
...HAPPY READING...
...****...
...***...
...**...
...*...
Jam pelajaran dimulai,tara yg merasa sedikit pusing menjatuhkan kepalanya kesamping menghadap ganta dia tersenyum cekikikan.
"Lumayan ganteng," batin tara bersorak.
"TARA TWARA AGAMTANA!,"teriakan itu mampu membuat tara tersentak kaget lalu duduk tegak menghadap pak dipta selaku guru yg sedang mengajar dikelasnya.
"I-iya pak,"tara sedikit gugup pasalnya pak dipta ini terkenal akan killer nya dia bisa saja menghabisi murid yg tidak menurut.
"Kamu tidur di jam pelajaran tara,apa kamu tidak bisa menghargai guru!,"pak dipta berucap tidak santai.
"Maaf pak,"
"Maju kedepan cepat!,"
Semua penghuni melirik tara tersenyum remeh manusia sok pahlawan akan dihukum sekarang.
Tara mengabaikan tatapan-tatapan meremehkan orang dia berjalan santai kedepan.
__ADS_1
"Berikan saya alasan kenapa kamu tidur dikelas!,"ucap pak dipta sembari menyender pada bangku guru.
Tara diam menunduk tak berani berucap seolah pita suaranya tidak berfungsi.
"TARA KAMU DENGAR SAYA??,BERIKAN ALASAN!,"
"Ngantuk,"
Pyasssss
Tara oleng memalingkan kepalanya kesamping merasakan kepalanya berdenyut, semua orang dikelas itu menutup mulut tidak percaya bagaimana seorang guru melempari anak didiknya dengan penghapus papan bahkan ia melempar menggunakan tenaga penuh.
"Itu hukuman untuk kamu,tidak masuk akal alasan kamu tara!!,"
Tara menghela nafas kasar
"Pak dimana mana orang kalo tidur pasti didasari ngantuk,"
Pyasss
Apa ini seluruh siswa hanya menatap kearahnya bodoamat bahkan ada yg tertawa melihat tara.
"itu hukuman karena kamu sudah berani melawan pada saya,"tidak guru itu tidak menyesal sama sekali mampu membuat tara heran apakah itu bisa disebut seorang guru.
Bel berbunyi dipta mengambil tas nya melewati tara yg terduduk masih memegangi kepalanya bahkan semua murid kini berjalan keluar kelas untuk mengistirahatkan diri dikantin tidak pada tara yg kesakitan.
"Murid sama guru sama aja,"pernyataan itu mampu membuat tara tersentak ia mendongak menatap kaget manusia yg berdiri didepannya.
__ADS_1
"Ganta,"
"Bangun,"ganta berucap pada tara,tara menghela nafas bahkan ganta tidak menjulurkan tangannya untuk membantu tara bangun.
Tara bangun tidak bertumpu pada apa-apa kepalanya sangat pusing bahkan berdengung hebat hampir saja dia oleng dan terjatuh disaat berhasil berdiri tapi tangannya sudah ditahan oleh ganta.
Tara tersenyum salting walaupun sakit di kepala nya tak kunjung hilang mampu membuat ganta mengehela nafas kasar.
Ganta memapah tara ke salah satu bangku lalu mendudukannya disana.
Tara hanya diam menatap ganta yg berlenggang meninggalkan nya keluar kelas.
Tara menghela nafas kecewa bahkan darah yg seharusnya ia tahan dia biarkan mengalir deras.
Tara bangun dari duduk nya terdiam sebentar berusaha menetralkan pusing dikepalannya tara berjalan kebangku nya mengotak atik tasnya mencari tisue agar bisa menghilangkan darah yg terus mengalir namun nihil tidak ada apa- apa di tas nya.
"Siapa yg suruh kamu bangun,"ucapan itu mengagetkan tara yg sibuk mengobrak abrik tasnya.
Ia melihat ganta memegang sebuah kota yg ia yakini kota p3k.
"Duduk,"perintah itu mampu membuat tara kicep dan langsung mendudukan bokong nya dikursi miliknya.
Ganta membuka kota p3k itu dengan telaten dia mulai mengelap darah dikepala tara menggunakan kapas,yg diperlakukan seperti itu hany mampu berdiam geming menatap wajah ganta candu.
Kegiatan ganta diakhiri oleh kapas dan hansplat yg menempel di jidat tara.
"M-makasi,"ucap tara masih sedikit gugup.
__ADS_1
Tak menjawab penyataan tara ganta merapikan kotak p3k nya lalu pergi keluar kelas begitu saja meninggalkan tara yg senyum - senyum tidak jelas.
Tbc