
Putra bergegas meninggalkan ruangannya tanpa memperdulikan Farah yang masih berada dalam ruangannya. Sambil berlalu Putra memberi kode pada Adit supaya mengusir Farah keluar dari kantornya. Adit mengerti dan langsung mengarahkan supaya Farah segera meninggalkan kantor Wiwaro.
Putra segera melajukan kendaraannya sendiri tanpa ditemani supir, dengan membelah jalan raya disiang hari yang cukup panas sambil menyetir Putra menelpon sekertaris Hanum menanyakan keberadaan pujaan hatinya. Setelah mendapat informasi dari sekertaris Rima, kemudian Putra mengarahkan mobilnya ke hotel Hastaja, hotel tempat Hanum bertemu dengan clientnya.
Sementara itu tanpa sepengetahuan Putra, Farah membututi Putra. Ketika Putra tiba dilobby hotel kemudian dia memberikan kunci mobilnya kepada pegawai yang bertugas di lobby lalu Putra masuk dan mencari keberadaan Hanum.
Secara kebetulan Hanum pun telah selesai rapat dengan clientnya dan sedang berjalan kearah restaurant hotel bersama clientnya, Putra yang melihat mereka segera menghampirinya yang ternyata client Hanum adalah teman Putra semasa kuliah. Merekapun kemudian menikmati makan siang bersama.
Tak berselang lama, Farahpun masuk ke hotel Hastaja dan mencari Putra. Ketika melihat Putra dan Hanum bersama, Farah yang tak mampu menahan emosinya langsung mendekati mereka dan menghina Hanum secara membabi buta sambil bertepuk tangan .
prok prok prok
"Wah,,,,wah,,,wah,,,,lihatlah wanita miskin ini, duduk dengan manisnya bersama dua lelaki tampan nan kaya".
Rangga yang merupakan Client Hanum sangat kaget mendengar perkataan Farah, dia berfikir siapa sebenarnya wanita ini karena setau dia Putra dan Hanum merupakan orang tersukses seAsia. Putra yang melihat kebingungan Rangga hanya tersenyum dan memberi kode supaya diam menyaksikan drama live siang hari.
__ADS_1
Sementara Hanum hanya menampilkan smirk yang tajam dan menekan nomor telpon seseorang "halo om Rony, kejadian siang ini dihotel Hastaja dibiarkan aja, ya om???"
"Baik nona,,,"jawab singkat dari Rony
Selanjutnya Hanum memandang sinis kearah Farah seraya mengetuk-ngetuk tangannya dimeja "Jadi apa maumu nona Farah, Hmmmm?"
Farah semakin emosi dan menunjuk-nunjuk kearah wajah Hanum "dasar kamu wanita rendahan, miskin, gembel, tak tau diri kamu, menggoda calon suami wanita lain".
Dengan tenang Hanum meskipun smirk jahatnya semakin nyata terlihat, membalas perkataan Farah dengan nada mengancam "sebaiknya nona Farah berhati-hati dalam berbicara, jangan sampai menyesal seumur hidup".
Masih dengan nada sombong dan merendahkan Farah menantang Hanum "eh,,,wanita ******, kamu tidak akan pernah bisa melebihi aku dalam segala hal, dari semua semua sisi, kamu tetap berada ditelapak kaki, kamu hanyalah bagaikan debu dimataku".
Farah yang entah pikirannya kemana sehingga dia bertindak bodoh "bagus kan???dibandingkan dirimu yang hina, miskin hanya karena mereka berdua menyantunimu layaknya anak panti asuhan sehingga kamu bisa memakai baju branded seperti ini".
Hanum yang sudah tak bisa menahan emosinya seketika berdiri didepan Farah. "dengar nona Farah, aku putri tunggal Atma Wijaya akan membuatmu menyesal seumur hidup".
__ADS_1
"Hahahaha,,,,hanum,,,,hanum,,,,ini bukan panggung lawakan, tapi aku akui lawakanmu kali ini sangat lucu, mengaku-ngaku anak dari salah satu pengusaha sukses diAsia". Farah terus tertawa sampai mengeluarkan air matanya.
"Terserah anda nona Farah, tapi kali ini akan kubuktikan ucapanku, maaf sebelumnya nona Farah, tidakkah kamu ingin meminta bantuan pada calon suami saya????".kata Hanum melirik Putra sambil tersenyum, membuat Farah semakin kalap.
Putra yang merasa dilibatkan segera melotot tajam kearah Hanum "apa yang kau katakan, sayang."
Kemudian Hanum meminta sekretarisnya untuk membawakan laptopnya. Lalu Hanum dengan santainya mengutak-atik laptopnya dan kurang dari 5 menit hal besar dalam kehidupan Farah dan keluarganya dimulai.
"Selamat datang di duniamu yang baru nona Farah". kata Hanum dengan dingin.
Farah yang belum mengerti keadaan tidak memperdulikan perkataan Hanum, malahan dengan sombongnya menelpon ayahnya untuk membuat Hanum menderita.
Setelah telponnya tersambung dan seketika wajahnya menjadi pucat dan sempoyongan kakinya tidak mampu menopang tubuhnya, diapun menangis pilu mendengar berita kebangkrutan perusahaan ayahnya yang disampaikan oleh asisten ayahnya. Kemudian Farah meninggalkan hotel Hastaja dengan rasa malu akan tetapi dia tak mengetahui kalo perusahaannya hancur karena campur tangan Hanum.
Hanun kemudian diam-diam membeli semua saham PT Winar yang merupakan perusahaan keluarga Farah.
__ADS_1
🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴
jangan lupa vote, like dan dukungan lainnya untuk menyemangati author menulis.