
...Assalamualaikum semua, kembali dengan karya saya...
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa kita masih bermain api 🔥🔥🔥, hayo lupaya???...
.......
.......
.......
.......
.......
...Okh GK usah banyak basa basi kita gas aja, jangan lupa vote dan komen...
Telvon
Kenapa dokter bilang ke ayah??
^^^maaf mas^^^
Dokter tau GK, gimana reaksi Kenan nanti, jika tau kalok..
^^^Maaf mas^^^
Sudahlah dok
Telvon di tutup, raut Devan terlihat cemas tapi dia meyakinkan dirinya bahwa bisa di lewati, dia pun kembali ke salsa, dengan senyuman yang terpasang.
Devan malam ini bersama salsa entah mengapa, mereka sangat lengket, malam yang indah di hiasi ribuan bintang dan bulan purnama yang menyinarinya, Mereka menjadi saksi dari kisah Devan.
__ADS_1
"Sal, makasi buat semuanya.." ucap Devan halus sembari memegang kedua tangan salsa
"kamu sudah bilang berapa kali Van, soal ini??." tanya salsa dengan manis
"sal, mau kah kau berjanji padaku??." tanya Devan dengan mata berkaca-kaca
Salsa pun terdiam dan mengerti, keheningan pun kembali tercipta
"Mengikhlaskan mu??" tanya salsa, bukan nya menjawab malah Kembali bertanya
"semua akan mati sal, hanya cara bepergian nya yang berbeda!"
"tapi..."
"Kamu bisa sal, kamu sudah berjanji kan, kalok kamu akan mengikhlaskan aku?" tanya Devan
Salsa hanya terdiam, dan perlahan pegangan Devan terlepaskan, salsa hanya menunduk, melihat Devan yang perlahan berjalan meninggalkannya
"padahal kita hanya menghabiskan..... sedikit moment bersama..." saut salsa yang menunduk dan menahan tangis, Devan terhenti sejenak tanpa menoleh
"tapi kenapa?!.." sambung salsa, yang sedikit mengangkat kepalanya dan menghadap Devan, Devan tidak menoleh sehingga punggung Devan yang hanya dapat dilihat
"mengikhlaskan mu harus seberantakan ini...., dan sehancur ini...." ucap salsa yang menjadi penutup dari perkataannya
Devan tak menoleh, dan terus melangkah keluar, tubuh salsa terjatuh ke bawah dan menangis dengan kencangnya, Devan yang berjalan di tangga dengan tangan yang mengusap matanya di lihat Tania dan Riyan.
"aku tau hal ini akan terjadi!!!." bisik Riyan
Tania menoleh ke arah Riyan
hp Devan berdering, setelah mengangkatnya Devan terlihat buru buru. Dia segera menaiki motornya dan segera berjalan, salsa yang melihatnya dia coba mencegah Devan.
"kamu mau kemana Van??." tanya salsa yang terus mengejar Devan
Setibanya di halaman villa, terdapat motor Yamaha XSR 155
kurang lebih seperti ini
"kamu mau kemana Van??..." rengek salsa
__ADS_1
Tania, Riyan, dimas, Reva, gio, dan zea mengikuti salsa yang mengejar Devan
"aku mau ke RS sal!!." balas Devan yang memakai helm nya
"kenapa??" tanya salsa yang memegang tangan Devan
"kamu lupa?"
Teman temanya bingung Karena tidak tahu
"sekarang??." tanya salsa yang berkaca kaca
"Iyah sal, Kenan membutuhkan nya!!." balas Devan yang mengelus pundak salsa
"jangan, aku mohon Van, jangan sekarang...!" rengek salsa yang terus memohon
Terlihat begitu jelas dari dalam helm, bahwa Devan sedang menangis kali ini
Devan sedikit menarik nafasnya dalam, sebelum dia mencium pucuk kepala salsa dengan lembut
"Aku harus pergi sal, aku harap besok aku masih bisa melihat mu.." ujar Devan yang memeluk erat salsa keduanya kini menangis
Teman temannya juga merasakannya
Kini mereka semua hanyut dalam kesedihan, salsa tak menyangka bahwa akan secepat ini
Devan perlahan melepaskan pelukannya, dan dengan cepat, pergi mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi, memegang gas dan sedang menangis, indah bukan??.
Salsa kini tersungkur ke tanah dan menangis dengan terisak nya, teman temannya menolongnya dan gio menendang pot yang ada di depannya sampai pecah sebagai bentuk kekesalan nya sembari mengusap air matanya.
HAAAAAAAAAA...... Teriak Gio
DI TONTON NYESEK, GAK DI TONTON PENASARAN!!!
BENTAR!!!, kalok kali ini banyak yang like dan komen, secepatnya bisa ke chapter selanjutnya, capek juga, jadi tolong di HARGAIN...
Let's go part selanjutnya
Jangan lupa vote itu gampang banget
Terimakasih
__ADS_1
...MAAF TYPO...