DIA POLOS?..

DIA POLOS?..
BAB 10


__ADS_3

Happy reading


*****


****


***


**


*


Ganta meletakan tubuh tara di kasur milik tara dengan hati-hati,ia berdiri melihat tara lekat yang masih dalam pengaruh obat bius,


Desiran aneh menjalar pada tubuhnya ketika melihat paha mulus tara diikuti arah pandangnya sedikit keatas di daerah dada membuat ganta meneguk ludah nya kasar,sialan adakah lelaki yang menyianyiakan waktu seperti ini?,apalagi dalam pengaruh obat bius membuat sang wanita tak berkutik.


Sangat lama ganta memperhatikan tubuh mulus tara tidak ingin beranjak sama sekali,ganta duduk disamping ranjang tara mengulurkan tangannya mengelus leher jenjang milik tara,lalu beralih ke paha mulus tara merasakan sensasinya membuat ia lupa dunia,ditambah keringat pada tubuh tara membuat ganta bergejolak sekuat tenaga menahan hasratnya tapi ia malah semakin meremas paha tara mengelus nya dengan sedikit kasar beralih ke bagian dada tara berusaha tidak menyentuh milik tara itu sungguh ujian tersulit yang ia pernah alami.


"Arghh sialan lo seksi banget!,"dengan hati-hati ganta melepas kemeja kebesaran milik  tara menyisakan tanktop dan hotpants saja,membuat ganta bergejolak,mata ganta sudah memerah seakan ingin memakan sesuatu.


Ganta mengusap perut mulus tara lalu sedikit keatas mulai menyentuh kepunyaan tara dengan lembut dari atas tanktop nya "gw minta maaf,gw beli tubuh lo!," Sungguh ganta lupa dunia yang seharusnya tidak terjadi kini terjadi sebuah dosa besar ia lakukan ganta lupa dengan panasnya api neraka,lupa bagaimana seorang wanita menjaga kesuciannya kini direbut paksa,lupa bahwa ibu nya adalah seorang wanita,lupa segala-galanya.


Ganta menggeliat membuka matanya tersadar telah memeluk seorang wanita ia terduduk menyingkap selimutnya lalu kembali menyelimuti tara yang masih telanjang bulat,ganta menyugar gusar rambutnya menghela nafas berkali-kali lalu berdiri mengenakan pakaiannya melirik tara sekilas lalu berdiri pergi daru kamar itu ganta menuruni tangga,diruang tamu ia dapat melihat arga menatapnya dengan smirk aneh diwajahnya


"Gimana?,enak kan tubuh anak gw?,"ucapan arga membuat ganta terdiam lalu melirik arga sekilas.


"Jangan bilang kalo gw yang ngerusak dia,ingat perjanjian kita dan jangan pernah berikan tubuh anak lo kepada orang lain ,"setelah itu ganta berlenggang pergi dari sana.


"HAHAAH GA MASALAH YANG PENTING UANG LANCAR,"teriak arga yang masih didengar ganta.


Tara menggeliat membuka matanya kesadarannya belum penuh melirik jam di dinding menunjukan pukul 5 pagi waktu nya sekolah.

__ADS_1


Tara  bangun terduduk seperti ada yang aneh tara membelalak menarik kuat selimut besarnya lalu menggelung tubuhnya bergetar hebat.


"A-apa kenapa?siapa yang lakuin ini? Hiks kenapa gw bisa rusak gini? Hiks,"tara menangis ter isak isak tubuhnya bergetar  hebat ia meringis merasakan sakit dibagian bawah nya membuat ia tersadar kalo dia memang benar-benar rusak.


"Arghhh gw ga inget apa-apa!!,"tara memukul-mukul kepalanya sembari terisak pilu.


Tara bangkit dari duduknya berjalan kearah kamar mandi dengan hati-hati.


Setelah menggenakan seragamnya ia bergegas turun kebawah ia harus sekolah jika tidak ia akan mendapatkan poin is tidak ingin dikeluarkan dari sekolah.


Sedikit berlari tara melihat papahnya sedang sara dengan hidangan mewah didepannya.


"PAPAH!,siapa? Hiks siapa yg lakuin ini?,"tara menatap papahnya sembari berderai air mata.


Arga melirik tara sekilas lalu


"Gatau,"


"Hmm mungkin, mungkin dia bohong sama papah,kemarin waktu papah di bar papah telpon dia kalau kamu gajadi saya jual soalnya terlalu murah,dan papah nyuruh dia ngembaliin kamu kerumah saya juga gatau kalau dia ngelakuin itu," detik itu juga tubuh lara luruh bagaimana bisa ini terjadi ia berharap ini mimpi tapi mustahil.


"Hiks kenapa pah?,kenapa papah biarin dia yang anter tara pulang,kenapa ga papah aja yg jemput tara?,


"Maaf,papah dalam kondisi mabuk gak mungkin jemput kamu,"


Tara berusaha menghentikan tangisannya mengusap wajahnya kasar


"Kamu gamau sekolah?,waktunya masih banyak ayo sarapan,"tara terdiam mendengar ucapan papahnya apakah papahnya merasa bersalah?,apakah akan ada kebahagiaan?,"


Tara beridiri menatap banyak makanan lezat dimeja mengernyit bingung dimana ayahnya mendapatkan ini semua.


"Papah punya bisnis online,ini semua uang papah kamu jangan khawatir," tara mengembangkan sedikit senyumnya melihat ayahnya perlahan berubah.

__ADS_1


Tara duduk mengahadap ayahnya "tara boleh iku makan pah?,"


"Silahkan,"


Tara tersenyum antusias secara tidak langsung ia melupakan sebentar masalahnya.


Tara mengambil banyak nasi mamasukan banyak lauk daging-dagingan membuat tara meneguk ludah lalu melahap semangat makanan itu.


Arga hanya melirik tara sekilas lalu kembali memakan-makanannya.


Tara meminum airnya hendak merapikan piring-piring itu tapi terhenti dengan ucapan ayahnya


"Sudah hampir terlambat kamu pergi aja biar ayah yg bersihin,"


Tara terdiam tersenyum lalu mengangguk antusias


"Tara,"


"Iya pah?," Tara melihat ganta merogoh kantongnya mengeluarkan uang lima pulu ribu lalu memberikannya pada nya.


Tara mengambil uang itu keherannan "buat apa pah?,papah nitip sesuatu?,"


"Uang jajan kamu,"


"Hah?,"


"Cepat pergi udah terlambat,"


Seakan sadar dari keterkejutannya tara mengangguk antusias "makasi pah,"tara berlenggang pergi dengan berlari takut ayahnya berubah pikiran dan menagih kembali uangnya.


Sekarang ia tidak perlu capek-capek berjalan kaki tidak perlu berkerja siang malam ia akan merasakan menjadi anak muda seperti yang lainnya dan ia tidak perlu menahan lapar.

__ADS_1


__ADS_2