
...Happy reading...
...*****...
...****...
...***...
...**...
...*...
Salah satu siswi dari sekolah hamparan berinisial T,terduga melakukan hal yang tidak senonoh dengan menjual diri kepada lelaki hidung belang demi mendapatkan uang yang diyakini sejumlah 50 juta, bagaimana mungkin?,sekolah swasta ternama di jakarta selatan itu tidak mengambil pusing masalah ini?,apakah banyak siswi atau siswa lain yg memiliki kasus separah ini?,namun tidak mendapat respon dari pihak sekolah.
Tara langung mematikan handphonenya setelah membaca artikel itu,tidak.bukan hanya dia seluruh teman sekelasnya juga sedang membaca artikel itu membuat tara menghela nafas panjang,tara hanya terdiam bodoamat toh yg hidup dia dan memang benar jika dia sudah rusak seharga 50 juta.
Ceklekkk
Dapat tara lihat seorang guru lelaki yg memiliki umur kisaran 37 tahun memasuki kelasnya
"Pagi anak-anak,disini saya hanya mau menyampaikan informasi,untuk tara anda dipanggil keruang kepala sekolah tolong segera kesana,"
Sudah ia duga "tara berdiri dari duduknya berjalan keluar kelas diikuti guru lelaki itu banyak pasang mata yg melihat itu namun pandangan mata tara hanya melihat kedepan tak berniat menunduk.
"Kamu tau kesalahan kamu tara?,"guru lelaki itu bertanya dikoridor sekolah sebelum mereka sampai di ruang kepala sekolah.
"Iya saya tau,"
"Baguslah,"
"Setelah pertemuan dengan kepala sekolah,tolong cari saya di gudang belakang sekolah,saya mau menyampaikan suatu hal tentang ayahmu,"
Tara terdiam sebentar mendengar ucapan dari pak surda tersebut lalu kembali melangkahkan kakinya.
"Jangan keterlaluan kamu disekolah ini,mentang-mentang mendiang ibu kamu sudah melunasi biaya sekolah kamu sampai kamu lulus,kamu jadi gak ber etika,kasian saya sama mendiang ibu kamu kalo gini ceritanya,beliau susah-susah mencari uang anaknya malah jadi ******!,"
Tara hanya diam mendengar ucapan bapak kepala sekolahnya.
"Jangan sampai reputasi sekolah ini menjadi jelek hanya karna gara-gara kamu ,untung pemilik sekolah ini masih mau menampung kamu!,"
"Maaf,"
"Maaf gaada gunanya,nanti setelah pulang sekolah kamu datang ke perusahaan vardhesa company,temui orang yg bernama pak vargas beliau pemilik sekolah ini,dia mau berbicara sama kamu,"
Tara terdiam mendengar ucapan kepala sekolah tersebut,yg ia lakukan hanya bisa mengiyakan ucapanya daripada dikeluarkan dari sekolah.
Tara memasuki gudang belakang sekolah tempat kesukaan ganta tapi ia kemari bukan untuk mencari ganta tapi mencari pak surda karena memiliki janji untuk bertemu sebelumnya.
"Permisi,pak surda?,"tara memanggil nama beliau karna mendapati pak surda hanya diam membelakangi tubuhnya,detik berikutnya pak surda berbalik sembari tersenyum.
"Ada apa bapak manggil saya kesini?,"
"Tidak apa-apa,hanya mengingat masa lalu,"
"Maksudnya pak?,"
"Lupakan,saya disini mau menagih hutang yg dibuat ayah kamu,"
__ADS_1
Tara mengernyit heran,apakah ayahnya memiliki hutang?,ekonominya sudah pulih kenapa ayahnya tidak melunasi hutangnya.
"Hutang apa yg bapak maksud?,berapa hutangnya,"
"Bukan hutang uang,tapi jasa,"
"Pak,tolong bicara langsung pada intinya saya tidak mengerti,"ucapan pak surda yg terbelit-belit membuat tara geram.
Pak surda menduduki sofa yg ada disana,menyilangkan kakinya sembari mengambil sebatang rokok dari saku bajunya,menghidupkan rokok itu menghisapnya penuh nikmat lalu mengepulkannya di wajah tara.
"Dulu saat kita masih muda kita bersahabat sangat dekat bahkan seperti saudara sendiri keluarga saya juga mengaggap ayah kamu seperti anak sendiri,membiayai sekolahnya pun keluarga saya. mengingat ayah kamu hanya sebatang kara,dulu juga saya memiliki kekasih yg sangat saya cintai,namun suatu saat saya mendapat musibah bahwa saya mengidap penyakit kanker hati stadium 2,itu membuat saya mau tak mau pergi ke singapura meninggalkan kekasih saya untuk mendapatkan perawatan yg baik,berharap ketika saya pulang dengan keadaan sehat saya bisa menikah dengan kekasih saya,selalu bermimpi bisa memiliki keturunan bersama orang yg saya cintai,tapi apa?,2 tahun saya menjalani pengobatan ketika saya pulang dengan keadaan sehat kekasih saya yg sangat saya cintai telah mengandung ia menghianati saya ia telah menikah dengan ayah kamu!,iya itu ibu kamu tara!,dan orang yg dikandung adalah kamu!,
Reaksi tara?,ia hanya mematung tidak tau harus merespon apa,ia tidak bisa dihadapi dengan masalah ini.
"Bagaimana caranya?,bagaimana caranya saya harus membayar hutang budi untuk anda?,ini bukan keinginan saya bukan keinginan saya untuk lahir dikeluarga itu!,"
"Mudah,saya hanya mau balas dendam!,dengan mengambil wanita paling berharga dari ayahmu,adil bukan?,"
"Tidak bisa,ibu saya sudah meninggal!,and tidak akan bisa mendapatkannya lagi,"
"Saya tau haahha,saya tau ia sudah meninggal tentu sangat tau karena saya lah yg membuat ibumu menjemput ajalnya,"
"MAKSUD ANDA APA!!,"
"Saya kira dengan membunuh ibu anda akan membuat sakit hati saya terbayarkan,tapi tidak saya tidak bisa melihat ayah anda memiliki seorang wanita yg ia sayangi,jadi kamu pasti tau saya menginginkan apa," pak surda mengeluarkan pisau lipat yg ia sudah simpan ber tahun-tahun pisau yg sama yg ia gunakan untuk membunuh ibu tara.
Melainkan dengan tara,tara sudah jatuh terduduk menangis terisak,ia tidak tau harus apa,kenapa ia harus dihadapi hal seperti ini? Tara mendongak sembari terisak melihat pak surda mendekat sembari mencengkram pisau
"Kenapa?,kenapa anda bunuh ibu saya?,kenapa anda tidak langsung membunuh saya aja!??,"
Tara hanya terduduk pasrah sembari terisak menunggu pak surda mendekat untuk membunuhnya,jika memang ini ajalnya ia bisa apa?,setidakanya ia sempat bahagia.
Pak surda mendekat menggoreskan pisau itu pada pipi tara,membuat sang empu meringis.
pak surda menyingkap sedikit rok milik tara sehingga terpampang jelas paha mulus tara,"bukankah kamu sudah rusak?,kalo saya mau coba boleh tidak?,"
"Kalo anda mau bunuh saya silahkan!,tapi jangan harap bisa mendapatkan tubuh saya!,"
Srettt
Pak surda menoreskan pisau itu di paha mulus milik tara membuat sang emu menggeram kesakitam,sangat sakit.
"Kalau begitu baiklah,saya juga malas menyentuh tubuh menjijikan milik kamu,"
"Lalu apa?,cepat bunuh saya!,"
"Rasanya kamu sudah pasrah,saya suka manusia lemah seperti kamu,"
"Sama,saya suka manusia pendendam seperti anda," bukan, bukan tara yg mengatakan itu namun seorang laki-laki yg sudah berdiri di ambang pintu sepertinya ia sudah melihat kejadian ini dari awal sampai akhir.
Bukannya takut,pak surda malah tersenyum kearah ganta
"Bagus,sangat bagus jika ada saksi atas kematian kamu tara!,"
"Jadi,kamu cupu!,silahkan masuk lihat bagaimana saya menghabisi nyawa putri dari arga ini!,"
"Baiklah,"ganta berjalan menduduki sofa sembari menyilangkan kakinya mengambil ukelele disampingnya sepertinya ia melupakannya lagi,memainkan ukelele tersebut sembari melihat pemandangan didepannya.
__ADS_1
Tara menatap ganta tak berekspresi,kini ia sadar sangat sadar bahwa perjuangan nya untuk ganga sia-sia ia juga sadar memperjuangkan orang seperti ganta kesalahan terbesar dihidupnya.
Bagai pertunjukan seni dengan alunan musik yg terdengar pak surda melanjutkan atraksinya,ia melihat tara yg masih berderai air mata.
Srettt
Pak surda tak segan-segan menoreskan pisaunya di bahu milik tara sehingga baju yg tara kenakan robek dan terlumuri darah.
"Kamu tau?,rasa sakit yg saya alami tak sebanding dengan rasa sakit kamu sekarang!,"
"Lalu mengapa?,mengapa anda membunuh saya?!!,"
"LALU APA!!??,saya bisa apa?,saya juga tidak tahu yg saya inginkan orang yg berhubungan dengan arga tidak bahagia!!,"
"Kenapa?,JIKA BEGITU JANGAN BUNUH SAYA!!,"tara berdiri dari duduknya ia berteriak kasar didepan wajah pak surda.
"LALU SAYA HARUS MEMBUNUH SIAPA!???,"
"BUNUH DIA!!,"tara menunjuk ganta yg sedang asik memainkan ukelelenya.
Ganta yg mendengar itu tersenyum tipis,ganta melepas kacamatanya menyugar rambutnya ke belakang mengambil sebatang rokok yg ada di sakunya mengepulkan asap dari rokok itu tanpa beban.
"Kenapa?,KENAPA SAYA HARUS MEMBUNUH DIA???!!,"
tara melihat ganta sembari berderai air mata,kini tara melihat sisi lain dari ganta ia selama ini buta dengan cinta sampai-sampai ia mencintai lelaki busuk seperti ganta.
"Karena dia!,dia lelaki yg sangat saya cintai karena dia saya bertahan di dunia ini dan karna dia juga saya ingin mati!,"
Tara terisak tersedu-sedu meremas rambut nya kencang.
Tara mendekati pak surda sembari terisak mengguncang baju pak surda memohon "tolong..hiks tolong.. bunuh dia!,tolong bunuh dia.. saya mohon," tara terisak sendu seperti seorang anak yg kehilangan arah.
"Setelah mencintai kini kamu membenci saya tara,jadi untuk apa dia membunuh saya!,"
"Hahhaa,anak remaja zaman sekarang,DIAM KALIAN BERDUA!,"
BRAKK
Surda menendang kursi didekatnya kasar berlari kencang ke arah tara
Brak!!!
Tara terhempas jauh ke arah tembok Membuat kepalanya terbentur keras.
DORRR
"JANGAN BERGERAK!,ANDA SUDAH SAYA KEPUNG!,"
Surda menjatuhkan pisaunya melihat banyak polisi dan pemilik sekolah mengepung dirinya.
"Kadang hidup emang tidak adil,"ganta membuang rokoknya lalu menginjaknya.
Tara terdiam dengan nafas yg terengah-engah,sepertinya takdir masih dipihaknya untuk hidup,
"Brakk,"
Gelap tara tak dapat mengingat apa-apa.
__ADS_1