Dia Yang Tak Dapat Kuhindari

Dia Yang Tak Dapat Kuhindari
Bab 20.


__ADS_3

Hari ini Hanum tidak kekantor seperti biasanya, seharian akan menemani sahabatnya Anand Singh sesuai dengan janjinya. Mereka akan bertemu setelah pertemuan bisnis Anand selesai sekaligus menemani Anand menghadiri jamuan makan siang rekan bisnis Anand.


Meskipun diminta secara pribadi oleh Anand untuk menemaninya bersantap siang Hanum tetap memakai baju santai layaknya pakaian untuk hang out akan tetapi tetap sopan



Dengan rambut dibiarkan terurai dengan bebas, kemeja putih lengan panjang yang digulung sampai siku dipadukan dengan jeans tak lupa kacamata hitam yang bertengger dihidungnya yang mancung dan tas selempang kecil menambah kesan anggun dan elegan.


Caranya berjalan yang anggun membuat mata para lelaki tidak bisa mengalihkan pandangan mereka. Namun hal itu tidak membuat seorang Hanum jadi terpengaruh.


Setelah Hanum tiba direstaurant XXX, para pelayan membungkuk hormat kepadanya, sambil mencari keberadaan Anand. Bersamaan dengan itu Anand pun. melihat Hanum yang sedang mencari keberadaannya, seketika Anand mengangkat tangannya memberi kode pada Hanum memanggilnya mendekat, membuat Putra yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya memutar badannya melihat kearah Hanum.


deg deg. deg


Jantung Putra seketika berdebar tidak normal melihat Hanum yang sangat cantik menurutnya. Kemudian Anand menghampiri Hanum dan bersalaman saling memeluk sebentar, sehingga Putra bergumam kesal tapi masih didengar oleh Hanum "CK....biasa aja kali, nggak usah pakai peluk-pelukan, gitu".


Hanum hanya memandangnya dengan sinis tanpa membalas. Pikirnya tidak ada gunanya dan Anand pun tak mengerti.


Anand masih memegang tangan Hanum membimbingnya duduk disampingnya.

__ADS_1


"I miss you so much, dear". (saya merindukanmu, sayang )kata Anand


"Me too, my boy hahaha...."(saya juga, lelakiku, hahahaha) balas hanum dengan tawa bebas


Adit yang menyaksikan interaksi keduanya kembali bergumam dalam hati sabar boss,,,,,sabar,,,,bukankah semalam tuan Anand sudah menyatakan kalo mereka hanya bersahabat,,,jangan bertindak bodoh boss.


Putra yang juga menyaksikan keduanya yang sangat akrab bahkan saling melontarkan kata-kata mesra mulai merasa gerah. Dan menegur Hanum "jangan mengumbar kemesraan didepan umum,,,,nggak baik. jaga nama baikmu!!! disini bukan amerika!!!!"


"Terserah sayalah,,,,,nggak ada urusan dengan anda".jawab Hanum dengan sarkas membuat Anand bertanya.


"what's wrong, sweety???"(apa yang salah, manis)


"only words are unimportant".(hanya perkataan yang tidak penting) kata Hanum


Putra dan Hanum menjawab secara bersamaan dengan jawaban yang berbeda


"Yes, I.want to coorporate" (ya, saya ingin bekerjasama) jawab Putra


"Neverrr!!!!"jawab Hanum

__ADS_1


Jawaban mereka membuat Anand mengernyitkan dahinya tak mengerti dengan kedua orang didepannya.


"Setelah ini aku akan bertemu dengan om atma untuk bekerjasama dan kamu tidak akan bisa menolaknya" kata putra dengan santai.


"Apa maksudmu, jangan coba-coba berbuat yang aneh-aneh!!!"balas Hanum sewot.


Pembicaraan mereka terhenti setelah pelayan selesai menyajikan menu pesanan mereka. Mereka berempat akhirnya makan tanpa ada perbincangan, hanya suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring yang terdengar.


Selesai makan siang kemudian Anand berbicara pada Hanum "dear,,,,tomorrow morning I will return to India, and if I visit here again and tou are not merried then I will purpose to you". (sayang, besok pagi saya akan kembali ke India dan jika saya berkunjung kesini lagi dan kamu belum menikah maka saya akan melamarmu)


Hanum tertawa dan membalasnya dengan bercanda "hahahaha,,,,then I'll be waiting for you"( hahahaha...maka saya akan menunggumu).


Jawaban Hanum membuat muka Putra merah padam dan berkata pada Anand "Mr. Anand,,,,don't think about it, because soon Hanum will be get merried (tuan anand,,,,jangan memikirkan hal itu karena tidak lama lagi Hanum akan menikah).


Hanum melongo mendengar perkataan Putra, dia tidak menyangka putra akan berkata seperti itu. Hanum tidak ambil pusing dengan hal tersebut yang menurutnya mengada-ada.


Makan siang pun berakhir dan karena Hanum mendapat telpon dari sekretarisnya, maka diapun pamit terlebih dahulu dan berjanji akan sering -sering menelpon Anand.


Hanum memeluk Anand sekilas sebagai perpisahan. Dan kepada Putra dan asisten Adit, Hanum juga berpamitan dengan mengangguk hormat tanpa ada kata-kata.

__ADS_1


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


mumpung lagi ada waktu, up-nya malam-malam,,,,dan readers yang baik-baik, jangan lupa vote atau jejak jejaknya, ya....


__ADS_2