DIA DEVAN

DIA DEVAN
DIA DEVAN chapter 32 TIDURLAH


__ADS_3

...Assalamualaikum semua, kembali dengan karya saya...


.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa kita masih bermain api 🔥🔥🔥, hayo lupaya???...


.......


.......


.......


.......


.......


...Okh GK usah banyak basa basi kita gas aja, jangan lupa vote dan komen...


Setelah membiarkan Devan tertidur, salsa kini berjalan keluar, dokter Reyhan berpas Pasan dengan salsa, kini mereka duduk di taman rumah sakit


"dok??"


"Saya tau ini akan terjadi, maaf jika saya lancang, apakah anda mencintai Devan??."


"sangat!!" balas salsa


"jika anda mencintai Devan, maka anda juga harus mengikhlaskan nya!!."


Salsa terdiam sejenak


"saya juga pernah ada disisi kamu!!." sambung dokter Reyhan


"lalu, apa yang dokter lakukan??" tanya salsa dengan serius


"Saya hampir gila waktu itu, tapi dengan seiring nya waktu, aku dapat menerimanya, tapi.."


"tapi??"


Dokter Reyhan tersenyum sebelum melanjutkan ucapannya


"saya belum bisa melupakannya sekarang!!."


Kini keduanya membuang nafas kasar


"hal ini akan terjadi, jika ini yang kamu pilih, maka kamu harus bisa menerima konsekuensi nya!!" jelas dokter Reyhan


Salsa hanya diam dan mendengarkan nya


Dari malam yang panjang dan berat, kini pagi telah tiba, Devan yang bangun dengan terkejut karna salsa yang tidur di sebelahnya dengan memegang tangannya, salsa yang menyadari ada gerakan dia langsung bangun


"morning sayang!!" ucap Devan penuh semangat


"ihh, Devan, apaan si!!." balas salsa dengan suara Serak nya

__ADS_1


Salsa pun pergi ke toilet untuk cuci muka, di saat salsa di toilet Devan batuk tak karuan sehingga mengeluarkan darah, dia sudah terbiasa, dia pun segera meminum obatnya, setelah itu salsa kembali


"sal, kemarilah!!" pinta Devan


"Iyah!!"


salsa pun duduk di samping Devan dengan melihat pemandangan kota dari Jendela kamar Devan lantai 4.


"indah bukan??" tanya salsa


"Iyah!!"


tiba tiba Devan yang jahil menoel pucuk hidung salsa, itu membuat salsa kaget, salsa pun membalas dengan menggelitiki Devan.


"sal sal udah, hahah!!" mohon Devan yang sudah geli


"kamu yang mulai ya!!." ucap salsa


Devan menjelerkan lidahnya sebagai bentuk meledek salsa, tiba tiba dokter Reyhan dan ayah salsa dan juga ayah Devan pun masuk


"bucin banget sii!!" saut ayah salsa yang mengejutkan mereka


Salsa dan Devan tersenyum


"saya mau kasih obat dulu ya!!." ujar dokter Reyhan


ayah Devan hanya bisa melihat anaknya yang menahan sakit, dia mengelus kepala Devan


Devan tersenyum dengan perlakuan sang ayah


Terasa bahagia untuk Devan hari ini, tiba tiba Kenan datang dengan menaiki kursi roda yang di bantu gio


"Kenan!!!!" teriak Devan


"kamu baik baik saja kan??." tanya Devan pada Kenan


"Iyah, kakak gimana??." tanya Kenan


"Iyah baik!!."


"kakak udah bisa pulang gak, aku mau kakak ajak aku jalan jalan lagi!!." pinta Kenan


Kenan belum mengetahui keadaan Devan, dan yang lain hanya bisa diam dan tersenyum palsu, setelah itu Devan di tinggal sendiri hanya dengan gio dan salsa


"Lo gimana broo!!." ujar Gio dengan tos ala mereka


"basket aman kan??." tanya Devan


"Van..." gumam salsa


"aman coy!!."


Mereka terdiam sebentar dan Susana menjadi hening


"gua mau ke roofftoop sal, gio!!." pinta Devan


"Van, dingin!!." saut salsa yang terkejut


"bener bro!!." balas Gio


"ayolah!!." rengek Devan

__ADS_1


"sebentar aja ya!!." balas salsa


"Iyah!!" balas Devan dengan senyum senang nya


Devan kini naik ke arah roofftoop dengan menaiki kursi roda dan lift, gio ikut dengan mereka menemani jika ada apa apa


Setibanya di roofftoop Devan dan salsa duduk di salah satu bangku


"sal, lihatlah betapa luasnya bandung!!." ujar Devan


"he em!!" balas salsa


"jika kamu gak ke bandung, pasti gak akan ketemu aku lagi kan??" tanya Devan dengan tatapan kosong ke arah Bandung


"mungkin!!" balas salsa


"seandainya aku gak pernah jatuh cinta padamu dan menarik mu ke kisah ini, pasti kamu gak...!!"


"udah Van!!" sela salsa dengan cepat


"sal aku sangat mencintaimu, kamu tau itukan!!." ujar bangga Devan


"aku juga Van!!." balas salsa


"sal, aku ingin bakso biasa yang kita makan!!" bisik Devan


"sahabat kamu itu??" balas salsa


"bener, ayok!!."


"gak Van, kamu masih sakit!!" ujar salsa


Mereka saling pandang, gio yang masih menemani mereka dan melihat mereka dari kejauhan diam diam gio merekam mereka


Devan tersenyum manis ke arah salsa, salsa pun membalasnya


"heuh..., sal, aku capek, aku mau tidur!!." pinta Devan dengan sangat lembut


"Iyah, tidurlah, sini!!." balas salsa yang menepuk bahunya


Devan pun menyandarkan kepalanya di sana


"jangan nangis okeh!!." pinta Devan yang perlahan matanya tertutup


"Iyah, tidurlah Devan, tidurlah Devan Baskara!!." ucap salsa dengan terpatah patah dan mata yang berkaca-kaca


"aku gak akan mengganggumu lagi....., lupakan aku, lupakan ayahmu, dan lupakanlah Kenan, tidurlah Devan....." sambung pelan salsa yang meneteskan air matanya


Gio yang menyadarinya merasa tak berdaya, dia mencoba tidak berteriak, salsa menangis tersedu sedu begitupun dengan gio


Dan benar Devan telah tiada di hari ini, tepat pada hari sehari kematian sang ibu.


hiks hiks hiks tangis salsa dan gio, tubuh gio tersungkur ke tanah dengan menahan jeritannya dan salsa hanya menangis dengan tubuh Devan yang berada di dekatnya


DI TONTON NYESEK, GAK DI TONTON PENASARAN!!!


Let's go part selanjutnya


Jangan lupa vote itu gampang banget


Terimakasih

__ADS_1


Puas dengan ini, Devan Baskara benar benar telah tiada, dia melepaskan semua yang dia genggam dan harus melupakan kasih sayang dari ayahnya yang baru saja telah terlaksana kan, tunggu ya Geis like dulu dong biar semangat ni gua nya.


__ADS_2