
...Happy reading...
...*****...
...****...
...***...
...**...
...*...
Tara menyender pada tembok kelas sesekali menghela nafas kasar,rasanya ia tidak percaya kalau dia sudah rusak sesekali terkekeh miris kenapa disaat seharusnya ia mendapat kebahagiaan selalu ada musibah yg besar terjadi.
"Maklum lah ya,gw terlalu lemah buat ngelindungin diri sedangkan wanita diluar sana kuat banget buat mempertahankan mahkotanya,"tara hanya bergumam dalam hati.
Tara melirik bangku disampingnya yg masih kosong lalu menghadap kepintu,ia dapat melihat ganta berjalan sembari menunduk memperhatikan sepatunya karena terdapat banyak gulungan kertas mendarat dikepalanya.
"Woy miskinn!!,sini!!,"ganta menghampiri salah satu wanita paling berkuasa disekolah ini dia karin dengan lipstik menor,semua siswa maupun siswi disini pasti tau yang namanya karin ia sangat terkenal bukan karena kecantikannya,kepintarannya,
tapi dengan keangkuhannya dan kekayaannya yg merupakan anak pebisnis sukses dalam bidang travel,jika ingin dihargai disekolah ini kalian harus memiliki kelebihan jika tidak kaya,cantik,ganteng,minimal kita harus bersikap angkuh mungkin hidup kita akan tenang.
"Berlutut,"ucap karin yg sedang menyilangkan kakinya duduk menyender pada kursi dengan 2 anak buah yg sedang membantu karin membuat kutek tentu saja mereka digaji mereka berdua termasuk anak miskin sama seperti tara tidak cantik tapi karena mau menjadi babu seorang karin mereka berdua sangat terkenal seantaro sekolah ini dan tidak ada yg berani membullynya.
Ganta bersimpuh menjatuhkan kakinya pasrah pada sosok didepannya.
Karin tersenyum mengejek lalu melemparkan kutek yang berwarna merah tua pada ganta.
"Pakein! Dikaki gue!,"
"Aku gabisa,"
"Wow!!,masa sihh??,lo kan banci !,"gertak karin sembari menendang kepala ganta dengan kakinya.
"Cepet pakein!kalo ga rapi terima aja akibatnya!,"
Ganta langsung mengambil kutek itu mengoleskan pada kuku kaki karin dengan tangan sedikit gemetar.
__ADS_1
"Cept--,"
"SIALAN! LO MAU BUAT KUKU GUE LECET??,"karin berdiri dari duduknya yang benar saja ganta membuat seluruh jarinya berwarna merah dengan tidak sengaja menuangkan kutek itu.
"Maaf aku gasengaja,"
"Ohhh lo mau balas dendam??,GITU!!??, Sini gw juga mau balas dendam,"
Karin menarik kuat rambut ganta sehingga ganta mendongak keatas dengan posisi bersimpuh,karin mengambil kutek merah tua itu lalu mulai mengoleskan ke wajah milik ganta tak lupa ia juga mengoleskan kacamata bulat besar milik ganta.
Bagaikan make up ganta kini sudah penuh polesan berwarna merah tua mulai dibibirnya disekitar mata dipipi bahkan di hidungnya seperti badut,tawa menggelegar dikelas itu membuat ganta semakin menunduk,lalu segera bergegas pergi dari kelas itu tentu saja dengan disusul oleh tara, awalnya ia tidak ingin ikut campur namun jelas ia tidak bisa.
"HAHAHA UDAH KAYA BADUT,"
"CIE SI PAHLAWAN NGEJAR KIWW,"
"Ganta!!,"tara terus memanggil-manggil nama ganta yg jauh didepannya ia melihat ganta memasuki toliet cowok membuat tara semakin cepat larinya menuju toilet itu bodo amat dengan toilet cowok.
Braakk
"Jangan dicuci!,"
Ganta tak bergeming ia menyalakan keran tapi tara menarik ganta menjauh dari keran.
"Udah!,jangan dicuci,kalo udah kering nanti bisa dikelupas,kalo kamu cuci malah semakin parah warnanya bisa nyebar,"akhirnya ganta terdiam.
Hening melanda keduanya sebenarnya banyak pernyataan yg tara ingin keluarkan.
"Ganta,"panggil tara,namun tidak mendapat balasan dari ganta membuat tara menghela nafas.
"Ehmm masalah kemarin itu cuman salah paham aku bisa jelas--,"
"Untuk apa?,kita tidak ada hubungan apa-apa sehingga kamu menjelaskan masalahmu,"
"Tapi ganta--,"
"Sekedar aku ingatkan 50 juta itu terlalu murah untuk mahkota seorang wanita,tapi mungkin itu tidak berlaku pada dirimu karena kalian sama-sama murah," akhirnya air mata tara kembali menetes air mata yg ia tahan-tahan untuk tidak keluar dihadapan orang yg ia cintai kini menetes dengan isakan kecil yg keluar dari mulut tara.
__ADS_1
Ganta sedikit terkejut ini pertama kalinya ia melihat tara menangis,sedikit ada rasa bersalah pada dirinya,katakan saja dia brengsek karena memang brengsek.
Tara berusaha menahan isakannya tapi makin ditahan dadanya serasa terjepit sangat sakit,tara menunduk dalam menggigit kuat bibirnya untuk merendam isakannya bukannya teredam bibirnya malah berdarah.
"Tara,"
Tara mendongak memperhatikan wajah ganta,
"Udah kering,aku bantu kelupasin ya,"tanpa menunggu balasan ganta dengan berjinjit tara mulai mengelupas kutek diwajah ganta dengan isakan yg ia tahan-tahan walau sesekali keluar.
"Udah selesai,"setelah 15 menit berkutat akhirnya wajah ganta bersih kembali dengan kacamatanya.
Tanpa berucap ganta melenggang pergi tanpa mengucapkan terimakasi tanpa mengkhawatirkan bibir tara yang berdarah tanpa memedulikan hati wanita yang sudah tercabi-cabik.
Tara mengejar ganta keluar sedikit berlari dikoridor.
"Ganta!,"panggil tara .
Ganta berhenti tanpa membalikan tubuhnya,tara dapat melihat punggung ganta dari belakang.
"Ganta,kamu beneran mikir kalo aku itu ******?,"
"Berpikir itu hak kita,jika pikiran ku memang begitu apa kamu akan menyalahkan aku?,"
Tara terkekeh "engga salah sama sekali engga salah jawabanmu juga engga salah,"
"KARENA EMANG AKU ****** GANTA!!,AKU UDAH RUSAK!,MAHKOTA KU UDAH DIREBUT ORANG YANG GAK BERTANGGUNG JAWAB!!,"lanjut tara dengan berteriak nafasnya menggebu,bahkan ia tidak peduli bahwa ucapanya didengar banyak orang.
"Hiks bener kamu ganta,ga salah sama sekali tebakan kamu bener,"tara mundur perlahan memperhatikan banyak orang yg berbisik-bisik.
Dapat ia lihat juga punggung ganta yg kian menjauh.
"Selama 2 tahun lebih aku berjuang emang ga membuahkan hasil ganta,kamu bener-bener nganggep aku parasit ya,"
Tara berlari kegerbang sekolah banyak tatap-tatapan yang tidak dapat diartikan ia dapatkan lebih baik ia membolos daripada memamerkan air matanya lebih lama.
Kok author kesel ya sama ganta,rasanya pengen buat dia nyesel se nyesel-nyeselnya.
__ADS_1