
...Assalamualaikum semua, kembali dengan karya saya...
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa kita masih bermain api 🔥🔥🔥, hayo lupaya???...
.......
.......
.......
.......
.......
...Okh GK usah banyak basa basi kita gas aja, jangan lupa vote dan komen...
SUDAHKAH WAKTUNYA
Setelah pergi dari villa, Devan sesegera mungkin pergi ke bandara, motornya kini di titipkan ke temannya, dia bernama affan, dia terbang dari Bali ke bandung, setelah sampai di bandung Devan segera pulang ke rumahnya, dan mengambil beberapa perlengkapan dan motornya, untuk ke RS, di rumahnya terlihat sangat sepi, ya karena ayahnya menemani Kenan di RS.
Karena telvon yang sangat menggangu ke fokusan Devan dalam menyetir, sehingga Devan tak dapat menghindari sebuah mobil
JBRUKKK........
Motor Devan menabrak mobil yang berhenti mendadak di depannya sehingga Devan terpental ke tengah tengah pusat pemberhentian lampu merah.
Titttttttttt.......... Klakson mobil
Niut niut niut
Ambulance pun datang dan membawa Devan, pelipis Devan yang banyak akan darah dan badan yang banyak goresan
DEWATA BALI
Ctarrrrrrrrrr sebuah piring terjatuh dan pecah
Salsa terkejut melihat Reva yang tak sengaja menjatuhkannya.
Salsa hanya diam, terlihat matanya sangat sembab
"he geissss....., kita harus kembali ke Bandung...." teriak zea yang berlari dengan panik
"kenapa, kenapa??." saut Tania
"devan!!!" ucap zea yang sedang mengatur nafasnya
"Devan kenapa???." saut salsa dengan panik
__ADS_1
"kece-kecelakaan....." teriak zea menghebohkan yang ada
Selsa sangat syok dan segera berlari ke kamarnya, mereka semua ke bandara dan mencari tiket penerbangan hari ini
Devan di bawah ke RS dan harus menjalani operasi, Devan yang sedikit sadar, dan melihat dokter Reyhan yang sedang memasang infus di tangannya
"Se-karang a-ja dok, se-ka-li-an"ucap Devan yang masih lemah
Dokter Reyhan tak menyangka akan terjadi seperti ini, di lorong terdengar Rama ayah Devan sedang meneriaki ruang operasi dan mengetuk ngetuk pintu dengan cukup keras
"Van Devan, kamu harus kuat, ayah minta maaf Van..." teriak Rama dengan penuh penyesalan
Rama berjalan maju mundur dan membenturkan kepalanya ke tembok berkali kali
Lampu operasi pun menyala menandai operasi sedang berjalan
Operasi berjalan sampai 5 jam
Rama menangis sesenggukan sembari memukul kepalanya sendiri
Sementara itu salsa sudah otw ke bandung, dia akan mendarat beberapa jam lagi
RUANG OPERASI
"Ambilkan saya gunting sus!!" ucap dokter Reyhan yang penuh kesedihan dan tangan yang sangat bergetar
Sebuah gunting di berikan, dokter Reyhan Manahan tangisannya dengan sekuat tenaga, setelah selesai di jahit, dokter Reyhan tersungkur ke tanah
Ha.. Ha... Suara nafas dokter Reyhan
Dokter Reyhan keluar dari ruangan operasi, dan melihat Rama yang sedang duduk dengan muka tertekuk
"Sudah kan pak, stelah ini anda bisa tenang!!." ucap dokter Reyhan yang berjalan begitu saja, Rama pun mengangkat kepalanya dan melihat tubuh Devan yang keluar dari ruang operasi.
Hari esok pun tiba
Salsa pun datang ke rumah sakit, dia berlari tak karuan, orang tuanya pun mengikutinya, setibanya di kamar Devan, salsa pun terjatuh di depan pintu, melihat Devan yang terbaring tak berdaya.
Hiks hiks hiks
Salsa meraih tangan Devan
"aku tau ini akan terjadi, tapi kenapa sekarang!!" ujar salsa
"Bangun lah Van, aku mohon, aku rindu..." bisik salsa yang sedikit dekat dengan telinga Devan
"Devan..... Aku mohon..... Devan... Ayolah, bangun lah bercanda mu gak lucu..." sambung salsa yang sedikit menggoyangkan tubuh Devan
salsa terkejut karena ada yang menepuk punggungnya
"sal..." ucap ayah nya
Salsa pun berdiri dari duduknya dan segera memeluk sang ayah dengan erat
"aku gak mau yah, Devan bercanda!!." ucap salsa dengan menangis sesenggukan
"udah sayang, Devan pasti bangun!!." ucap sang ayah
__ADS_1
Kata penenang kini tak cukup untuk salsa, tiba tiba Rama ayah Devan memasuki kamar Devan
"kenapa anda kesini???." ucap salsa dengan nada marah
"dia anak saya!!." tegas Rama yang terlihat lelah
"anak, jika benar itu anak paman, kenapa, dia gak pernah mendapatkan kasih sayang!!." teriak salsa yang memberhentikan langkah Rama
"aku tau aku salah, seharusnya aku gak menghukum nya seperti ini!!." bisik Rama
"om tau, gara gara om devan kayak gini, seharusnya om malu!!" Raung salsa
"nak udah!!." saut ayah salsa
"Iyah sal, om pantes mendapatkan ini, om mohon, biarkan om ke Devan!!." ucap Rama yang memohon sangat
Salsa terpaku diam
"Kenan gimana yah??." saut Devan yang mengejutkan semuanya
Salsa berbalik dan menatap Devan
"Kamu!!" ucap Salsa dengan khawatir
"gimana Kenan ya??." tanya Devan
"kamu masih memikirkan Kenan, dengan kamu yang begini??." ucap salsa dengan kesal
"Van, maafin ayah!!." ucap Rama
"Kenan gak papa kan yah??."
Rama mengangguk sebagai jawab Iyah
Dari pagi dan siang yang melelahkan, malam pun tiba, salsa yang masih menemani Devan di kamarnya dengan menyuapi makanan.
"udah sal, udah cukup!!." ucap pelan Devan Karan kekenyangan
"sedikit lagi..." rengek salsa
"gak sal, cukup...!!" rengek Devan
Kini Devan terlihat seperti anak kecil yang manja yang menjadikan paha salsa sebagai bantalannya
"aku gak nyangka aku bisa melihatmu lagi!!." ucap Devan
"ini takdir Van!!" ujar salsa yang mengelus kepala Devan
Devan pun tertidur dengan salsa
DI TONTON NYESEK, GAK DI TONTON PENASARAN!!!
Let's go part selanjutnya
Jangan lupa vote itu gampang banget
Terimakasih
__ADS_1