DIA DEVAN

DIA DEVAN
DIA DEVAN chapter 31 SUDAHKAH WAKTUNYA


__ADS_3

...Assalamualaikum semua, kembali dengan karya saya...


.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa kita masih bermain api 🔥🔥🔥, hayo lupaya???...


.......


.......


.......


.......


.......


...Okh GK usah banyak basa basi kita gas aja, jangan lupa vote dan komen...


SUDAHKAH WAKTUNYA


Setelah pergi dari villa, Devan sesegera mungkin pergi ke bandara, motornya kini di titipkan ke temannya, dia bernama affan, dia terbang dari Bali ke bandung, setelah sampai di bandung Devan segera pulang ke rumahnya, dan mengambil beberapa perlengkapan dan motornya, untuk ke RS, di rumahnya terlihat sangat sepi, ya karena ayahnya menemani Kenan di RS.


Karena telvon yang sangat menggangu ke fokusan Devan dalam menyetir, sehingga Devan tak dapat menghindari sebuah mobil


JBRUKKK........


Motor Devan menabrak mobil yang berhenti mendadak di depannya sehingga Devan terpental ke tengah tengah pusat pemberhentian lampu merah.


Titttttttttt.......... Klakson mobil


Niut niut niut


Ambulance pun datang dan membawa Devan, pelipis Devan yang banyak akan darah dan badan yang banyak goresan


DEWATA BALI


Ctarrrrrrrrrr sebuah piring terjatuh dan pecah


Salsa terkejut melihat Reva yang tak sengaja menjatuhkannya.


Salsa hanya diam, terlihat matanya sangat sembab


"he geissss....., kita harus kembali ke Bandung...." teriak zea yang berlari dengan panik


"kenapa, kenapa??." saut Tania


"devan!!!" ucap zea yang sedang mengatur nafasnya


"Devan kenapa???." saut salsa dengan panik

__ADS_1


"kece-kecelakaan....." teriak zea menghebohkan yang ada


Selsa sangat syok dan segera berlari ke kamarnya, mereka semua ke bandara dan mencari tiket penerbangan hari ini


Devan di bawah ke RS dan harus menjalani operasi, Devan yang sedikit sadar, dan melihat dokter Reyhan yang sedang memasang infus di tangannya


"Se-karang a-ja dok, se-ka-li-an"ucap Devan yang masih lemah


Dokter Reyhan tak menyangka akan terjadi seperti ini, di lorong terdengar Rama ayah Devan sedang meneriaki ruang operasi dan mengetuk ngetuk pintu dengan cukup keras


"Van Devan, kamu harus kuat, ayah minta maaf Van..." teriak Rama dengan penuh penyesalan


Rama berjalan maju mundur dan membenturkan kepalanya ke tembok berkali kali


Lampu operasi pun menyala menandai operasi sedang berjalan


Operasi berjalan sampai 5 jam


Rama menangis sesenggukan sembari memukul kepalanya sendiri


Sementara itu salsa sudah otw ke bandung, dia akan mendarat beberapa jam lagi


RUANG OPERASI


"Ambilkan saya gunting sus!!" ucap dokter Reyhan yang penuh kesedihan dan tangan yang sangat bergetar


Sebuah gunting di berikan, dokter Reyhan Manahan tangisannya dengan sekuat tenaga, setelah selesai di jahit, dokter Reyhan tersungkur ke tanah


Ha.. Ha... Suara nafas dokter Reyhan


Dokter Reyhan keluar dari ruangan operasi, dan melihat Rama yang sedang duduk dengan muka tertekuk


"Sudah kan pak, stelah ini anda bisa tenang!!." ucap dokter Reyhan yang berjalan begitu saja, Rama pun mengangkat kepalanya dan melihat tubuh Devan yang keluar dari ruang operasi.


Hari esok pun tiba


Salsa pun datang ke rumah sakit, dia berlari tak karuan, orang tuanya pun mengikutinya, setibanya di kamar Devan, salsa pun terjatuh di depan pintu, melihat Devan yang terbaring tak berdaya.


Hiks hiks hiks


Salsa meraih tangan Devan


"aku tau ini akan terjadi, tapi kenapa sekarang!!" ujar salsa


"Bangun lah Van, aku mohon, aku rindu..." bisik salsa yang sedikit dekat dengan telinga Devan


"Devan..... Aku mohon..... Devan... Ayolah, bangun lah bercanda mu gak lucu..." sambung salsa yang sedikit menggoyangkan tubuh Devan


salsa terkejut karena ada yang menepuk punggungnya


"sal..." ucap ayah nya


Salsa pun berdiri dari duduknya dan segera memeluk sang ayah dengan erat


"aku gak mau yah, Devan bercanda!!." ucap salsa dengan menangis sesenggukan


"udah sayang, Devan pasti bangun!!." ucap sang ayah

__ADS_1


Kata penenang kini tak cukup untuk salsa, tiba tiba Rama ayah Devan memasuki kamar Devan


"kenapa anda kesini???." ucap salsa dengan nada marah


"dia anak saya!!." tegas Rama yang terlihat lelah


"anak, jika benar itu anak paman, kenapa, dia gak pernah mendapatkan kasih sayang!!." teriak salsa yang memberhentikan langkah Rama


"aku tau aku salah, seharusnya aku gak menghukum nya seperti ini!!." bisik Rama


"om tau, gara gara om devan kayak gini, seharusnya om malu!!" Raung salsa


"nak udah!!." saut ayah salsa


"Iyah sal, om pantes mendapatkan ini, om mohon, biarkan om ke Devan!!." ucap Rama yang memohon sangat


Salsa terpaku diam


"Kenan gimana yah??." saut Devan yang mengejutkan semuanya


Salsa berbalik dan menatap Devan


"Kamu!!" ucap Salsa dengan khawatir


"gimana Kenan ya??." tanya Devan


"kamu masih memikirkan Kenan, dengan kamu yang begini??." ucap salsa dengan kesal


"Van, maafin ayah!!." ucap Rama


"Kenan gak papa kan yah??."


Rama mengangguk sebagai jawab Iyah


Dari pagi dan siang yang melelahkan, malam pun tiba, salsa yang masih menemani Devan di kamarnya dengan menyuapi makanan.


"udah sal, udah cukup!!." ucap pelan Devan Karan kekenyangan


"sedikit lagi..." rengek salsa


"gak sal, cukup...!!" rengek Devan


Kini Devan terlihat seperti anak kecil yang manja yang menjadikan paha salsa sebagai bantalannya


"aku gak nyangka aku bisa melihatmu lagi!!." ucap Devan


"ini takdir Van!!" ujar salsa yang mengelus kepala Devan


Devan pun tertidur dengan salsa


DI TONTON NYESEK, GAK DI TONTON PENASARAN!!!


Let's go part selanjutnya


Jangan lupa vote itu gampang banget


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2