
...HAPPY READING...
...****...
...***...
...**...
...*...
Tara bernafas lega dikala dia menyelesaikan masakannya dia memasukan beberapa ayam ke kotak berwarna putih itu dengan nasi didalamnya yg dapat dipastikan akan diberikan pada ganta tak lupa ia juga menyisihkan beberapa ayam untuk ayahnya walaupun ayahnya sering kasar kepadanya ia tetap berusaha mengurus ayah nya bahkan ia sedikit pun tidak menyentuh makanan itu memang biasanya seperti itu setiap pagi dia hanya memasak untuk ayah nya dan ganta walaupun selama ini ganta belum pernah memakan masakannya dan berakhir hanya didiamkan oleh ganta di bawah bangkunya.
Tersenyum lebar puas dengan masakannya jarang sekali tara masak makanan enak untuk ayahnya biasanya dia hanya memasak sayur dan tahu tempe.
"Ayahh!!! Ayo makan aku masak enak!,"teriak tara melengking memanggil ayahnya.
Galdi akhirnya datang dengan ogah ogahan dengan pakaian acak acakan dan penampilan tak terurus.
"Cuman gini dibilang enak,"kekeh galdi menatap hasil masakan tara mampu membuat senyum tara luntur,tara kira ayahnya akan memuji makanannya namun nihil ayahnya tetap sama, tidak pernah bersukyur.
"Ingat tara waktu ibu mu masih ada dan sebelum dia jadi ****** ayah selalu bawa kamu ke restoran mahal belikan kamu apa yg kamu mau tidak sebanding dengan sepotong ayam seperti ini kamu harusnya balas budi lebih dari ini ck kamu hanya merugikan saya waktu itu, jika tahu seperti ini ayah tidak akan memanjakan mu waktu itu,"
Tara diam mendengar tutur sang ayah hanya diam tak berekspresi apapun seharusnya dia tidak ber ekspetasi lebih pada sang ayah.
Tara mengambil tas ransel nya berusaha bersifat bodoamat "aku pamit kesekolah,"setelah mengucapkan itu tara melangkahkan kakinya keluar rumah.
Tanpa diduga galdi duduk di kursi mengambil nasi dan ayam yg tara masak tersenyum kecil setelah merasakan makanan sang anak.
"Rasanya sama,masakan kamu sama ibumu sangat enak tapi sifat ****** ibumu membuat saya sangat membenci mu, bahkan saya sangat muak melihat anak seorang ****** sepertimu.lirih galdi terkekeh miris dia mengambil nasi lebih banyak sangat jarang dia makan seenak ini dia akan menambahkan nasi yg banyak sekarang,agar rasa lapar di siang hari bisa berkurang tidak seperti biasanya ketika lapar harus menunggu sampai jam 2 siang ketika sang anak pulang sekolah dan memasakannya makanan.
__________
Tara berhenti di halte bus ia berangkat sekolah menggunakan bus walau ia harus berjalan sedikit dari rumahnya menuju halte tapi rasanya tidak sebanding dengan pulang sekolah jika tidak mendapat tumpangan dari ganta dia harus berjalan kaki dan tidak menaiki bus sudah moto nya seperti itu hanya berangkat menggunakan bus agar tidak telat dan pulangnya dia berjalan kaki sembari menikmati angin kota jakarta.
___________
Setelah sampai disekolah dan menaruh tas nya dimejanya dia duduk cantik dan meminum air berwadah tumbler yg selalu ia bawa,jika biasanya ia sudah berlari kekantin untuk membeli roti kini dia hanya duduk dimeja menahan nyeri diperutnya yg minta diisi keputusannya sudah bulat tidak akan sarapan pagi selama 3 hari untuk memulihkan uang bulanan agar cukup karena sudah membeli ayam yg harganya lumayan mahal.
__ADS_1
Walaupun biasanya tara sarapan roti nyatanya sebungkus roti berukuran kecil tidak cukup untuk dirinya,yg dilakukan hanya menahan lapar sampai jam pulang sekolah dan makan dirumah.
Ia berharap akan bisa menahan lapar tanpa roti kali ini.
Tara celingukan dimejanya lalu tersenyum lebar melihat ganta memasuki kelas "gantaaaa!!! Siniiii,"ganta hanya menghela nafas jengah melihat perilaku tara apakah dia tidak lelah selalu berteriak membuat kupingnya berdengung hanya karna mendengar suara tara.
Ganta duduk dibangkunya disamping tara yg sudah dihadiahi senyuman manis dari tara.
"Kalian berdua bayar kas!,"arel sang sekretaris menghampiri ganta dan tara membuat mereka tersentak karena sedikit kaget mendengar suara arel yg tidak santai,belum saja tara menyahuti namun arel kembali berujar,
"Gw tau kalian berdua miskin tapi uang kas tetep jalan gw gamau nagih berulang-ulang dan gw harap kalian bayar sekarang!,"arel berucap dengan nada sinis mampu membuat tara sedikit sakit hati apa salahnya jika dia miskin?,tak ingin berdebat tara mengeluarkan uang dari tas nya mengehela nafas rasanya ia tidak sarapan pagi selama 5 hari kali ini.
Tara melirik ganta sejenak "kamu ada uang ga?,kalo gaada pakek uang aku aja,"
"Aku ga semiskin itu,"ucap ganta mengeluarkan uang dari saku celananya dan memberikannya pada arel,tara tergagap apakah ganta sakit hati dengan ucapannya? tidak dia tidak bermaksud seperti itu pada ganta dia hanya ingin membantu.
"Ck lama!,"arel menarik uang tara yg masih dipegang karena tara masih terbengong mendengar ucapan ganta "eh sory,"tara meringis pelan sangat malu pada arel.
Apakah kalian bertanya apakah tara memiliki teman disekolah? Jawabannya tidak digaris bawahi tidak sama sekali selain tampang yg pas-pasan kesulitan ekonomi juga membuat dia dijauhi, tidak diambil pusing tara hanya lengket pada ganta masa bodoh tidak punya teman yg penting ada ganta yg mengisi hari-harinya walaupun ganta merasa risih ia tau dari ekspresi ganta yg risih setiap kali tara menghampiri namun tekad tara sudah bulat untuk meluluhkan ganta.
__________
"Ganta ganta mau ke gudang ya?aku ikuttt ya ganta,"tak mendapat balasan dari ganta membuat tara tersenyum senang artinya ganta mengijinkan.
Mereka duduk lesehan di tikar itu lagi tara membuka totebag nya lalu memberikannya pada ganta "ganta sesuai janji aku bawain kamu ayam sekarang kamu mau ya terima makanan aku,"tara memohon dengan berbinar menatap ganta memelas.
"Gaperlu,"ucap ganta membuat tara terdiam mendengar jawaban ganta selalu seperti itu tidak mau menyerah tara kembali memelas.
"Ganta kali ini plis ambil pemberian aku,aku mohon,"
"Aku bilang ngga perlu tara,"ucap ganta jengah mampu membuat tara bungkam tidak dia tidak boleh membuat ganta marah dia hanya mempunyai ganta disekolah ini dengan perasaan campur aduk tara kembali memasukan kotak putih itu di tas nya.
Menyadari ekspresi kecewa dari tara ganta mengambil totebag itu kembali
"Yaudah aku ambil tapi kamu pergi dari sini,"
Tara tersentak tersenyum lebar ia bangkit dari duduknya ia tidak menyia-nyiakan kesempatan "makasi ganta jangan lupa dimakan ya,"ucap tara antusias lalu berlari girang keluar kelas.
__ADS_1
Ganta menghela nafas jengah dia menaruh asal totebag itu duduk memyender di sofa panjang yg sudah lusuh lalu beralih dengan ukelelenya memainkan ukelele itu dengan alunan indah.
__________
Bel pulang sekolah berbunyi 10 menit yang lalu kini tara baru selesai menyapu kelas dia mendapatkan tugas hari ini walau bukan hanya dirinya namun sudah dipastikan hanya dia yg ditugaskan sendiri untuk membersihkan kelas sama seperti ganta nasibnya sangat sama seperti ganta bedanya jika ganta biasanya dibantu olehnya tapi dirinya hanya sendiri tidak apa tara berusaha maklum untuk hal ini.
Tara berjalan dikoridor pelan hanya ada beberapa siswa yang masih disana dan guru,tara menghentikan langkahnya spontan digudang belakang melihat ruangan yg masih terbuka membuat tara mengehela nafas mungkin ganta lupa menutupnya tara berjalan menuju gudang itu hendak menutup pintu tak lupa ia melihat kedalam siapa tau ada orang namun matanya teralih ke ukelele berwarna kuning milik ganta "ceroboh,"gumam tara sepertinya ganta melupakan ukelelenya.
Tara masuk ke gudang hendak mengambil ukelele ganta namun peegerakannya terhenti melihat kota persegi Panjang berwarna putih tara mendudukan diri ditikar sedikit perasaan aneh muncul pada dirinya mengambil kotak tersebut lalu membukanya dengan hati-hati
Utuh
Isinya tetap utuh tak tersentuh sama sekali tara terdiam ini menyakitkan,menatap sendu makanannya dia rela menahan lapar bahkan ia hampir pingsan menahan lapar namun inikah balasannya?,kekecewaan sudah biasa dialaminya bahkan makanannya sudah mulai basi dan bau dibiarakan begitu saja.
Tidak peduli dengan makanan yg mulai basi tara menyuapkan makanan itu pada mulutnya mengunyah pelan-pelan ingin rasanya ia menangis sekarang namun ia takut menangis tidak ada gunanya ia takut akan kebiasaan selalu menangis disetiap masalah dialaminya, tara menelan makanan itu susah payah sangat mubazir jika dibuang, setidaknya dia bisa makan enak kembali walaupun dalam keadaan setengah basi, tara terkekeh lucu sangat lucu hidupnya ini ,suapan demi suapan ia telan dengan susah payah dirinya ingin menangis tapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak kembali menjadi tara yg lemah dan mudah menangis seperti dulu jika dulu dia dibentak saja sudah meneteskan air mata karena tara sangat sensitif terhadap bentakan dan hal kasar semacamnya namun berubahnya nasib kekeluargaan tara membuat dia berjanji pada diri sendiri untuk menjadi orang yg tangguh.
"Udah basi,kenapa dimakan?,"suara berat itu membuat tara yg sedang asik memakan makanannya dan yg sedang kalut dengan pikirannya tersentak, mendengar suara yg sangat ia kenali tara mendongak menatap ganta yg sedang menatapnya tanpa ekspresi hendaknya kesini mengambil ukelelenya yg ketinggalan namun malah mendapati gadis yg selalu mengganggunya disini.
Tak menghiraukan ucapan ganta tara kembali melanjutkan makannya,ganta menghela nafas yg biasanya tara selalu berbinar menatapnya kini mata itu hanya menatap nya sendu ia tau ia salah karena tidak memakan makanan pemberian tara namun ia masih tidak menyangka tara sangat mengharagi makanan sampai sampai ia rela memakan makanan basi.
"Tara kenapa dimakan?,"tanya ganta kembali lagi.
"Mubazir,"jawab tara asal.
"Jangan dimakan,"ganta merampas kotak itu dari genggaman tara.
Tara berdiri berusaha merebut kota itu namun kegesitan tangan ganta yg melempar kotak itu asal mampu membuat tara mematung sekejap.
Tara berdiri menatap makanannya lirih yg sudah tidak berbentuk menatap sia sia masakannya mungkin bagi orang ini hanya hal kecil namun bagi tara bisa makan makanan lebih layak adalah suatu kemustahilan.
"Kalo kamu gamau makan jangan diterima tadi,jangan dibuang juga ganta,"tara berjongkok membersihkan makanan yg jatuh berserakan.
"Maaf,"
"Gapapa,"setelah mengatakan itu tara memasukan kotak itu kembali ke totebagnya dan berlenggang pergi tidak dia tidak berusaha berhindar dari ganta dia hanya ingin menenangkan dirinya dia tidak ingin menangis kecewa dihadapan ganta dia tidak mau sisi lemahnya dilihat oleh ganta.
Tbc
__ADS_1