
Ini hari ke dua tara tidak sarapan pagi,entahlah rasanya sangat melelahkan tubuhnya lemah lunglai wajah yg pucat dan suhu tubuh yg panas apakah ini karena tara tidak makan dan kecapean karena kemarin malam di cafe sangat banyak orang berkunjung sehingga bos nya meminta dia untuk lembur sampai jam 2 pagi.
Tara melipat tangannya lalu merebahkan kepalanya kesamping melihat wajah ganta sejenak setelah puas memperhatikan wajah ganta tara memejamkan matanya untung saja sekarang jam kosong setidaknya tara bisa beristirahat sejenak.
Berusaha menjatuhkan diri ke alam mimpi suatu yg mustahil jika dalam keadaan lapar tara hanya memejamkan matanya bahkan untuk membuka matanya saja ia rasa tidak bisa,tubuhnya mulai lemas rasa mual membuat dia tidak nyaman,keringat dingin keluar dari pelipis tara,tangannya gemetar sendirinya tara mengepalkan tangan guna menghilangkan efek tremor namun sama saja ia tidak sanggup dengan napas sedikit ngos-ngosan tara berusaha mengangkat tubuhnya tidak dia tidak boleh lemah seperti ini namun cara apapun tubuhnya tidak berhasil dia kendalikan, dia tetap diposisi yg sama.
Ganta yg awal nya tidak peduli namun mulai tertarik memperhatikan tubuh gadis disampingnya yg mulai aneh,berusaha bersifat bodoamat namun ganta tidak bisa dia semakin peka jika gadis disampingnya sedang kesakitan,namun setelah berperang dengan batinnya ganta memutuskan untuk diam tetap diam dengan perasaan yang tidak nyaman.
Bel pulang berbunyi semua murid berlari keluar kelas semangat,tara yg masih diposisi yg sama tidak berkutik bahkan ia tidak memikirkan apa-apa rasanya ia ingin pingsan saja agar tidak merasakan sakit ini.
Tersisalah ganta dan tara dikelas itu,ganta merasa bimbang beberapa kali ia bangkit mencoba meninggalkan tara namun ia masih mempunyai rasa manusiawi menghela nafas kasar ganta duduk kembali.
"Tara,"panggil ganta yg masih bisa didengar samar-samar oleh tara namun bibirnya kelu tidak bisa mengeluarkan suara.
Tidak mendapat balasan ganta menyentuh tangan tara seperti tersetrum listrik ganta spontan meringis merasakan tubuh tara yg panas dia memperhatikan tangan tara yg bergetar membuat ganta panik apa yg harus ia lakukan.
Ganta merogoh saku celananya mengambil ponsel berwarna hitamnya berkutik dengan ponselnya lalu ia menempelkan ponsel itu di telinganya.
"Halo saya butuh bantuan cepat bawakan mobil ke sekolah saya, dan cari saya dikelas 12 mipa 2,"
Setelah mengatakan itu ganta memasukan kembali ponselnya.
Ganta menarik tubuh tara ia senderkan pada dirinya sembari menunggu bantuan wajah tara yg pucat membuat ia terhenyak untung saja dia mengambil keputusan yg benar untuk tetap disini dan membantu tara jika tidak entah bagaimana nasib malang gadis itu.
_________
Tara membuka perlahan matanya bau obat menyeruak di penciumannya sedikit mengedarkan pandangan keruangan serba putih itu pandangan tara terhenti di sampingnya dimana terdapat ganta dengan ekspresi datarnya menatap kearah dirinya.
"Ganta,aku dimana?,"dengan sedikit gelisah tara bertanya pada manusia disampingnya.
"Rumah sakit,"
"A-apa??,rumah sakit,"dengan perasaan campur aduk tara berusaha bangun dari tidurnya ketika berhasil duduk kepalanya rasanya dihantam sebongkah batu,tara meringis memegangi kepalanya dengan tangan yg masih diinfus.
"Aku mau pulang,"tara berucap pada ganta yg hanya memperhatikan aktifitasnya dari tadi.
"Gabisa, kamu opname 2 hari,"ucapan ganta kembali mengagetkan dirinya tidak dia tidak bisa bagaimana cara dia membayar sewa rumah sakit ini dan bagaimana nasib ayahnya apakah ayahnya sudah makan?,"
__ADS_1
"Gamau!,ganta aku mau pulang,"tara semakin gelisah melihat jam yg ditempel di dinding yg menunjukan jam 5 sore waktunya berkerja, tidak! uang bulanannya bisa dipotong.
"Gabisa tara kamu jangan ngeyel,"ucap ganta memperhatikan tara yg mulai gelisah.
"Ganta! Aku mau pulang ayahku nunggu,"tara sedikit histeris.
"Udah aku hubungin,maaf tadi lancang ambil ponsel mu buat liat kontak ayah kamu,sebentar lagi katanya ayah kamu nyusul,"
Seketika tara terdiam mendengar ucapan ganta,apakah benar ayahnya menyusul?,apakah ayahnya mulai peduli padanya?,senyum kecil terbit pada bibirnya jika begini ia rela sakit seharian demi mendapat sedikit perhatian oleh ayahnya.
"Kenapa?,"tanya ganta pada tara.
Tara mengerutkan kening nya
"Kenap apanya?,"
"Kenapa belum makan?,"
Pertanyaan ganta mampu membuat tara membatu kenapa ganta bisa mengetahuinya.
"U-udah kok,"
Damn kenapa ganta mengetahuinya dengan jelas,tara tergagap alasan apa yg diberikannya sekarang.
"Kenapa tara?,"
"U-udah deh lupain aja jangan tanya itu ganta,"
"Tara aku nanya kamu harusnya jawab bukan mengalihkan topik,"
"Gapenting ganta,"
"Tara!,"
"KAMU GAPERLU TAU GANTA! GA SEMUANYA KAMU HARUS TAU INI PRIVASI AKU!,"tekan tara menjelaskan dengan nada sedikit meninggi.
"Terserah aku juga udah tau,"ucap ganta menyenderkan kepalanya kebelakang.
__ADS_1
"M-maksud kamu?,"
"Berapa kali aku bilang jangan bawain aku makanan,kalo kebutuhan kamu aja belum terpenuhi jangan membebani kamu untuk repot-repot bawain aku bekal,aku udah makan dirumah dan harusnya kamu ngisi perut kamu bukan malah ngasi makanan itu ke aku yg berujung ga aku makan sama sekali,"ucap ganta dengan sedikit penekanan mampu membuat tara terlonjak dengan apa yg telah ganta ketahui.
"K-kamu tau darimana?,"
Ganta mulai tersulut emosi "jadi bener itu alasan kamu belum makan!?,aku cuman nebak,dasar bodoh,"ganta berucap tidak santai menelisik mata tara tajam mampu membuat tara kelimpungan,apa-apaan ini kenapa semuanya terungkap,apa ganta akan meremehkan tara karena perjuangan tara yg tidak ada apa-apanya?,tidak tara tidak mau kehilangan ganta,ganta bukan hanya pintar dalam materi namun pintar mengelabuhi orang agar berbicara jujur,apa-apaan ini.
"M-maaf,t-tapi janga--,"
"Diem,"ucap ganta spontan tidak ingin mendengar ucapan tara selanjutnya,ganta mengambil kresek putih dinakas samping brankar tara mengeluarkan satu porsi bubur yg terbungkus Styrofoam.
"Makan,"ganta menyodorkan styrofoam itu pada tara.
Tara hanya menatap makanan didepannya sangat mengiurkan tapi dia pasti sudah merepotkan ganta hari ini.
"Gausah,nanti aku beli sendiri,"
"Nurut tara sekali aja,jangan ngerepotin aku,"
"Maaf,"menelan slavinanya gugup tara mengambil makanan itu "ehmm ini harganya berapa?,nanti aku kembaliin,"
"Gaperlu,"
"Gan--,"
"Diem tara!,tugas kamu cuman makan jangan banyak omong,"
Pada akhirnya tara berhasil dibuat diam oleh ganta dan memakan makanan itu lahap tak dipungkiri ia sangat lapar saat ini.
"K-kamu udah makan?,"
"Udah,"ucap ganta sembari menunjuk dengan dagunya bungkus styrofoam yg sudah habis isinya.
"Makasih,"
_____________
__ADS_1
Tbc