya Jimmi..
dan ini adalah Anak dari direktur utama Muhammad Misbah Rizal Grup.
Nama saya Adhy pak
__ADS_1
sambil mengulurkan tangannya kepada Tony
dan mengkedipkan mata kirinya kepada Tony..
saya Tony..
oh iya pak Hartoyo
apa bisa saya pinjam saudara Adhy sebentar
saja.
soalnya ada yang ingin saya sampaikan kepadanya..
kata Tony kepada pak Hartoyo..
silahkan pak Tony
jangan sungkan-sungkan...
baik..
terimakasih..
ayo Adhy kamu ikut saya sebentar
ajak Tony kepada Adhy
sambil berjalan keluar meninggalkan
keruman tersebut..
setelah sampai diluar rumah pak Hartoyo
merekapun saling berpelukan melepaskan kerinduannya...
maaf aku kak..
tidak apa bro
semua sudah terjadi dan tidak bisa diulang lagi.
oh iya
sampai kapan kamu disini
dan apa Ayah dan Ibu sudah mengetahuimu berada disini.
belum kak...
tadi saya menghubungi mama
dan mama memberitahukan bahwa kakak ada dikota ini
jadi saya minta dikirimkan nomor kakak.
untung saja saya bisa menghubungi kakak terlebih dulu.
andaikan tidak
mungkin kedok saya yang sedang menyamar akan terbongkar malam ini.
oh iya
mengenai pinjaman uang itu untuk apa bro
itu untuk keperluan saya dan keluarga kecil saya selama disini..
busyiiit...
apa kamu sudah menikah....?.
maki Tony yang sedikit heran..
tidak kak
maksud saya mama dan adik angkat saya..
oh kirain kamu sudah menikah tanpa memberitahukan semua keluarga dikampung.
tidak kak..
mengenai nomor rekening saya
ini silahkan kakak menyalinnya..
kata Adhy sambil memperlihatkan tulisan yang ada diponselnya.
ok beres..
belum belum kak
nanti aja saya balik kemakassar.
dan tolong bantuan kakak
selama saya disini...
tenang saja bro
kamu itu sudah seperti adik kandungku sendiri.
hubungi saja saya kalau kamu butuh bantuan
didaerah ini juga banyak orang-orang setia Ayah yang bisa dikerahkan.
ok
saya akan menghubungi kakak apabila waktunya tiba.
satu lagi kak tolong rahasiakan pertemuan kita terhadap Ayah dan Ibu dan juga papa dan mama.
baiklah bila itu yang kamu inginkan..
oke apa masih ada yang kakak ingin tanyaka
kalau sudah tidak ada lagi.
sebaiknya kita masuk kedalam agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada mereka.
ok bro..
jawab Tony sambil melahkah masuk dan diikuti oleh Adhy...
kriing....kriing...
pinsel Adhy berdering..
Adhy mengambil ponselnya
dari dalam sakunya dan melihat siapa yang memanggilnya...
Novi......?.
ya hallo Vi...
kaaakaaaakkk...
suara teriakan Novi dari dalam ponsel Adhy..
Novi ada apa Viii..
tolong bicara baik-baik ada apa...
kaakaak...
rumah kita kak...
kenapa dengan rumah kita Vi..
tolong bicara dengan jelas
ada apa dengan rumah kita dan mama
bagaimana dengan mama Vi..
rumah kita dibakar orang kak..
mama ada disini sangat seding mencari kakak...
aapaaa....
geram Adhy yang tidak bisa menahan amarahnya..
kurang ajar orang itu..
mama dan kamu sekarang ada dimana Vi.
Dirumah Ibu Aminah kak..
ok
sekarang juga kakak kesitu..
baik kak..
berani menyakiti hati dan perasaan orang-orang yang kucintai maka kematianlah balasannya...
__ADS_1
Ada apa bro
kok kamu kelihatan marah sekali.
ada orang yang membakar rumah tempat tinggal saya..
Aku pamit lebih dulu kak nanti saya hubungi kak.
apa kakak ingnap dikota ini atau dimanado...
sebenarnya saya ingin langsung terbang kemakassar tapi melihat keadaanmu saat ini
yang sedang dalam masalah
tidak mungkin saya membiarkanmu mengatasinya dengan seorang diri..
oke kak tolong sampaikan kepada bos saya karena ada urusan mendesak sampai tidak bisa pamit kepadanya.
oke
kalau butuh bantuan segera hubungi saya..
baik kak..
saya pamit dulu..
ok bro
hati-hati..
oke...
jawab Adhy sambil berlari menuju mobilnya dan langsung menancapkan gas pulang kerumahnya...
sedangkan Tony berjalan menemui pak Hartoyo untuk memberitahukan berita duka tentang terbakarnya rumah Adhy..
astaga...
kasihan sekali..
ucap pak Hartoyo..
iya pak
saya juga turut prihatin..
didalam perjalanan pulang dirumah
pikiran Adhy sedang kalut.
pastas saja tadi saya begitu khawatir meninggalkan mama
ternyata ini yang bakal terjadi..
bisik Adhy dalam hatinya..
setelah sampai dirumah ibu Aminah
Adhy lansung berhamburan masuk kedalam rumah itu sambil mencari mama dan Adiknya..
mamaaa...Noviii
teriak Adhy sambil memanggil mama dan adiknya..
kakak..
mama kak..
tangis Vovi sambil menunjuk mamanya yang tidak sadarkan diri disofa ibu Aminah..
mamaaa...
teriak Adhy memanggil mamanya..
maa..banguuun...maaaa
Adhy sudah pulang maaa
tangis Adhy sejadi-jadinya..
Melihat mamanya tak kunjung juga bangun
maka Adhy minta permisi kepada Ibu Aminah untuk membawa mamanya kerumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan..
setelah meminta isin dan diiyakan oleh ibu Aminah..
Adhypun menggendong mamanya
kemobil dan membaringkannya dikursi belakang dan Novi masuk memangku kepala mamanya...
saya permisi dulu ibu Aminah..
iya Nak hati-hati
smoga mama kalian cepat siuman dan baik-baik saja.
makasi bu
saya pamit dulu..
kata Adhy sambil melajukan mobilnya
dan menuju kerumah sakit terdekat dikota itu.
betselang beberapa menit
tibalah mereka didalam parkiran rumah sakit ternama dikota itu.
dan Adhy langsung menggendong mamanya keruang UGD agar mendapatkan pemeriksaan.
dan Adhy berjalan menuju ruang dokter rumah sakit tersebut..
permisi dok...
tolong periksa mama saya yang berada diruang UGD..
baik pak
saya akan segera kesana..
makasi dok..
Adhypun kembali keruang UGD untuk melihat keadaan mamanya.
dan tidak lama Dokterpun sudah datang dan langsung memeriksa kondisi kesehatan pasiennya yaitu mamanya Adhy...
setelah memeriksa berulang-ulang
maka dokterpun mengambil kesimpulan
bahwa mamany tidak apa-apa
hanya sedang mengalami sock ringan saja
dan hanya butuh istirahat..
kalau mau membawa pulang ibu anda
sekarang juga bisa dibawa pulang..
kata dokter yang memeriksa mama Adhy.
tidak dok
biar mama saya nginab disini
agar kalau kalau terjadi sesuatu hal-hal yang tidak diinginkan kami sudah tidak begitu khawatir lagi karena disini selalu ada dokter yang standby...
baiklah
kalau itu mau bapak..
ibu ini mau dimasukkan ruangan mana..
masukkan saja diruangan kelas satu.
agar selalu mendapatkan perhatian dari para perawat dan dokter.
baik pak
silahkan kekasir untuk
menyelesaikan Administrasinya..
ok..
Novi.....
kamu ikut sama mama ya
kakak mau kekasir dulu..
Adhypun melangkahkan kakinya keruangan kasir rumah sakit tersebut.
dan setelah menyelesaikan urusannya dengan kasir Adhypun berjalan menuju ruangan kelas satu....
bersambung..
__ADS_1