
HAPPY READING
*****
****
***
**
*
"Bagaimana bisa kita mencopot AC disetiap kelas?,kita ini sekolah elite pak! sekolah ternama,bagaimana kata orang jika sekolah mahal seperti kita tidak menfasilitasi AC disekolah ini, indonesia panas pak,tolong pentingkan juga kenyamanan belajar siswa,"
"Tentu bisa apa yang tidak bisa?,AC tidak akan mempengaruhi nama sekolah ini sekolah ini akan tetap menjadi nomor 1 di jakarta,"
"Saya tidak habis pikir dengan keputusan ini lagi pula dana yg dikeluarkan untuk sekolah ini masih cukup untuk memfasilitasi AC,"
"Justru itu,saya tidak mau membuat siswa terlalu naik tahta sekolah disini,mungkin dengan mentiadakan AC membuat siswa lebih bersyukur,apa anda tau banyak anak sekolah ini terlalu membangga-banggakan dirinya karena sekolah disini, dan banyak yg merasa paling kaya di jakarta ini,itu tentu yg malah membuat sekolah ini bercitra buruk,bahkan banyak kasus siswa siswi sekolah ini merundung siswa sekolah lain karena siswa tersebut tidak sekolah di sekolah kalangan atas,"
"Tentu saya tau,tapi tidak seperti itu caranya dengan mentiadakan AC tidak ada bedanya,itu tidak mempengaruhi mereka untuk berhenti merundung,kita hanya perlu memberikan arahan pak tidak seperti ini,AC itu untuk kenyaman belajar siwa,tolong dipikirkan lagi,"
"Tentu berpengaruh walaupun tidak terlalu banyak dampak nya ini salah satu dari seribu cara,banyak cara lainnya yg akan kita lakukan bu ratna,"
Seorang laki-laki paruh baya beserta wanita yg berkisar berumur 38 tahunan itu terus bercengkrama tidak ada yg mau mengalah,saling adu pendapat keduanya tidak menurunkan ego nya masing-masing.
"Banyak cara?,maksud bapak apa?,saya sangat tidak setuju,"
"Tentu banyak,kita juga akan mencopot wifi disetiap kelas dan kita akan mentiadakan kantin disekolah ini,"
Ratna membelalakkan matanya
"Apa?,maksud bapak apa?,bagaimana bisa mencopot wifi dan mentiadakan kantin saya benar-benar tidak setuju,"
"Saya tidak perlu persetujuan mu saya kepala sekolah disini jadi terserah saya,"ucap laki-laki yg bernama anto,kepala sekolah di SMA KANSALA ini.
"Tidak bisa,bagaimana pun itu, bapak tidak boleh mengambil keputusan sepihak mau jadi apa sekolah kita kalo begini,"
"Kamu hanya sekretaris saya,saya akan bicarakan ini kepada guru guru lainnya dan mereka pasti setuju,"ucap anto menyenderkan dirinya santai.
__ADS_1
"Pak!,tolong dipikirkan lagi,apa keuntungan kita jika mentiadakan kantin dan wifi?,"bu ratna mengehela nafas jengah.
"Banyak,jika kita mentiadakan wifi sama seperti tadi agar siswa tidak naik tahta sekolah disini dan selalu bersikap ramah,"
"Gak masuk akal,"gumam ratna terkekeh.
"Untuk kantin,akan kita tiadakan dan setiap siswa harus berbekal sarapan dari rumah yang diwadahi Tupperware dan air yang diwadahi tumbler,"ucap anto panjang lebar.
"Lalu apa untungnya pak?,"tanya ratna berusaha sabar.
"Untungnya?,seperti yang saya bilang tadi harus diwadahi tupperware dan tumbler dan tidak ada yg boleh membawa makanan ringan yg berbahan plastik atau semacamnya,jadi keuntungannya kita bisa mengurangi sampah plastik dan makanan yg mereka bawa lebih steril karena buatan dari rumah jadi terjamin kesehatannya, bumi sedang krisis bu! apa salahnya kita melakukan sedikit tindakan untuk mengurangi sampah plastik apa ibu mau bumi ini tenggelam?," lanjut anto menjelaskan secara rinci dengan santai.
Ratna merenung sebentar sedetik berikutnya ia menghela nafas kasar "masuk akal,tapi bagaimana dengan siswa?,ini berguna untuk bumi tapi bapak juga perlu suara siswa,kita juga perlu mendengar pendapat siswa mungkin pendapat siswa membuat keputusan ini lebih ringan tidak seperti ini pak,"
"Saya akan bicara pada siswa tapi saya tidak akan mengubah keputusan ini apapun yg terjadi,"
__________________________________
"Ganta ayo kita pulang.........ayo kita pulang sama-sama...................
Ayo ayo ayo hey hey hey...........,"
"Gantaaaaa!!! Aku nebeng yaaaa?,"mohon tara dengan mata berbinar-binar mencakupkan tangannya pada ganta.
"Ayolah ganta,,, plis plis oh baby izinkan aku....menebeng denganmu hey! hey! heyyy!.....,"sudah ganta sepertinya tertekan mendengarkan lagu tidak jelas tara nada yg tidak beraturan dan suara yg melengking tidak enak.
"Ya ganta ya?? Aku nebeng???,''tanya tara sekali lagi tapi tetap tidak mendapatkan balasan,tara megembangkan senyumnya jika ganta diam berarti 'iya'.
Tara menggunakan helm yg disodorkan ganta tidak berani menolak pernah ia menolak dan menyuruh ganta saja yg menggunakan helm karena ganta selalu membawa satu helm alhasil karena tara menolak ganta meninggalkan tara begitu saja itu membuat tara kapok dan menurut dengan apa yg ganta perintahkan.
10 menit berlalu
Tara tak henti-hentinya mengoceh pada ganta dengan tangan yg melilit dipinggang ganta,jika orang bertanya pada ganta apa sifat yg paling menjengkelkan pada diri tara tentu jawabannya adalah 'cerewet' tara sangat cerewet membuat dirinya jengah dan malas meladeni.
"Eh ganta kamu mau main tebak- tebakan ga?,"
"Gamau,"
"Oke,"tara mengatupkan mulutnya memikirkan topik apa yg harus ia keluarkan.
__ADS_1
"Ehhmm ganta aku mau nanya,kalo mati bunuh diri itu apa bener bakal masuk neraka?,"tanya tara antusias.
"Bener,"jawab ganta seadanya.
"Kok bisa?,"
"Gatau,"
"Ehhmm terus kalo misalnya nih ya kita berprilaku baik semasa hidup kita saling menolong rajin ibadah terus kalo kita bunuh diri tetep bakalan masuk neraka ya?,"tanya tara kembali mencondongkan wajahnya.
"Iya,tetep masuk neraka,"jawab ganta lagi ia membelokan setirnya kekiri di pertigaan.
"Gitu ya,terus gimana caranya bunuh diri tapi tetep masuk surga?,"tanya tara kembali.
"Ngapain nanya gitu?,"pertanyaan ganta spontan membuat tara terdiam tara berdehem sejenak.
Tak menghiraukan pertanyaan ganta tara berbalik bertanya "ehm ganta apa boleh kita benci sama orang yg berjasa dihidup kita?,"
"Gaboleh,"
"Tapi kalo dia jahat gimana? tetep ga boleh?,tapi kalo dia udah meninggal sedangkan kita masih benci apa kita bakal masuk neraka?,"
Ganta diam bingung mau menjawab apa sejatinya dia bukan lah tuhan yang tau segalanya.
"Ganta gimana caranya biar ga benci sama orang yg berjasa dihidup kita?,"
Ganta tetap diam ia hanya mampu mendengarkan tidak mampu menjawab segala pertanyaan rumit milik tara.
"Ganta gimana caranya biar jadi sempurna?,"
"Gaada orang sempurna di dunia ini tara,"jawab ganta serasa pertanyaan tara mudah dicerna akan ia jawab.
"Basi,pepatah kamu basi tau ga,buktinya aku banyak liat orang yg sempurna kamu juga sempurna ganta temen temen dikelas juga sempurna mereka kaya,orang tua lengkap yg sayang mereka,hidup en--,"
"Itu dia,kita bakalan sempurna dimata orang yg tepat,kamu bisa ngeliat orang itu sempurna tapi gatau kehidupan aslinya,"jelas ganta sedetail mungkin.
tara mangut mangut mengerti
"kalo dimata kamu aku sempurna gak?,"
__ADS_1
Tbc