DIA POLOS?..

DIA POLOS?..
BAB 3


__ADS_3

...HAPPY READING...


...****...


...***...


...**...


...*...


"ganta anterin aku pulang yuk,"tara berucap antusias mengikuti ganta dari belakang.


"Tara galiat aku lagi sibuk,"ganta berucap sembari menyapu telaten dia mendapat piket kelas sekarang bukan hanya sekarang bahkan hampir tiap hari dia yg membersihkan kelas setelah pulang sekolah.


"Ehmm aku tungguin deh,"tara lagi berucap mengikuti setiap langkah kecil ganta.


Ganta diam terserah wanita itu saja.


"Ehmm ganta aku bantuin yaa,"tara girang bukan main ia berusaha baik sekarang.


jika ganta diam artinya dia mengijinkan,ia harus berterimakasih pada ganta karena mendapat tumpangan selain dapat berlama-lama dengan ganta dia juga bisa mengirit uang nya dan membelikan ganta ayam untuk besok.


Tara mengambil sapu lalu ikut menyapu membantu ganta telaten.


___________


Tara berjalan girang menggandeng tangan ganta menuju parkiran,

__ADS_1


Tara tersenyum salting dikala ganta menyodorkan helm nya pada tara membiarkan wanita itu menggunakan helm yg seharusnya ia gunakan.


Dengan senang hati tara menerima lalu menaiki motor beat hitam milik ganta walau tidak mewah ia tetap bersyukur mendapat tumpangan.


__________


Ganta menghentikan motornya tepat didepan rumah tingkat 2 yg terlihat mewah ,kadang ganta bingung setau dia tara hidup kekurangan tapi rumah milik tara layak dibilang mahal dan sangat mahal.


"Makasih ganta gantengg,"tara melepas helm nya memberikan pada ganta.


Ganta sedikit memperhatikan rumah tara dia melihat seorang laki-laki yg ia yakini ayah tara, sedang duduk dengan rokoknya didepan rumah.


Tak diambil pusing ganta menjalankan motor nya yg dihadiahi lambaian tangan dari tara.


Setelah ganta tidak terlihat tara menghela nafas pelan lalu memasuki gerbang rumahnya yg langsung mendapati ayahnya sedang duduk diteras rumahnya tak mempedulikan,tara hendak menyelonong masuk namun sebuah suara menghentikan langkahnya.


"Selera kamu jelek banget,beat lagi haha,"lelaki itu terkekeh meremehkan dia GALDI AGAMTANA ayah dari TARA TWARA AGAMTANA.


Jam menunjukan pukul 14.13 tara memasuki kamarnya membersihkan tubuhnya lalu mengganti baju menggunakan celana jeans panjang dan kaos putih polos dia menuruni tangga sembari menggandeng tas berwarna milo nya.


Dia menuju dapur membuka kulkas yg ia dapati hanya beberapa sayur dan tahu tempe,dia menaruh tas nya dimeja lalu mulai memasak ia akan masak untuk makan sore ini ia yakin ayahnya pasti belum makan siang.


Setelah selesai dia duduk dimeja makan memakan hidangan yg ia masak tadi walaupun sangat sederhana tapi dia tetap bersyukur.


"Tahu tempe lagi tahu tempe lagi,ga bosen apa mending siniin uang kamu papah mau makan direstoran,"ucapa galdi mengadahkan tangannya yg hanya dihiraukan oleh tara.


Plakk

__ADS_1


Galdi yg tidak mendapat balasan dari sang anak tak segan menampar tara "TARA SINI UANG KAMU!!,"


"Gamau pah kalo mau uang papah kerja!,"


"Ogah,papah kerja buat apa buat nafkahin siapa? Istri aja udah mati ga mungkin papah nafkahin anak ga berguna kayak kamu!,"


"Yaudah,"


"CEPET TARA PAPAH MAU UANG!!,"


Pranggg


Galdi melempar piring kekepala tara membuat piring itu pecah tak berbentuk sedangkan tara tetap diam walaupun sakit ia tidak lemah kepalanya bahkan berdenyut hebat setelah gurunya kini ayahnya yg berulah.


Tara bangun belum selesai dia menghabisi makan nya namun ia tidak peduli dia menggapai tas nya lalu berlenggang pergi tidak memperdulikan ayah nya yg sudah memanggil dengan kesetanan dibelakang sana.


_________


Tara masuk kesebuah cafe yg sangat terkenal di daerah jakarta selatan,


"Eh tara,kamu udah dateng langsung kedapur aja ya cafe lagi rame,"ucap rula salah satu pelayan disana.


"Iya aku kebelakang dulu,"tara tersenyum menuju dapur siap berkutik dengan berbagai pekerjaan dia memang berkerja paruh waktu dicafe ini jika tidak kerja maka ia dan ayahnya juga tidak makan di umurnya yg 17 tahun ini sudah harus menjadi tulang pungung keluarga,ibunya sudah meninggal 3 tahun lalu karena kasus bunuh diri dan ayahnya mulai mengganggur dan tidak peduli padanya saat ibunya berpulang,bahkan rumahnya itu peninggalan keluarga dari ibunya jadi jangan tanya mengapa ia mempunyai rumah yg bisa dibilang mewah.


Jam menunjukan pukul 22.15 setelah membersihkan area dapur dan mengelap meja tara keluar dari cafe mengehela nafas ia aka pulang dengan berjalan kaki selalu seperti itu gajih yg kecil membuat dia beririt.


Berjalan menatap sepatunya dia berhenti didepan sebuah supermarket senyum terbit ia memasuki supermarket itu menuju freezer khusus ayam ia tidak melupakan janjinya pada ganta dia akan membuatkannya makan enak walaupun ia harus rela tidak sarapan dikantin selama 3 hari memang biasanya tara selalu membeli sebungkus roti untuk sarapan pagi dan sampai rumah ia akan makan sore agar malamnya ia masih bisa menahan lapar.

__ADS_1


Tara mengambil satu potong ayam tak lupa membayar nya dikasir dia tersenyum girang mebayangkan ganta akan memakan masakannya.


Tbc


__ADS_2