
...Assalamualaikum semua, kembali dengan karya saya...
.......
.......
.......
.......
.......
...Jangan lupa kita masih bermain api 🔥🔥🔥, hayo lupaya???...
.......
.......
.......
.......
.......
...Okh GK usah banyak basa basi kita gas aja, jangan lupa vote dan komen...
KENYATAAN MEMANG PAHIT
"kamu jangan bodoh kenapa si..!!" ujar salsa yang berlari ke arahku dan perlahan memukul badan ku secara perlahan.
Aku hanya terdiam melihat salsa begini.
..."kamu kenapa si??." tanyanya yang menangis terisak di pundak ku...
Aku hanya terdiam, dan sesekali melihat dokter Reyhan, akhirnya aku mengajak salsa ke balkon rumah sakit, dan menenangkan dan berbicara padanya, kita sedikit berbaur dalam pertengkaran.
"Kenapa van, kenapa kamu gak bilang ke aku, kamu ada masalah, bilang sama aku Van jangan kek gini!!." ucap Salsa dengan intonasi tinggi
Aku hanya terdiam dan menunduk
__ADS_1
..."Kenapa dengan Kenan, dan kenapa dengan ginjal??." tanya salsa...
"jawab aku Van, jawab sedikit aja, kamu beri aku jawaban!!." raung salsa dengan menangis
Aku pun mengangkat kepalaku dengan perlahan, aku menatap salsa dengan raut sedih " kenapa, kenapa sekarang??." ucap ku dalam hati yang melihat salsa menangis dengan keras sembari memukulku
..."Maaf sal, maaf!!." ucap ku perlahan...
Salsa menatap ke arahku
"Bener katamu, aku memang gila, seharusnya kita gak pernah ketemu sal, aku memang bodoh!!." ucap ku dengan airmata yang menyertainya
Salsa pun semakin erat memelukku, kini aku menangis di pelukannya.
..."mengapa??." tanya ku dalam hati...
Bagai tubuh yang tertusuk dan tergores dengan pedang yang tajam, itu yang Devan rasakan. Kini Devan dan salsa sedang duduk dan menenangkan diri, diatas balkon RS, dengan angin yang menerpa, Devan pun memberikan sebuah kertas, salsa dengan berat hati menerimanya, dan perlahan membacanya.
Di saat salsa membacanya Devan memeluk salsa dengan erat, terlihat salsa menangis terisak dengan kenyataan itu.
"Kanker paru-paru, stadium akh- akhir" ucap salsa sembari menutup mulutnya dengan salah satu tangannya di sertai dengan tangisan, syok yang dia rasakan.
Aku hanya fokus memeluk salsa, tak sadar darah mengalir di hidung ku, salsa pun yang tadinya menangis kini dia membantuku untuk membersihkannya.
"Maaf sal maaf!!" ucap ku yang melihat salsa membersihkan darah ku dengan air mata yang menetes.
Kini kita sudah tenang, kini aku mengantar salsa ke ayahnya terlihat ayah salsa sudah menunggu, aku sedikit menatap salsa, sebelum salsa pergi pulang. Hancur bukan, yah kini hancur itu yang ku rasakan, kini salsa pulang, dia masuk ke kamarnya dan melihat Tania yang sedang duduk, salsa langsung berlari memeluk Tania.
..."sal, hey, sal??." tanya Tania dengan terkejut...
salsa menangis tersedu sedu
"Devan tan!!!"
..."Devan kenapa??."...
"Devan, dia-dia!!." ucap salsa dengan terpatah patah
..."kenapa??"...
__ADS_1
"Dia sakit Tan, dia sakit keras, dan aku, aku gak tau itu!!." ucap salsa yang masih memeluk sahabatnya itu
..."Apa salsa tau, penyakit Devan?.." tanya Tania dalam hati yang kembali memeluk salsa dan menenangkan nya...
Kini salsa tertidur, karna lelah menangis dan sakitnya kenyataan
POV DEVAN
"HAAAAAAAAAA......!!!" Raung Devan di pantai
..."GUA GAK MAU MATI, GUA GAK MAU MATI!!!."teriak Devan sembari memukul dadanya...
"kenapa, kenapa gak mau Devan, bukanya itu yang kau mau selama ini??." saut Gio
Gio teman Devan yang sudah tau penyakit Devan dari awal, penderitaan Devan, semua gio sudah tau, namun dia tidak pernah membahasnya, karna dia ingin menghargai perasaan temannya.
..."DISAAT GUA MULAI JATUH CINTA , DAN MULAI BAHAGIA, KENAPA O KENAPA GIO???." balas Devan yang sedikit menaikan intonasi nada bicaranya...
"UDAH VAN, UDAH CUKUP LO MENDERITA!!."balas Gio yang mendekat ke arah Devan
..."gua udah jatuh cinta sama salsa, bagaimana denganya...." ujar Devan...
"Lo pasti sangat lelah untuk sampai di titik ini !!!" ucap gio yang berusaha menenangkan Devan
..."Lo pasti sering nangis dan menderita!!." sambung gio "tanpa orang lain ketahui!!"...
Devan menatap gio yang perlahan mendekatinya
"tapi kenapa sekarang Lo, mikirin perasaan orang lain??." tanyanya
Devan terdiam, dia memalingkan wajahnya dari tatapan gio, Devan pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan mengendarai motornya dengan kecepatan penuh, sembari menangis terisak, dia teriak di atas motor yang berjalan cepat.
DI TONTON NYESEK, GAK DI TONTON PENASARAN!!!
Let's go part selanjutnya
Jangan lupa vote itu gampang banget
Terimakasih
__ADS_1