
...Assalamualaikum semua, kembali dengan karya saya...
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa kita masih bermain api 🔥🔥🔥, hayo lupaya???...
.......
.......
.......
.......
.......
...Okh GK usah banyak basa basi kita gas aja, jangan lupa vote dan ko
...
...DEVAN BASKARA...
...17 th...
Ciri ciri
-Tinggi 174 cm , 65 kg
-Manis dan tampan
-Berkulit kuning Langsat
-Mempunyai badan sits pexs
Kesukaanya
-Suasana sepi
-Musik
-Bakso
-Menyendiri
Kelebihannya
-Jago bela diri
-Bertanggung jawab
Sifat
Aslinya baik dan perhatian tapi itu semua di tutup dengan sifatnya yang terkenal yaitu, pendiam , cool, dan gak peduli kepada orang lain dan sering menjauh dari perdebatan dan keramaian
__ADS_1
Kekurangan
-Kurang kasih sayang
-Jarang memberi pendapat
-Tidak peduli dengan sekitar
...SALSA NAYRA...
...17 th...
Ciri ciri
-Rambut hitam sedada
-Tinggi, Kurus, Putih 160 cm , 45 kg
-Manis
-Positive vibes
Kesukaan
-Kucing
-Milk tea
-Buku
-Pantai
Kelebihan
-Bertanggung jawab
-Dan gampang berbaur kepada orang
Sifat
-Baik
-Ramah
-Ceria
-Dan perhatian
-Gampang menaruh simpati
-Pemaaf
Kekurangan
-Gampang di manfaatin
Nama visual
-loverrukk sebagai Raethania Seyra
-bbrightvc sebagai Kenan Anggara
__ADS_1
...DI BACA NYESEK, GAK DI BACA PENASARAN!!!...
Suatu pagi, yang memulai cerita ini, di rumah Devan
..."Apa yang membuat ayah sebenci ini, sama aku??." Tanya Devan yang berjalan melewati tangga...
Sang ayah yang duduk di meja makan tak menghiraukan ocehan Devan
"Sehinggah, menatap ku saja ayah tak Sudi, jangan kan menatap, bicara saja ayah tidak mau!!!." Sambung Devan yang berdiri tepat di hadapan sang ayah
Sang ayah hanya terdiam, ocehan Devan tidak berarti di telinganya, karna setiap pagi Devan akan berbicara seperti itu, jadi itu sudah menjadi kebiasaan dirumah itu.
Setelah itu sang ayah beranjak dari kursi yang dia duduki dan melewati Devan begitu saja.
SEKOLAH
"Lo udah siap buat tanding??." Tanya Gio teman dekat Devan
..."Udah!!." Jawab ketus Devan...
Gio adalah teman baik Devan, dia sudah terbiasa dengan nada bicara Devan, dia sudah menganggap Devan seperti saudara sendiri, karna dia anak tunggal.
"Okh, jadi, langsung aja kelapangan!!" Balas Gio yang menepuk punggung Devan
Mereka berjalan ke arah lapangan basket, setibanya di sana mereka bertemu dengan tim mereka dan bersiap siap melaksanakan turnamen, permainan pun di mulai, ronde pertama di menang kan tim Devan dengan sekor yang lumayan jauh.
..."Van, Van, sini sini gua kosong!!!!." Teriak Gio...
Devan pun melemparkan bolah ke arah Gio, bolah pun di tangkap, setelah penggojekan lumayan lama bolah pun di operkan kembali ke tangan Devan, Devan yang merasa cukup pas untuk melakukan tembakan, dia pun melakukan shooting, bola pun masuk ke dalam ring.
Krekkkk........... Suara kaki Devan yang terkilir
"Ahhh......" Desah Devan yang menahan sakit
Bola pun masuk semua tim bergembira, dan permainan di menangkan tim Devan
Gbrukkk...... Suara Devan yang terjatuh
..."We we we we!!." Ujar Gio yang melihat Devan...
Devan pun di bawa ke ruang UKS, dia disana di priksa dan di beri obat kepada kaki yang cedera.
"Lo gak papa men??." Tanya Gio yang melihat bengkak pada kaki Devan
..."Gak papa, aman!!." Balas ketus Devan...
"Lo yakin, gak mau ke rumah sakit aja??."
..."Gak usah, bentar lagi sembuh, cuma bengkak doang!!"...
"Yaudah, gua ke luar bentar ya, beli minuman!!."
..."Ya!!." Jawab singkat Devan...
Setelah Gio pergi, tak lama ada seorang siswa perempuan yang masuk ke UKS, dia juga di periksa di sana.
"Kamu, tadi pagi udah sarapan??." Tanya seorang dokter yang berada di UKS
..."Udah kok dok!!." Balas siswi tersebut sembari memegang kepalanya...
"Ouh, yaudah kamu tiduran ya disana!!." Ujar dokter tersebut dengan menunjuk ke arah Devan
...Let's go part selanjutnya...
__ADS_1