DIA POLOS?..

DIA POLOS?..
BAB 9


__ADS_3

...HAPPY READING...


...*****...


...****...


...***...


...**...


...*...


Tara menatap getir bangunan didepannya,sudah berulang kali tara menarik nafas kasar tapi tidak menghilangkan kegugupannya "aduhh gw mau bilang apa sama bos kalo gini ceritanya,"ringis tara menggaruk tengkuknya yg tidak gatal.


Dengan perlahan tara berjalan memasuki cafe tersebut tangannya  memegang erat tas selempang yg ia gunakan guna meredam kegugupan,


Tatapan para karyawan disana membuat tara menunduk takut,dapat ia pastikan ia telah menjadi perbincangan disini karena tidak masuk kerja selama 3 hari tanpa kabar sedikitpun.


"TARA IKUT SAYA KERUANGAN SAYA,"teriakan itu mampu membuat tara terlonjak kaget,tara menengok menatap bos intan dengan kisaran umur 25 tahun itu,tak menunggu lama tara mengikuti langkah intan keruangan nya,bagaimanapun ia tetap salah tidak seharusnya ia tidak masuk kerja tanpa izin.


"Kamu saya pecat!,"


"APA!?,"pekik tara terkejut.


"Kamu saya pecat tidak ada pembelaan,dan ini gaji kamu yg terakhir upah minggu-minggu terakhir ini,"intan melemparkan satu buah amplop kewajah tara.


"A-apa gabisa kasi saya kesempatan?,saya tau saya sal--,"


"Gabisa!,"potong intan cepat.


"Saya mohon bos kali ini aja,"tara memelas pada bos nya itu,dia sangat-sangat butuh pekerjaan apa yg harus ia dan ayahnya makan kalo begini.


"Gabisa,kamu ingat saya dulu menerima kamu karena kasihan saya dulu sudah baik mau menerima anak sma kaya kamu tapi kamu sudah melakukan kesalahan saya tidak bisa bersikap toleran lagi,"ucap intan panjang lebar.


"T-tapi bos ap--,"


"Gaada tapi-tapian,cepat keluar dari ruangan saya sekarang juga!,"


"Bos ta--,"


"Keluar tara!,"


"Saya moh--,"


"keluar!,"


"Bos ka--,"


"KELUAR!!,"


Tara terlonjak mendengar teriakan melengking intan,tidak mau mengambil resiko lebih banyak tara segera keluar dari ruangan tersebut.


Terdiam menatap amplop coklat  yang ada dipangkuannya selama 30 menit itulah yang dilakukan tara,ingin sekali meneteskan air matanya tapi tertahan oleh helaan nafas yg selalu ia keluarkan.


"Ganta maaf ya aku jadinya gabisa ngehubungin kamu lagi,gabisa spam chat lagi,",lirih tara,pasalnya ia menjual ponsel satu-satunya yang ia dapatkan bekas dari ibunya yang sudah meninggal,dan kini handphone itu harus dijual untuk mendapatkan uang,jika tidak maka tara dan ayahnya akan mati kelaparan,diingat tara sekarang tidak memiliki penghasilan membuat ia kalang kabut mencari pekerjaan.


Tara berjalan ke almari yang ada disana meletakan uang itu dibawah bajunya,


"TARA!,"


BRAKKKK


Dengan secepat kilat tara langsung menutup almari itu panik,terlihat ayahnya membuka pintu kamar tara dengan kasar.


"Ada apa pah?,"arga terdiam sebentar menatap tara lekat.


"Mana uang?,papah minta uang,"

__ADS_1


"Tara gapunya uang,tara baru aja dipecat,"tara menunduk dalam menyembunyikan raut paniknya


"Hahaha sudah saya duga,"tara terbelalak melihat respon ayahnya dia kira ayahnya akan memberontak marah.


"Sini ikut saya!,"arga menarik kasar pergelangan tangan tara membuat tara meringis,


"Pah kemana?,hati-hati pah sakit,"


Arga dan tara meuruni tangga dengan tara yang masih meringis karna ditarik ayahnya,dapat tara lihat dibawah sana diruang tamu terdapat satu laki-laki paruh baya seumuran ayahnya sedang duduk menyilangkan kakinya menatap arga dan tara,perlahan lelaki itu ber smirk nakal ketika arga dan tara sampai dihadapannya.


"Gimana?,"tanya arga


"Setuju 30 juta,"


"Ck cantik gini,60 juta lah,"


"50 juta,jika memuaskan saya tambah 80 juta,"


"Deal!,"


Tara membelalakan matanya mendengar perkataan kedua lelaki paruh baya ini,otaknya sedikit menangkap sesuatu yang aneh tapi ia tepis.


"M-maksudnya pah?,"tara menatap arga mengernyit heran.


Arga menatap tara sembari tersenyum lembut mengelus kepala tara lalu mengecup singkat kepala tara,tak dapat dipungkiri tara merasa nyawanya berdetak kencang sangat bahagia baru kali ini ayahnya berlaku lembut dengannya,ternyata kebahagiaan itu tak berselang lama pada saat itu juga arga menarik kuat rambut tara lalu melemparkan tara ke lelaki paruh baya didepannya,


"Aws....pah,"


"KAMU SAYA JUAL!,",setelah berteriak seperti itu arga berlenggang pergi menaiki tangga tak lupa dengan kata kata terakhirnya.


"Bro maaf kalo dia nyusahin,nikmati sepuasnya,"setelah itu arga benar-benar menghilang dari tatapan tara yang mematung masih dengan posisi terduduk.


Cowok paruh baya itu berjongkok menarik dagu tara sembari ber smirk,


"Manis,"


"LEPASIN WOYY,gilaa gw gamau jadi ****** tua bangka kaya lo!!,"


Plak..


Lelaki itu menampar pipi kiri tara kasar menbuat tara meringis,


"Bawa dia kemobil!,"


"Baik tuan,"


"GAMAUUU!!!!,LEPASIN GW, TOLO-MFTHHHH,"teriakan tara terhenti ketika salah satu orang itu menyumbal mulutnya dengan gulungan kain.


Sekeras tenaga tara berontak sehingga tangannya menjadi sakit,tara membelalak ketika ia dimasukan ke mobil sebelum ia memberontak kembali seperti ada sesuatu yang menancap dilehernya membuat ia limbung tidak sadarkan diri.


Tara menggeliat membuka matanya,mengernyit mendapati dirinya berada di sebuah kamar serba putih seperti kamar hotel yang sangat mewah mengalihkan pandangannya kedepan lalu membelalak, kesadaran nya penuh ketika mendapati lelaki tua didepannya,tara terduduk was-was.


"Akhirnya kamu sudah bangun,saya sudah tidak sabar,"


Tara bangkit dari duduknya hendak kabur tapi tangan kekar lelaki itu mendorong tara kuat sehingga ia kembali tertidur,lelaki itu melepaskan kemejanya satu persatu lalu menyentuh pipi tara lembut.


Tara berusaha mengumpulkan sekuat tenaganya untuk berontak namun nihil,


"Lepassinn!!,"


Lelaki itu merobek kaos yang tara gunakan menyisakan tanktop hitam pada dirinya.


Detik itu juga akhirnya pertahanannya runtuh air matanya meluruh ia terisak pilu mendapati pakaiannya dilucuti.


Lelaki itu kembali berusaha melepas rok panjang yang sedang tara gunakan,tara bergetar ketakutan sembari menahan tangan lelaki itu tapi sialnya lelaki itu berhasil,


Menyisakan tanktop hitam dan hot pants jeans yang sedang tara gunakan,

__ADS_1


"Seksi ya kamu,"


"Lepasin hiks.. jangan plis,"tara terisak pilu.


Tara melirik sekilas kearah pintu  membuat lelaki itu ikut melirik kearah pintu dengan kelengahannya tara langsung menendang alat kelamin pria itu membuat pria itu jatuh berguling dilantai,mengambil vas bunga tara melemparkan pria itu dengan vas bunga ke bahunya membuat ia meringis


"SIALAN JANGAN PERGI LO AWSS SAKIT BANGASAT!,"pria itu terus meringis berguling kesana kemari.


Tara bangkit meraih asal kemeja lelaki itu,lalu menggunakannya sekedar tanpa dikancingkan,dengan tertatih-tatih tara mempercepat dirinya meraih pintu,jika tidak dalam kondisi genting tara ingin menertawakan lelaki itu karena tidak mengunci pintunya bodoh sekali,tara langsung berlalu keluar tapi..


Brukkk


Tidak jauh dari kamar itu ada yang menabraknya membuat tara meringis walau tidak terjatuh,tara menatap lelaki yg menabraknya lalu membelalak,


Ganta melirik tara yang hanya menggunakan tanktop dan hotpants dipadukan kemeja kebesaran yang tidak ia kancingkan,dari atas sampai bawah ganta menatap tara tanpa ekspresi


"G-ganta ak-,


"SIALAN JANGAN PERGI GW UDAH BAYAR LO 50 JUTA,"teriakan dari kamar ternyata masi terdengar oleh tara dan ganta.


Ganta melirik kamar itu sekilas lalu terkekeh sinis "semurah itu,"setelah itu ganta berlenggang pergi dari sana


Tara membelalak mendengar tutur ganta ia berusaha mengejar ganta dengan tertatih-tatih.


"Ganta kamu salah paham,aku bukan ****** aku bisa jelasin,"


Tara menarik pergelangan tangan ganta namun ditepis,


"Mau salah paham atau tidak bukan urusan aku,",itu lah kata terakhir ganta yang dapat tara dengar sebelum tara ambruk karena merasakan benda menancap dilehernya.


Ganta sedikit terkejut mendapati seorang lelaki paruh baya menyuntikan sesuatu pada tara dengan tiba-tiba.


Lelaki kitu menatap ganta gusar lalu menghela nafas "tutup mulut kamu jangan berani-berani buka mulut,saya udah bayar dia ke ayahnya,kita bisa pakai dia bergilir kalo kamu mau asalkan kamu tutup mulut,"


Bugh..


Bughh..


"Sialan,"lelaki itu tak menduga ganta akan melayangkan pukulan membabi buta padanya.


Bughh....


Detik berikutnya lelaki itu tersungkur kelantai.


Ganta dengan gesit meraup tubuh tara kepelukannya lalu menggendongnya ala bridal style.


Brakk


Ganta menendang pintu rumah tara dengan tara yang masih digendongannya dapat ganta liat ayah tara sedang duduk dimeja makan sembari menikmati beberapa hidangan lezat.


Arga yang terlonjak menghentikan makannya,menatap ganta yang menggendong tara menghampirinya.


Ganta meniduri tara disofa dengan hati-hati.


"HEYYY APA MAKSUD LO CUPU! DIA UDAH GW JUAL!,"


ganta berjalan santai ke arah arga ia melipat tangannya didepan dada.


Ganta melemparkan 3 amplop coklat yg tebal ke wajah arga membuat arga terheran.


"100 juta perbulan,perlakukan dia selayaknya putri dari keluarga yang harmonis,"


Ucapan ganta membuat arga membelalak, apa maksudnya?


"Sepertinya anda membuat penawaran,tapi saya kurang mengerti,"


Ganta terkekeh " didalam setiap amplop itu berisi lima puluh juta dan semuanya 150 juta anda kembalikan 50 juta kepada tua bangka sialan itu dan 100 juta sisanya untuk anda,dengan syarat perlakukan dia selayaknya, setiap bulan saya akan memberikan anda 100 juta sebagai calon mantu yang baik,"

__ADS_1


"DEAL,"ucap arga antusias


__ADS_2