
Setiap hari sejak pengunduran diri dari Wiwaro Group secara sepihak oleh Hanum. Bagi Hanum selalu diisi dengan belajar dan belajar bagaimana mengelola dan mengendalikan perusahaan termasuk menghadapi para karyawan dan para pesaing bisnis papanya. Karena memang kecerdasannya di atas rata-rata maka hanya dalam waktu 2 minggu, Hanum sudah mampu menguasai semua yang menyangkut perusahaan dengan segala persoalan dan cara pemecahannya termasuk bagaiman mengambil keputusan yang bijak meskipun dalam keadaan terdesak
Setelah 2 minggu belajar, maka 1 minggu masa percobaan mengelola perusahaan yang artinya semua yang menyangkut perusahaan baik pengambilan keputusan kerjasama atau mengajukan kerjasama dengan pihak luar semua merupakan tanggung jawab Hanum, meskipun sang papa masih memberikan saran-saran.
1 minggu pun berlalu dan Hanum berhasil mengelola perusahaan papanya. Alangkah bahagianya pak Atma melihat anak semata wayangnya berhasil mengelola perusahaannya. Pak Atma merasa lega karena putrinya ternyata mampu menyamai dirinya diusia yang masih muda.
Besok malam merupakan ulang tahun pak Atma Wijaya, semua kolega dan rekan bisnisnya baik didalam maupun diluar negeri diundang termasuk keluarga bapak Wiwaro Mandala karena akan dirangkaikan dengan pengumuman penyerahan perusahaan kepada putri semata wayangnya, yang oleh para kolega dan rekan bisnisnya belum pernah ada yang tau wajahnya.
Rumah saputra
Nampak nyonya Okta dan bapak Wiwaro menunggu putranya karena mereka akan menghadiri pesta ulangtahun sahabatnya.
"Pa...anak kita kok nggak pernah tertarik dengan wanita-wanita kaya yang mengejarnya, sih".
"Ma...anak kita sudah dewasa, biarkan dia menentukan sendiri pasangannya, kasian dia selalu ingin membuat kita bahagia dengan mengorbankan kebahagiaannya sendiri".
"Buka seperti itu pa....mama hanya ingin anak kita tidak dimanfaatkan oleh perempuan pilihannya".
"Kebiasaan mama tuh ya, selalu menilai orang dari luarnya, aja".
"Ckk...papa selalu saja menyalahkan mama,,,,lebih baik bersiap-siap ke pesta pak Atma daripada bicara sama papa....buang-buang waktu". sungut nyonya Okta
Sementara itu didalam mobil yang disupiri Adit, nampak wajah putra seperti orang kelelahan.
"Dit...udah dapat kabar tentang Tasya???"
"Maaf boss....belum ada kabar. Nona Hanum bagaikan ditelan bumi".
"Sudah kamu tanyakan ke Risa???dia itu sahabatnya Tasya..."
"Sudah boss bahkan mobilnya mba Risa kupasangi pelacak tapi memang mereka kayaknya nggak pernah ketemu deh. Karena mba Risa cuma kekantor dan selebihnya dirumah".
__ADS_1
"Penerbangan keluar negeri udah kamu, cek???"
"Sudah boss.....nama nona Hanum tidak ada dalam.daftar penerbangan bahkan foto nona hanum kusebar pada petugas di bandara, tapi sampai sekarang nggak ada berita, boss".
Hufffttt ,,,,,,,kemana dia. Tasya,,,,,kamu sembunyi dimana, sih....
"Boss .....sudah tiba di rumah,,,,"
"Hmmmm....oh ya kamu nggak usah pulang, kamu ikut kepesta pak Atma".
"Baik boss..."
"Sekarang kamu siap-siap, sebentar lagi kita berangkat".
Dengan langkah gontai Putra memasuki rumah mewahnya dan langsung duduk diruang tamu bersama papanya.
"Gimana kerjaanmu, nak....kamu kelihatan sangat lelah....."
"Makanya segera cari istri....supaya ada tempatmu berbagi keluh kesah dan yang paling penting supaya ada cucu buat kami".
"Huuuuffffftt...(menarik nafas panjang)mungkin putra nggak akan pernah menikah, pa...putra bersih-bersih dulu ya pa...takut terlambat ke acara".
Skip
Sementara itu di hotel HASTAJA, hotel termewah di kota ini dalam sebuah kamar yang mewah nampak sedang bersiap-siap seorang gadis cantik dengan gaun malam warna maroon yang kontras dengan kulitnya yang putih bersih bak mutiara. Gaun yang sangat mewah melekat sempurna di badannya yang tinggi semampai. Ditemani dengan sahabatnya yang juga cantik.
Di Ballroom hotel nampak bapak Atma Wijaya dan Ibu Yana Wijaya berdiri menyambut para tamu yang hadir., termasuk Putra beserta kedua orang tuanya yang juga sahabat pak Atma Wijaya. Nampak mereka berpelukan layaknya seorang sahabat yang lama tidak bertemu.
Meskipun pak Atma Wijaya tau kelakuan istri sahabatnya akan tetapi dia tetap tersenyum menyambut mereka.
Yaaa...Pak Atma Wijaya memang pria yang baik dan bermartabat sifat yang diturunkan kepada putri semata wayangnya. Adapun sifat keras yang dimiliki Hanum menurun dari mamanya yang juga keras.
__ADS_1
Acara pun segera dimulai. Diawali dengan live musik yang dimeriahkan oleh artis papan atas sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Sebelum acara pemotongan kue, terdengar MC mempersilahkan Pak Atma Wijaya menyampaikan kata-kata sambutan.
"Terima kasih saya ucapkan kepada rekan-rekan dan para kolega bisnis yang meluangkan waktunya untuk menghadiri pesta ulang tahun saya....selain acara ulang tahun, saya juga akan mengumumkan bahwa mulai malam ini saya dengan resmi mengundurkan diri dari dunia bisnis dan akan diganti oleh putri tunggal saya."
prok prok prok
suara tepukan tangan dari para hadirin memenuhi ballroom hotel Hastaja. Pak Atma kembali melanjutkan.
"Baiklah rekan-rekan dan para kolega bisnis yang terhormat perkenalkan putri tunggal saya Hanum Anastasya Wijaya".
Seketika ruangan yang luas itu menjadi ramai melihat seorang gadis cantik nan anggun berjalan keatas panggung, tak terkecuali nyonya Okta dan keluarganya. Nyonya Okta kelihatan pias mengetahui bahwa gadis yang selama ini dia benci dan dia hina habis-habisan ternyata tuan putri dari pengusaha nomor dua se-Asia. Begitu pula dengan Putra tak kalah terkejutnya karena selama bertahun-tahun kenal tapi tak pernah mengetahui identitas Hanum.
Terdengar suara Hanum yang lembut tapi tetap tegas dari atas panggung sehingga membuat para tamu yang hadir berdecak kagum.
"Terima kasih kepada para hadirin atas kedatangannya pada pesta ulang tahun papa saya dan terima kasih saya ucapkan kepada papa yang telah mempercayakan perusahaannya untuk saya kelola". Sambil memeluk pak atma dengan haru.
Tibalah pada acara pemotongan kue dan ramah tamah. Sebagai pendatang baru di dunia bisnis Hanum pun menyapa satu persatu para tamu undangan, termasuk nyonya Okta dan keluarga. Dengan langkah pasti seolah-olah mereka baru pertama kali bertemu, Hanum menyapa mereka dengan sopan.
"Terima kasih nyonya, tuan dan tuan muda sudah menyempatkan diri hadir di pesta kami, silahkan dinikmati hidangannya".
"Terima kasih nak Hanum atas sambutannya".balas tuan Wiwaro dengan ramah
"Sama-sama, tuan...maaf tuan saya permisi masih ingin berkenalan dengan yang lain".
"Silahkan, nak..."
Dari meja bundar VVIP nampak putra menatap Hanum tanpa berkedip, tatapan yang sulit diartikan.
Malam semakin larut satu persatu tamu undangan sudah mulai meninggalkan ballroom tempat berlangsungnya pesta pak Atma Wijaya.
__ADS_1