
...HAPPY READING...
...*****...
...****...
...***...
...**...
...*...
"Siapa?,"
"Anak mantan saplha entertainment yg dulunya sukses tapi sekarang sudah bangkrut total,"
"Serahkan semua hasil pengamatan yg selama ini kamu lakukan di meganta school lalu bongkar jati diri kamu dan ayah akan turuti kemauan kamu itu,"
"Terimakasih,"
"Sure, boy,"
TINNNN!!!!!!
Tara tersentak,ketika sebuah mobil hendak menabraknya,ternyata ia melamun sembari berjalan untung saja mobil itu mengerem tepat waktu jika tidak mungkin tara sudah terpental jauh.
"WOY! Lo mau mati hah??,minggir!,jangan mati didepan mobil gue,nyusahin aja!,"
Tara langsung menunduk berkali-kali mengucapkan kata maaf,dia sungguh hampir menuju neraka.
Pikirannya melayang entah campur aduk yg ia rasakan rasanya ia ingin hilang dari dunia ini.
"Pah tara pulang,"baru saja memasuki rumahnya tara langsung disuguhi berbagai macam tas belanja dan ayahnya yg sedang mengobrak-abrik isi tas.
"Semua ini apa pah?,"tanya tara bingung.
Arga melirik tara lalu berdiri
Menghampiri tara "ini semua buat kamu mulai besok kamu harus berpakaian menarik dan kelihatan cantik,''tara sedikit tersentak mendengar tutur sang ayah,apakah ayahnya akan menjualnya lagi?,sehingga menyuruh dia berpakaian menarik?,"
"Yg pernah terjadi tidak akan ter ulang lagi papah cuman mau kamu kelihatan lebih rapi,",ucapan sang ayah membuat tara sedikit lega lalu tersenyum sumingrah.
"Makasi banyak papah muachh,"tara mengecup singkat pipi ayah nya sebelum berlari membawa seluruh paperbag itu kekamarnya yg mampu membuat arga mematung mendapat ciuman dari putrinya yg selama ini sudah tidak ia dapatkan lagi.
Tersenyum cerah memperhatikan pantulan dirinya di cermin,seperti bukan dirinya yg menggunakan dres selutut berwarna putih bersih,dengan hak tinggi kaca yg sudah lama ia impikan untuk menjadi seperti princess seperti di televisi sangat kekanak kanakan tapi dirinya suka,dengan polesan sedikit makeup hanya lipstik pink yg cocok dibibirnya,maskara untuk memperlentik bulu matanya dan rambut tergerai indah tak lupa satu tas kecil yg tersampir di bahu kirinya.
__ADS_1
Tara sedikit loncat kegirangan,ternyata dirinya juga bisa cantik,ia memperondak dirinya dengan beberapa barang yg diberikan ayahnya,entah apa tujuan tara mencoba itu semua di jam 7 malam,mungkin dia terlalu semangat.
Setengah jam tara terdiam didepan cermin sembari tersenyum tak henti tapi detik berikutnya ia cemberut kecewa.
"Udah cantik gini masak ditinggal tidur sih,"tara menghela nafas ia harus menghapus make up nya lagi.
"Eh!,"hampir saja ia menghapus make up nya tapi ia teringat sesuatu "apa gw jalan-jalan aja ya?,kan udah punya uang hihi,dari pada mubazir make up susah malah dihapus mending dipamerin dikit gapapalah," tara kegirangan mendapatkan ide seperti itu ia memasukan hanphone dan dompetnya kedalam tas yg tersampir dibahu kirinya tak lupa lipstik untuk jaga-jaga lipstiknya luntur.
"Papah!!!,"tara berteriak diseantaro rumah sembari menuruni tangga girang dapat ia lihat papah nya sedang menikmati secangkir kopi di sofa ruang tamu sembari memperhatikan sebuah handphone sepertinya ayahnya membeli handphone baru.
Arga memperhatikan tara dari atas sampai bawah,tara yg tau diperhatikan memutar tubuhnya ala princess tak lupa menbungkukan tubuhnya meniru princess yg ia tonton ditelevisi,detik berikutnya arga terkekeh melihat prilaku sang anak "gimana pah?,cantik gak?,"
"Cantik,pilihan papah gapernah gagal,"
"Iyadongg,btw tara kan udah dandan cantik gini,tara mau jalan-jalan boleh?,"
"Boleh dong sayang,hati-hati ya,"
"Yes!,makasi pahhh,"tara berlari menuju pintu namun langkahnya terhenti ketika arga memanggilanya.
"Tara,"
"Iya pah?,"tara membalikan badannya melihat ayah nya yg sedang memperlihatkan sesuatu dihandphonnya.
"Papah udah transfer uang,belanja sepuasnya,"
Sepertinya ia tidak peduli dengan keperawanannya yg sudah direnggut, ia ingin menikmati kebahagiaanya.
Tara berjalan dengan kekaguman,ini pertama kalinya setelah beberapa tahun ia pergi ke mall,terakhir kali ia kemari disaat ia kecil,disaat ayahnya dan ibunya masih akur dan sebelum ibunya meninggal.
Tara dapan melihat beberapa toko-toko bermerk seperi tas, make up,dress,yg membuatnya terpana tapi ia malah masuk ke toko jam tangan lelaki.
Tara melihat-lihat jam tangan disana sangat mewah dan menarik,ia berhenti disebuah jam tangan berwarna hitam entah merek apa ia tidak mengerti yg penting ia tertarik dengan jam itu.
"Permisis kak,"tara memanggil satu pelayan laki-lali yg sepertinya masih muda.
"Iya kak,ada yang bisa saya bantu?,"pria itu bertanya dengan sopan.
"Saya ambil jam tangan ini ya,"
"Wah kebetulan sekali ini jam tangan keluaran terbaru,pilihan kakak cantik banget kayak orangnya,"tara tersenyum canggung tak lupa pipinya yg bersemu merah ini pertama kalinya ia dipuji cantik.
"Makasi kak,bungkus satu ya,"
"Baik kak,untuk ukurannya berapa ya kak?," Pertanyaan itu membuat tara terdiam sebentar seperti memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Ehmm ukurannya seperti tangan kakaknya aja,iya! Segitu,"tara berujar sembari memperhatikan pergelangan tangan laki-laki itu,sepertinya ukurannya sama.
Pelayan itu terdiam sebentar lalu tersenyum "baik kak,sepertinya ini buat pacar
Nya ya?,"
"Hehe i-iya kak,"
Tara memasuki sekolahnya dengan penampilan sedikit berubah,seragam yg tidak kebesaran dan rambut tergerai dengan polesan sedikit make up diwajahnya,membuat siswa siswi di sekolah itu berbisik-bisik,
Tara kira banyak yg akan memujinya namun ia salah ia baru ingat kejadian kemarin dimana ia mengakui dihadapan semua orang jika dirinya sudah rusak.
"Tuhkaann udah mulai kelihatan nih sifat aslinya,bibirnya mulai menor nih mbakk,"karin yg kebetulan lewat tak lupa mencaci tara dari atas sampai bawah ketika memperhatikan penampilan baru tara.
Tara hanya diam,apa salahnya?,toh benar ia sudah rusak.
"Duhh takut selera nya bapak-bapak berduit,"
"Kalian semua jaga bapak kalian baik-baik ya takutnya gitu tuh ada yg ngembat anak muda lagi,"
"Gitu banget cari duit dek dek sini abang bayarin,"
Tara menundukan pandangannya mendengar bisikan-bisikan itu berusaha tidak mempedulikannya.
Memasuki kelasnya dengan wajah yg masih menunduk dapat ia lihat bangkunya sudah berisi coretan-coretan tidak senonoh bahkan ada yg memecahkan telor busuk diatasnya.
Ganta memasuki kelasnya dapat ia lihat tara yg sedang berdiri mematung memperhatikan bangkunya yg sudah tidak layak pakai banyak coretan dan telor busuk diatasnya.
Tara mengambil beberapa lembar tisu ia dengan segera mengelap meja nya itu walau busuk itu satu-satunya jalan dia tidak punya muka untuk menukar bangku keluar kelas.
Belum sepenuhnya bersih bahkan baunya masih busuk tara tidak peduli ia duduk di kursi nya mengeluarkan beberapa buku menaruh buku itu dimeja nya tidak peduli akan bau.
Tara memperhatikan ganta yg hanya diam melihat kearahnya detik berikutnya tara mendorong bangku ganta sedikit jauh dari bangkunya.
"Maaf,ini masih bau kamu jauhan aja,"
Tak peduli,ganta duduk dikursi nya yg sudah sedikit berjauhan dari tara.
Tara mengambil sesuatu didalam tasnya memperhatikan kotak persegi itu jam tangan yg kemarin ia beli.
Berjalan kearah ganta meletakan jam itu di bangkunya "buat kamu,ini ga murah kok,",
"Jauhin benda itu,bau aku gabisa terima,"
Tara kembali terdiam,sepertinya sia-sia,tara mengambil kotak itu tanpa berpikir panjang tara membuang jam tangan itu di tempat sampah yang berada di dalam kelas.
__ADS_1
"Maaf,"ucap tara lalu kembalu kebangkunya.