DIA DEVAN

DIA DEVAN
DIA DEVAN chapter 7


__ADS_3

...Assalamualaikum semua, kembali dengan karya saya...


.......


.......


.......


.......


.......


...Jangan lupa kita masih bermain api 🔥🔥🔥, hayo lupaya???...


.......


.......


.......


.......


.......


...Okh GK usah banyak basa basi kita gas aja, jangan lupa vote dan komen...


Salsa hanya terpaku diam di dalam kelas.


"perasaan kemarin di gak kenapa Napa deh!!." ujar salsa pada diri sendiri


Sepulangnya dari sekolah dia bergegas mendatangi rumah Devan.


kringg.... Suara bel berbunyi


Pintu pun terbuka, lihat, siapa yang membukakan pintu, itu Devan sendiri.


..."Devan...." teriak Salsa...


Devan terkejut dengan kedatangan salsa, bagaimana dia tau alamat rumahnya, Devan pun segera menarik salsa untuk berbicara dengannya dan menjauhkannya dari rumahnya.

__ADS_1


"Van van, Devan...!!." ujar salsa yang tanganya terus di tarik oleh Devan


..."Lo tau dari mana rumah gua??." tanya Devan dengan muka seriusnya...


"Lo sakit apa??." tanya balik salsa sembari memegang muka Devan


..."jawab gua!!." balas Devan yang memegang tangan salsa dan menyingkirkannya dari mukanya...


"Lo ingat buku yang gua tarik, di situ ada alamat lo, gua baru nyadar sekarang!!." saut salsa


..."Lo pulang sal!!." cetus Devan sembari clingak clinguk melihat rumahnya takut sang ayah mengawasinya...


"Lo kenapa si Van!!." tanya salsa yang melihat Devan


..."Lo pulang sal!!." balas Devan...


"ya iya kenapa??." tanya salsa yang menghentikan kepala Devan yang dari tadi clingak clinguk


Devan hanya terdiam dan menatap muka salsa


..."setidaknya kamu kasih aku nomer telvon kamu, sehingga nantinya aku bisa hubungi kamu!!." balas halus salsa yang perlahan mengelus pipi Devan yang terlihat panik...


"kita baru saja kenal sal, tapi kenapa kamu bisa seperhatian ini sama aku??." tanya Devan dalam hati


..."Van, pliss kasih aku nomer kamu, setelah ini aku pulang." ujar salsa...


detak jantung Devan berdebar semakin kencang, nafas nya menjadi tidak beraturan, setelah keheningan lama akhirnya Devan memberikan nomernya dan salsa segera pergi, setelah salsa pergi tak lama Kenan datang dia baru saja pulang dari sekolah dia melihat sang kakak berdiri di tempat sambil memegang dadanya.


"bang, Abang kenapa lagi, sesak lagi??." tanya Kenan yang berlari menuju sang kakak dengan raut muka panik


..."enggak dek!!." balas ketus Devan dan segera pergi kedalam rumah dan meninggalkan Kenan...


Hari berganti, kini Devan masih saja tidak masuk sekolah itu membuat salsa semakin penasaran, ada apa sebenarnya dengan Devan Baskara.


RUMAH SAKIT


"Kalok terasa sakit bilang saja mas Devan!!." ucap seorang dokter yang baru saja memasang infus kepada Devan


..."Iyah dok, oh ya dok, tesnya keluarnya kapan ya??." tanya Devan yang memegang tangan dokter yang hendak pergi...

__ADS_1


"Besok insyaallah sudah bisa keluar mas!!." jawab dokter tersebut


Devan hanya menganggukkan kepalanya, setelah dokter itu pergi tak lama telvon Devan berdering, terlihat salsa yang sedang menelvon, Devan terlihat agak ragu untuk mengangkatnya.


..."halo sal, ada apa??." jawab Devan...


"Lo masih sakit, gua kerumah Lo ya??." balas salsa yang sedang berjalan pulang


..."gak, gua udah gak sakit!!."...


"terus Lo kenapa gak masuk hari ini??." tanya salsa yang sedang menyebrang


"maaf pak!!." sambung salsa yang sedang memberhentikan sebuah mobil yang hendak melintas


..."gua tadi ada urusan keluarga!!."...


"ouhh..."


..."mas Devan ini obatnya!!." saut seorang suster yang baru saja masuk dan menghantarkan obatnya...


"yaudah sal gua tutup dulu ya!!." balas Devan yang segera mematikan telvon nya


..."Devan...." saut salsa yang sedikit mendengar ucapan suster tadi...


Salsa terheran, itu membuat langkah kaki salsa terhenti sejenak, Devan yang tadinya akan berangkat ke sekolah, teringat suatu hal bahwa dia harus kontrol, sehingga membuat Devan berbohong terhadap salsa dan ayahnya.


"Iyah sus.." ucap Devan yang mempersilahkan suster menyuntikan obat padanya


..."kalok nanti perih mohon di tahan ya mas!!" terang suster tersebut dan segera meninggalkan Devan...


Devan yang merasakan efek obat nya dia menahan nya dengan menggenggam kan tanganya seerat eratnya.


DI TONTON NYESEK, GAK DI TONTON PENASARAN!!!


Let's go part selanjutnya


Jangan lupa vote itu gampang banget


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2